cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023)" : 117 Documents clear
Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polystyrene dalam Bentuk Lateks Cair pada Beton terhadap Kuat Tekan Beton dan Cepat Rambat Gelombang Beton dengan Metode Non-Destructive Test Andrina Prafika Ariani; Indra Waluyohadi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Styrofoam menyumbang salah satu penyebab permasalahan lingkungan paling mengkhawatirkan dewasa ini karena berbahaya bagi lingkungan dan juga manusia. Styrofoam sendiri merupakan merek dagang produk yang disebut dengan EPS atau Expanded Polystyrene. EPS yang dilarutkan pada bensin akan menjadi sebuah lateks yang sering disebut dengan lateks polistirena. Inovasi penambahan lateks pada beton sudah dilakukan yang biasa disebut dengan Latex Modified Concrete (LMC). LMC menggunakan Styrene Butadiene Latex, namun pada penelitian ini SBR Latex disubtitusi dengan lateks polistirena dalam upaya mengurangi limbah EPS. Penelitian ini memiliki target untuk mengetahui pengaruh penambahan lateks polistirena pada kualitas beton dan kadar optimum yang dapat memberikan kualitas paling baik pada beton. Lateks polistirena dibuat dengan melelehkan EPS dan bensin dengan perbandingan 1 gr EPS : 2 ml bensin. Terdapat 4 variasi benda uji dengan kadar lateks 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan masing variasi berjumlah tiga benda uji. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan dimensi 15x15x15 cm untuk memudahkan pengujian NDT. Hasil dari pengujian Hammer Test, UPV, Compression Test, dan perhitungan dengan metode SONREB disimpulkan bahwa kualitas beton menurun berbanding lurus dengan meningkatnya kadar lateks pada beton. Tidak didapat kadar optimum lateks pada beton karena penambahan lateks akan mengurangi kualitas beton. Kata kunci : Beton, Lateks Cair, Kuat Tekan, Cepat Rambat, Non-Destructive Test
Studi Analisis Perencanaan Gedung 10 Lantai Hotel Namira Surabaya Menggunakan Struktur Komposit Nur Saifiyati Buldani; M. Taufik Hidayat; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Namira Surabaya adalah bangunan bertingkat yang dibangun dengan struktur beton bertulang yang memiliki beban mati relatif besar, yang dapat menyebabkan gaya geser yang dapat mempengaruhi kekuatan struktur terhadap gempa. Oleh karena itu, diperlukan analisis perencanaan yang melibatkan penggunaan struktur baja komposit dalam perencanaan hotel. Menurut analisis berdasarkan LRFD (Load and Resistance Factor Design) dan SNI 1729:2020, didapatkan bahwa beban hidup, beban mati, dan beban gempa memiliki dampak yang lebih signifikan pada daerah tumpuan. Hasil analisis perhitungan dari kondisi sebelum komposit dan setelah komposit mengalami perubahan. Pada balok induk sebelum komposit (phi) Mn= 248,82 kNm dan setelah komposit (phi) Mn= 524,1664 kNm, untuk balok anak sebelum komposit (phi) Mn= 143,88 km dan setelah komposit (phi) Mn= 353,113802 kNm. Hal ini menunjukkan bahwa pembesaran momen pada struktur komposit sangat berbeda-beda tergantung pada variabel yang digunakan untuk menganalisis komposit. Kata kunci: Hotel Namira, struktur komposit, baja beton
