cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 88 Documents clear
Evaluasi Pasca Huni Aspek Fungsional pada Zona Pelayanan Puskesmas Kota Pasuruan Siti Komaria; Rinawati Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas kesehatan menjadi bagian penting di kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah puskesmas. Aspek fungsional bangunan puskesmas saat ini masih dikeluhkan oleh pengguna bangunan, sehingga diperlukan evaluasi pasca huni, terutama di zona pelayanan sebagai fungsi utama. Penelitian ini menggunakan metode deskripsif kualitatif, dan pengumpulan data melalui observasi pada 3 puskesmas terpilih, kemudian data yang dihasilkan dibandingkan dengan standar. Hasil dari penelitian ini yaitu pada unit amatan zonasi, sebagian besar sudah memenuhi standar. Untuk fungsi ruang, ketidaksesuaian fungsi ditemukan pada koridor. Untuk hubungan ruang, ditemukan ketidaksesuaian tata letak pada beberapa ruang. Pada unit amatan sirkulasi, ditemukan lebih banyak ketidaksesuaian pada sirkulasi efektif di jalur sirkulasi. Pada unit amatan aksesibilitas, kefungsian main dan side entrance sebagian besar sudah sesuai, sedangkan untuk aksesibilitas antar ruang, lebar pintu rata-rata sudah sesuai, namun arah bukaan pintu rata-rata belum benar. Untuk mencapai aspek fungsional pada zona pelayanan puskesmas yang lebih baik, maka perlu adanya perbaikan pada zona pelayanan sesuai dengan hasil penelitian ini.
Pola Ruang Aktivitas pada Koridor Jalan Dr. Sutomo Jombang Akibat Peralihan Fungsi Ruang saat Pandemi COVID-19 Woro Nimas Sekar Ayu Intan Kartikasari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2019 Pandemi COVID-19 datang dan mengakibatkan berhentinyaaktivitas yang terjadi di ruang public, pandemi yang terjadi lebih dari 2 tahunlamanya menyebabkan kebutuhan psikologis manusia beraktivitas di luar rumahsemakin meningkat. Hal ini mendorong pemerintah Kota Jombang untukmenciptakan Ruang Publik baru dengan memanfaatkan koridor jalan kota di Jalan Dr.Sutomo menjadi Kuliner Jombang. Selain menjawab kebutuhan lama juga akanmenimbulkan permasalahan baru lainnya. Salah satunya adalah PKL bisa keluar dariruang publik baru tersebut bila pengunjung tidak tertarik masuk ke dalam KulinerJombang. Oleh karena itu di perlukan kajian terakait ruang aktivitas yang terbentukdi dalam koridor jalan Dr. Sutomo, agar dapat diketahui apa saja faktor yangmembentuk aktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganmelakukan observasi pemetaan behavior dalam beberapa kurun waktu yang telahditentukan. Hasil dari penelitian ini menunjukan pola ruang aktivitas berupa radialdan linier secara mikro pada masing-masing segmen yang dipengaruhi oleh elemenfisik berupa alas duduk, kursi plastik, meja, gerobak dagangan PKL dan lamanyamemasak. Sedangkan secara makro pola pesebaran PKL sepanjang koridor tertataberbentuk linier, namun bila dilihat dari intensitas tinggi aktivitasnya polapersebaran secara makronya adalah radial dengan focus agglomeration berupa salingberdekatannya penempatan PKL dengan dagangan yang sejenis.
Identifikasi Karakteristik Sistem Spasial dan Sirkulasi Pasar Modern Bintaro Melalui Analisis Tipologi Fatin Nafisah; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sistem spasial dan sirkulasi pada pasar modern di kawasan Bintaro melalui analisis tipologi. Saat ini, fasilitas modern menjadi tuntutan dan konsekuensi perkembangan gaya hidup masyarakat. Pasar modern mempertahankan esensi pasar tradisional namun mewadahinya dengan bangunan permanen sehingga terjamin kebersihan dan ketertibannya. Kebutuhan masyarakat atau konsumen ditransformasikan dalam kebutuhan fungsional. Konsep perubahan fungsi mewujudkan tipologi dalam bentuk lain, adanya kebutuhan dan tuntutan fungsi tambahan menghasilkan bentuk dan wujud baru bangunan (Santoso, 2013).  Saat penekanan aspek fungsi ini dikaji secara arsitektur, tentunya menjelaskan mengenai ruang yang saling dihubungkan oleh sirkulasi. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan observasi untuk mengidentifikasi karakter sistem spasial dan sirkulasi. Temuan fenomena yang terjadi dikelompokkan berdasarkan kategori dan sub kategori. Aspek spasial dirumuskan pada poin zonasi, jenis, organisasi, hubungan ruang, bentuk massa, hubungan arsitektur- struktur, letak kolom, dan bentuk atap. Sedangkan pada aspek sirkulasi, objek studi tersusun dari pencapaian, pintu masuk, konfigurasi, hubungan jalur- ruang, dan bentuk sirkulasinya.
