cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 90 Documents clear
KAJIAN POTENSI PENGGUNA JALAN TOL MALANG – KEPANJEN Iswara, Ade Yudha; Husein, Fahry; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.296 KB)

Abstract

Jumlah infrastruktur yang tidak bertambah menyebabkan sering terjadinya kemacetan pada ruas-ruas jalan di daerah Malang – Kepanjen. Kemacetan ini mengakibatkan pemborosan waktu dan materi, produktifitas industri semakin menurun dan biaya pengiriman barang semakin tinggi, sehingga harga barang semakin tinggi. Maka diperlukan pembangunan infrastruktur transportasi darat seperti jalan tol untuk dapat menanggulangi hal-hal tersebut. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi pengguna jalan eksisting agar mau berpindah ke jalan tol dan mengetahui potensi pengguna maupun tarif rencana jalan tol Malang – Kepanjen.Analisis potensi pengguna tol menggunakan metode Stated Preference.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa variabel yang mempengaruhi masyarakat untuk berpindah ke jalan tol yaitu tarif dan kemacetan atau kepadatan kondisi jalan (VCR). Apabila tarif tol berada di bawah angka Rp 1.000,00/km dan VCR diatas 0,5 maka potensi pengguna tol akan semakin meningkat, dan potensi pengguna tol akan mengalami penurunan bila tarif tol berada diatas Rp 600,00/km dan VCR dibawah 1.Potensi pengguna tol tertinggi untuk golongan I diperoleh pada saat tarif tol Rp 600,00/km dan VCR = 1,1 yaitu sebanyak 18.447 kendaraan/hari dengan persentase probabilitas berpindah sebesar 90.5%. Sedangkan untuk golongan II & III pada saat tarif tol Rp 900,00/km dan VCR = 1,1 yaitu sebanyak 4.180kendaraan/hari dengan persentase probabilitas berpindah sebesar 89.2%. Penentuan tarif ideal ditetapkan dari tarif hasil analisis stated preference, sehinggs didapat hasil untuk kendaraan golongan I-V berturut-turut sebesar Rp 730,00/km, Rp 1.095,00/km, Rp 1.460,00/km, Rp 1.825,00/km, dan Rp 2.190,00/km. Kata kunci: Potensi Pengguna Tol, Stated Preference (SP), Volume Capacity Ratio (VCR), Tarif Tol
ANALISIS POTENSI PENGGUNA RENCANA TOL KEDIRI – NGANJUK MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERENCE Novyana, Teofani Rizkhy; Pratama, Kukuh; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.064 KB)

Abstract

Kediri dan Nganjuk merupakan salah satu daerah sentral industri di Provinsi Jawa Timur yang menyebabkan arus barang dan jasa di kedua kabupaten tersebut tentunya sangat padat. Jalan tol merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi kemacetan yang ada di jalan-jalan arteri didalam kota. Untuk perencanaan jalan tol Kediri-Nganjuk, maka perlu mengetahui prediksi jumlah potensi pengguna yang akan beralih dari jalan eksisting ke jalan tol dan menentukan tarif tol ideal.Analisis potensi pengguna ditinjau dari analisis peralihan moda menggunakan metode Stated Preference, road side interview dan data traffic counting. Atribut yang ditinjau adalah tarif masuk toldan kondisi lalu lintas pada jalan eksisting. Potensi pengguna tol Kediri-Nganjuk dengan VCR aktual = 0,8pada golongan I dengan tarif Rp600,00/Km sebanyak 6.113kendaraan/hari, golongan II dengan tarif Rp900,00/Km sebanyak 691 kendaraan/hari,golongan III dengan tarif Rp1.200,00/Km sebanyak 665 kendaraan/hari, golongan IV dengan tarif Rp1.500,00/Km sebanyak 841kendaraan/hari, golongan V dengan tarif Rp1.800,00/Km sebanyak 165 kendaraan/hari. Dan tarif masuk ideal golongan I-V secara berurutan didapatkan sebesar Rp749,00/Km, Rp1.123,00/Km, Rp1.498,00, Rp1.872,00/Kmdan Rp2.247,00/Km. Sedangkan untuk potensi pengguna dimasa mendatang yakni pada tahun 2022 dan 2027diperoleh jumlah pengguna terbesar golongan I dengan tarif Rp600,00/Km dan VCR = 1,2 sebanyak 15.315, dan 21.217 kendaraan/hari, pada tarif Rp650,00/Km dan VCR = 1,2 sebesar 14.985, dan 20.759 kendaraan/hari, Sehingga potensi pengguna tol Kediri-Nganjuk tiap tahunnya meningkat. Kata kunci : potensi pengguna, Stated Preference(SP), karaktreristik responden, road side interview(RSI), tarif tol, jumlah pengguna dimasa mendatang.  
MODEL PREDIKSI PELUANG KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGGUNA SEPEDA DI KOTA MALANG DAN KOTA BLITAR Prima Yoga, Deby Eka; Putra Pradana, Ahmad Rizaldi; Arifin, M. Zainul; Agustin, Imma Widyawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.712 KB)

