cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2021)" : 21 Documents clear
ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SDI (SURFACE DISTRESS INDEX) PADA RUAS JALAN SENGON - SIRAH KENCONG KABUPATEN BLITAR Fitri Rachmawati; Febrianto, lham Bimo; Djakfar, ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan beban lalu lintas yang melewati ruas jalanSengon-Sirah Kencong Kabupaten Blitar, diperlukan adanya proses monitoring untukmemastikan bahwa ruas jalan dalam kondisi yang memuaskan. Salah satu caranya adalahdengan melakukan survei kondisi jalan. Berdasarkan pedoman dari Kementerian PUPR, dasarevaluasi kondisi jalan adalah dengan menggunakan metode SDI (Surface Distress Index) danperlu mengambil dokumentasi yang diambil setiap 200 meter untuk proses verifikasi.Verifikasi dilakukan secara sampling dan acak dengan mereview hasil foto dokumentasidengan hasil SDI yang didapat dari analisis. Didapatkan hasil bahwa nilai SDI antara surveidan foto dokumentasi terdapat perbedaan yang signifikan, sehingga banyak ruas jalan yangtidak terverifikasi. Pada penelitian ini, dicari jarak efektif yang dapat digunakan untuk kegiatanfoto dokumentasi sehingga perbedaan nilainya tidak terlalu signifikan dan ruas jalan dapatterverifikasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa jarak efektif yang digunakan adalahsejauh 100 m. Hasil ini didapatkan setelah melakukan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitneyantara nilai SDI survei dan Foto 100 m. Untuk itu pengambilan foto dokumentasi dengan jarak100 meter cukup untuk dijadikan jarak efektif agar ruas jalan yang disurvei dapat terverifikasi.Kata Kunci: Survei kondisi jalan, SDI, jarak efektif foto
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL DAFAM MAJOLELO PADANG MENGGUNAKANAN SISTEM CASTELLATED BEAM Kanugrahan Dawam, Muhammad Irfan; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan ekonomi yang meningkat di Indonesia begitu pula adanyapeningkatan infrastruktur yang memadai. Untuk menunjang peningkatan industripariwisata di Kota Padang maka dilakukan pembangunan Gedung Hotel Dafam MajoleloPadang. Gedung Hotel Dafam Majolelo Padang menggunakan struktur beton bertulanguntuk pembangunannyaDengan ada permalahan terkait struktur berulang pada bangunantersebut, mendorong penulis untuk melakukan studi alternatif perencaan pada GedungHotel Dafam Majolelo Padang menggunakan Profil Castellated Beam.Dari hasil perencanaan ini adalah Untuk memahami perencanaan alternatif daristruktur Castellated Beam berdasarkan desain struktur acuan SNI 1729:2020 dan MetodeFaktor Beban Ketahanan (LRFD) pada Gedung Hotel Dafam Majolelo di Kota Padang.Dari hasil Analisi yang dilakukan menggunakan profil baja WF hasil yang diapatkanbahwa profil tersebut tidak kuat untuk menahan struktur gedung Hotel Majolelo di Padang,sehingga profil di modifikasi menjadi profil baja Castellated namun hasil yang didapatkanbelum cukup kuat atau sudah dibilang aman untuk menahan beban yang ada. Sehinggadilakukannya perkuatan tambahan menjadikan pelat beton beton komposit dengan baja WFCastellated Beam.Kata kunci : Balok komposit, Casttelated Beam, Struktur baja
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA PENGECORAN DUA JAM PENGADUKAN Nugroho, Bagus Prasetyo; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia dalam bidang konstruksi saat ini menjadi suatu topik khusus yang sedangdisorot banyak pihakTingginya pertumbuhan infrastruktur diikuti dengan konsumsi semen yang meningkat. Maka dari ituberbagai macam inovasi muncul guna membuat suatu material alternatif pengganti semen biasa (OPC),salah satunya adalah Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau bisa disebut dengan SemenSlag. Pada penelitian ini, benda uji yang digunakan berupa silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi30 cm. Variasi yang digunakan yaitu, komposisi semen slag 0%, 10%, 40%, dan 70%, umur 7 hari, 28hari, dan 56 hari, komposisi semen agregat 1:1,5:2,5 (K-350) dan 1:1,2:1,8 (K-275), dan FAS 0,3 dan0,4. Pada penelitian kali ini melakukan pengecoran benda uji dengan metode dua jam pengadukan. Danuntuk pengujian kuat tekan pada benda uji menggunakan alat Compression Test Machine. Dari hasilpenelitian ini yang didapatkan adalah variasi semen slag, umur beton, mutu beton, dan faktor air semen(FAS) dan perbandingan waktu pengecoran normal dan dua jam pengadukan. yang berpengaruhterhadap nilai kuat tekan beton. Pengaruh dari semua variasi tersebut terdapat peningkatan nilai kuattekan beton. Nilai kuat tekan beton yang meningkat dari variasi semen slag yaitu pada kadar semen slag0% yaitu 48,318 Mpa dan 10% yaitu 44,766 Mpa. Nilai kuat tekan beton yang meningkat dari variasiumur beton yaitu pada umur 28 hari yaitu 43,035 Mpa dan 56 hari yaitu 48,318 Mpa. Nilai kuat tekanbeton yang meningkat dari variasi mutu beton yaitu pada mutu beton K-350. Nilai kuat tekan betonterbesar dari variasi mutu beton sebesar 48,318 Mpa. Nilai kuat tekan beton yang meningkat dari variasiFAS yaitu pada FAS 0,3 dengan nilai kuat tekan beton yaitu 48,318 Mpa.Kata kunci: Semen Slag, Kuat Tekan Beton, Pengecoran Dua Jam Pengadukan.
