cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020)" : 61 Documents clear
PERBAIKAN SIFAT MEKANIK TANAH LUNAK YANG DIPERBAIKI DENGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) POLA SEGIEMPAT DENGAN PERUBAHAN KEDALAMAN PEMASANGAN (STUDI KASUS JALAN TOL PASURUAN – PROBOLINGGO) Haristama, Iffat Shafwan; Rachmansyah, Arief; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang sering dijumpai pada infrastruktur jalan tol di pulau jawa ialah tanah lunak karena nilai daya dukung tanah dan kuat geser rendah sehingga menyebabkan penurunan pada pondasi jalan tol tersebut. Alternatif perbaikan tanah yang digunakan ialah dengan melakukan prakompresi pada tanah yang dibantu dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Perbaikan tanah menggunakan beberapa variasi kedalaman pvd dalam pemasangannya, yaitu kedalaman 25cm, 30cm, dan 40cm sedangkan untuk jarak antar PVD sama yaitu sebesar 20cm. Pengujian dilaksanakan selama 5 hari dengan pemberian beban secara bertahap sebanyak 5 (lima) variasi pembebanan serta nilai tegangan yang diratakan setiap 1 variasi beban yang diberikan yaitu sebesar 232,35 kg/m2, 276,31 kg/m2, 376,38 kg/m2. 433,33 kg/m2, dan 511,87 kg/m2. Hasil pengujian menunjukkan ada perbedaan penurunan pada sampel, kenaikan penurunan pengunaan pvd kedalaman 25cm sebesar 31%, untuk pvd kedalaman 30cm sebesar 94% dan untuk pvd kedalaman 40cm sebesar 97% dibanding dengan sampel yang tidak menggunakan pvd. Perbedaan kuat geser juga terlihat, untuk kedalaman pvd 25cm nilai kenaikannya sebesar 65%, untuk kedalaman pvd 30cm sebesar 81% dan untuk kedalaman pvd 40cm sebesar 90%. Berdasarkan hasil yang didapatkan semakin dalam kedalamanan pemasangan PVD maka akan semakin besar penurunan yang akan terjadi diwaktu yang sama dan nilai kuat geser akan meningkat. Semakin besar kedalaman PVD maka nilai tegangan air pori turun sampai nilai nol akan semakin cepat, sehingga kecepatan konsolidasi meningkat.   Kata Kunci : Tanah Lunak, PVD, Persegi, Kedalaman, Kekuatan.
PERENCANAAN JUMLAH GARDU PADA TOL PASURUAN-PROBOLINGGO Khairul Arifin, Devina Candra Puspita Rini,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan tol Pasuruan-Probolinggo dibangun guna meningkatkan perekonomian di wilayah Jawa Timur. Sebelum pembangunan, diperlukan analisis tarif tol ideal berdasarkan sudut pandang pengguna serta analisis potensi pengguna jalan eksisting yang berpindah ke jalan tol dan juga diperlukan perencanaan jumlah gardu tol ideal agar sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum. Penelitian ini menggunakan metode Ability to Pay-Willingness to Pay untuk menentukan besar tarif tol. Selain itu, juga menggunakan metode Stated Preference untuk mengetahui besarnya perpindahan moda. Untuk mencari jumlah gardu ideal menggunakan perbandingan antara tingkat kedatangan dengan tingkat pelayanan gardu tol. Sedangkan model antrian First in First Out digunakan untuk menganalisis sistem pelayanan gardu tol. Berdasarkan hasil analisis, tarif tol ideal (Rp/km) adalah sebesar Rp 870 (golongan I), Rp 1.305 (golongan II), Rp 1.305 (golongan III), Rp 1.740 (golongan IV), dan Rp 1.740 (golongan V).  Penentuan tarif tol tersebut berdasarkan hasil perhitungan penghasilan (revenue) tertinggi yakni sebesar Rp9.953.100/km per hari.  Potensi pengguna jalan yang akan beralih menggunakan jalan tol Pasuruan-Probolinggo seksi IV secara berturut-turut pada tahun 2021, 2025, 2030, 2035, dan 2040 untuk kendaraan golongan I adalah 9200, 11393, 14883, 19443, dan 25399 kendaraan/hari; potensi kendaraaan golongan II adalah sebesar 1776, 2199, 2837, 3753, dan 4902 kendaraan/hari; potensi kendaraaan golongan III adalah sebesar 330, 409, 535, 698, dan 912 kendaraan/hari.  Perhitungan jumlah gardu tol disesuaikan dengan perhitungan potensi pengguna jalan tol Pasuruan-Probolinggo seksi IV pada tahun 2025, 2030, 2035, dan 2040 dengan tingkat kedatangan kendaraan 1541, 2012, 2629, dan 3434 kendaraan/jam.  Maka, jumlah gardu ideal yang diperlukan pada tahun 2025 adalah sebanyak 3 buah, pada tahun 2030 sebanyak 4 buah, pada tahun 2035 sebanyak 5 buah, dan pada tahun 2040 sebanyak 7 buah.