PENGARUH BACILLUS SUBTILIS YANG DIINOKULASIKAN PADA AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP PERMEABILITAS BETON Jeremi Cevin Silitonga; Eva Arifi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan suatu komposit yang terbentuk dari campuran pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat lainnya yang dicampur dengan pasta yang terbuat dari semen dan air. Hasilnya adalah suatu massa yang menyerupai batuan dan merupakan bahan yang paling banyak penggunaannya dalam pembangunan infrastruktur. Beton memiliki berbagai macam kelebihan dibandingkan bahan baku lainnya seperti harganya yang relatif lebih murah, mudah dicetak, biaya perawatan yang relatif rendah, tahan api, dapat dicor ditempat, rigiditas yang tinggi, dan penyediaan material yang mudah. Tetapi industri konstruksi juga bertanggung jawab atas beberapa masalah lingkungan yaitu eksploitasi bahan baku alam dalam jumlah besar seperti agregat untuk produksi semen dan beton mengakibatkan ketersediaan sumber daya alam yang terus menerus tersubgradasi. Salah satu alternatif untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh industri konstruksi tersebut adalah dengan menggunakan agregat kasar daur ulang atau recycled coarse aggregate (RCA) yang berasal dari limbah konstruksi. Namun, RCA memiliki kekurangan dibanding NCA, karena RCA masih memiliki kandungan mortar yang melekat pada permukaannya, porositas yang tinggi, kemungkinan terjadinya retakan mikro, serta zona transisi antarmuka atau interface transition zones (ITZ) yang lemah. Jika nilai porositas tinggi, maka akan berdampak pada meningkatnya nilai penyerapan air, nilai berat isi menurun, dan nilai kuat tekan akan menurun pada RCA. Ini berdampak negatif terhadap sifat mekanik dan daya tahan beton yang menggunakan RCA. Metode yang digunakan yaitu dengan metode pengisian pori-pori dengan presipitat kalsium karbonat (CaCO3) dengan Bakteri Bacillus Subtilis. Penggunaan beton yang menggunakan material RCA yang telah diinokulasi bakteri Bacillus Subtilis menunjukkan nilai permeabilitas yang lebih kecil jika dibandingkan dengan beton yang menggunakan material recycle coarse aggregate (RCA).Limbah beton dengan minimal mutu beton K-300 yang diperbaiki dengan bakteri Bacillus Subtilis dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas beton agar layak digunakan. Kata kunci : permeabilitas, recycled coarse aggregate, Bacillus Subtilis, beton, konstruksi
Kajian Penyediaan Angkutan Shuttle Bagi Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Yasmin Nabilah Asyam; Diah Anggun Novita Sari; Ludfi Djakfar; Lasmini Ambarwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya pengguna jalan yang dominan menggunakan kendaraan pribadi sebagai moda trasnportasi yang terjadi di sekitar kawasan Universitas Brawijaya menyebabkan kemacetan sehingga diperlukan alternatif lain yaitu angkutan shuttle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat mahasiswa terhadap angkutan shuttle dan untuk mengetahui karakteristik perjalanan, peluang angkutan shuttle, dampak angkutan shuttle terhadap volume kendaraan, dan rekomendasi terkait angkutan shuttle di kawasan Universitas Brawijaya. Metode yang digunakan adalah metode stated preference untuk menganalisis data responden yang digunakan untuk mendapatkan hasil peralihan moda dari kendaraan pribadi menuju angkutan shuttle dengan hasil berupa persentase 67% dari waktu tunggu 5 menit dan 70,7% dari selisih waktu tempuh lebih cepat 10 menit sebagai peluang mahasiswa berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan shuttle. Dengan adanya angkutan shuttle dapat mengurangi volume kendaraan yang akan menuju kampus sebanyak 14529 kendaraan pribadi. Titik halte yang direncanakan sebanyak 26 halte dengan rute sebanyak 3 rute efektif dan 2 rute tidak efektif.Kata kunci : Angkutan shuttle, Universitas Brawijaya, stated preference, perpindahan moda, volume kendaraan, halte, rute.
