cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 90 Documents clear
PENGARUH METODE TWO STAGE MIXING APPROACH (TSMA) TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON POROUS DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) Simarmata, Iwan Fernando; Arifi, Eva; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.95 KB)

Abstract

Penggunaanpaving dari beton porous semakin banyak digunakan untuk mengurangi adanya gendangan air di permukaan jalan. Banyaknya limbah dari beton bangunan yang sudah dihancurkan menjadi masalah tersendiri sehingga muncul gagasan menggunakan agregat dari beton limbah sebagai pengganti agregat alam. Penggunaan agregatt dari beton limbah pada umumnya menghasilkan beton dengan mutu rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Two Stage Mixing Approach (TSMA) terhadap kuat tarik belah beton porous, dan menggunakan variasi komposisi agregat kasar daur ulang (RCA) terhadap agregat kasar alam (NCA). Pada penelitian ini digunakan benda uji tarik belah berupa silinder beton porous dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi silinder 30 cm. Metode yang digunakan untuk pengecoran adalah metodenormal mixing approach (NMA) dan metode two stage mixing approach (TSMA) dengan variasi komposisi RCA 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Untuk pembuatan beton porous campuran yang digunakan antara semen : agregat kasar : air adalah 1 : 4 : 0,3. Dan mutu parent concrete penghasil RCA adalah beton mutu K-175 – K-225. Variasi komposisi RCA yang digunakan berpengaruh signifikan terhadap kuat tarik beton porous. RCA dengan kadar 50% dan menggunakan metode NMA menghasilkan kuat tarik belah tertinggi sebesar 1,4675 Mpa. Pada kadar RCA 25%, 75%, dan 100% benda uji metode TSMA memiliki kuat tarik belah lebih tinggi, dan kuat tarik belah tertinggi beton porousyang menggunakan metode TSMA adalah 1,3664 Mpa dengan kadar RCA 100%. Kata kunci : beton porous, agregat kasar daur ulang, metode two stage mixing approach
OPTIMASI PENEMPATAN VISCOUS DAMPER PADA GEDUNG 10 LANTAI DENGAN SISTEM FOLDED CANTILEVER SHEAR STRUCTURE Halim, Riandy; Wijaya, Ming Narto; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.724 KB)

Abstract

Pada jaman sekarang ini, gempa merupakan masalah yang sering menjadi perhatian, terutama di Indonesia karena Indonesia dilewati oleh ring of fire yang merupakan gugusan gunung berapi yang masih aktif. Ada beberapa sistem struktur yang sudah dikembangkan pada jaman ini yang ditujukan untuk meredam atau memperkuat struktur, sehingga mampu bertahan ketika terjadi gempa. Salah satu contoh sistem struktur yang sudah dikembangkan adalah sistem folded cantilever shear structure (FCSS). Sistem FCSS menggunakan sistem fixed-moveable-fixed untuk tumpuan portal-portalnya dan juga menggunakan viscous damper untuk menambah redaman terhadap gaya gempa yang terjadi. Pada sisi moveable digunakan sistem base isolation pada tumpuannya, sedangakan pada sisi fixed digunakan tumpuan jepit. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa, dengan karakteristik gempa yang berbeda, akan dihasilkan model optimasi yang berbeda, baik dari jumlah damper yang akan diletakkan dan juga letak perletakkan damper sendiri.  Jumlah dan lokasi penempatan dari damper juga akan mempengaruhi periode natural dari struktur bangunan, meskipun dengan jumlah damper yang sama, bila perletakkan damper berbeda, maka akan didapatkan kekakuan struktur yang berbeda. Hasil dari optimasi juga didapatkan bahwa, tidak diperlukan pemasangan damper secara menyeluruh kepada struktur gedung agar struktur gedung tersebut dapat bertahan menghadapi gaya gempa yang terjadi. Bila jumlah pemasangan damper dapat dikurangi, maka struktur gedung akan menjadi lebih efisien. Kata Kunci: Gempa, Damper, Base Isolation, Folded Cantilever Shear Structure(FCSS).
PENGARUH VARIASI PANJANG KAIT (INTERLOCKING) SERAT KAWAT LOKET LAPIS PVC TERHADAP KEKAKUAN DAN POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Ardyan, Muhammad Ichsan; Wibowo, Ari; Nainggolan, Christini Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.448 KB)