EVALUASI KINERJA PELAYANAN STASIUN SURABAYA KOTA DAN KAJIAN TARIF KERETA KOMUTER SURABAYA – PORONG Irfan Zain Al Anwar, Muhammad firman Bilhaq; Wicaksono, Ahmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya terletak di Provinsi Jawa Timur,Indonesia Kota ini terletak 40 kilometer dari Kota Sidoarjo dan merupakan Kota terbesar di Jawa Timur. Kota Surabaya merupakan Ibu kota Provinsi Jawa Timur. Kota Sidoarjo merupakan salah satu kota satelit untuk Ibukota Provinsi Surabaya. Salah satu transportasi dari sidoarjo - surabaya maupun sebaliknya merupakan kereta Komuter Surabaya - Porong. PT. Kereta Api Indonesia merupakanAsatu - satunya pengelolaAperkeretaapian di Indonesia yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas demi mengoptimalkan keunggulan - keunggulan dari kereta api. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada kereta komuter Surabaya-porong dan pada stasiun Surabaya kota perlu menganalisa performa kinerja. Pada penelitian ini metode yang digunakan untuk menganalisa performa adalah metode Impontance Performance Analysis (IPA). Dari performa yang ada dapat dinilai kemampuan dan kemauan calon penumpang untuk membayar tarif tiket kereta dengan menggunakan metode Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Hasil dari pengujian ini adalah pada kereta komuter Surabaya-Porong terdapat aspek yang masih memerlukan perbaikan antara lain, ketersediaan CCTV, dan kemudahan pemesanan tiket secara online. Pada stasiun Surabaya kota aspek yang memerlukan perbaikan antara lain, ketersediaan Vending Machine, Ketersediaan ruang Tunggu, Ketersediaan Akses Bagi Penyandang Disabilitas, Toilet. Untuk ATP dan WTP Nilai rata-rata ATP adalah 65, nilai rata-rata WTP adalah 116, dan tarif rata-rata yang didapat adalah Rp. 125,00/km.   Kata Kunci : Stasiun, Surabaya, Porong, Performa, IPA, ATP, WTP.