ANALISIS PENGARUH BENTUK PENAMPANG DAN VARIASI DIMENSI KOLOM TERHADAP SIMPANGAN YANG TERJADI PADA GEDUNG BERTINGKAT Wardhana, Yusuf; Remayanti, Christin; B.K., Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom merupakan struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan. Maka dari itudiperlukan analisis mengenai pemilihan kolom pada suatu bangunan. Pada analisis digunakan gedung10 lantai dengan luas 324 m2. Variasi bentuk penampang kolom yang digunakan adalah kolom persegidan lingkaran. Untuk variasi dimensi kolom dibedakan menjadi 2 yaitu gedung menggunakan dimensikolom yang tetap dari lantai 1 sampai 10 dan gedung yang menggunakan dimensi kolom yang semakintinggi lantai maka semakin kecil dimensi kolomnya. Metode analisis yang digunakan untuk mencarisimpangan pada gedung adalah metode respon spektrum yang berdasarkan dengan peraturan SNI1726:2019. Hasil analisis didapatkan bahwa yang mempengaruhi hasil simpangan yang terjadi padagedung bertingkat adalah besarnya luas penampang pada kolom yang dipakai. Selain itu, berat bangunanjuga merupakan salah satu faktor besarnya simpangan yang terjadi pada gedung bertingkat.Kata Kunci: Kolom, Variasi, Simpangan.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG RSUD dr. M. SOEWANDHIE SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM CASTELLATED BEAM Amjad, Firhan Rezi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung RSUD dr. M. Soewandhie yang terletak di Kota Surabaya terdiri dari 8 tingkatlantai menggunakan struktur beton bertulang, Selain beton sebagai material utama strukturbangunan, Dalam dunia konstruksi material baja juga dinilai mampu menciptakan bangunanyang kuat dan kokoh, hingga saat ini struktur baja juga berkembang memiliki beragam inovasisalah satunya sistem castellated beam komposit. Perencanaan alternatif struktur bajamenggunakan castellated beam komposit mengacu pada peraturan SNI 1729:2020, padaawalnya dilakukan proses preliminary design terkait pemodelan struktur bangunan gedungdan melakukan input pembebanan menggunakan aplikasi SAP2000 guna mendapatkan outputberupa gaya-gaya dalam, lalu dilakukan pemeriksaan pada hasil momen dari struktur balokdengan syarat ketentuan bahwa nilai ΦMn ≥ Mu, dilakukan hingga hasil analisis telahmemenuhi persyaratan pada struktur komposit. Sehingga pada perhitungan balok indukcastellated komposit dengan profil baja WF300x150x6,5x9 didapatkan hasil Mu maks lapangan= 289,202 < ∅Mn 410,823 kNm dan Mu maks tumpuan = 418,067 < ∅Mn 537,952 kNm, danpada perhitungan balok anak castellated komposit dengan profil baja WF125x60x6x8didapatkan hasil Mu maks lapangan = 44,614 < ∅Mn 91,296 kNm, maka sesuai persyaratan.Kata Kunci: castellated beam komposit, perencanaan alternatif, pemodelan struktur
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG RSUD DR. SOEWANDHIE SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM STRUKTUR BALOK KOMPOSIT Putera, Raihan Ananta; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelahKota Jakarta. Jika dibandingkan jumlah penduduk tahun 2010 dan 2021 naik sebanyak 3,94%. Dengan kenaikan jumlah penduduk ini harus selaras dengan pembangunan daerah.Pembangunan pada sektor kesehatan merupakan salah satu yang terpenting, salah satunyaadalah pembangunan RSUD dr. Soewandhie Surabaya. Pembangunan struktur gedungRSUD dr. Soewandhie Surabaya menggunakan struktur beton bertulang. Metode alternatiflain yang di pilih dalam perencanaan bangunan gedung RSUD dr. Soewandhie Surabayaadalah struktur komposit. Struktur komposit yang digunakan adalah gabungan antara 2material yaitu, beton untuk pelat lantai serta baja untuk balok dan kolom. Dari analisis yangtelah dilakukan berdasarkan dengan SNI 1729:2020 dan LRFD, digunakan pelat lantaidengan ketebalan 120 mm dengan tulangan Ø10 – 150. Untuk balok induk digunakan profilbaja WF 396x199x7x11, balok anak menggunakan profil baja WF 200x100x5,5x8. Untukkolom menggunakan 2 profil baja WF, untuk lantai 1-4 menggunakan profil WF428x407x20x35 dan lantai 5-8 menggunakan profil WF 400x408x21x21.Kata kunci: Balok komposit, Struktur baja, Penghubung geser
