cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 88 Documents clear
BENTUK SAMBUNGAN STRUKTUR PADA KONSTRUKSI RUMAH ADAT BAILEO DI KECAMATAN SAPARUA KABUPATEN MALUKU TENGAH Marlen Dolorosa Heatubun; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rumah Baileo yang tersebar di provinsi Maluku memiliki 2 (dua) jenis sistem konstruksi tradisional yaitu konstruksi panggung dan tidak berpanggung. Selain berfungsi sebagai tempat dilaksanakannya upacara adat, Rumah Baileo juga berguna sebagai sarana musyawarah masyarakat desa. Konstruksi Rumah Baileo menggunakan dominasi material kayu dengan teknik pengerjaan konstruksi secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis bentuk sambungan yang timbul sebagai jawaban atas permasalahan teknis penggunaan material kayu dengan teknik pengerjaan manual. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mengola data lapangan yang didapat kemudian dianalisis berdasarkan tiap elemen konstruksi yang terbagi atas struktur bawah (pondasi, balok lantai, lantai, kolom dan dinding) dan struktur atas (kuda-kuda atap dan penutup atap). Sementara untuk bentuk sambungan struktur dapat diidentifikasi pada tiap pertemuan elemen konstruksi seperti halnya pada kolom dan balok serta rangka kuda-kuda dan penutup atap. Lokasi penelitian terbagi di 4 (empat) tempat berbeda yaitu Kota Saparua, Desa Haria, Desa Paperu dan Desa Tiouw yang termasuk didalam wilayah Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.ABSTRACT Baileo houses spread across Maluku province have 2 (two) types of traditional construction systems: stage construction and no stage construction. Besides functioning as a place for holding traditional ceremonies, Baileo House is also useful as a means of deliberation for the village community. Baileo House construction uses the dominance of wood materials with manual construction techniques. The purpose of this research was to identify the types of connection forms that arise as an answer to technical problems using wood materials with manual processing techniques. The Descriptive analysis method is used to manage field data obtained and then analyzed based on each construction element which separates into the lower structure (foundations, floor beams, floors, columns, and walls) and the upper structure (roof truss and roof covering). Meanwhile, structural connections can be identified at every meeting of the construction elements like the columns and beams and the truss and roof coverings. The research location is separated into 4 (four) different places, namely Saparua City, Haria Village, Paperu Village, and Tiouw Village which are included in the Saparua District, Central Maluku Regency, Maluku.
Penilaian Kualitas Elemen Visual Pembentuk Ruang Alun-alun Bondowoso berdasarkan Persepsi Masyarakat Bondowoso Safira Nurfadilla; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra visual kota yang baik tercipta dari adanya elemen visual kota yang baik dan menarik. Kabupaten Bondowoso memandang Alun-alun Bondowoso sebagai ikon Kabupaten Bondowoso. Adanya elemen kesejarahan seperti Monumen Gerbong Maut yang sudah ada dari zaman dahulu pada area Alun-alun Bondowoso juga menjadikan alun-alun sebagai spot penting yang dapat menunjukkan citra visual kotanya melalui objek-objek tersebut. Adanya Alun-alun Bondowoso yang berada di pusat kota yang strategis dan sebagai pembentuk awal dari citra visual kawasan Bondowoso, Alun-alun Bondowoso tersebut menjadi elemen yang berkontribusi pada citra visual kota Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap citra visual kota pada area Alun-alun Bondowoso yang dinilai melalui tujuh spot elemen visual yang terdiri dari Monumen Gerbong Maut, paseban, dua area duduk, batu prasasti, papan nama, dan sculpture. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang berdasarkan persepsi masyarakat dengan menggunakan bantuan analisis statistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Monumen Gerbong Maut merupakan spot yang memiliki kualitas elemen visual paling tinggi sekaligus mampu mewakili citra visual Alun-alun Bondowoso. Elemen visual pada Alun-alun Bondowoso memiliki kontribusi terhadap persepsi masyarakat sebesar 42,7% pada kualitas elemen visual dan 44,6% pada kemampuan elemen visual mewakili citra visual Alun-alun Bondowoso berdasarkan persepsi masyarakat.