EVALUASI KINERJA STASIUN TARIK DAN TARIF KA JENGGALA DENGAN METODE ATP DAN WTP Abdillah, Hilmy Abid; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Tarik adalah Stasiun Kelas II yang terletak di Tarik, Sidoarjo. Permasalahan yang terjadi di stasiun Tarik adalah masih ada banyak calon penumpang yang berdiri untuk menunggu kedatangan kereta api karena terbatasnya tempat duduk di ruang tunggu yang hanya tersedia 24 tempat duduk dan panjangnya antrian pemesanan tiket di loket stasiun sepanjang 9 orang antrian pada jam sibuk. Pada 12 November 2014 PT.KAI (Persero) mengoperasikan Kereta Jenggala dengan rute Mojokerto - Sidoarjo untuk memenuhi kebutuhan mobilitas di daerah tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan stasiun tarik menurut pengguna, perbaikan pelayanan di Stasiun Tarik, perbaikan denah Stasiun Tarik dan tingkat kemampuan serta kemauan pengguna kereta api Jenggala dalam membayar tiket kereta api. Analisis yang digunakan untuk kepuasan pelanggan di Stasiun Tarik menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), untuk perbaikan pelayanan di stasiun tarik mengacu pada peraturan Menteri Perhubungan no 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api dan untuk kemampuan dan kemauan membayar tiket Kereta Jenggala menggunakan metode Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Hasil analisis dari Stasiun Tarik belum memenuhi keinginan pengguna dan perlu peningkatan dalam hal fasilitas seperti CCTV, petugas keamanan, loket tiket, ruang tunggu dan toilet. Perbaikan fasilitas yang dilakukan adalah penambahan 2 CCTV, 5 petugas keamanan, 2 loket tiket, area tunggu 70 dan 6 toilet. Nilai kemampuan membayar penumpang kereta Jenggala adalah 116 Rp/km dan kesediaan untuk membayar penumpang kereta Jenggala adalah 147 Rp/km serta harga tiket Kereta Jenggala adalah 130 Rp/km.   Kata kunci: Stasiun, Tarik, Kereta Api, Jenggala, Kinerja, IPA, ATP, WTP 
PERENCANAAN SUMUR RESAPAN SEBAGAI PENGENDALI AIR LIMPASAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BRI MEDIKA KOTA MALANG Ummah, Karimatul; Wijatmiko, Indradi; Devia, Yatnanta Padma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan yang sering dijumpai yaitu terjadinya banjir pada musim penghujan dan kekeringan pada musim kemarau. Hal tersebut disebabkan tidak adanya wadah penampungan air ketika hujan. Berdasarkan Permen PU No. 12 Tahun 2014 pasal 1 salah satu penanggulangannya yaitu dengan pembangunan sumur resapan. tujuan pembangunan sumur resapan adalah pengendali limpasa serta meningkatkan tinggi muka air tanah. Metode yang digunakan dalam perencanaan yaitu analisis hidrologi data hujan 20 tahun terakhir stasiun terdekat.  Sebagai acuan perencanaan sumur resapan digunakan SNI ) 8456:2017 tentang sumur dan parit resapan hujan. Berdasarkan hasil analisis data tanah, jenis tanah termasuk pasir kasar dengan kapasitas resapan 36cm/jam. Desain sumur resapan tipe IIIa diameter 1 meter sedalam 3 meter dengan air hujan yang berasal dari atap bangunan masuk kedalam sumur melalui pipa air. Dibutuhkan 4 buah sumur dengan total biaya pembuatan sebesar Rp. 10.880.000                                                                                                          Kata kunci: Debit, Limpasan, Sumur Resapan, Biaya
ANALISIS KECUKUPAN TULANGAN KOLOM PADA GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Pramana, I Putu Leo; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap proyek konstruksi suatu bangunan/gedung (khususnya gedung bertingkat) tentunya harus memiliki gambar as built drawing. Namun terkadang dalam kasus dilapangan tidak jarang ditemukan as built drawing yang kurang lengkap baik dari segi gambar maupun pendetailan tulangan sehingga terkadang tidak cukup untuk dijadikan pedoman dan informasi bagi owner untuk mengetahui dan mengevaluasi hasil pekerjaan pada konstruksi bangunan/gedung tersebut. Maka penelitian ini akan meninjau kelengkapan dan kecukupan detail penulangan struktur kolom serta analisis kapasitas dan kekuatan struktur kolom berdasarkan tulangan yang digunakan yang terdapat pada as built drawing pada Gedung Laboratorium