cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020)" : 61 Documents clear
PENGARUH VARIASI COATING TERHADAP KERAPATAN BETON KEROPOS DENGAN MENGGUNAKAN PULSE VELOCITY PADA ALAT UPV (ULTRASONIC PULSE VELOCITY) Nur Latifah, Amike; P. Budio, Sugeng; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material yang sering digunakan dalam proses pelaksanaan konstruksi. Beton dipilih karena kuat tekannya yang sangat tinggi dibanding material lainnya. Namun pembuatan beton tidak selamanya sesuai dengan yang direncanakan, yang sering terjadi yaitu keropos pada beton. Mengantisipasi adanya kerusakan pada struktur bangunan dapat dilakukan uji kekuatan. Pengujian dapat dilakukan dengan cara non destructive test atau pengujian tanpa merusak, salah satu alat yang digunakan yaitu UPV (Ultrasonic Pulse Velocity). Pada penelitian ini menunjukan bahwa masing-masing variasi coating dan tambahan acian mempunyai pengaruh terhadap cepat rambat dan waveform. Hal ini ditunjukkan dengan perbedaan nilai cepat rambat, amplitudo dan waveform. Pada beton dengan coating watershield, hasil yang didapatkan yaitu terjadi penurunan cepat rambat yang tidak signifikan yaitu sebesar 3,93% di titik 3 dan di titik 8 tidak mengalami penurunan dan kenaikan karena nilai cepat rambatnya yaitu 4016 m/s. Beton keropos dengan coating waterproof, hasil yang didapatkan yaitu terjadi kenaikan cepat rambat yang tidak signifikan yaitu sebesar 2,00% di titik 3 dan di titik 8 tidak mengalami penurunan dan kenaikan karena nilai cepat rambatnya yaitu 4098 m/s. Pada beton keropos dengan coating floor hardener, hasil yang didapatkan yaitu terjadi kenaikan cepat rambat yang tidak signifikan pada beton keropos yang telah dilapisi coating floor hardener di titik 3 dan 8 yaitu sebesar 2,10%. Dalam penelitian dapat dikatakan bahwa variasi coating dan tambahan acian dapat mempengaruhi pembacaan scan dari alat UPV. Hal ini dibuktikan dengan perbedaan hasil cepat rambat dan waveform antara beton sebelum dan sesudah diberi lapisan acian dan coating.   Kata Kunci: Cepat rambat, Beton Keropos, Ultrasonic Pulse Velocity, Coating Watershield, Coating Waterproof, Coating Floor Hardener
STUDI LITERATUR KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN SBR LATEX SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN Al Raes, Sulaiman; Setyowulan, Desy; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton porous adalah salah satu material yang menggunakan campuran beton dengan jumlah agregat halus yang minimal agar menghasilkan rongga-rongga. Rongga-rongga inilah yang dapat mengalirkan air dengan mudah sehingga dapat mengurangi permasalahan genangan khususnya di daerah perkotaan. Meski memberikan solusi untuk permasalahan genangan, namun beton porous memiliki kekurangan yaitu lemahnya ikatan antar agregat karena hanya direkatkan dengan pasta beton. Penambahan SBR Latex ke dalam campuran beton porous diharapkan dapat memperbaiki ikatan antar agregat sehingga meningkatkan performa kekuatannya. Pada studi literasi ini didapatkan data dari sejumlah jurnal penelitian yang menyelidiki tentang pengaruh SBR Latex terhadap kekuatan tekan beton porous. Selain itu, pengaruh SBR juga ditinjau terhadap kuat lentur, permeabilitas, void ratio, serta abrasi beton porous. Kadar SBR yang digunakan bervariasi, mulai dari 0% hingga 30% terhadap berat semen, dengan proporsi volume campuran semen dengan agregat yang beragam hingga memperoleh campuran yang menghasilkan performa kekuatan yang optimal. Hasil perbandingan dari berbagai penelitian didapatkan campuran yang optimal dengan proporsi volume campuran semen agregat 1:4,5 serta menggunakan FAS 0,35 dengan penambahan SBR Latex sebanyak 5% dari berat semen, menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 28,2 MPa yang menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap benda uji kontrol. Lebih jauh, penambahan kadar SBR Latex yang terlalu banyak mengakibatkan menurunnya performa dari beton porous. Kata kunci : Beton porous, SBR Latex, kuat tekan, void rasio, permeabilitas, kuat lentur