Abstract

Beton serat merupakan beton dengan penambahan serat.Penambahan serat bertujuan untuk meningkatkan sifat daktail dan kuat lentur dari beton.Sehingga kemampuan beton serat cocok untuk digunakan untuk struktur balok pada bangunan. Peningkatan kekuatan beton serat tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis serat dan seberapa banyak campuran serat yang digunakan dalam adukan beton segar. Serat kawat yang digunakan pada penelitian ini adalah serat kawat loket lapis PVC dengan variasi pada benda uji yaitu panjang kait (interlocking) yang berbeda sepanjang 0,6; 1,2 dan 1,8 cm dengan panjang serat fiber untuk semua variasi adalah 3,6 cm. Setelah melakukan pengujian didapatkan data berupa kuat tekan balok serat, beban, lendutan dan pola retak yang terjadi. Hasil dari pengujian dan analisis yang dilakukan terhadap data benda uji balok beton serat adalah kekakuan balok dengan panjang kait 0,6 cm memiliki nilai terendah dan mencapai maksimum pada variasi 1,2 cm dengan peningkatan kekakuan sebesar 2,33% untuk kondisi setelah crack dan 8,47% untuk beban P sebesar 1000 kg atau sebelum terjadi crack, lalu kekakuan kembali mengecil pada variasi 1,8 cm. Untuk hasil pola retak yang terjadi pada balok tidak terlihat perbedaan yang signifikan. Semua balok diawali dengan pola retak lentur murni dan untuk balok dengan penambahan serat memiliki lebih banyak pola retak yang menyebar yang terus memanjang kearah titik beban terpusat di tengah bentang. Kata Kunci : Beton Serat, Serat Kawat Loket, Panjang Kait, Kekakuan, Pola Retak
PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT KAWAT LOKET LAPIS PVC TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS BETON SERAT (FIBER CONCRETE) Sirait, Christin Natalia; Wijatmiko, Indradi; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.535 KB)