Studi Analisis Pengaruh Aksi Komposit Antara Balok Profil Baja Wf Dengan Pelat Beton Bertulang Terhadap Kapasitas Kuat Lentur Struktur Balok Induk Di Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya Reyhan Brahmantya Putra; M. Taufik Hidayat; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya merupakan gedung bertingkat tinggi yang saat ini dibangun dengan struktur beton bertulang, memiliki beban mati yang cukup untuk menghasilkan gaya geser yang dapat memengaruhi kekuatan struktur terhadap gempa. Oleh karena itu, diperlukan analisis terkait penggunaan struktur baja komposit dalam perencanaan hotel ini. Pada penelitian ini dilakukan analisis struktur baja komposit pada balok induk. Berdasarkan analisis LRFD (Load and Resistance Factor Design) dan SNI 1729:2020, diperoleh bahwa beban mati, beban hidup, dan beban gempa berdampak jauh lebih besar pada daerah tumpuan struktur. Pada balok induk terdapat peningkatan kapasitas momen sebesar 216% setelah terjadinya aksi komposit. Meningkatnya kapasitas momen akibat aksi komposit bisa berbeda-beda tergantung penggunaan variabel yang ditinjau. Kata kunci: Gedung hotel, struktur beton bertulang, struktur baja komposit, LRFD, penghubung geser
Studi Analisis Perencanaan Sistem Pracetak Pada Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya Dimas Aditya Navy Anto; M Taufik Hidayat; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang (cast in situ). Namun, struktur beton bertulang sendiri memiliki kekurangan terkait waktu pengerjaannya yang relatif lama dan kebutuhan tenaga pekerja yang dibutuhkan terbilang cukup banyak dimana dapat menghabiskan biaya yang cukup besar. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempercepat waktu pelaksanaan yaitu dengan memakai metode beton pracetak (precast) sebagai alternatif komponen struktural dalam pelaksanaannya. Metode beton pracetak (precast) adalah teknologi konstruksi struktur beton yang dicetak di pabrik kemudian dipasang di lokasi proyek. Sehingga, proses pembangunan atau konstruksi akan jauh lebih cepat dibanding dengan menggunakan beton konvensional. Hal yang harus diperhatikan dalam penelitian kali ini berupa karakteristik daerah yang akan direncanakan beton pracetak yaitu berada di kota Surabaya yang berada di wilayah Menanggal. Hal ini menjadikan pertimbangan khusus dalam memodifikasi keruntuhan bangunan tahan gempa yang menggunakan konstruksi beton pracetak (precast) ditentukan oleh kualitas sambunganya, terutama pada sambungan balok – kolom. Oleh karena itu agar bangunan Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya aman tahan terhadap gempa penulis melakukan kontrol terdapat ketahanan gempa meliputi : Kontrol partisipasi massa, Kontrol periode getar struktur, Kontrol nilai akhir respon spektrum, dan Kontrol batas simpangan (drift). Analisis sambungan balok – kolom pracetak baik yang ditengah yang dilakukan pada kondisi setelah cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok adalah beban beban mati, beban hidup dan beban gempa menunjukkan hasil yang aman terhadap lentur dan geser. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis sambungan di tengah menunjukkan momen nominal sebesar 411,003 kNm lebih besar dari momen ultimate sebesar 255,29978 kNm dan kuat geser nominal sebesar 2715,48 kN lebih besar dari gaya geser yang terjadi sebesar 884,426 kNm. Kata kunci : Balok pracetak, Struktur beton, bangunan tahan gempa