EVALUASI PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) DENGAN POLA SEGIEMPAT Wahyunita, Audia Maknolia; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik tanah pada jalan Tol Gempol - Pasuruan memiliki konsistensi tanah yang tidak stabil yang sering disebut tanah lunak. Tanah lunak adalah tanah yang kurang bisa mendukung kekuatan konstruksi. Disebabkan rendahnya daya dukung tanah dan tingginya kandungan air menyebabkan sulit terdranasi karena tanah memiliki permeabilitas relatif rendah dan memiliki kompresibilitas yang besar mengakibatkan tanah mengalami penurunan yang besar dengan waktu yang sangat lama sehingga menyebabkan kerusakan pada konstruksi. Untuk menangani permasalahan tersebut maka diperlukan perbaikan tanah. Salah satu metode perbaikan tanah lunak yang akan dilakukan yaitu dengan cara mempercepat konsolidasi menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dengan pola segiempat. Pada analisis penelitian ini digunakan aplikasi yaitu aplikasi elemen hingga 2D untuk menganalisa kasus lapangan dan uji skala kecil di laboratorium. Pada kondisi lapangan memiliki kedalaman tanah sedalam 24,5 m memiliki 6 lapisan tanah dengan tinggi timbunan sebesar 10,2 m, traffic load sebesar 30kN/m2 dan diberikan PVD pola segiempat pada kedalaman hingga 13 m, jarak antar PVD sebesar 1 m. Pada kondisi laboratorium digunakan kasus yang diselidiki oleh peneliti lain yang digunakan sebagai pembanding hasil analisa menggunakan aplikasi elemen hingga 2D. Pemodelan tanah untuk skala lapangan mengguanakan model Mohr-coulumb dan pemodelan skala kecil dilaboratorium menggunakan model Soft-soil. Dengan mesh generation yaitu coarse agar hasil yang didapatkan memiliki nilai yang optimum. Pada skala lapangan diberikan calculation type yaitu degree of consolidation 90%. Hasil akhir pada penelitian ini yaitu jumlah penurunan yang terjadi akibat pemasangan PVD dan tanpa PVD, tegangan-regangan yang terjadi, dan safety factor. Hasil analisis menggunakan aplikasi elemen hingga pemberian Prefabricated Vertical Drain (PVD) dengan Pola Segiempat, mampu meningkatkan konsolidasi yang lebih besar serta mempercepat waktu konsolidasi 4 kali lebih cepat dari pemodelan tanah tanpa PVD pada skala lapangan yaitu sebesar 1,377 m dengan waktu kurang lebih 1 tahun. Pada skala kecil di laboratorium memiliki penurunan terbesar pada variable C dengan penurunan sebesar 0,578 cm. Kata kunci: Tanah lunak, FEM 2D, PVD, segiempat, skema, konsolidasi.
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI SUMURAN DENGAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS DIENG Cintya, Febrina Sagita; Munawir, As’ad; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi adalah suatu konstruksi pada struktur/ bangunan yang bertujuan untuk menerima dan meneruskan beban di atasnya ke lapisan tanah di bawah struktur bangunan tersebut. Gedung Laboratorium Vokasi dan Industri Kreatif Universitas Brawijaya kampus Dieng merupakan salah satu infrastuktur yang sedang dibangun di Universitas Brawijaya tepatnya di kampus Dieng, Malang. Pada gedung ini direncanakan menggunakan pondasi dalam berupa tiang bor. Pada studi analisis ini dilakukan perencanaan ulang pondasi dengan menggunakan pondasi dalam berupa pondasi sumuran. Hasil studi analisis ini didapatkan berdasarkan uji lapangan Standart Penetration Test (SPT) yang diperoleh dari data sekunder atau konsultan perencana. Daya dukung ijin pondasi sumuran yang didapatkan dari perhitungan analitis menggunakan metode IRC dan IS 3955 pada pondasi dengan diameter 1 m sebesar 1135,33 kN, diameter 1,5 m sebesar 2596,561 kN dan pada pondasi diameter 2 m sebesar 4690,884 kN . Kemudian pada program Plaxis 2D didapatkan nilai daya dukung sebesar 3570,655 kN kN/m2 untuk pondasi diameter 2 m, 26525,904 kN untuk pondasi dengan diameter 1,5 m, dan 2686,424 kN/m2 untuk pondasi berdiameter 1 m. Pondasi ini dapat dinyatakan aman, karena nilai daya dukung lebih besar dari beban yang bekerja. Nilai penurunan juga relatif kecil yaitu sebesar 0,0023 m untuk pondasi sumuran berdiameter 1 m dan 2 m, sedangkan pondasi sumuran berdiameter 1,5 m sebesar 0,0022 m. Analisis biaya konstruksi menunjukkan bahwa penggunaan pondasi sumuran lebih ekonomis sejumlah Rp. 6.551.268.291,26 dibandingkan pondasi tiang bor yang mencapai Rp. 8.463.126.337,15. Analisis ini dapat disimpulkan bila memperhatikan aspek daya dukung, penurunan, dan biaya konstruksi pemakaian pondasi sumuran pada gedung laboratorium vokasi dan industri kreatif Universitas Brawijaya kampus Dieng dianjurkan karena selain pondasi aman digunakan dan biaya yang lebih murah. Kata Kunci: Pondasi sumuran, pondasi tiang bor, daya dukung, penurunan, biaya konstruksi
