cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 50 Documents clear
EVALUASI DAN RASIONALISASI KERAPATAN JARINGAN POS HUJAN DAN POS DUGA AIR DENGAN METODE STEPWISE DI DAS WELANG Litsaniyah, Anzilirrohmah; Suhartanto, Ery; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Data hidrologi merupakan kebutuhan utama untuk mengatasi permasalahan dalam bidang pengelolaan sumberdaya air. Keakuratan data sangat bergantung pada jumlah pos dan sebarannya dalam DAS tersebut. Studi ini mengkaji tentang evaluasi dan rasionalisasi kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air di DAS Welang dengan menggunakan metode stepwise dengan tujuan untuk memperoleh pos hujan yang dapat mempresentasikan kondisi hidrologi dalam DAS. Evaluasi kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air dalam studi ini menggunakan standar WMO. Sedangkan rasionalisasi jaringan pos hujan dan pos duga air ditunjukkan dari hasil regresi metode stepwise dengan melihat nilai korelasi atau hubungan antar pos hujan dan pos duga air. Pos hujan yang terpilih sebagai rekomendasi didasarkan pada hubungan atau korelasinya yang kuat dan memenuhi luasan berdasarkan standar WMO. Dari hasil evaluasi kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air dengan WMO pada DAS Welang yang terdapat 12 pos hujan dan 1 pos duga air, seluruh posnya telah memenuhi persyaratan minimal pada kondisi normal. Karena jumlah pos hujan tersebut masih tergolong banyak dan terlalu rapat, maka perlu dirasionaliasi lebih lanjut. Pada rasionalisasi digunakan metode stepwise. Hasil rasionalisasi dengan metode stepwise diperoleh model regresi terbaik yang terdiri dari 3 pos hujan. Kata Kunci: stepwise, standar WMO, rasionalisasi, kerapatan pos hujan, pos duga air, DAS Welang   ABSTRACT Hydrological data is an essential needs for solving problems in the field of water resource management. The accuracy of the data is highly depend on the number of rain gauge and their distribution within the watershed. This study discussed about the evaluation and rationalization of the network density of rain gauge and automatic water level recorder in Welang Watershed used stepwise method in order to obtain a rain gauge that can present the hydrological conditions in the watershed. Evaluation the network density of rain gauge and automatic water level recorder in this study used the WMO standard. The selected rain gauge as a recommendation, it was based on good relation or great correlation and meet the requirements wide area of WMO standards. The results of the evaluation of the network density of rain gauge and automatic water level recorder with the WMO standard on the Welang Watershed which have 12 rain gauges and 1 automatic water level recorder, all stations have met minimum wide area requirements under normal conditions. Because the number of rain gauge was still relatively large and too close each other, it needed to be further rationalized. In the process of rationalization in this study used Stepwise method. The result of rationalization with stepwise method obtained best regression model consist of 3 rain gauges. Keywords: stepwise, WMO standard, rationalization, rain gauge, automatic water level recorder, Welang Watershed
RASIONALISASI JARINGAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN – RODDA DENGAN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR TOPOGRAFI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAROKAH, KABUPATEN SUMENEP, PULAU MADURA Siswanti, Yuvika Rega; Dermawan, Very; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.287 KB)

