cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2022)" : 2 Documents clear
PERBANDINGAN KEKUATAN TEKAN BETON USIA 8 JAM UNTUK DUA JENIS SEMEN
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara berkembang yang banyak melakukan pembangunaninfrastruktur. Pembangunan infrastruktur membutuhkan bahan struktural yang memilikikekuatan tinggi, bahan struktural yang paling sering digunakan adalah beton dengan kuat tekanawal yang tinggi. Untuk membuat beton mutu tinggi diperlukan semen dalam jumlah banyakdan jumlah FAS yang kecil. Semen Portland merupakan material yang sangat penting dalamproses pembuatan beton, namun dalam penggunaan semen Portland yang terlalu banyakmemiliki dampak yang kurang ramah terhadap lingkungan. Maka dalam penelitian inidigunakan semen GGBFS sebagai bahan pengganti sebagian fungsi semen pada campuranbeton. Penggunaan GGBFS dan bahan tambah diharapkan mampu mempengaruhi kuat tekanawal dan waktu pengerasan beton. Mix design direncanakan menghasilkan beton dengan kuattekan awal tinggi dengan menggunakan semen GGBFS. Variasi material yang digunakanadalah semen Narogong dan semen Tuban dengan subtitusi GGBFS sebesar 20%, 30% , 50%.FAS 0,25 dan 0,35 serta umur beton 8 jam. Benda uji silinder yang digunakan memiliki dimensi15 x 30 cm. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan semen GGBFS dan FAS berpengaruhterhadap kuat tekan awal beton. Penggunaan FAS dengan jumlah kecil menghasilkan nilai kuattekan awal yang lebih baik. Campuran semen Narogong menunjukkan nilai kuat tekan awalyang lebih tinggi dibandingkan dengan campuran semen Tuban. Campuran beton yangmemberikan nilai kuat tekan awal tertinggi terjadi pada kadar GGBFS 30% dan FAS 0,25dengan kuat tekan awal rata-rata sebesar 3,48 MPa.Kata kunci : kuat tekan awal, semen GGBFS, FAS, campuran beton.
CAMPURAN BETON UNTUK BETON PRACETAK
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kegiatan konstruksi semakin membutuhkan pekerjaan dengan waktu yangcepat. Kebutuhan beton pracetak yang tinggi berhubungan dengan produksi yang menekankanefisiensi dalam proses sehingga beton dapat dipindahkan setelah dicor agar bekisting dapatdipakai ulang. Maka dibutuhkan campuran beton yang memiliki kuat tekan awal yang tinggiagar beton dapat cepat mengeras dan dapat dipindah tanpa rusak. Penggunaan bahan tambahdan subtitusi semen GGBFS diharapkan mampu untuk mempengaruhi kualitas beton sepertikuat tekan awal, kecepatan pengerasan dan kepadatan. Pada penelitian ini digunakan jenissemen narogong dan tuban dengan semen GGBFS digunakan sebagai bahan subtitusi padakomposisi semen. Penelitian ini difokuskan pada kekuatan tekan awal beton sebagai betonpracetak. Mix design direncanakan mendapatkan kuat tekan awal yang tinggi denganmenggunakan semen GGBFS. Variasi material yang digunakan adalah jenis semen narogongdan semen tuban dengan subtitusi kadar semen GGBFS 20%, 30%, dan 50%. Kemudianmenggunakan FAS 0,25 dan 0,3 dengan variasi umur beton yaitu 8 jam, 16 jam, dan 28 hari.Benda uji yang digunakan berupa silinder dengan dimensi 15 x 30 cm. Dari penelitian inidiketahui bahwa variasi campuran beton mempengaruhi kuat tekan awal beton. PenggunaanFAS yang semakin kecil memiliki kuat tekan awal yang lebih baik dan semen narogongmemiliki kuat tekan awal yang cenderung lebih besar disbanding campuran menggunakansemen tuban. Beton pracetak membutuhkan beton yang memiliki kuat tekan awal tinggi dancepat mengeras, penambahan addition HE dan semen GGBFS mampu mengatasi hal tersebut.Kuat tekan awal tertinggi terjadi pada kadar semen GGBFS 20% dan FAS 0,25 menggunakansemen narogong dengan kuat tekan rata-rata sebesar 14,85 MPa.Kata kunci : semen GGBFS, beton pracetak, kuat tekan awal, campuran beton

Page 1 of 1 | Total Record : 2