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI RAKIT DENGAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS DIENG Amalina, Nada Nur; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi merupakan bagian terbawah dari suatu bangunan yang berfungsi meneruskan beba beban di atasnya ke tanah di bawahnya. Gedung Laboratorium dan Industri Kreatif merupakan salah satu sarana prasarana yang akan dibangun di Universitas Brawijaya Kampus Dieng. Bangunan ini direncanakan menggunakan pondasi dalam khususnya pondasi tiang bor. Dalam penelitian ini direncanakan ulang dengan menggunakan pondasi dangkal, khususnya pondasi rakit. Hasil analisis menunjukkan bahwa pondasi rakit tidak mengalami masalah daya dukung, berdasarkan uji lapangan dengan metode Hansen didapatkan nilai daya dukung izin 326427,78  kN. Pada pondasi tiang bor didapat nilai daya dukung izin sebesar 475,40 kN. Dari hasil perbandingan dapat disimpulkan bahwa pondasi rakit memiliki daya dukung yang lebih besar daripada pondasi tiang bor. Pada analisis penurunan pondasi rakit hasil yang ditunjukkan sebesar 2,6 mm sedangkan pada pondasi tiang bor didapatkan hasil penurunan sebesar 39,327 mm sehingga dapat disimpulkan bahwa penurunan pondasi rakit lebih kecil. Analisis biaya konstruksi menunjukkan bahwa pondasi rakit lebih ekonomis sejumlah Rp 7.671.711.441,10 dibandingkan pondasi tiang bor yang memerlukan sejumlah Rp 8.463.126.337,15, dapat disimpulkan bahwa pemakaian pondasi rakit pada Gedung Laboratorium dan Industri Kreatif Universitas Brawijaya Kampus Dieng lebih dianjurkan karena biayanya yang lebih murah. Kata Kunci: Pondasi rakit, pondasi tiang bor, daya dukung, penurunan, biaya konstruksi 
ANALISIS PERBANDINGAN PENURUNAN TANAH TERHADAP FUNGSI WAKTU PADA PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) Chandra, Farhan Prima; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo merupakan salah satu pembangunan infrastruktur di Indonesia, dimana tanah yang berada di daerah tersebut berupa tanah berbutir halus yang memiliki karakteristik tanah yang tidak stabil karena mempunyai kandungan air tanah berlebih sehingga tanah menjadi lunak, daya dukung tanah yang rendah serta proses penurunan yang lama. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu usaha perbaikan tanah agar struktur tanah menjadi lebih kuat dan kokoh dalam menahan beban konstruksi. Usaha perbaikan tanah pada tanah lunak dapat dilakukan dengan perlakuan pra-pembebanan dan dipadukan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) sebagai alat untuk mempercepat proses penurunan tanah. Pra-pembebanan pada penelitian ini akan diberikan secara bertahap di laboratorium selama 5 hari yang kemudian divariasikan terhadap variabel jarak antar PVD, kedalaman PVD, dan pola pemasangan PVD. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui kinerja maksimum PVD dalam mempercepat proses penurunan tanah. Selanjutnya, data karakteristik tanah yang telah diperbaiki akan di bandingkan terhadap sampel tanah tanpa PVD (benchmark), terutama dalam segi waktu dan penurunan konsolidasi berdasarkan perhitungan konsolidasi satu dimensi Terzaghi, perhitungan analisis PVD dengan mempertimbangkan efek smear dan perhitungan konsolidasi dengan proyeksi Asaoka. Dari hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa nilai penurunan terbesar setelah 5 hari pembebanan konsolidasi adalah pada variasi kedalaman PVD 40 cm berpola segitiga. Hal tersebut dibuktikan dengan capaian penurunan aktual skala laboratorium sebesar 42,926 mm,  penurunan dengan analisis PVD mempertimbangkan efek smear sebesar 42,926 mm, dan terakhir nilai penurunan dengan analisis Asaoka sebesar 61,448 mm. Disamping itu, besar penurunan akhir benchmark dengan analisis Terzaghi setelah 5 hari pembebanan adalah sebesar 6,824 mm, dimana waktu penurunan yang dibutuhkan untuk mencapai nilai penurunan akhir benchmark pada variasi kedalaman PVD 40 cm berpola segitiga hanya selama 3,945 jam. Kata kunci: Tanah lunak, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Terzaghi, smear zone, Asaoka  