Abstract

Ketelitianodata hujan yang didapat sering kali tidak akurat yang menyebabkan penelitian, perencanaan dan penglelolaan tidak efektif. Sehingga dibutuhkan rasionalisasi jaringan stasiun hujan. Rasionalisasi dilakukan dengan memperhitungkan faktor topografi dan keterkaitannya dengan penyebaran stasiun hujan. Studi ini menggunakan metode Kagan-Rodda dengan berpedoman pada standar WMO (World Meteorogical Organization) dalam menentukan jumlah dan pola sebaran stasiun hujan di DAS Sarokah. Berpedoman pada standar WMO dan hasil analisa Kagan-Rodda, diperoleh 7 stasiun hujan dengan kualitas data yang baik dengan kesalahan perataan dan interpolasi 10%. Jarak antar simpul Kagan-Rodda adalah 8012,150 km2. Hubungan yang terjadi antara faktor jarak dan elevasi memiliki nilai R2 tertinggi yaitu 0,212. Sedangkan hubungan antara curah hujan dengan faktor jarak memiliki nilai R2 tertinggi yaitu 0,706.Kata kunci: stasiun hujan, standar WMO, Kagan-Rodda, faktor topografiThe accuration of rainfall data is oftently not accurate, which leads to ineffective research, planning and mangement. Thus, it need rainfall station rasionalization. This rasionalization was implemented by calculating topography factors and its relevance with  distribution of rainfall station. This study used Kagan-Rodda method, based on WMO (World Meteorologycal Organization) standard to determine the number and distribution pattern of rainfall station in Sarokah basin. Reference to WMO standard and Kagan-Rodda analysis, the result was 7 rainfall station with good quality of rainfall data and just 10% in an average error and interpolation error. The distance between Kagan-Rodda vertices was 8012,150 km2. The relevance of distance and elevation factors has the highest R2, is 0,212. Whereas the relevance of rainfall data and distance factor has the highest  R2, is 0,706. Key Words: rainfall station, WMO standard, Kagan-Rodda, topohraphy factor
RASIONALISASI JARINGAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN – RODDA DENGAN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR TOPOGRAFI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAMPEAN, KABUPATEN BONDOWOSO, JAWA TIMUR Adihaningrum, Anita Andriyani; Dermawan, Very; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.26 KB)

Abstract

DAS Sampean saat ini mempunyai 34 stasiun dengan sebaran yang tidak merata dan kurang efektif dalam pemeliharaan. Oleh karena itu diperlukan kajian rasionalisasi stasiun hujan di DAS Sampean dengan luas 1.244,18 km2. Hasil analisa rasionalisasi stasiun hujan metode Kagan-Rodda berdasarkan data curah hujan rata-rata harian maksimum daerah dari metode Poligon Thiessen, didapatkan jumlah ideal stasiun hujan sesuai standar WMO (World Meteorological Organization) adalah 12 buah stasiun hujan dengan nilai kesalahan perataan (Z1) sebesar 9,1 % dan nilai kesalahan interpolasi (Z3) sebesar 19,4%. Faktor topografi (elevasi, jarak, kemiringan) yang mempunyai hubungan yang paling kuat adalah elevasi dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,517 atau mempunyai pengaruh sebesar 51,7%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti seperti garis lintang, arah angin, suhu, hubungan dengan deretan gunung, dan relief. Sedangkan hubungan antara parameter topografi yang mempunyai hubungan paling kuat adalah elevasi terhadap jarak dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,493 atau mempunyai pengaruh 49,3%. Kata Kunci: rasionalisasi, standar WMO, Kagan-Rodda, faktor topografi Sampean Watershed currently has 34 rain gauges with uneven distribution and less effective in maintenance. Therefore, it is necessary to study rationalization of rain gauges in Sampean Watershed with an area of 1,244.18 km2. Result of rationalization analysis of rain gauges by Kagan - Rodda method based on precipitation data daily average maximum area from Thiessen Polygon method, got the ideal number of rain gauges according to WMO standard is 12 pieces of  rain gauges with the value of relative root mean error (Z1) is  9.1% and the value of interpolation error (Z3) is 19.4%. Topographic factors (elevation, distance, slope) that have the strongest relationship is elevation with the coefficient of determination (R2) of 0.517 or has the effect is 51.7%, the rest is influenced by other factors not examined such like latitude, wind direction, temperature, relationship with rows of mountains, and reliefs. While the relationship between topographic parameters that have the strongest relationship is elevation to the distance with the coefficient of determination (R2) of 0.493 or has the effect is 49.3%. Keywords: rationalization, WMO standard, Kagan-Rodda, topography factors
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) PADA BENDUNGAN LUBUK AMBACANG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU Azmi, Muhammad Nur; Juwono, Pitojo Tri; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.049 KB)