Abstract

Pertumbuhan transportasi yang semakin pesat berbanding lurus dengan dampak negatif yang ditimbulkan. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan akibat pertumbuhan transportasi adalah kecelakaan. Kecelakaan lalu lintas melibatkan berbagai macam kendaraan, salah satunya adalah sepeda. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui karakteristik pengguna sepeda, mengetahui pengalaman kecelakaan responden, dan membuat model prediksi peluang kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda yang ditinjau dari beberapa karakteristik, antara lain karakteristik sosio-ekonomi, pergerakan, dan perilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik regresi logistik untuk memodelkan peluang kecelakaan sepeda dengan menggunakan data kuesioner yang diberikan kepada 100 responden di setiap wilayah studi.Hasil analisis menunjukkan bahwa pengguna sepeda di Kota Malang dan Blitar mayoritas adalah berjenis kelamin laki-laki, berusia 15-25 tahun, berpendidikan SMA/MA, pekerjaan pelajar / mahasiswa di Kota Malang dan wiraswasta di Kota Blitar. Mayoritas penyebab kecelakaan sepeda di Kota Malang adalah akibat jalan licin / rusak. Sedangkan di Kota Blitar adalah akibat kesalahan sendiri. Model prediksi peluang kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda di Kota Malang yang terbentuk adalah     , dengan X3 = pendidikan, X4 = pekerjaan, X12 = intensitas penggunaan sepeda, dan X15 = perilaku memeriksa rem. Sedangkan model prediksi peluang kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda di Kota Blitar dirumuskan dengan  , dengan X13 = Waktu mulai beraktivitas, dan X25 = perilaku bersenda gurau.Kata Kunci : Model Peluang, Kecelakaan Sepeda,  Regresi Logistik, Kota Malang Kota Blitar.
MODEL PREDIKSI KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGGUNA SEPEDA DI KOTA MALANG DAN KOTA BLITAR Lazuardi, Khalid; Napitupulu, Melyona Febriani; Arifin, M. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.054 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi yang tinggi di zaman modernisasi ini menuntut adanya perkembangan transportasi yang mumpuni. Namun ketidaksempurnaan hubungan dengan pertumbuhan penduduk menyebabkan timbulnya masalah yakni kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu keadaan yang melibatkan segala jenis kendaraan termasuk sepeda. Penelitian ini membahas tentang karakteristik pengguna sepeda; karakteristik jalan berupa fungsi jalan,,lebar jalan,jumlah lajur,lebar bahu jalan; serta karakteristik kecelakaan berupa  jumlah dan kondisi korban, lokasi kejadian, dan jenis kecelakaan.Metode analisis yang digunakan pada  penelitian ini adalah analisis deskriptif frekuensi dan Generalized Linier Model. Data diperoleh menggunakan survei volume lalu lintas,survei kecepatan, pengukuran geometrik dan dari badan-badan pemerintah terkait. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di Kota Malang dan Kota Blitar pengguna sepeda yang sering terlibat kecelakaan berjenis kelamin laki-laki dan berusia diatas 55 tahun. Untuk karakteristik geometrik di Kota Malang adalah lebar lajur 2-4.7 meter, jumlah lajur 2-4 buah, lebar bahu 0-2.5 meter, kecepatan 41.5-55.8 km.jam dan Arus lalu lintas 611-5578 smp/jam. Sedangkan karakteristik Kota Blitar adalah  lebar lajur 2-4,7 meter, jumlah lajur 2 buah, lebar bahu antara 0,5-2,3 meter, kecepatan 43,12-54,3 km/jam dan arus lalu lintas 65-1245 smp/jam. Model prediksi kecelakaan di Kota Malang yang dihasilkan kurang akurat, berikut merupakan modelnya BA=1.61x10-1 FLOW0.279 EXP(-0.312 SW). Model prediksi kecelakaan di Kota Blitar yang dihasilkan kurang akurat, berikut model tersebut ditampilkan BA=3.68x10-1 FLOW0.21 . Kata Kunci : model prediksi, kecelakaan sepeda, Generalized Linier Model, Kota Malang, Kota Blitar.
KAJIAN TARIF DAN PELAYANAN BUS DALAM KOTA SURABAYA KELAS EKONOMI NON TOL TRAYEK PURABAYA-OSOWILANGON Romadhon, Firdausy Ilham; Putro, Bayu Bimantoro; Arifin, M. Zainul; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.899 KB)