Kebencanaan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa gambar detail kolom yang terdapat pada as built drawing belum lengkap. Namun disisi lain, desain tulangan kolom yang terdapat pada as built drawing telah memenuhi persyaratan yang terdapat di dalam peraturan SNI yang ditinjau seperti persyaratan terkait jumlah dan diameter tulangan yang digunakan pada kolom, maka dapat dikatakan bahwa kolom tersebut telah cukup kuat untuk memberikan tahanan terhadap momen lentur yang akan muncul serta dapat mengurangi pengaruh rangkak dan susut akibat beban tekan jangka panjang. Dan mengenai kapasitas kolom, beban yang bekerja pada kolom K1 adalah sebesar 1.145,055 kN, sedangkan kapasitas beban ultimit yang dimiliki oleh kolom tersebut adalah sebesar 4.760,865 kN. Maka bisa dikatakan bahwa kolom tersebut cukup kuat menahan beban yang ada diatasnya. Kata kunci: As built drawing, tulangan, kecuku struktur kolom, SNI 03-6816-2002, SNI 2847-2013, kapasitas, tributary area. ABSTRACT
Pengaruh Jumlah dan Letak Tulangan Pada Arah Transversal Transducer Terhadap Pengukuran Cepat Rambat Gelombang Menggunakan UPV (Ultrasonic Pulse Velocity) Salsabila, Saniyyah Mislu; Nainggolan, Christin Remayanti; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan mutu balok pada bangunan yang sudah terbangun dapat dilakukan dengan metode non destructive test menggunakan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV). Pada balok beton bertulang di lapangan  memiliki jumlah dan perletakan tulangan yang bervariasi. Dimana akan menghasilkan kecepatan rambat gelombng yang berbeda. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi jumlah dan jarak tulangan terhadap cepat rambat gelombang pada alat UPV. Penelitian ini dilakukan menggunakan UPV (Ultrasonic Pulse Velocity) pada arah transversal. Penelitian ini menggunakan benda uji balok beton bertulang sebagai benda uji utama. Benda uji balok memiliki dimensi 40 x 30 x 60 cm. Masing masing benda uji diberikan variasi pada perletakan baja tulangannya . Benda uji ini digunakan untuk pengujian UPV.  Benda uji yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 8 buah balok dengan mutu 20 MPa yang dibagi menjadi Beton Tanpa Tulangan, 4, Beton tulangan 8, Beton tulangan 12. Yang masing masing variasinya memiliki 2 sampel. Kata kunci: UPV (Ultrasonic Pulse Velocity), Jarak antar transducer dengan tulangan, British STandart
PENGARUH EKSENTRISITAS BRACING TIPE V PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP TEGANGAN-REGANGAN STRUKTUR Jarwo Saputra, Muhammad Aldo; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia belakangan ini sering mengalami bencana alam gempa bumi karena berada diantara tiga lempeng bumi yaitu lempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia. Untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan yang berat, maka diperlukan bangunan yang kuat dan tahan terhadap gempa. Perlu dilakukan pemasangan bracing dengan eksentrisitas (EBF). Maka, diperlukan penelitian lebih lanjut untukk mengetahui efektifitas bracing yangg memiliki eksentrisitas. Dalam penelitian ini dibuatt tigaa  benda uji. Benda uji tersebut berupa portall betonn sederhanaa yang terdiri dari balok, kolom, dan bracing tipe V. Benda uji  memiliki tinggii 70 cm dan panjang 100 cm. Bracing pada benda uji  pertamaa tidak memiliki eksentrisitass. Sedangkan untukk bendaa uji  lainnya diberikan eksentrisitas pada sisii bawahnya  masing-masing 15 cm, dan 25 cm. Benda uji portal  dibuatt menggunakan  tulangann utama Ø6 dan sengkang Ø4. Pengujiann dilakukan dengan menggunakann alat  loadd celll untukk memberikan beban lateral, alat LVDT digunakan untuk memperoleh nilai defleksii, dan strainn gauge untuk memperolehh nilai regangan. Hasil penelitiann ini diketahuii bahwa benda uji portal non eksentris memiliki Beban maksimum yang sama dengan portal dengan eksentrisitas 15 cm, dengan nilai beban maksimum sebesar 5250 kg. Regangann maksimum benda uji non-eksentris untuk baja dan beton masing-masing 55,2 x 10-5 dan 18,3 x 10-5. Untuk bendaa uji dengann eksentrisitas 15 cm masing-masingg 95,9 x 10-5 dan 20,2 x 10-5. Sedaangkan benda uji dengan eksentrisitas 25 cm masing-masingg 11,3 x 10-4 dan 7,85 x 10-4. Tegangann  maksimumm untuk betonn dari benda ujii non-eksentris dan benda uji dengan eksentrisitass 15 cm hampir sama yaitu 216,337 N/mm2 dan 216,257 N/mm2, namun untuk benda uji dengan eksentrisitas 25 cm memiliki tegangan maksimum 144 N/mm2, lebihh kecil dari benda uji lainnyaa. Kata Kunci : Portal, Bracing, Tegangan-Regangan, Beban Siklik