Abstract

ABSTRAK: Memanfaatkan bangunan air menjadi multifungsi merupakan sebuah bentuk pengemangan sumber daya air yang bisa dilakukan. Adanya unit pembangkit listrik (PLTA) pada sebuah Bendungan akan menambah manfaat dari bendungan sendiri. Studi ini diperlukan untuk menganalisa potensi pembangkitan listrik yang dapat mengatasi kekurangan energi listrik di Riau dan Sumatra Barat. Studi ini berlokasi di Bendungan Lubuk Ambacang Kabupaten Kuantan Singingi dengan memanfaatkan tinggi jatuh dan debit pada waduk. Debit yang digunakan dalam studi ini mempertimbangkan 4 kondisi keandalan debit untuk mendapatkan keefisienan desain bangunan PLTA. Hasil studi ini menunjukkan bahwa debit yang layak digunakan yaitu sebesar 200 m3/dt yang dapat membangkitkan energi rerata tahunan sebesar 824.979,71 MWh. PLTA ini dibangun dengan komponen bangunan sipil yang meliputi bangunan pengambilan, pipa pesat, rumah pembangkit, dan tailrace, serta komponen peralatan elektrik seperti turbin francis, dan generator sebesar 50Hz.Kata kunci: PLTA, Energi, Debit, Turbin, ListrikABSTRACT: Utilizing water building become multifunction is a form of water resources development. An electric generating unit (Hydropower) in a dam will give more benefit from a dam own. This study required to analyze the potential of the electric generator that can solve the lack of electrical power in Riau and West Sumatra.The study is located at Lubuk Ambacang Dam in Kuantan Singingi District by using head and discharge of it reservoir. The discharge used in this study was considered with 4 dependeble flow conditions to get effective design of Hydropower. This study indicates that the usable discharge is 200 m3/s which is able to generate the annual energy in the amount of 824.979,71 MWh. This hydropower was built using the components of the civil structure, including intake, penstock, power house, and tailrace, along with the components of electrical tools such as France Turbine and Generator with 50Hz power.Keyword : Hydropower, Energy, Discharg, Turbine, Electric
Studi Perencanaan Sistem Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih dengan Software WaterCAD di Perumahan Green Orchid Residence Kota Malang Rusardi, Olda Fadhilah Aprilia; Prayogo, Tri Budi; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.429 KB)