Abstract

Sekarang ini penerapan beton serat telah banyak digunakan pada bangunan. Di indonesia beton serat belum banyak digunakan, salah satu penyebabnya adalah belum tersedianya serat baja dengan harga murah dan dalam jumlah yang cukup. Pada penelitian ini penerapan serat baja lokal yang digunakan adalah potongan kawat loket lapis PVC hijau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui panjang optimum serat kawat loket pada kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton serat, dengan variasi panjang serat yang digunakan yaitu 12 mm, 24 mm, dan 36 mm. Penambahan serat untuk setiap benda uji adalah 1% dari volume silinder. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kuat tekan beton normal adalah 32,893 Mpa dan nilai kuat tekan maksimum beton serat adalah  31,366 Mpa, dengan penurunan nilai sebesar 4,64% dari beton normal. Nilai kuat tarik belah beton menunjukkan kenaikan nilai sebesar 2% dan 0,58% pada variasi panjang serat 12 mm dan 36 mm, dengan nilai kuat tarik belah yaitu 2,475 Mpa pada serat 12 mm dan 2,439 Mpa pada serat 36 mm. Nilai modulus elastisitas maksimum pada beton serat adalah 42221,28 Mpa pada variasi panjang serat 24 mm dengan nilai penurunan 14,29% terhadap beton normal. Kata Kunci : beton serat, serat kawat loket lapis PVC, kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas
PENGARUH VARIASI PANJANG KAIT (INTERLOCKING) SERAT KAWAT LOKET LAPIS PVC TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON SERAT (FIBER CONCRETE) Syamnah Harahap, Muthiah Putrilan; Wijatmiko, Indradi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton serat adalah bahan yang diperoleh dari hasil pencampuran antara beton dengan serat dari logam atau non logam secara merata, bertujuanuntuk mengurangi atau mengatasi kelemahan beton yaitu rendahnya kuat tarik beton dan memiliki sifat getas.Serat yang terdapat di Indonesia masih terbatas dan hampir tidak dikhususkan untuk pembuatan beton. Untuk mempermudah mendapatkan serat dalam pembuatan beton, telah ditemukan solusi alternatif yaitu dengan membuat potongan-potongan dengan variasi tertentu pada serat yang tersedia banyak di pasaran Indonesia. Pada penelitian ini, serat yang digunakan adalah kawat loket lapis PVC hijau berdiameter 1 mm dengan ukuran potongan panjang 3,6 cm dan variasinya pada panjang kait (interlocking). Variasi itu adalah 0,6 cm, 1,2 cm, dan 1,8 cm. Benda uji berjumlah 24 buah silinder, dengan 6 silinder beton normal (tanpa serat) dan 18 silinder beton serat yang memiliki volume fraksi 1% dari volume silinder. Silinder yang digunakan memiliki ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian kuat tarik belah, kuat tekan, dan modulus elastisitas setelah berumur 28 hari. Hasil pengujian kuat tarik belah beton serat menunjukkan bahwa nilai kuat tarik belah maksimum diperoleh pada panjang kait (interlocking) 0,6 cmdengan nilai ft = 2,489 MPa (meningkat 2,6% dari beton normal), yang berarti bahwa penambahan serat dapat meningkatkan nilai kuat tarik belah beton. Hasil pengujian kuat tekan beton serat menunjukkan bahwa nilai kuat tekan maksimum diperoleh pada panjang kait (interlocking) 1,2 cmdengan nilai f’c = 31,366 MPa (menurun 4,6% dari beton normal), yang berarti penambahan serat tidak berpengaruh banyak dan dapat menurunkan nilai kuat tekan beton.Sedangkan hasil uji modulus elastisitas beton serat menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas maksimum diperoleh pada panjang kait (interlocking) 0,6 cm dengan nilai Ec = 33326,069 MPa (menurun 24% dari beton normal). Kata kunci: beton serat, serat kawat loket lapis PVC, kuat tarik belah, kuat tekan, modulus elastisitas
PENGARUH VARIASI FRAKSI KAWAT LOKET LAPIS PVC TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS BETON SERAT Suwanda, Rizky Anas; Wijatmiko, Indradi; Nainggolan, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.527 KB)

Abstract

Beton di desain dengan kemampuan mampu.memikul beban tekan, tetapi lemah dalam menerima beban tarik. Hal ini menyebabkan beton bersifat getas dan dapat.mengakibatkan keruntuhan mendadak sehingga tulangan baja digunakan pada beton. Tetapi bukan berarti beton tidak mengalami keruntuhan tarik. Dengan penambahan serat kawat loket lapis PVC yang merupakan bahan lokal, diharapkan dapat memperbaiki kelemahan beton. Variasi fraksi atau presentase serat kawat yang ditambahkan ke dalam campuran beton adalah sebesar 0.5%, 1% dan 1.5% dari volume beton silinder. Selain untuk mengetahui pengaruh serat kawat loket lapis PVC pada campuran. beton terhadap kuat tarik, peneliti juga menganalisa pengaruh serat kawat loket lapis PVC terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Hasil pengujian kuat tarik belah menunjukkan nilai kuat tarik maksimum diperoleh pada fraksi serat kawat 1% dengan nilai sebesar ft = 2.439 MPa (meningkat 0.57% dari beton normal). Sedangkan hasil pengujian kuat tekan menunjukkan nilai kuat tekan maksimum diperoleh pada fraksi kawat 1.5% dengan nilai sebesar f’c = 31.68 MPa (menurun 3.7% dari beton normal). Begitu pula dengan hasil uji modulus elastisitas yang menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas maksimum diperoleh pada fraksi kawat 1.5% (menurun 19.4% dari beton normal). Kata kunci :  serat kawat, kawat loket lapis PVC, kuat tarik, kuat tekan, modulus elastisitas
PENGARUH VARIASI PANJANG KAIT (INTERLOCKING) SERAT KAWAT LOKET LAPIS PVC TERHADAP LENDUTAN DAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG Sihotang, Alodia Vannia; Wibowo, Ari; Nainggolan, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.232 KB)