ANALISIS KECUKUPAN TULANGAN PELAT PADA GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Permana, George Rasyid; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis struktur dengan gambar konstruksi secara global, saling berkaitan satu dengan lainnya, dimana gambar konstruksi sendiri dapat dimaknai sebagai implementasi dari analisis struktur yang telah dibuat dalam bentuk gambar, dari sebuah konstruksi bangunan pada umumnya. PAkan tetapi, dalam kasus dilapangan banyak sekali as-built drawing yang kurang lengkap, baik dalam segi detail tulangan yang tidak menyeluruh maupun ada beberapa gambar yang tidak dicantumkan, sehingga tidak dapat dijadikan acuan evaluasi hasil pekerjaan pada konstruksi bangunan tersebut.  Hal tersebut menjadikan beberapa gambar detail dan keterangan yang seharusnya menurut peraturan SNI 03-6816-2002 tertera dalam as-built drawing justru tidak dapat ditemukan dalam gambar tersebut, sehingga membuat as-built drawing tersebut menjadi kurang akan informasi yang dibutuhkan, dan cukup sulit untuk dijadikan sebagai pedoman atau patokan bagi owner atau pembaca lainnya dalam memahami apa yang terpasang sebenarnya di lapangan, maupun dalam merencanakan pemeliharaan bangunan tersebut kedepannya, serta desain tulangan pelat yang terdapat pada as-built drawing telah memenuhi persyaratan yang terdapat di dalam peraturan SNI 03-6816-2002, hanya pada persyaratan terkait jumlah dan jarak antar tulangan yang digunakan pada setiap pola pelat, serta terkhusus untuk kapasitas kekuatan pelat diambil acuan pada pelat B-3 sebagai pola pelat dimensi terbesar, didapat nilai momen kapasitas reduksi sebesar 17,02 kNm, serta momen ultimit sebesar 5,78 kNm, dengan syarat φ Mn > Mu maka kekuatan pelat memenuhi syarat sesuai SNI 2847-2013. Sedangkan untuk persyaratan lainnya, seperti detail sambungan maupun aturan pembengkokan tidak memenuhi standar SNI 03-6816-2002 sama sekali dikarenakan tidak adanya data yang menunjukkan persyaratan tersebut. Kata kunci : as-built drawing, konstruksi bangunan, tulangan, struktur pelat, informasi, SNI 03-6816-2002, SNI 2847-2013
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH SHEET PILE DENGA PERKUATAN GROUND ANCHOR PADA RUMAH SAKIT BHAKTI BUNDA KOTA MALANG Pramesthi, Shifa Ardhelia; Suryo, Eko Andi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bhakti Bunda Hospital Malang City reconstructed the building structure so that a stronger retaining wall structure was needed. By using the GeoSlope program and based on the soil parameter data obtained, the results of the calculation of the value of the safety factor for slope stability which are given a building load of 26.9kN/m2 as the load of the Bhakti Bunda Hospital with results between 0.879 – 1.000 with various types of analysis. This indicates that landslides will occur on the slopes of the hospital so that a slope reinforcement structure is needed. In this study, the retaining wall reinforcement used a sheet pile Cold Formed Combi Wall MMHZ I 1180C and using 7 strands with a diameter of 0.52 inches with the type of tendon A 416 / A416M-06 Grade 27 for the anchor. Then for the calculation of the Ground Anchor, the  installation of the anchor are 8 meters as a fixed length and 11 meters as a free length and with a ground anchor diameter of 0,15 m can withstand lateral ground pressure and lateral loads imposed on the ground. The safety factor value was obtained in the analysis calculation of 2,282 for the sliding stability and 3,454 for the over turning stability. Then modeling the PLAXIS 2D V20 program and obtained a safety factor of 2,068 which states that the sheet pile and ground anchor design are safe. Keywords: Retaining Wall, Sheet Pile, Ground Anchor, Safety Factor.