BENTUK SAMBUNGAN STRUKTUR PADA KONSTRUKSI RUMAH ADAT BAILEO DI KECAMATAN SAPARUA KABUPATEN MALUKU TENGAH Marlen Dolorosa Heatubun
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Baileo yang tersebar di provinsi Maluku memiliki 2 (dua) jenis sistem konstruksi tradisional yaitu konstruksi panggung dan tidak berpanggung. Selain berfungsi sebagai tempat dilaksanakannya upacara adat, Rumah Baileo juga berguna sebagai sarana musyawarah masyarakat desa. Konstruksi Rumah Baileo menggunakan dominasi material kayu dengan teknik pengerjaan konstruksi secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis bentuk sambungan yang timbul sebagai jawaban atas permasalahan teknis penggunaan material kayu dengan teknik pengerjaan manual. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mengola data lapangan yang didapat kemudian dianalisis berdasarkan tiap elemen konstruksi yang terbagi atas struktur bawah (pondasi, balok lantai, lantai, kolom dan dinding) dan struktur atas (kuda-kuda atap dan penutup atap). Sementara untuk bentuk sambungan struktur dapat diidentifikasi pada tiap pertemuan elemen konstruksi seperti halnya pada kolom dan balok serta rangka kuda-kuda dan penutup atap. Lokasi penelitian terbagi di 4 (empat) tempat berbeda yaitu Kota Saparua, Desa Haria, Desa Paperu dan Desa Tiouw yang termasuk didalam wilayah Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
Penilaian Kualitas Visual Fasade Kedai Kopi Di Kawasan Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan Berdasarkan Preferensi Masyarakat Divva Putri Ashara; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjamurnya kedai kopi di Indonesia sejalan dengan ketatnya persaingan di antara pebisnis kedai kopi khususnya di kota-kota besar. Tangerang Selatan menjadi salah satu wilayah di JABODETABEK yang mengalami perkembangan dan fenomena menjamurnya kedai kopi, Bintaro Sektor 9, merupakan Kawasan di Tangerang Selatan yang memiliki potensi paling besar dalam perkembangan industri kedai kopi di wilayah Tangerang Selatan. Hal tersebut sejalan dengan munculnya fenomena ragam fasad kedai kopi yang menciptakan citra kawasan yang beragam pada kawasan Bintaro Sektor 9. Preferensi masyarakat dalam menilai kualitas visual suatu fasad bangunan menjadi salah satu nilai penting dalam faktor meningkatkan daya tarik fasad bangunan mengingat masyarakat merupakan target utama sebuah kedai kopi untuk menghasilkan profit. Penelitian ini melakukan penilaian kualitas visual fasad kedai kopi dengan data yang diperoleh melalui metode kuantitatif dan preferensi masyarakat yang didapat dari pembagian kuesioner kepada masyarakat. Dengan menilai kualitas visual keseluruhan fasad bangunan beserta elemen elemen arsitektural pembentuk fasad bangunan kedai kopi tersebut, yang pada hasil pengkajian penilaiannya dapat menjadi rekomendasi atau saran untuk perancangan kedai kopi kedepannya berdasarkan preferensi masyarakat. Kata Kunci: Kedai Kopi, Kualitas Visual, Fasad, Preferensi Masyarakat
Sistem Sirkulasi Sebagai Sarana Evakuasi Kebakaran Pasar Tradisional Lawang, Malang Safarena Zalzabila Nimas Asmara; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kebutuhan bangunan pasar tradisional yang tidak diimbangi dengan manajemen yang baik mempengaruhi proses perencanaan maupun pelaksanaan yang menyampingkan kesiapan insfrastruktur maupun sarana proteksi dan penyelamatan. Hal tersebut dapat memicu kerusakan maupun bencana seperti kebakaran, salah satunya yaitu Pasar Lawang yang pernah mengalami kebakaran pada April 2019. Pasar Lawang tergolong klasifikasi kebakaran kelas A dengan tipe konstruksi C yang memiliki tingkat kebakaran tinggi dan terdapat bahan mudah terbakar seperti kain dan kayu. Metode penelitian menggunakan simulasi yang membandingkan waktu yang tersedia untuk evakuasi (ASET) dengan waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi (RSET). Pada simulasi kondisi eksisting bangunan, waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi (RSET) melebihi waktu yang tersedia untuk evakuasi (ASET) sehingga dilakukan simulasi kembali dengan penambahan rekomendasi sarana sirkulasi yaitu lebar koridor dan arah keluar tangga serta prasarana sirkulasi yaitu sistem alarm dan signage.