STUDI ANALISIS STRUKTUR BAJA CASTELLATED BEAM SEBELUM DAN SESUDAH KOMPOSIT PADA GEDUNG FAVE HOTEL RUNGKUT SURABAYA JAWA TIMUR Aishwarya Sakyanary; M Taufik Hidayat; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Fave Hotel Rungkut Surabaya dibangun dengan menggunakan beton bertulang yang memiliki kekurangan terkait waktu pengerjaan. Struktur bangunan bertingkat tinggi menggunakan baja pada struktur utamanya dengan menggunakan profil yang ada dipasaran seperti profil WF, profil H pada balok dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin kemampuan menahan lentur dengan metode modifikasi profil baja WF menjadi balok castella sehingga terjadi peningkatan kemampuan menahan lentur yang diakibatkan oleh peningkatan momen karena terjadinya peninggian balok. Sedangkan kolom komposit baja beton adalah suatu alternatif metode konstruksi yang memanfaatkan kebaikan baja yang kuat terhadap tarik dan beton yang kuat terhadap tekan. Analisis Fave Hotel Rungkut Surabaya ini direncanakan struktur dengan beberapa elemen struktur yaitu material yang berbeda, yaitu pelat lantai beton tebal 12cm, pelat atap beton tebal 10 cm, balok induk profil baja WF 350 x 175 x 7 x 11, balok anak profil baja WF 250 x 125 x 6 x 9, dan kolom profil baja WF 400 x 200 x 8 x 13 dan yang nantinya pada balok induk dan balok anak akan di modifikasi menjadi kastela supaya lebih kuat untuk menahan momen yang bekerja. Berdasarkan analisis LRFD (Load and Resistance Factor Design) dan SNI 1729:2020, diperoleh bahwa beban mati, beban hidup, dan beban gempa berdampak jauh lebih besarpada daerah tumpuan struktur. Kata Kunci : Baja kastela, baja komposit, beton bertulang, gedung hotel, LRFD
Studi Analisis Perencanaan Gedung Hotel Exindo 57 Nganjuk Jawa Timur Menggunakan Struktur Komposit Devina Famelia Anjani Anjani; M Taufik Hidayat; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Exindo 57 Nganjuk Jawa Timur merupakan bangunan bertingkat tinggi yang dibangun dengan struktur beton bertulang yang memiliki beban mati relatif besar, yang dapat menyebabkan gaya geser yang dapat mempengaruhi kekuatan struktur terhadap gempa. Oleh karena itu, dilakukan analisis perencanaan yang melibatkan penggunaan struktur baja kompisit dalam perencanaan hotel. Menurut analisis berdasarkan LRFD (Load and Resistance factor Design­) dan SNI 1729:2020, didapatkan bahwa beban hidup, beban mati, dan beban gempa memiliki dampak yang lebih signifikan pada daerah tumpuan. Hasil analisis perhitungan pada kondisi sebelum komposit dan setelah komposit mengalami perubahan. Pada Balok induk sebelum komposit Mn= 44,5388 kNm dan setelah komposit Mn= 575,069 kNm, untuk balok anak pada kondisi sebelum komposit Mn= 2,1478 kNm dan setelah komposit Mn= 181,054 kNm. Hal ini menunjukkan bahwa pembesaran momen pada struktur komposit sangat berbeda-beda tergantung pada variabel yang digunakan untuk menganalisis komposit. Kata Kunci: Hotel Exindo 57, struktur baja komposit, baja beton, balok baja, bangunan tahan gempa
Studi Analisis Perencanaan Struktur Pada Gedung Hotel Exindo 57 Nganjuk Jawa Timur Menggunakan Sistem Pracetak (Precast) Amelia Oktavian Puteri Farinta; M. Taufik Hidayat; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Hotel Exindo 57 Nganjuk Jawa Timur dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang (cast in situ). Namun, struktur beton bertulang sendiri memiliki kekurangan terkait waktu pengerjaannya yang relatif lama dan kebutuhan tenaga pekerja yang dibutuhkan terbilang cukup banyak dimana dapat menghabiskan biaya yang cukup besar. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempercepat waktu pelaksanaan yaitu dengan memakai metode beton pracetak (precast) sebagai alternatif komponen struktural dalam pelaksanaannya. Metode beton pracetak (precast) adalah teknologi konstruksi struktur beton yang dicetak di pabrik kemudian dipasang di lokasi proyek. Sehingga, proses pembangunan atau konstruksi akan jauh lebih cepat dibanding dengan menggunakan beton konvensional.Hal yang harus diperhatikan dalam penelitian kali ini berupa karakteristik daerah yang akan direncanakan beton pracetak. Hal ini menjadikan pertimbangan khusus dalam memodifikasi keruntuhan bangunan tahan gempa yang menggunakan konstruksi beton pracetak (precast) ditentukan oleh kualitas sambunganya, terutama pada sambungan balok – kolom. Oleh karena itu agar bangunan Gedung Hotel Exindo 57 Nganjuk Jawa Timur aman tahan terhadap gempa penulis melakukan kontrol terdapat ketahanan gempa meliputi : Kontrol partisipasi massa, Kontrol periode getar struktur, Kontrol nilai akhir respon spektrum, dan Kontrol batas simpangan (drift). Analisis sambungan balok – kolom pracetak baik yang ditengah yang dilakukan pada kondisi setelah cor penuh dengan beban yang dipikul oleh balok adalah beban beban mati, beban hidup dan beban gempa menunjukkan hasil yang aman terhadap lentur dan geser. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis sambungan di tengah menunjukkan momen nominal sebesar 1207,329 kNm lebih besar dari momen ultimate sebesar 901,669 kNm dan kuat geser nominal sebesar 2514,0465 kN lebih besar dari gaya geser yang terjadi sebesar 1424,1103 kNm. Kata kunci : Gedung Hotel, Balok Pracetak, Struktur Beton, Bangunan tahan gempa, Sambungan.
ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN PEKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN VARIASI POSISI DAN JARAK ANTAR PILE PADA RUAS JALAN NASIONAL, DESA BATURITI, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN, BALI Bartolomeus Bagas Dewabrata; Arief Rachmansyah; As'ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keruntuhan lereng merupakan peristiwa yang terjadi ketika gaya penahan lebih kecil dari gaya penyebab longsor. Salah satu contoh keruntuhan lereng yang terjadi adalah lereng di ruas Jalan Nasional, Baturiti, Tabanan Bali. Salah satu langkah antisipasi mencegah keruntuhan lereng pada masa mendatang adalah dengan menggunakan perkuatan berupa tiang dua baris. Perlu dilakukan penelitian untuk mencari tahu pengaruh dari variasi tiang baris kedua untuk mendapat perkuatan yang optimum. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati pengaruh variasi posisi dan jarak antar pile baris kedua pada sistem perkuatan pile dua baris. Posisi pile yang digunakan adalah Lx2/L = 0,4; Lx2/L = 0,5; Lx2/L = 0,6; Lx2/L = 0,7. Sementara jarak antar pile yang digunakan adalah S/D = 3; S/D = 4; S/D = 5; S/D = 6. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan program metode elemen hingga yaitu PLAXIS 2D dan PLAXIS 3D. Pemodelan lereng dilakukan sesuai lereng asli di lapangan, meliputi geometri lereng, lapisan tanah, dan parameter tanah. Pembebanan dilakukan dengan beban vertikal pada puncak lereng dan juga beban gempa. Berdasarkan hasil analisis, didapat tipe keruntuhan lereng yang terjadi adalah keruntuhan kaki lereng. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi yang digunakan berpengaruh pada peningkatan nilai angka keamanan yang didapat. Semakin kecil jarak antar tiang maka semakin besar nilai angka keamanan yang didapat, namun konfigurasi dari tiang juga berpengaruh terhadap nilai angka keamanannya. Sementara semakin deket posisi tiang pada kaki lereng maka semakin besar pula nilai angka keamanan yang didapat. Sistem perkuatan lereng menggunakan tiang dua baris mampu meningkatkan nilai angka keamanan lereng hingga 37,74% terhadap lereng tanpa perkuatan. Peningkatan paling besar tersebut diperoleh menggunakan variasi posisi Lx2/L = 0,4 dan jarak antar tiang S/D = 3. Kata kunci : Angka keamanan lereng, perkuatan lereng, tiang, posisi tiang, jarak antar tiang

Page 8 of 12 | Total Record : 117