cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2018)" : 36 Documents clear
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN PENGANGKUTAN STUDI KASUS PROYEK HIGH SPEED RAILWAY (HSR) WALINI SECTION IV Ulhaq, M. Luthfi Dhiya’; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.011 KB)

Abstract

Optimasi adalah mencapai hasil yang paling optimal dengan sumber daya yang sudah ada atau merencanakan sesuatu dengan optimal. Penelitian ini adalah penelitian pada pekerjaan galian dan pengangkutan yang menggunakan alat berat. Optimalisasi alat berat dipengaruhi oleh produktivitas alat berat. Sedangkan produktivitas alat berat dipengaruhi oleh kapasitas bucket, kondisi kerja dan waktu siklus alat. Penelitian ini dilaksanakan di Proyek High Speed Railway Walini Section IV. Jenis penelitian menggunakan metode deskripsi analisis dengan metode optimasi menggunakan metode Simpleks. Alat berat yang digunakan adalah excavator pada pekerjaan galian dan Dumptruck pada pekerjaan pengangkutan. Waktu pekerjaan dalam kontrak adalah 90 hari, dengan 8 jam kerja/hari. Untuk memudahkan pekerjaan maka area dibagi menjadi 2 zona, jarak disposal yang direncanakan 850 m dari zona A dan 750 m dari zona B. Kombinasi yang direncanakan yaitu excavator dengan jenis PC-100, PC-200, dan PC-300 dan dumptruck dengan volume 10 m3, 20 m3, dan 30 m3. Hasil dari optimasi penggunaan alat didapatkan 6 excavator (2 PC-200 dan 4 PC-300) dan dumptruck yang digunakan jenis 20 m3 dengan jumlah 21 pada zona A dan 19 pada zona B. Optimasi waktu kerja didapatkan 51 hari (zona A 13 hari dan pada zona B 38 hari).   Kata kunci : produktivitas, excavator, cumptruck, harga sewa, optimalisasi
PENGARUH WAKTU PERAWATAN (CURING) PADA TANAH CAMPURAN SEMEN PORTLAND TIPE ITERHADAP KARAKTERISTIK TANAHgLUNAK DI PROYEKgJALAN TOLgGEMPOL – PASURUAN Shafira, Nisa; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.211 KB)

Abstract

Salah satu proyek pemerintah yang tengah digarap saat ini adalah proyek pembangunan jalan tol sepanjang Gempol-Pasuruan. Tanah di Desa Kedawung Kulon yang merupakan salah satu desa yang nantinya dilewati oleh jalan tol ini adalah tanah lunak. Tanah lunakgadalah tanahgyang jika tidak dikenali dangdiselidiki secara berhati-hati dapat menyebabkan masalahgketidakstabilan dan penurunan jangka panjang yang tidak dapat ditolerir, tanah tersebut mempunyai kuat geser yanggrendah dan kompresibilitas yang tinggi. Mencampur tanah dengan semen portland tipe I sebanyak 10% dari berat keseluruhan tanah kemudian diperam (curing) diharapkan bisa meningkatkan mutu tanah. Padagpenelitian ini dilakukan pengujianglaboratorium terhadapgtanah campuran 10% semen portland tipe I yang diperam (curing) dengan waktu yang divariasikan. Waktu pemeraman yang diterapkan pada sampel adalah 0 hari, 4 hari,7 hari,g14 hari, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama sampel diperam (curing), maka nilai CBR (California Bearing Ratio), sudut geser (ϕ), dan qu semakin naik,sedangkan nilai kohesi (c) semakin turun. Kata kunci : Waktu Pemeraman, Semen, CBR, Konsolidasi, Kuat Geser Tanah.
PENGARUH PENAMBAHAN KADAR KAPUR TERHADAP KARAKTERISTIK DAN DAYA DUKUNG TANAH LUNAK DI KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Firdaus, Reza Novianda; Suryo, Eko Andi; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.197 KB)