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI TIANG PANCANG DAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS DIENG Atikah, Laras; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Brawijaya melakukan pembangunan Gedung Laboratorium Vokasi dan Industri Kreatif Universitas Brawijaya Kampus Dieng Malang untuk menunjang kegiatan akademik mahasiswanya. Pada penelitian ini direncanakan ulang pondasi tiang pancang sebagai alternatif penggunaan pondasi tiang bor untuk menumpu gedung laboratorium tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan analisis perhitungan daya dukung, penurunan, serta biaya antara pondasi tiang pancang dan pondasi tiang bor. Dengan menggunakan metode analitis berdasarkan data N-SPT diperoleh daya dukung tiang pancang tunggal izin sebesar 1171,843 kN, dengan penggunaan tiang pancang direncanakan sebanyak 120 buah. Sedangkan tiang bor tunggal memiliki daya dukung sebesar 475,40 kN, dengan penggunaan tiang bor direncanakan sebanyak 196 buah. Dengan menggunakan metode analitis diperoleh penurunan tiang pancang tunggal sebesar 15,589 mm. Sedangkan penurunan tiang bor tunggal memiliki penurunan sebesar 39,327 mm. Validasi pondasi tiang pancang tunggal dan kelompok menggunakan program Plaxis 2D V20 memberikan hasil daya dukung maupun penurunan yang tidak berbeda jauh dari hasil dengan menggunakan metode analitis. Pekerjaan pondasi tiang pancang menghabiskan biaya sebesar Rp 7.373.694.512,78, sedangkan pekerjaan pondasi tiang bor mencapai Rp 8.463.126.337,15. Dari hasil perbandingan ini dapat diketahui bahwa pondasi tiang pancang mempunyai daya dukung yang lebih besar serta penurunan yang lebih kecil daripada pondasi tiang bor. Hal ini menunjukkan bahwa pondasi tiang pancang dapat lebih baik menumpu gedung tersebut. Dilihat dari aspek biaya pun penggunaan pondasi tiang pancang lebih ekonomis karena menghemat Rp 1.089.431.824,37, dengan penggunaan tiang yang lebih sedikit,daripada penggunaan pondasi tiang bor. Kata Kunci: Pondasi Tiang Pancang, Daya Dukung, Penurunan, Biaya
PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) SEBAGAI ALTERNATIF PERBAIKAN TANAH LUNAK YANG DIPASANG DENGAN POLA SEGIEMPAT DENGAN VARIASI JARAK (STUDI KASUS: TANAH LUNAK DI JALAN TOL PASURUAN-PROBOLINGGO) Rasyid, Dyka Retry; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan jalan Tol di wilayah Jawa Timur dapat memberikan pertumbuhan usaha jangka panjang yang berkesinambungan yang memberikan keuntungan pada para pemangku kepentingan. Salah satu nya pembangunan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo di Jawa Timur. Tanah di jalan Tol Pasuruan-Probolinggo mempunyai karakteristik tanah yang tidak stabil akibat kandungan air tanah yang banyak. Pada penelitian ini digunakan PVD (Pre-fabricated Vertical Drain) yang dilakukan dengan 5 tahap pembebanan dimana setiap 24 jam dilakukan kenaikan beban. Pada setiap penurunan pada sampel tanah dan kadar air akan dicatat. Tanah di dalam box percobaan ditetapkan memiliki kadar air sebesar 82%. PVD dipasang dengan jarak 20, 25, dan 30 cm dengan kedalaman 30 cm dengan pola segiempat. Uji konsolidasi akan dibandingkan terhadap sampel menggunakan PVD dan tanpa PVD untuk membandingkam hasil kinerja PVD dalam mempercepat proses penurunan tanah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan antara sampel menggunakan PVD dan tanpa menggunakan PVD. Perbedaan pertama adalah hasil konsolidasi menunjukan bahwa variasi jarak 20 cm mengalami kenaikan sebesar 1483%. Konsolidasi 90% mencapai paling cepat dan kuat geser tanh lebih besar daripada yang lain. Perbedaan dari uji konsolidasi terjadi diakibatkan karena jarak yang pendek akan mempercepat waktu air mengalir secara horizontal ke PVD. Kata kunci: : PVD (Pre-fabricated Vertical Drain), Penurunan tanah dan kuat geser.