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN GEDUNG RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BALOK KOMPOSIT (PROFIL BAJA DAN BETON BERTULANG) Hafiizh, Yusril; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dibangun menggunakan struktur beton bertulang.Beton bertulang digunakan karena proses pengerjaannya yang mudah dan umum digunakan, karena prosespengerjaannya yang mudah maka mudah pula untuk melakukan pelaksanaannya. Meskipun begitu, betonbertulang juga memiliki kekurangan, yaitu pada pelaksanaannya cenderung memikul beban mati (beratsendiri) yang relatif lebih besar, hal ini dapat mengakibatkan beban gempa yang akan bertambah besarapabila beban mati juga relatif besar.  Sebelum dilakukan analisis, yang pertama dilakukan adalah preliminarydesign dan analisis struktur serta pembebanan pada ETABS sehingga didapat output gaya dalam yangnantinya dikontrol dengan kekuatan nominalnya.Pengecekan kapasitas nominal diharuskan mencapai persyaratan Φ Mn ≥Mu serta mencapaipersyarat perhitungan gaya lintang Φ Vn ≥Vu. Apabila kapasitas nominal tidak memenuhi maka dilakukanalternatif modifikasi dan dilakukan analisis komposit baja – beton. Untuk menjadikan interaksi kompositpenuh antara material baja dan beton, maka diberikan shear connector. Setelah gaya dalam diperoleh, dapatdiidentifikasi bahwa gempa sangat menentukan pada area tumpuan, momen ultimit yang digunakan yangmenentukan di area tumpuan, kemudian dilakukan analisis balok komposit dan terjadi signifikansi kapasitasnominal yaitu, jika dibandingkan saat sebelum komposit, didapatkan balok induk arah memanjang sebesarΦ Mn = 204,125 kNm dan pada arah melintang sebesar Φ Mn = 111,645 kNm serta pada balok anak denganΦ Mn = 32,084 kNm. Pada saat setelah komposit kapasitas balok induk arah memanjang sebesar Φ Mn =342,99 kNm dan pada arah melintang sebesar Φ Mn = 187,038 serta pada balok anak dengan Φ Mn =108,076 kNm. Sehingga didapat signifikansi momen nominal pada balok induk arah memanjang sebesar168% , arah melintang sebesar 167% dan balok anak sebesar 93%.Kata kunci: Struktur Baja, Balok Komposit, Penghubung Geser, LRFD
PENGARUH VARIABEL POSISI PADA PEMODELAN LERENG PASIR DENGAN Rc 88% MENGGUNAKAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN DIAMETER BERBEDA Kautsar, Kevin Al; ., Harimurti; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor adalah suatu gerakan tanah atau batuan yang menuruni lereng akibatterganggunya kestabilan lereng tersebut. Longsor sering terjadi pada wilayah dengan curahhujan yang tinggi. Untuk menanggulangi longsor diperlukan perkuatan pada lereng, salahsatu contohnya dengan perkuatan tiang. Metode penelitian yang dilakukan adalah denganmemasukkan tanah berjenis pasir dengan kondisi kering permukaan ke dalam modellingbox dan dipadatkan dengan silinder beton sebanyak 15 kali setiap lapisannya denganketebalan 10 cm hingga mencapai ketebalan 70 cm. Lalu tancapkan tiang sebagai perkuatanhingga kedalaman 5 cm dari dasar box permodelan dan jarak antar tiangnya adalah 10 cm,kemudian dilakukan pemotongan lereng dengan sudut kemiringan 50o. Pada lereng dengan2 baris tiang perkuatan dengan D2/D1 = 0,85 didapatkan daya dukung terbesar yaitu 0,605kg/cm2. Untuk posisi tiang baris kedua yang optimal berada pada posisi tengah atas. Padavariasi posisi tiang baris kedua lokasi tiang optimalnya yaitu pada Lx/L = 0,6. Dengananalisis menggunakan program FEM, angka keamanan pada lereng tanpa perkuatandiperoleh sebesar 1,065. Untuk lereng dengan perkuatan satu baris tiang pada Lx/L = 0,9dan D2/D1 = 0,68 diperoleh angka keamanan sebesar 1,393. Untuk lereng dengan perkuatandua baris tiang diperoleh angka keamanan sebesar 1,436 pada program FEM 3D. Angkakeamanan terbesar diperoleh pada variasi tiang baris kedua pada posisi Lx/L = 0,6.Kata Kunci: Longsor, Lereng, Perkuatan, Tiang, Angka keamana