Abstract

Tanah sebagai komponen utama dari kontruksi sipil harus memiliki daya dukung yang mampu menahan beban dengan baik.Daya dukung tanah yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan bagi bangunan diatasnya.Tanah lunak merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki daya dukung tanah kurang baik, sehingga perlu dilakukan pekerjaan perbaikan tanah.Dalam penelitian ini perbaikan tanah dilakukan dengan metode kimiawi menggunakan bahan aditif kapur. Pengujian laboratorium dilakukan terhadap sifat fisik dan mekanik tanah yang dicampurkan dengan bahan aditif kapur dengan variasi kadar 3%,o6%,o9%,o12% dano15% darioberat kering tanah.Hasil pengujian specific gravity menunjukkan nilai GS tanah campuran yang lebih rendah dibandingkan tanah asli.Hasil pengujian batas-batas atterberg menunjukkan penurunan nilai indeks plastisitas seiring dengan penambahan kapur. Hasil pengujian pemadatan standard menunjukkan peningkatan berat isi maksimum dan penurunan kadar air optimum (OMC) dibandingkan tanah asli. Sedangkan hasil pengujian CBR menunjukkan adanya peningkatan nilai CBR tanah campuran baik dalam keadaan takoterendamo(unsoaked)odan terendamo(soaked). Berdasarkan hasilopengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahan aditif kapur dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lunak. Kata kunci: Tanah Lunak, Stabilisasi Tanah, Kapur, Karakteristik, Daya Dukung.
STUDI POTENSI PENUMPANG DAN RUTEPADA RENCANA PEMBANGUNANMONORELDI KOTA MALANG Robby Fredyanto, MuhammadIqbal Zuhdi; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.874 KB)

Abstract

Kota Malang adalah kota terbesar kedua di provinsi Jawa Timur, Indonesia, dengan jumlah penduduk mencapai 908.395 jiwa.  Kemacetan merupakan permasalahan yang tidak dapat dihindari di Kota Malang.  Masalah tersebut menyebabkan masyarakat mencari alternatif moda transportasi lain yang berkualitas, aman, nyaman dan efisien, yaitu berupa Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM).  Untuk menciptakan Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) yang berkualitas maka akan dibangun Monorel di Kota Malang.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik umum dan karakteristik perjalanan pengguna kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) di Kota Malang saat ini, untuk mengetahuirutepotensialmodatransportasiMonoreldiKotaMalang,danuntukmengetahui potensipenumpang pada moda transportasi Monorel di Kota Malang. Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data primer berupa karakteristik umum, karakteristik perjalanan, pemilihan moda, dan rute Monorel dengan menggunakan kuesioner Stated Preference dan wawancara kepada responden.  Jumlah kebutuhan sampel pada penelitian ini dihitung dengan rumus Slovin dan didapatkan jumlah kebutuhan sampel sebanyak 400 responden pengguna kendaraan pribadi.  Survei dilakukan pada pusat keramaian di Kota Malang pada hari kerja dan akhir pekan, yaitu disekitar Jl. Veteran, Jl. Soekarno Hatta, Stasiun Malang, Terminal Arjosari, dan daerah Pasar Besar Kota Malang.  Setelah mendapatkandata yang dibutuhkan, kemudian data diolah dengan analisis statistik deskriptifuntuk   karakteristikperjalanan,modelLogitBinomialuntukprobabilitaspemilihan moda, dan garis keinginan perjalanan (Desire Line) untuk rute potensial Monorel. Dari hasil analisis statistik deskriptif diketahui bahwa mayoritas pengguna mobil dan sepeda motor pribadi adalah laki-laki, dengan pendidikan terakhir SMA dan pekerjaan sebagai pelajar / mahasiswa, dengan rata-rata pendapatan perbulan ≤ Rp. 1.000.000,-.Maksud perjalanan mayoritas untuk pendidikan, dan mayoritas responden setuju akan pembangunan Monorel di Kota Malang.  Dari hasil analisis MAT dan Desire Line didapatkan rute yang paling potensial serta realistis untuk dibangun Monorel di Kota Malang, yaitu rute Jl. Soekarno Hatta – Terminal Arjosari – Stasiun Malang – Alun-Alun Merdeka Malang – MOG – Jl. Veteran – Jl. Soekarno Hatta.  Prediksi jumlah penumpang Monorel yang berpindah dari mobil pribadi pada rute potensial Jl. Soekarno Hatta – Terminal Arjosari sebanyak 1.633 penumpang (6,85%), Terminal Arjosari – Stasiun Malang sebanyak 1.427 penumpang (5,48%), Stasiun Malang – Alun-Alun Merdeka Malang sebanyak 2.225 penumpang (9,59%), Alun-Alun Merdeka Malang – MOG sebanyak 1.267 penumpang (5,48%), MOG – Jl. Veteran sebanyak 1.607 penumpang (6,85%), dan rute Jl. Veteran – Jl. Soekarno Hatta sebanyak 1.307 penumpang (5,48%).  Prediksi jumlah penumpang Monorel yang berpindah dari sepeda motor pribadi pada rute potensial Jl. Soekarno Hatta – Terminal Arjosari sebanyak 4.429 penumpang (2,45%), Terminal Arjosari – Stasiun Malang sebanyak 6.467 penumpang (3,36%), Stasiun Malang – Alun-Alun Merdeka Malang sebanyak 6.458 penumpang (3,67%), Alun-Alun Merdeka Malang – MOG sebanyak 3.739 penumpang (2,14%), MOG – Jl. Veteran sebanyak 2.703 penumpang (1,53%), dan rute Jl. Veteran – Jl. Soekarno Hatta sebanyak 10.954 penumpang (6,12%). Kata kunci : Kota Malang, Monorel, Stated Preference, Logit Binomial, Desire Line
PENGARUH VARIASI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) BERTULANGAN BAJA Kristopher, Fredo; Nuralinah, Devi; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.165 KB)