Abstract

Retakan-retakan pada beton akan menimbulkan dampak buruk. Salah satu cara meningkatkan kuat tarik adalah dengan menambahkan serat (fiber) kedalam campuran beton. Penambahan fiber juga dapat meningkatkan kemampuan untuk menahan lentur dan daktilitas pada beton tersebut (Suhendro, 1990). Penelitian ini menggunakan balok dimensi 100 x 15 x 20 cm. Adapun mutu beton rencana yang digunakan adalah sebesar 21,7 MPa. Tulangan yang adalah tulangan polos berdiameter 10 mm. Jenis serat yang digunakan adalah kawat, dengan jenis kawat loket lapis PVC. Volume fraksi serat kawat yang digunakan adalah sebesar 1% dari volume beton. Variasi panjang kait (interlocking) adalah 0,6 cm; 1,2 cm; dan 1,8 cm dengan panjang kawat adalah 3,6 cm. Balok dengan serat interlocking 0,6 cm mampu menahan beban 5716 kg, balok dengan serat interlocking 1,2 cm mampu menahan beban 4903 kg, dan balok dengan serat interlocking 1,8 cm mampu menahan beban 5234 kg. Balok dengan penambahan serat kawat interlocking 0,6 cm mampu menahan beban vertikal maksimum yang lebih besar daripada beton dengan penambahan serat kawat interlocking 1,8 cm dan 1,2 cm. Untuk lendutan pada saat beban maksimum, balok dengan serat interlocking 0,6 cm memiliki lendutan sebesar 2,836 cm, balok dengan serat interlocking 1,2 cm memiliki lendutan sebesar 2,983 cm, dan balok dengan serat interlocking 1,8 cm memiliki lendutan sebesar 2,830 cm. Balok dengan interlocking 1,8 cm menghasilkan lendutan aktual lebih kecil daripada balok dengan interlocking 0,6 cm, dan 1,2 cm tetapi dengan perbedaan lendutan yang tidak terlalu signifikan yaitu sebesar 3,43%. Kata kunci: balok beton bertulang, serat kawat, kuat lentur, lendutan
PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH TERHADAP KUAT LENTUR BETON POROUS DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) Sari, Rika Amenetya; Arifi, Eva; Nainggolan, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton porous adalah jenis beton yang memiliki porositas yang tinggi sehingga rongga pada beton mampu dilewati oleh air.Pemanfaatan fly ash dalam beton porous diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton porous dan pemanfaatan RCA dalam pembuatan beton porous diharapkan mampu memberikan inovasi penerapan konsep material yang ramah lingkungan.Kelebihan beton porous dengan porositas yang tinggi adalah mampu mengalirkan air dengan mudah sehingga mengurangi genangan air permukaan yang sering menyebabkan kerusakan jalan dan kecelakaan.Tetapi dengan menggunakan beton porous kuat lentur yang dihasilkan tidak lebih besar daripada beton normal.Hal ini disebabkan oleh rongga yang lebih banyak pada beton porous sehingga kekuatan lentur beton porous lebih kecil dibandingkan beton normal. Pada penelitian ini dilaksanakan pengujian kuat lentur terhadap beton porousdengan vaariasi penggantian semen oleh fly ash  fly ash sebesar 0%, 15%, 25% dan penggantian agregat kasar alami (NCA) oleh agregat kasar daur ulang (RCA) sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Fly ash tipe C dan Semen PPC yang memiliki lebih banyak pozzolan digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian kuat lentur terhadap beton porous adalah kuat lentur tertinggi didapatkan pada komposisi fly ash 0% dan agregat kasar daur ulang (RCA) 0% dengan kuat lentur sebesar 2,332 MPa.Hasil tersebut belum memenuhi persyaratan mutu beton perkerasan. Hubungan antara komposisi fly ash dan agregat kasar daur ulang (RCA) terhadap kuat lentur  menunjukkan hasil yang belum signifikan dikarenakan kualitas NCA lebih rendah akibat penyerapan air yang besar. Kata kunci: beton porous,fly ash, agregat kasar daur ulang, kuat lentur, komposisi
PENGARUH METODE TWO-STAGE MIXING APPROACH (TSMA) TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) Aprianti, Kartini; Arifi, Eva; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.555 KB)