Abstract

Latar belakang kajian ini adalah karena tarif bus kota Surabaya trayek Purabaya-Osowilangon yang mahal bagi masyarakat Surabaya dan fasilitas yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai dengan tarif yang dibayarkan penumpang bus kota. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penumpang bus kota , mengetahui kinerja pelayanan bus kota dan mengetahui tarif ideal bus kota Surabaya kelas ekonomi non tol trayek Purabaya-Osowilangon.  Dalam kajian ini menggunakan metode Abillity To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) untuk mengetahui tarif ideal bus kota dan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui kinerja pelayanan bus kota Surabaya trayek Purabaya-Osowilangon. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 450 responden dan pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Data yang digunakan dalam kajian ini adalah data primer yang diperoleh dari data hasil kuisioner dan wawancara, yang dilakukan di dalam bus kota Surabaya kelas ekonomi non tol trayek Purabaya-Osowilangon pada bulan Maret 2017, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, internet, dan dokumen perusahaan. Hasil kajian menggunakan metode IPA menunjukkan bahwa terdapat 10 atribut pelayanan bus kota Surabaya kelas ekonomi non tol trayek Purabaya-Osowilangon yang perlu ditingkatkan. Kesepuluh atribut tersebut antara lain: (1) Lampu penerangan, (2) Alat pemecah kaca, (3) Alat pemadam api ringan, (4) Fasilitas kesehatan, (5) Kelayakan kendaraan, (6) Pintu masuk dan keluar harus tertutup saat bus berjalan, (7) Fasilitas pengatur suhu ruangan, (8) Fasilitas kebersihan, (9) Larangan merokok, (10) Tarif yang sesuai dengan pelayanan. Berdasarkan analisis ATP, diketahui presentase responden yang mampu membayar tarif lebih dari rata-rata tarif yang berlaku saat ini adalah sebesar 11,33%. Kemudian berdasarkan korelasi antara ATP dan pendapatan didapatkan persamaan regresi Y= 0.0005X + 2.445,5 dengan X adalah pendapatan rata-rata responden yaitu Rp. 2.050.000,- sehingga diperoleh rata-rata ATP regresi sebesar Rp. 3.470,5. Sedangkan untuk analisis WTP diketahui prosentase responden yang mau membayarkan tarif lebih dari rata-rata yang berlaku saat ini adalah sebesar 45,33%. Dan didapatkan persamaan regresi Y= 0,0003X + 4.601,4 dengan X adalah pendapatan rata-rata responden yaitu Rp. 2.050.000,- sehingga diperoleh rata-rata WTP regresi sebesar Rp. 5.216,4. Bersadarkan hasil analisis ATP dan WTP tersebut menunjukan bahwa masyarakat masih kurang mampu dan kurang mau untuk membayar tarif yang berlaku. Pengguna jasa didalam kajian ini tergolong dalam captive riders. Kata kunci: Pelayanan, Tarif, IPA, ATP, WTP, Bus kota Surabaya
STUDI POTENSI PENUMPANG PADA RENCANA PEMBANGUNAN BANDAR UDARA DI TULUNGAGUNG Firdausy, Nuur Annisa; Khairunnisa, Rahmasari; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.093 KB)