Abstract

Self Compating Concrete (SCC) atau beton memadat sendiri adalah sebuah inovasi dalam teknologi pembuatan beton yang tidak memerlukan proses pemadatan untuk menempati bekistingnya. Pada penelitian ini pembuatan SCC digunakan untuk memanfaatkan potensi material agregat kasar daur ulang atau biasa disebut RCA (Recylcled Coarse Aggregate). Variasi yang digunakan adalah variasi balok SCC 100% agregat kasar daur ulang dan balok SCC 0% agregat kasar daur ulang atau bisa disebut balok SCC normal. Balok memiliki tulangan utama 2-Ø12. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian filling ability, kuat tekan beton, dan kuat lentur beton. Filling ability SCC diukur menggunakan metode pengujian slump flow test. Pengujian kuat tekan beton dilakukan untuk mendapatkan kuat tekan aktual dari balok. Dari pengujian kuat lentur didapatkan beban ultimit dan lendutan aktual balok. Hasil penelitian yang didapatkan adalah substitusi agregat kasar daur ulang pada balok SCC tidak berpengaruh terhadap kuat lentur balok. Jika dibandingkan dengan balok SCC normal, kuat lentur balok SCC agregat daur ulang yang sebesar 1470 Kgm memiliki prosentase  penurunan sebesar 4,8%. Dilihat dari lendutannya, substitusi agrgeat kasar daur ulang pada balok SCC tidak berpengaruh. Jika dibandingan dengan balok SCC normal, lendutan yang terjadi pada balok SCC agregat daur ulang sebesar 7,085 mm memiliki prosontase penurunan sebesar 42,14%. Ini dikarenakan balok SCC normal memiliki fase plastis lebih besar seiring dengan kemampuan balok mengalami deformasi. Kata kunci : Balok, kuat lentur, lendutan, SCC, dan agregat daur ulang.
PENGARUH VARIASI RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON NORMAL BERTULANGAN BAMBU PILIN Prasetyo, Faishal Dwi; Eva Arifi, Devi Nuralinah ,; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.923 KB)

Abstract

Beton dikenal sebagai material bangunan yang paling populer, tersusun dari beberapa material yaitu semen, air, dan batuan (agregat). Beton umumnya digabungkan dengan material yang lain, seperti baja tulanganyang memiliki kekuatan tarik yang besar. Penggunaan beton yang berlebihan menyebabkan bahan-bahan penyusun beton dan tulangan baja menjadi mahal dan langka. Pemanfaatan dari agregat daur ulangdan tulangan bambu diharapkan dapat dijadikan suatu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan penyusun beton yang berasal dari alam serta menurunkan biaya konstruksi sebuah bangunan menjadi lebih murah namun  tetap kuat dan aman untuk digunakan Pada penelitian ini terdapat  dua jenis agregat kasar yang dipakai yaituagregat kasar normal dan agregat kasar daur ulang. Penelitian yang dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dengan dimensi 15 x 30 cm dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 1,6 meter.Semua benda uji dilakukan perawatan selama 14 hari dan dilakukan pengujian pada saat umur 28 hari. Bambu dengan perlakuan khusus digunakan sebagai tulangan balok beton. Pengujian yang akan dilakukan yaitu uji kuat lentur, lendutan. Untuk silinder beton dilakukan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Hasil dari pengujian balok beton menunjukkan bahwa beton dengan agregat kasar daur ulang memiliki nilai kuat lentur yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton agregat kasar normal yaitu 630 kgm dibandingkan dengan510 kgm. Nilai lendutan yang terjadi saat beban maksimum pada balok beton agregat kasar daur ulang yaitu 7,813 mm dan nilai lendutan pada balok beton agregat kasar normal yaitu 3,987 mm. Hasil dari pengujian kuat tekan silinder beton menunjukkan nilai kuat tekan beton agregat kasar normal lebih tinggi dibandingkan beton agregat kasar daur ulang yaitu 29,337 MPa dan 28,969MPa. Dengan nilai modulus elastisitas pada beton agregat kasar daur ulang sebesar 39868,1667 MPa dan beton agregat kasar normal sebesar 42431,6667 MPa. Kata Kunci : agregat kasar daur ulang, kuat lentur, lendutan, bambu pilin, lendutan, kuat tekan,modulus elastisitas.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT AKSES JALAN TOL MALANG – PANDAAN PADA KAWASAN KARANGLO, MALANG I Kadek Adit Putra I., M.Iqbal Ravanelli ,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.592 KB)