Abstract

Green Orchid Residence planned 968 houses with considering the futureidevelopment. This studyiaimed to determineithe existing conditions and development conditions at the study site based on the existing hydrauliciconditions. Simulation of water distributioniinetwork are usingiWaterCAD V8iisoftware application. Totalidischarge on the distribution pipe is 527,5 l/s and the available discharge is 72,5 l/s. According to the calculation of total dischargeirequired at the planning and development phase, the average dischargeirequired is 27,1 l/s. The calculation is based on the water needs fluctuation with the discharge changing according to the load factor of each hours. There are two alternative plans, first is according to existing conditions (all pumps are on) and second with changing of working hours of the pump and addition a new pump with centrifugal type. Also there are two alternative for future development, alternative 3 with addition 532 houses and alternative 4 with addition 500 houses. The simulation result showing the hydraulic condition, which 0,1 – 2,5 m/s of velocity, 0,5 – 15,0 m/km of headloss gradient and 0,5 – 8,0 atm of pressure. The cost estimation for the first alternative is Rp 688.494.800,00, the second alternative is Rp 729.885.600,00, the third alternative is Rp 823.588.200,00 and the fourth alternative is Rp 974.403.900,00. Keywords: WaterCAD, water, pipe network, planning, cost estimation
PENGEMBANGAN DAN ANALISA EKONOMI DALAM PENENTUAN HARGA AIR PADA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH SUMBER MATA AIR TAMAN LAKE’ KECAMATAN KOTA SUMENEP Rahmi, Nuri Aisyah; Ismoyo, M.Janu; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.293 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sumber Taman Lake’ merupakan sumber yang dikelolah oleh PDAM Kabupaten Sumenep dengan melayani tujuh desa yaitu Pajagalan, Pabian, Marengan Daya, Marengan Laok, Kertasada, Kalianget Barat dan Kalianget Timur. Debit sumber ini sebesar 90 liter/detik. Pada tahap pengembangan dilakukan penambahan perencanaan jaringan di daerah Kalianget Timur dan perencanaan menara air dengan tinggi 5m dan dimensi tandon ukuran 5m x 5m x 4m untuk mengurangi tekanan dalam pipa. Hasil simulasi menggunakan WaterCAD v8i diperoleh nilai kecepatan 0,1 m/s -0,55 m/s, tekanan 2atm-3atm dan headloss gradient 0,057 m/km -1,347 m/km. Rencana Anggaran pada studi ini sebesar Rp1.800.238.841. Hasil ekonomi diperoleh harga air Break Event Point yaitu Rp.2.510-/m3 dengan payback period 6,02 tahun. Harga air  Benefit Cost Ratio = 1,12 yaitu Rp.2.800-/ m3 dengan payback period 10,29 tahun. Kata Kunci :pengembangan jaringan pipa ,perencanaan jaringan pipa,WaterCAD v8i,analisa ekonomi    
Studi Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Brantas Ruas Kota Malang Dengan Menggunakan Paket Program QUAL2Kw Fajaruddin, Abdul Harist; Solichin, Moch; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1394.46 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sungai Brantas merupakan salah satu sungai utama yang menjadi sumber perairan bagi masyarakat di Jawa Timur. Sungai ini bersumber di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Seiring berjalannya waktu terjadilah alih fungsi lahan dimana lahan pada area tersebut berubah dari area pertanian menjadi area pemukiman. Dari data kualitas air yang ada, dapat dilihat bahwa beberapa parameter kualitas air telah melampaui baku mutu kelas II yang telah ditetapkan. Untuk itulah perlu dilakukan perhitungan beban pencemaran dan daya tampungnya. Untuk menganalisa parameter kualitas air tersebut di sepanjang aliran sungai, maka diperlukan suatu metode kontrol yang secara ekonomis dan teknis dapat dipertanggungjawabkan, salah satu metode tersebut adalah dengan cara model simulasi kualitas air menggunakan paket program QUAL2Kw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, jumlah beban pencemaran, besar daya tampung beban pencemarannya Sungai Brantas ruas Kota Malang dimulai dari Jembatan Pendem hingga Jembatan Bumiayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain; segmentasi; kalibrasi; verifikasi; simulasi; perhitungan beban pencemaran dan daya tampung beban pencemaran. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai beban pencemaran yang paling besar terdapat pada reach kedua untuk semua parameter yaitu 609,846 kg/hari untuk TSS, 152,669 kg/hari untuk BOD, dan 995,976 kg/hari untuk COD. Nilai daya tampung yang paling tinggi untuk semua parameter terletak pada reach kedua sebesar 584,340 kg/hari untuk TSS, 127,164 kg/hari untuk BOD, dan 910,958 kg/hari untuk COD. Kata Kunci: QUAL2Kw, Sungai Brantas, Beban Pencemaran, Daya Tampung Beban Pencemaran. ABSTRACT: Brantas River is one of the main river that the source of waters for people in East Java. This river was begin from Sumber Brantas Village, Bumiaji District, Batu City. Recently, there was a land conversion from the agricultural  area to the settlement areas. From the existing water quality data, it was showed that some parameters of water quality have exceeded the established quality standard class II. Therefore it was need to calculate the pollution load and its capacity. o analyze the water quality parameters along the river flow, it is necessary to have a control method which economically and technically can be accounted for, one such method is by water quality simulation using QUAL2Kw program. This study aims to determine the existing condition, the amount of pollution load, the pollution and load capacity in  Brantas River of Malang City starting from Pendem Bridge to Bumiayu Birdge. The method used in this research; segmentation; calibration; verification; simulation; calculation of pollution load and pollution load capacity. The results obtained from this study are the largest pollution load value found at the second reach for all parameters, is 609,846 kg/day for TSS, 152,669 kg/day for BOD, and 995,976 kg/day for COD. The highest rated capacity for all parameters lies in the secod reach of 584,340 kg/day for TSS, 127,164 kg/day for BOD, and 910,958 kg/day for COD. Keywords : QUAL2Kw, Brantas River, Pollution Load, Pollution Load Capacity
ANALISA NERACA AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI GANDONG KABUPATEN MAGETAN PROVINSI JAWA TIMUR Ilham, Rendy Khoirul; Limantara, Lily Montarcih; marsudi, suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.19 KB)