PENGARUH VARIASI POSISI DENGAN DIAMETER TERHADAP PERKUATAN DOUBLE-ROW PILE PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR Ghyffary, Faris Ramdhan; Rachmansyah, Arief Rachmansyah; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelongsoran merupakan salah satu jenis gerakan pada massa tanah, batuan, atau bahanrombakan yang menuruni lereng. Indonesia saat ini kerap mengalami peristiwa kelongsorankarena beberapa faktor seperti salah satunya yaitu kondisi lereng yang kurang didukung olehpembangunan untuk mencegah kondisi terburuk dari kelongsoran. Dalam penelitian inidigunakan metode perkuatan lereng menggunakan dua baris pile dengan box modelingsebagai wadah pengujian. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui jenis kelongsoranlereng, pengaruh variasi posisi pile terhadap stabilitas lereng, mengetahui nilai keamanan(FoS) dan juga posisi pile yang optimum untuk menahan longsor.Kata Kunci: Angka keamanan, Lereng, Longsor, Perkuatan, Pile.
PENGAMATAN STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE PADA POSISI Lx1/L=0,9 DAN Lx2/L=0,7 DENGAN TANAH PASIR Dr 88%TERHADAP PERUBAHAN VARIABEL DIAMETER PILE Reinaldo, M. Farish Hafis; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng adalah bagian dari permukaan kerak bumi yang mempunyai sudut kemiringan tertentu denganbidang horizontal (datar). Dengan adanya pemanfaatan dan penggunaan lereng dalam kehidupan sehari-harimasyarakat, maka terdapat hal-hal yang harus diperhitungkan dan direncanakan dalam bidang Geoteknikyaitu kemampuan lereng dalam menahan longsor.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban maksimum yang dapat ditahan lereng padakondisi tanpa perkuatan, satu baris perkuatan, dua baris perkuatan. Mengetahui diameter pile optimum untukmenahan beban yang terjadi, untuk mengetahui jenis kelongsoran yang terjadi pada lereng saat mengalamilongsor pada lereng tanpa perkuatan, satu baris perkuatan, dua baris perkuatan, juga untuk mengetahui nilaiFactor of Safety dari lereng tanpa perkuatan, satu baris perkuatan, dua baris perkuatan. Dari penelitian yangtelah dilakukan didapatkan hasil untuk beban runtuh (Qu) maksimum tanpa perkuatan bernilai sebesar 0,314kg/cm2 , dengan perkuatan satu baris pile bernilai sebesar 0,557 kg/cm2 , dengan perkuatan dua baris pilebernilai sebesar 0,802 kg/cm2 . Pada variasi diameter pile didapatkan kondisi optimum bisa ditemukan padasaat D2/D1=0,68 dengan beban maksimum hingga mengalami keruntuhan terjadi pada saat dibebani 0,802kg/cm2 . Jenis kelongsoran pada lereng tanpa perkuatan merupakan kelongsoran pada kaki lereng sedangkanpada perkuatan 1 baris dan 2 baris pile merupakan kelongsoran pada badan dan kaki lereng. Dari analisismenggunakan aplikasi FEM. Factor of Safety pada lereng tanpa perkuatan didapatkan sebesar 0,886 padaaplikasi FEM 2D dan sebesar 1,073 pada aplikasi FEM 3D. Pada lereng dengan satu baris perkuatan piledidapatkan sebesar 0,919 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,391 pada aplikasi FEM 3D. Untuk lerengdengan perkuatan 2 baris pile didapatkan sebesar 0,956 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,427 padaaplikasi FEM 3D.Kata Kunci : Lereng, Longsor, beban, pile, perkuatan, Factor of Safety

Page 2 of 3 | Total Record : 21