Abstract

Kawasan Karanglo merupakan jaringan jalan yang bisa menghubungkan Batu, Surabaya, dan Malang . Namun, dikarenakan kondisi jalan eksisting buruk dengan nilai VCR (Volume Capacity Ratio) yang  tinggi (dengan rata-rata 1),direncanakan adanya akses tol pada kawasan tersebut untuk mempercepat rute perjalanan dari Kota Surabaya menuju Kota Malang. Maka perlu analisis  terhadap perpindahan pergerakan dari jalan eksisting menuju jalan tol dan analisis dampak yang dhasilkan. Analisis perpindahan pergerakan dilakukan dengan survey asal tujuan, sedangkan untuk analisis dampak dilakukan perbandingan kinerja jaringan jalan mulai dari skenario simpang bersinyal 4 kaki dengan nilai VCR 1,15 dan tundaan 321,2 (F), skenario bundaran dengan nilai VCR rata-rata 1,25 dan tundaan 70,13 (F), skenario flyover dengan nilai VCR 0,90 dan tundaan 57,83 (E), skenario underpass dengan nilai VCR 0,64 dan tundaan 44,79 (E), skenario perbaikan underpass dengan pelebaran jalan dengan nilai VCR rata-rata 0,40 dan tundaan 14,53 (B). Untuk prediksi kinerja pada tahun mendatang dihitung dari tahun beroperasi (2018) hingga 5 tahun mendatang (2023), dengan VCR 0,55 dan tundaan 14,92 (B). Kata kunci :Kinerja Simpang, Kinerja Ruas, Akses Jalan Tol, Analisis Dampak Lalu Lintas, Underpass
PENGARUH RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) BERTULANGAN BAMBU Toruan, Andre Wirakusuma; Setyowulan, Desy; ,Devi Nurlinah, Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan mengedepankan subtitusi bahan alternatif terhadap balok beton, penelitian ini menggunakan agregat kasar daur ulang yang dipadukan dengan tulangan alternatif bambu yang dipilin. Dan untuk mendukung kekuatan dari bahan-bahan alternatif tersebut digunakan metode Self Compating Concrete (SCC) atau beton memadat sendiri yang dapat mengisi setiap cela pada bekisting tanpa memerlukan alat pemadat pada umumnya. Dengan membuat benda uji balok berukuran 15 cm x 25 cm x 160 cm bertulangan bambu pilin. Dimana tulangan bambu yang digunakan terdiri dari 3 batang bambu yang masing-masing memiliki ukuran diameter 4 mm dan panjang 150 cm. Masing-masing benda uji digunakan variasi yaitu 100% agregat kasar daur ulang dan 100% agregat kasar normal. Pengujian yang dilakukan berupa uji tekan pada benda uji silinder dengan menggunakan ekstensometer serta uji lentur dan lendutan pada benda uji balok yang menggunakan LVDT. Sehingga didapatkan beban dan lendutan yang terjadi pada balok beton SCC bertulangan bambu dengan variasi material agregat kasar yang berbeda. Hasil penelitian yang didapatkan adalah substitusi agregat kasar daur ulang pada balok SCC berpengaruh terhadap kuat tekan silinder dan kuat lentur balok. Jika dibandingkan dengan benda uji SCC normal yang memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 27,39 MPa, kuat tekan benda uji SCC dengan agregat kasar daur ulang hanya memiliki rata-rata sebesar 21,96 MPa. Begitu pula dengan kuat lentur. Benda uji dengan material agregat kasar normal memiliki nilai rata-rata sebesar 2466,67 Kg, sedangkan benda uji agregat kasar daur ulang memiliki nilai rata-rata 2133,33 Kg. Lendutan yang terjadi pada balok SCC dengan agregat kasar normal adalah  sebesar 2,2 mm dan lendutan pada balok dengan material agregat kasar daur ulang adalah sebesar 1,95 mm. Ini dikarenakan balok SCC dengan agregat kasar normal memiliki fase plastis yang seiring dengan kemampuan balok dalam mengalami deformasi. Kata Kunci:Balok, kuat tekan, kuat lentur, lendutan, bambu pilin, agregat kasar daur ulang, dan SCC.