Abstract

ABSTRAK: Potensi sumberdaya air yang semakin menurun dan eksplorasi sumberdaya air yang sangat tinggi seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat sehingga perlunya dilakukan Analisa Neraca Air di Daerah Aliran Sungai Gandong, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Hasil analisa didapatkan total ketersediaan air permukaan Q93,75% sebesar 35,144 m3/detik, Q75,3% sebesar 48,050 m3/detik, Q50,7% sebesar 59,833 m3/detik, Q26,0% sebesar 78,163 m3/detik  dan total ketersediaan air bawah permukaan sebesar 163,650 m3/detik. Kebutuhan air permukaan sebesar 183,58 m3/detik dengan luas Daerah Irigasi (D.I) sebesar 7.945 ha, kebutuhan air bawah permukaan sebesar 118,990 m3/detik. Neraca air permukaan dengan Microsoft excel menunjukkan D.I Jejeruk dengan kondisi defisit tertinggi sebesar 13,68 m3/det atau hanya 1,23% kebutuhan yang mampu terpenuhi, neraca air permukaan dengan paket program Water Evaluation and Planning (WEAP) menunjukkan D.I Gemblung dengan besar surplus air tertinggi sebesar 0,43  m3/detik atau 100% kebutuhan mampu terpenuhi, neraca air bawah permukaan menunjukkan bahwa surplus air  untuk bulan januari hingga desember, neraca air lahan metode Thornthwaite Mather sebagian besar wilayah DAS Gandong masih defisit lengas tanah terutama pada bulan mei sampai desember.Kata Kunci: Neraca air, irigasi, thornthwaite matter, water evaluation and planning. ABSTRACT: The Potential water resources are declining and the exploration of water resources is very high as the needs of the citizens so that the need for an analysis of Water Balance in the Gandong Watershed, Magetan Regency, East Java Province. The results of this analysis obtained the availability of surface water that comes from discharges, springs, and the wells bore of 35,144 m3/s in dry season, 48,050 m3/s in the low season, 59,833 m3/s in normal season, and 78,163 m3/s in enough season. The availability of subsurface water was 163,650 m3/s. The surface water requirement of Gadong Watershed was 183,580 m3/s with 55 irigation areas and the subsurface water requirement was 118,990 m3/s. The highest water surface deficit in Irrigation Area of Jejeruk was 13,680 m3/s or only 1,23% of the needs were met in December of the dry season and the highest surplus in Irrigation Area of Gemblung was 10,430 m3/s or 100% of the need fulfilled in February in enough season. Water balance with Water Evaluation and Planning Software (WEAP) only Irrigation Area of Becokan, Dung biru, Kresekan, Maden, Menco, Mendi, Modang, Mojosemi, Ngadiloyo, dan Ngunut have 100% coverage demand. Subsurface water balance under surplus condition in January to December. Land water balance under deficit condition in May to December.Keywords: Water balance, irrigation, thornthwaite matter, water evaluation and planning.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI UNTUK PENENTUAN HARGA AIR PADA JARINGAN PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA KERTOSARI KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN Setyono, Hadi Satria; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.209 KB)

Abstract

ABSTRAK  :  Seiring  dengan  semakin  meningkatnya  aktivitas  pembangunan  dan  jumlah penduduk,  mengakibatkan  suplai  air  mengalami  peningkatan  dan  sejalan  dengan  kebutuhan akan  air  bersih  yang  juga  mengalami  peningkatan.  Salah  satu  upaya  untuk  meningkatkan sumber  air  baku  yakni  dibutuhkan  suatu  jaringan  distribusi  air  baku  yang  baik  dan  mampu untuk  melayani  kebutuhan  air  baku  bagi  penduduk  yang  tinggal  di  daerah  yang  rawan  akan kekurangan  air  bersih.  Untuk  membantu  proses  distribusi  air  baku  tersebut  dibutuhkan perhitungan  analisis  ekonomi   air  bersih  yang  tepat  guna  mengetahui  harga  air  yang  sesuai. Analisis  yang  digunakan  yaitu  perhitungan  Net  Benefit,  BCR  (Benefit  Cost  Ratio),  IRR(Internal  Rate  of  Return),  Analisa  Sensitivitas  dan  PBP  (Payback  Periode).  Analisis  ini bertujuan  untuk  mengetahui  nilai  biaya  konstruksi,  biaya  operasional,  manfaat  dan  harga  air minimum  yang layak secara ekonomi.  Adapun analisis ini menunjukan  bahwa hasil nilai harga air  minimum  Desa  Kertosari  sebesar  Rp  1987/m³  sampai  Rp  3263/m³.  Dengan  biaya  total sebesar  Rp  1.502.551.662  dan manfaat yang didapat yaitu sebesar Rp  584.518.635 per tahun. Nilai  harga  air  tersebut  termasuk  dalam  klasifikasi  harga  air  yang  masih  sanggup  dibelimasyarakat setempat.  Dari hasil  analisis  tersebut dapat  dilakukan usaha-usaha pengembanganyang berguna untuk menambah dan memperbaiki fungsi dari jaringan distribusi air bersih  Desa Kertosari.Kata Kunci : Desa Kertosari, Manfaat, Harga Air, Biaya Total KonstruksiABSTRACT :  Water supply has increasing in line with the needing for clean water  along with the increasing activity of development and population . One of the  methods  to  improving  the water source is good management in water distribution which able to  serve the needs of water for the people living in areas prone to lack of clean  water. In proccess to do good management water distribution needed proper calculation of economic analysis to determine price of water.Parameter for calculation of economic analysis  using  BCR  (Benefit Cost Ratio),  Net Benefit,IRR  (Internal Rate of Return),  Sensitivity Analysis, and  PBP  Payback Periode.  This analysis aims to determine the value of construction costs, operating costs, benefits and minimum water prices. The analysis shows  that the results of    water prices  is  Rp  1987/m³  until Rp 3263/m3. With  a  total  cost  of  Rp  1.502.551.662  and  total  benefits  which  amounted  to  Rp 584.518.635/year.  The  water  pricing  value  are  still  buyable  within  local  people.  From  the results  of  the  analysis  can  be  carried  out  to  further  developing  the  function  of  the  water distribution network in Kertosari  village.Keywords : Kertosari Village, Benefits, Water Price , Total Construction Costs
ANALISIS PENGARUH TATA GUNA LAHAN TERHADAP EROSI, LIMPASAN DAN SEDIMENTASI DI DAS COMAL KABUPATEN PEMALANG MENGGUNAKAN ARCSWAT Pramesi, Gading Komala; Andawayanti, Ussy; Putra, Sebrian Mirdeklis Beselly
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.957 KB)