Evaluasi Pasca Huni Ruang Dalam Pasar Terpadu Dinoyo Kota Malang Ditinjau dari Aspek Fungsional
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar merupakan tempat terjadinya kegiatan perdagangan yang tidak bisa terlepas dari kegiatan sehari-hari manusia. Namun kini pasar tradisional semakin tergeser eksistensinya dikarenakan pertumbuhan pasar modern yang begitu pesat. Seiring perkembangan ekonomi, pemerintah secara bertahap melakukan usaha perbaikan fisik maupun pengelolaan pasar tradisional dalam Program Revitalisasi Pasar, namun tak jarang pasca revitalisasi, pasar menjadi semakin sepi atau berujung pada kegagalan. Pasar Terpadu Dinoyo merupakan salah satu pasar yang terbangun dari program revitalisasi di Kota Malang yang masih mengalami berbagai permasalahan desain ruang dalam yang berkaitan erat dengan integrasi tata ruang bangunan khususnya zonasi, sirkulasi, sistem penanda serta aksesibilitas dalam pasar. Untuk menghindari ketidaksesuaian pemanfaatan fungsi ruang pada pasar, peneliti akan melakukan evaluasi dengan pendekatan Evaluasi Pasca Huni level indikatif ditinjau pada aspek fungsional, dengan analisis secara deskriptif kualitatif, dimana akan membandingkan kondisi eksisting terhadap teori EPH oleh Preiser (2015), SNI 8152;202, dan peraturan berlaku lainnya. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, performance issues, dan evaluasi data sekunder. Hasil penelitian ini mengindikasi adanya kekurangan terkait aspek fungsional bangunan pasar yang berkaitan dengan elemen zonasi, sirkulasi, sistem penanda, serta aksesibilitas dalam ruang. Secara keseluruhan hasil penelitian ini menjabarkan adanya ketidaksesuaian pada kinerja bangunan pasar terkait aspek fungsional yang perlu ditingkatkan kembali pasca revitalisasi.
Karakteristik Rancangan Fasad Bangunan Kafe Urban di Kota Probolinggo secara Tipologis Mariyatul Qibtiyah; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter pembentuk fasad yang berkembang terhadap lingkungan dapat mempertahankan identitas kawasan. Maka dari itu kafe yang kian menjamur pada masa kini tidak hanya memperhatikan aspek interiornya saja melainkan juga pada tampilan fasadnya. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui identitas elemen arsitektur yang membentuk karakteristik rancangan fasad kafe-kafe urban di Kota Probolinggo secara tipologis. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan. karakter visual bangunan.berdasarkan elemen pembentuk fasad dengan sub-kategori: bentuk atap beserta warna dan materialnya; warna dan finishing pada dinding; Bentuk, jenis material, warna, dan jumlah daun pada pintu; serta bentuk, warna, dan jenis material pada jendela.
Penilaian Kualitas Visual Elemen Fasad Bangunan Café di Kota Malang dengan Gaya Kubisme Berdasarkan Persepsi Masyarakat prasasti putri millenia; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jumlah penduduk di Kota Malang yang pesat menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan dalam bidang kuliner khususnya café. Berkembangnya café di Kota Malang didorong dengan adanya perubahan perilaku konsumen khususnya anak muda dalam memandang fungsi café, bukan hanya sebagai tempat makan dan minum tetapi juga sebagai tempat untuk bersosialisasi sehingga munculnya gaya hidup baru dalam mengonsumsi kopi. Selain itu, semakin banyak café membuat persaingan semakin ketat sehingga pemilik café harus memikirkan cara untuk menarik pengunjung dengan memberikan visual fasad yang menarik dan bisa dijadikan sebagai ciri khas bangunan. Persepsi masyarakat dalam menilai kualitas fasad merupakan nilai yang penting untuk meningkatkan daya tarik terhadap bangunan. Desain modern minimalis sudah mulai bekembang pada pertengahan abad-XX dengan penggunaan material konstruksi beton dan baja. Kemudian munculnya material beton bertulang pada tahun 1900-an yang dapat mempercepat perkembangan Arsitektur Modern dengan konsep fungsionalisme yang menjadi dasar pendorong lahirnya Arsitektur Kubisme. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif-kuantitatif dan pengambilan data menggunakan media kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas visual elemen fasad café di Kota Malang dengan gaya Kubisme berdasarkan persepsi masyarakat. Kualitas visual elemen fasad café dengan gaya kubisme pada objek penelitian memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 51.6% berdasarkan persepsimasyarakat.
Pengaruh Secondary Skin terhadap Temperatur Udara pada Ruang Shalat Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya Hanifa Trinanda Natasha; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya adalah salah satu bangunan yang menerapkan desain pasif berupa secondary skin pada selubung bangunannya. Secondary skin merupakan salah satu upaya desain pasif pada selubung bangunan untuk membantu mengurangi panas matahari pada ruangan yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan termal pada ruangan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kondisi temperatur udara pada ruang shalat Masjid Al Hadiid dengan melakukan pengukuran lapangan dan mengkaji pengaruh secondary skin terhadap temperatur udara pada ruang shalat Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya melalui observasi dan analisis hasil pengukuran lapangan dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan memaparkan kondisi Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya berdasarkan hasil pengukuran lapangan serta metode evaluatif yang digunakan untuk mengevaluasi pengaruh secondary skin terhadap hasil pengukuran temperatur udara di lapangan dari Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya. Dari hasil analisis didapat bahwa penerapan tanaman pada secondary skin berdampak signifikan pada penurunan temperatur udara pada ruangan dengan rata-rata selisih temperatur udara sebesar 2.31°C pada lantai 1 dan 1.96°C pada lantai 2.