Abstract

Transportasi adalah proses perpindahan barang  atau orang dari satu tempat ke tempat yang lain dengan atau tanpa alat bantu dengan tujuan tertentu. Transportasi yang banyak  diminati untuk melakukan perjalanan jauh  oleh masyarakat adalah pesawat terbang. Di wilayah Tulungagung sedang dibicarakan tentang rencana pembangunan bandar udara di kawasan tersebut. Berdasarkan studi yang dilakukan kepada 400 responden, diketahui bahwa responden dengan tujuan Jakarta didominasi laki-laki dengan tingkat pendidikan sarjana dan pekerjaan sebagai karyawan/swasta dengan penghasilan >10 juta perbulannya. Maksud perjalan didominasi non-pekerjaan atau untuk mengunjungi keluarga dan sebanyak 97,25% mengatakan setuju bila rencana pembangunan bandara tersebut direalisasikan.  Dari analisis stated preference didapatkan model  untuk  kereta api  UPT-UKA = 3,913-0,00000836 (ΔX1) dan travel  UPT-UKA = 4,54-0,0000138 (ΔX1) untuk tujuan Jakarta. Jumlah potensi penumpang akan naik sekitar 80 orang perhari jika selisih  tarif sebesar Rp. 225.000. Kata kunci : Stated preference (SP),  Moda Kereta Api dan Travel, Tulungagung, Potensi Penumpang Pesawat Terbang.
ANALISIS PERENCANAAN TRASEJALAN TOL GEMPOL-MOJOKERTO Justitia, Riztya; Maulana, Luthfi Farhan; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.168 KB)

Abstract

Pembangunan Tol Gempol – Mojokerto sebagai bagian dari jaringan tol trans jawa diharapkan menjadi solusi pemecah kemacetan pada jalan eksisting Gempol – Mojokerto. Untuk mendapatkan pelayanan jalan tol yang optimal salah satu perencanaan penting adalah penentuan trase dan perencanaan perkerasannya. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui survei kondisi lapangan setiap alternatif trase yang telah direncanakan, kuisioner terhadap stakeholder yang bersangkutan pada perencanaan  pembangunan jalan tol Gempol–Mojokerto, serta data LHR jalan eksisting Gempol-Mojokerto yang didapat dari hasil penelitian terdahulu. Digunakan metode Analytical Hierarchy Process dalam penentuan faktor yang digunakan sebagai penentuan alternatif trase yang efisien. Hasil survei kondisi lapangan berupa skoring disesuaikan dengan hasil bobot kriteria dengan metode AHP. Dari keseluruhan hasil penelitian, alternatif trase yang terpilih adalah alternatif trase nomor 2 dengan nilai skoring tertinggi. Direncanakan dengan tebal perkerasan kaku sebesar 24 cm berdasarkan pedoman PdT-14-2003. Kata Kunci : Pemilihan Trase, Analitycal Hierarchy Process (AHP), Perkerasan Kaku, AASHTO, Jalan Tol, Gempol, Mojokerto.
ANALISIS PRODUKTIVITAS JUMLAH TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PLESTERAN DINDING DENGAN METODE WORK STUDY Pascoal, Emilio; ., Harimurti; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.451 KB)

Abstract

Pekerjaan plesteran adalah salah satu item pekerjaan yang memerlukan banyak bahan campuran serta area luas sehingga dibutuhkan pekerja yang produktif. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan oleh standar yang telah ditentukan pada Permen PU 2013 dengan beberapa komposisi jumlah tenaga kerja menggunakan metode work study. Objek penelitian berupa dinding pagar pembatas seluas 200m2. Kelompok kerja yang diamati sebanyak 3 kelompok dengan masing-masing komposisi 1 tukang dan 1 helper, 1 tukang dan 2 helper serta 1 tukang dan 3 helper. Pengamatan dilakukan dengan mencatat waktu kerja masing-masing kelompok kerja dalam menyelesaikan 1m2 pasangan plesteran dinding dengan komposisi campuran 1PC:4PP. Kelompok kerja dengan komposisi tukang:helper 1:2 merupakan kelompok kerja yang paling optimal dengan nilai produktivitas 4,26m2/jam sedangkan produktivitas menurut standar Permen PU 2013 hanya 1,33m2/jam. Menurut standar Permen PU 2013 biaya pekerjaan per 1m2 plesteran dinding sebesar Rp. 71,746 sedangkan di lapangan kelompok kerja komposisi 1:2 memerlukan biaya Rp. 30,274 sehingga dapat dilakukan penghematan sebesar Rp. 41,472/m2. Kata kunci : plesteran dinding, kelompok kerja, produktivitas, Permen PU 2013
ANALISIS ESKALASI BIAYA (PENYESUAIAN HARGA) PADA KONTRAK MULTI YEARS (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN KELINJAU II KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR) Riyaadl, Mohammad; Hasyim, M. Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.158 KB)