Abstract

ABSTRAKBencana yang sering terjadi di DAS Comal adalah banjir dan tanah longsor, untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi pada DAS Comal diperlukan perencanaan pengelolaan dan usaha konservasi DAS yang sesuai untuk DAS Comal. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya lompasan, erosi, dan sedimentasi dengan melakukan simulasi model ArcSWAT akibat pengaruh tata guna lahan dan menentukan skenario tata guna lahan yang optimal untuk DAS Comal. Untuk mengetahui besarnya limpasan, erosi dan sedimentasi yang diakibatkan oleh perubahan tata guna lahan adalah dengan menggunakan program ArcSWAT melalui 4 proses yaitu delineasi DAS, pembentukan Hydrological Response Unit (HRU), pembuatan database dan simulasi model, serta proses visualisasi model. Hasil penelitian menunjukan besarnya limpasan rata-rata 147,173 mm/tahun, erosi rata-rata 88,617 ton/ha/tahun dan sedimentasi rata-rata 9,380 ton/ha/th. Hasil ini menunjukan DAS Comal termasuk dalam DAS yang tingkat kekritisan lahannya kritis dengan kriteria 1,255 % sangat kritis, 46,591 % kritis, 16,140 semi kritis dan 36,014 potensial kritis. Dari peta tataguna lahan rekomendasi yang sudah dibuat, dengan mengubah tataguna lahan pertanian menjadi hutan (sesuai dengan fungsi kawasan DAS Comal). Hasil dari skenario pembuatan tataguna lahan rekomendasi menunjukan penurunan terhadap laju limpasan sebesar 11,847 %, erosi sebesar 31,570 % dan sedimentasi sebesar 29,394 %.Kata kunci : Perubahan tata guna lahan, ArcSWAT, Daerah Aliran Sungai, Limpasan, Erosi, SedimentasiABSTRACT The commo nt disasters in Comal Watershed are floods and landslides, to solve the problems it is to look appropriate watershed management and conservation management plant. This study aims to calculate the magnitude of run-off, erosion, and sedimentation by utilizing ArcSWAT model. ArcSWAT program through 4 processes: watershed delineation, Hydrological Response Unit (HRU), database and model simulation, and model visualization process. The results showed an average runoff rate of 147.173 mm / year, average erosion of 88.617 ton / ha / year and sedimentation averaged 9.380 ton / ha / year. This result shows that this watershed is in criticial land, with parameter very critical 1.255% , 46.591% critical, 16,140 semi critical and 36.014 critical potentials. That have been made by switch landuse of agricultural into forest (suitable with the function of the Comal Watershed area). The results show a decrease in runoff 11.847%, erosion 31.570% and sedimentation 29.394%. Keywords: Land use changes, ArcSWAT, Watershed, Run off, Erosion, Sediment,and Runoff