Abstract

Beton porous adalah salah satu jenis beton yang mempunyai rongga udara lebih besar sehingga memungkinkan air untuk mengalir melalui rongga beton dan dapat diserap oleh tanah. Adanya rongga udara yang lebih besar, mengakibatkan kuat tekan beton porous lebih rendah dibandingkan beton konvensional. Penggunaan beton porous dapat dikembangkan lagi dengan mengganti sebagian atau seluruh agregat kasar alam (NCA) dengan agregat kasar beton daur ulang (RCA). Kualitas RCA umumnya lebih rendah daripadanNCA, sehingga metodenTwo-Stage Mixing Approach (TSMA) diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton porous yang.menggunakan.RCA. Pengujian material pada penelitian ini meliputi berat isi, berat jenis, dan penyerapan air pada agregat kasar. Sedangkan pengujian untuk beton porous meliputi berat isi dan kuat tekan. Uji tekan dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh komposisi RCA dan metode pencampuran terhadap kuat tekan beton porous. Persentase RCA yang digunakan yaitu 0%, 25% 50%, 75%, dan 100%, sedangkan metode pencampuran yang digunakan yaitu Normal Mixing Aggregates (NMA) dan Two-Stage Mixing Approach (TSMA). Pengujian tekan dilakukan pada umur beton 28 hari dengan alat Compressing Testing Machine (CTM). Berdasarkan hasil pengujian didapatkan kuat tekan rata-rata maksimum yaitu pada komposisi RCA 100% dan metode TSMA dengan nilai 11,81 MPa. Pada penelitian ini, hasil pengujian kuat tekan memenuhi syarat ACI 522R-10 tentang beton porous. Kata kunci:.Beton.porous, kuat tekan, agregat kasar daur ulang, Two-Stage Mixing Approch (TSMA)
PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) Suseno, Kartika Candra; Arifi, Eva; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.644 KB)

Abstract

Beton porousadalah beton yang memiliki kemampuan dapat ditembus air dengan mudah atau memiliki sifat porositas yang tinggi. Bahan penyusun beton porous terdiri dari campuran semen, air,agregat kasar, dan sedikit agregat halus atau tanpa menggunakan agregat halus.Pada penelitian ini tidak menggunakan agregat halus dan agregat kasar yang digunakan memiliki gradasi seragam(0,5-1 cm).Pemanfaatan fly ash dalam pembuatan beton porous diharapkan mampu meningkatkan kualitas beton porousdari segi kekuatan sedangkan pemanfaatan RCA diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan material.Pada penelitian ini dilaksanakan pengujian kuat tekan beton porous menggunakan benda uji silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian beton porous menggunakan alat uji compression testing machine (CTM).Kombinasi campuran yang digunakan yaitu fly ash sebesar 0%, 15%, 25% terhadap semen PPC dan agregat kasar daur ulang (RCA) sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Identifikasi spesifikasi fly ash menggunakan metode XRF. Hasil dari penelitian ini adalah kuat tekan tertinggi diperoleh pada komposisi fly ash 25% dan agregat kasar daur ulang (RCA) 0% dengan nilai sebesar 13,621 MPa. Hubungan antara komposisi fly ash dan agregat kasar daur ulang (RCA) terhadap kuat tekan beton porous menunjukkan hasil yang beragam serta pola grafik yang saling silang. Kata kunci: Beton porous, fly ash, agregat kasar daur ulang, kuat tekan, komposisi.