PERUBAHAN KARAKTERISTIK TANAH LUNAK YANG DIPERBAIKI DENGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) DENGAN POLA SEGITIGA DENGAN VARIASI JARAK PADA TANAH LUNAK DI JALAN TOL PASURUAN-PROBOLINGGO Abadi, Willy Anggi; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Infrastruktur di indonesia saat ini sedang berkembang sangat pesat, salah satunya adalah pembangunan jalan tol. Permasalahan yang sering terjadi adalah karakteristik tanah yang kurang stabil pada daerah yang akan dibangun. Salah satu infrastruktur yang mengalami permasalahan ini adalah pembangunan jalan Tol Pasuruan-Probolinggo. Tanah yang berada pada daerah ini mempunyai karakteristik tanah yang tidak stabil akibat kandungan air tanah yang berlebih sehingga tanah menjadi lunak. Oleh karena itu, dibutuhkan usaha perbaikan tanah agar tidak mengalami kerusakan pada saat pembangunan. Metode yang digunakan untuk perbaikan tanah yang bersifat lunak adalah dengan perlakuan pra-pembebanan dan dipadukan dengan PVD (Pre-fabricated Vertical Drain) pola segitiga yang divariasikan dengan variabel jarak antar PVD. Pengujian konsolidasi dilakukan dengan memberikan beban secara bertahap dalam kurun waktu 24 jam selama 5 hari dengan  variasi jarak 20cm, 25cm, 30cm dan kedalaman sebesar 30cm. Dari hasil analisis konsolidasi, terdapat perbedaan antara sampel yang menggunakan PVD dengan sampel yang tidak menggunakan PVD. Perbedaan yang terjadi yaitu penurunan pada sampel tanah yang menggunakan PVD dengan jarak 20 cm mengalami kenaikan sebesar 1135,6% dan kuat geser tanah pada sampel tanah yang menggunakan PVD dengan jarak 20 cm mengalami kenaikan sebesar 316,66%. Perbedaan ini terjadi karena PVD memberikan lintasan drainase yang memungkinkan aliran air pori lebih pendek pada saat terjadi konsolidasi, sehingga semakin pendek jarak PVD, maka lintasan aliran air dengan arah vertikal dan horizontal akan lebih pendek. Kata kunci : PVD (Pre-fabricated Vertical Drain), Penurunan tanah, kuat geser, Jarak
PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) DENGAN POLA SEGITIGA DENGAN VARIASI KEDALAMAN PADA JALAN TOL PASURUAN-PROBOLINGGO Risty, Fritz; ., Harimurti; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah yang terdapat pada jalan Tol Pasuruan-Probolinggo memiliki ketebalan tanah lempung lunak yang bervariasi. Hal ini dapat menyebabkan daya dukung tanah dasar yang rendah dan perbedaan penurunan tanah dasar, yang akan berdampak pada kerusakan pengerasan jalan. Metode yang digunakan penulis untuk perbaikan pada tanah yang bersifat lunak ini yaitu dengan perlakuan pra-pembebanan dan dipadukan dengan PVD (Pre-fabricated Vertical Drain) pola segitiga. PVD adalah drainase buatan  berbentuk pita (potongan melintang segiempat) yang terdiri atas material penyaring geotekstil yang membungkus inti plastik.Pengujian konsolidasi jarak PVD adalah 20 cm, variasi kedalaman 25 cm, 30 cm, dan 40 cm. Uji konsolidasi pada sampel dilakukan dengan menggunakan PVD dan tanpa menggunakan PVD untuk membandingkan parameter tanah. Uji ini dilakukan dalam 5 hari dengan membebani tanah secara bertahap, kemudian tegangan yang diberikan sebesar 232,35 , 276,31 , 376,38 , 433,33  dan  511,87 .