PENGARUH VARIASI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAJA Pahlawan, Darni Mulia; Nuralinah, Devi; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recycled Coarse Aggregate atau Agregat daur ulang merupakan beton sisa atau bongkahan beton yang sudah tidak digunakan dari pekerjaan konstruksi atau pengujian-pengujian yang telah dilakukan. Penggunaan recycled coarse aggregate ini bertujuan untuk mengurangi atau menganti agregat normal alam yang biasa digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Dengan tingkat pembangunan yang sedang berkembang pesat di Indonesia, dikhawatirkan akan terjadi penambangan sumber daya alam secara besar-besaran. Disamping itu pula pemanfaatan agregat daur ulang ini juga belum begitu dimaksimalkan, sehingga bahan yang rusak ini hanya menjadi urugan atau dibuang begitu saja. Dampaknya dapat mengurangi tingkat kesuburan tanah disekitarnya.Dalam penelitian ini variasi yang digunakan adalah substitusi 100% komposisi agregat kasar daur ulang terhadap agregat normal alam. Benda uji yang akan dibuat yaitu balok beton berukuran 15 cm x 25 cm x 160 cm. Balok mengunakan tulang utama 2Φ-12. Pengujian yang akan dilakukan yaitu uji kuat lentur, lendutan. Untuk silinder beton dilakukan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Semua benda uji dilakukan perawatan selama 14 hari dan dilakukan pengujian pada saat umur 28 hari.Hasil dari pengujian balok beton menunjukkan bahwa beton dengan agregat daur ulang memiliki nilai yang lebih tinggi dalam menahan beban dibandingkan dengan beton agregat normal alam yaitu 1620 kgm banding 1575 kgm. Nilai lendutan yang terjadi pada balok beton agregat daur ulang yaitu 25,08 mm dan nilai lendutan balok beton normal yaitu 20,55 mm. Hasil dari pengujian kuat tekan silinder beton menunjukkan nilai kuat tekan aktual beton agregat daur ulang lebih tinggi dibandingkan beton agregat normal alam yaitu 29,78 MPa dan 26,23 MPa. Dengan nilai modulus elastisitas pada beton agregat daur ulang sebesar 56105,67 MPa dan beton agregat normal sebesar 35789,25 MPa. Kata Kunci : Recycled coarse aggregate, kuat lentur, kuat tekan, lendutan.  
PENGARUH VARIASI RECYCLED COARSED AGGREGATE (RCA) PADA UJI PULL OUT BAMBU PILIN DAN BAJA DENGAN BALOK BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC). Syafii, Yusuf Achmad; Nuralinah, Devi; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self Compating Concrete (SCC) atau beton yang dapat memadat sendiri adalah varian beton yang memiliki tingkat pengerjaan yang tinggi tetapi tidak memerlukan perlakuan khusus seperti beton normal. Pada umumnya Beton Normal memerlukan alat berupa vibrator untuk membantu proses pemadatan agar beton tidak mengalami segresi. Untuk mencegah hal terebut maka digunakanlah zat kimia bernama Superplasticizer. Pada penelitian ini pembuatan SCC digunakan untuk memanfaatkan potensi material agregat kasar daur ulang atau biasa disebut RCA (Recylcled Coarse Aggregate) dan juga tulangan berupa Bambu Pilin dengan dilakukanya Uji Pull Outatau sering disebut uji kuat lekat.. Agregat kasar daur ulang memiliki 80% kuat lekat dan 80% kuat tekan yang lebih rendah daripada agregat kasar alami. Sedangkan Tulangan bambu yang dipilin memiliki kekuatan tarik sebesar 60% lebih rendah daripada agregat kasar alami. Pada pengujian pull out bambu tegangan lekat tidak dapat diketahui karena tulangan terlebih dahulu mengalami kegagalan dan tidak terjadi keruntuhan cabut, tetapi hasil dari data didapatkan digunakan sebagai hasil uji Tarik bambu pilin dan dapat diketahui kuat Tarik tulangan bambu tersebut. Kata kunci: Pull Out, kuat lekat, bampu pilin, SCC, dan agregat daur ulang.

Page 2 of 4 | Total Record : 36