Abstract

Penyesuaian harga adalah salah satu resiko dari proyek kontrak multi years. Proyek Pembangunan Jembatan Kelinjau II Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur, dan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai eskalasi tersebut serta aplikasi pembayaran nilai eskalasi tersebut sesuai ketentuan kontrak dan pelaksanaan di lapangan.. Penelitian ini menganalisis penyesuaian harga sesuai dengan dokumen kontrak yang dihitung terhadap volume pekerjaan bulan September 2015 hingga Maret 2016. Analisis nilai eskalasi pada Proyek Jembatan Kelinjau II menghasilkan nilai penyesuaian harga sebesar 1,49 % dari nilai kontrak awal. Besar nilai eskalasi tersebut dipengaruhi oleh kenaikan upah tenaga kerja, harga material, dan perpanjangan masa pelaksanaan proyek. Adapun perbedaan cara pembayaran klaim eskalasi, menurut kontrak pembayaran dilakukan saat pembayaran progress bulanan dengan harga sudah ter-eskalasi dan pelaksanaan di lapangan pembayaran klaim adalah selisih nilai kontrak dan nilai eskalasi kontrak yang dibayarkan setelah 95% pembayaran nilai kontrak. Kata Kunci: Eskalasi, Kontrak, Perpres Nomor 70 Tahun 2012, Indeks Harga BPS, Proyek Jembatan Kelinjau II.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MELALUI PENDEKATAN HIRADC DAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS PADA STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN MENARA X DI JAKARTA Jannah, Mega Raudhatin; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.383 KB)

Abstract

Kegiatan konstruksi merupakan unsur penting dalam pembangunan. Namun, kegiatan konstruksi memiliki risiko yang tinggi, salah satunya yaitu pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pengendalian secara umum dilaksanakan dengan manajemen risiko meliputi analisis risiko serta perencanaan upaya pengendalian risiko. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengetahui jenis dan tingkat risiko pada kegiatan konstruksi Proyek Gedung X, pengendalian risiko serta penerapan metode pengendalian dilapangan. Pada penelitian ini diketahui risiko berdasarkan pendekatan Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control (HIRADC) dan metode Job Safety Analysis. Identifikasi risiko dilakukan berdasarkan dokumen proyek. Setelah itu risiko tersebut dinilai tingkat kemungkinan dan dampaknya, yang kemudian dilakukan penilaian level risiko. Identifikasi lanjut pada pekerjaan yang berisiko tinggi dengan metode JSA. Tahap terakhir pada penelitian ini adalah mengetahui metode pengendalian risiko, dan diamati penerapannya dilapangan melalui pengamatan pada pekerja. Hasil identifikasi risiko dan penilaian dengan matriks risiko dari 5 pekerjaan yang diamati di proyek X adalah 2 pekerjaan dengan level risiko rendah yaitu pekerjaan bata ringan dan dinding lapis plester, 1 pekerjaan dengan level risiko sedang yaitu pekerjaan dinding partisi gypsum, dan 2 pekerjaan dengan level risiko tinggi yaitu pekerjaan tangga dan pemasangan kaca. Dari dua pekerjaan dengan risiko tinggi tersebut terdapat 2 kemungkinan risiko ekstrim yang dapat terjadi pada 10 tahapan pekerjaan. Dan penerapannya di lapangan tergolong cukup baik untuk proyek secara umum dan masih kurang untuk tiap-tiap pekerja. Kata kunci: Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control (HIRADC), Job Safety Analysis (JSA).