Kajian Sign System sebagai Elemen Pendukung Wayfinding pada Rumah Sakit Universitas Brawijaya Cut Zata Zakirah; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Signage merupakan sistem tanda grafis yang dibutuhkan masyarakat dalam mencari informasi terkait lokasi dan informasi yang berkaitan dam juga merupakan elemen pendukung dari wayfinding. Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas umum yang dangat dibutuhkan dan cukup sering dikunjungi, memiliki tingkat tata ruang yang cukup kompleks. Maka dari itu, dibutuhkan desain wayfinding yang baik agar para pengunjung tidak kesulitan mencari sebuah lokasi ruangan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan kesesuaian desain sign system pada area pintu masuk utama Gedung C dan area poliklinik RSUB berupa aspek visibility dan legibility meliputi tinggi signage, posisi/peletakan signage, konsistensi istilah, ukuran teks, dan kontras warna pada signage. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Setelah penentuan unit amatan yang ditinjau dari rumusan masalah, dilakukannya analisis dengan membandingkan data hasil dari observasi dengan pustaka terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar sign system pada area pintu masuk dan poliklinik sudah baik dan sesuai dengan pustaka acuan. Setelah dilakukan analisis, dapat disimpulkan bahwa elemen yang kurang sesuai dengan standar dari pustaka acuan adalah posisi dan peletakkan signage dan konsistensi istilah.
Identifikasi Penerapan Fleksibilitas Ruang pada Jakarta Creative Hub terhadap Ragam Aktivitas Ruang Tasya Salsabila Kusumawati; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creative Hub atau Ruang Kreatif didefinisikan sebagai tempat dengan bentuk fisik maupun virtual dimana orang-orang kreatif berhimpun dan saling mendukung. Jakarta Creative Hub merupakan Creative Hub inisiasi pemerintah pertama di Indonesia yang telah lebih dulu berdiri dan menaungi 16 sub-sektor Industri Kreatif. Sebagai wadah kolaborasi yang menaungi 16 sub-sektor ekonomi kreatif, pemanfaatan ruang-ruang pada Creative Hub dituntut dapat menampung beragam jenis aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan fleksibilitas ruang pada Jakarta Creative Hub terhadap ragam aktivitas ruang yang dilakukan pada delapan ruang berdasarkan lima aspek fleksibilitas ruang yang terdiri dari kelancaran aliran (fluidity), serbaguna (versatility), dapat diubah (convertibility), penyesuaian skala (scaleability), dan kemampuan modifikasi (modifiability). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan interpretasi analisis Skala Guttman. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan, Jakarta Creative Hub menerapkan lima aspek fleksibilitas tersebut. Kata kunci: Creative Hub, industri kreatif, fleksibilita
Pengaruh Penggunaan Kontainer Bekas Sebagai Selubung Bagunan Terhadap Lingkungan Termal Taman Baca Amin Batu Muhammad Hanif Aqila; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan arsitektural yang kini kerap dihadapi di masa kini diantaranya adalah kelangkaan dan mahalnya harga material bangunan, Solusi dari permasalahan tersebut adalah menggunakan material alternatif seperti kontainer bekas sebagai selubung bangunan, seperti halnya pada Taman Baca Amin (TBA), Kota  Batu. Kekurangan dari kontainer adalah material dasarnya merupakan baja konduktor. Oleh karena itu, permasalahan yang timbul adalah ruang indoor di TBA terasa panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan termal TBA dan memberikan rekomendasi desain yang sesuai untuk menurunkan temperatur dalam bangunan. Data yang diukur dari TBA adalah adalah temperatur, temperatur radian, dan kelembaban yang divalidasi dengan Ecotect Analysis 2011. Hasil pengukuran dinyatakan valid dengan relative error tertinggi 8.01%. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa kondisi lingkungan termal TBA tidak nyaman menurut SNI. Hal ini dikarenakan material selubung di TBA kurang efisien menurunkan panas serta insulasi kontainer eksisting hanya menggunakan glasswool 25mm yang telah rontok sering dengan waktu. Oleh karena itu perlu diberikan rekomendasi desain yang mampu menurunkan u-value. Dengan menggunakan rekomendasi desain pendinginan pasif, yaitu mengganti insulasi eksisting dengan rockwool dan ccSPF 100mm, menambahakan air gap 75mm, mengganti lantai baja dengan dak beton dan menyesuaikan beberapa material pada selubung bangunan. Hasilnya, u-value dinding dapat diturunkan sebesar 72%, lantai 90%, atap 71%, dan u-value  jendela diturunkan hingga 50%
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK GAYA ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA KARYA RANCANG MASJID DI BANDUNG Fresha Destyananta Putra; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bandung merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Barat. Bandung dikenal dengan julukan Paris Van Java karena sektor pariwisata dan pembangunannya. Disisi lain perkembangan pembangunan di kota Bandung juga dapat kita lihat dengan berkembangnya masjid di kota Bandung yang sangat pesat, misalnya Masjid Agung Bandung, Masjid Salman ITB, Masjid Cipaganti, Masjid Al-Irsyad, Masjid Al-Mutazzam, Masjid Al-Safar dan Masjid Agung Kabupaten Bandung Barat. Dari uraian tersebut dapat diambil sebuah makna dari karakteristik arsitektur kontemporer adalah; suatu metode atau konsep untuk mengidentifikasi sebuah objek bangunan atas dasar kesepakatan terciptanya kesamaan bahasa terhadap gestur (body language) bangunan berdasarkan 3 aspek karakteristik arsitektur kontemporer. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, terdapat beberapa identifikasi masalah yang ditemukan untuk menjadi acuan dalam penelitian ini, diantaranya: Kehadiran desain pada bangunan Masjid, kesederhanaan bentuk atau keberanian bentuk pada bagian fasad dan ruang dalamnya, keanekaragaman bentuk baik secara tampilan maupun ruang dalamnya, dan Masjid Kontemporer di Bandung memiliki tampilan yang unik dan atraktif namun tidak menghilangkan fungsi dari bangunan Masjid itu sendiri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Masjid Al-Irsyad memiliki 83% memenuhi karakteristik arsitektur kontemporer, Masjid Al-Mutazzam memiliki 75% memenuhi karakteristik arsitektur kontemporer, dan Masjid Al-Safar memiliki 58% memenuhi karakteristik arsitektur kontemporer. Kata kunci: bandung, masjid, kontemporer, arsitektur
Optimasi Desain Bukaan Shelter Terminal Arjosari Untuk Meningkatkan Kenyamanan Termal Ikhlas Edix Kahrual; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren kenaikan suhu bumi dalam beberapa tahun terakhir sangat memberi dampak pada iklim dunia. Indonesia sebagai negara yang terletak dibawah katulistiwa tentunya sangat merasakan fenomena tersebut. Tercatat dalam hasil observasi BMKG bahwa terjadi kenaikan suhu sebesar 0,9oC dalam 30 tahun. Masalah ini tentunya juga berpengaruh terhadap semua individu termasuk manusia. Manusia memiliki sebuah kriteria terkait kondisi termal yang membuatnya dapat merasakan kenyamanan termal. Kenyamanan termal dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui optimasi desain bukaan bangunan. Desain yang kurang cermat mengakibatkan kurangnya efektifitas sebuah bukaan bangunan. Terminal Arjosari merupakan sebuah objek studi yang menarik penulis untuk melakukan penelitian berdasarkan desain bukaannya. Studi dilakukan dengan menganalisis data kuantitatif untuk mendapatkan kondisi termal eksisting, kemudian melakukan simulasi berdasarkan variabel bentuk bukaan dan kondisi termal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis bukaan dan komposisi shading device dapat meningkatkan kenyamanan termal di dalam bangunan.
Evaluasi Proses Pemindahan Bangunan Vernakular Jawa pada Pawon Garden di Parung Kabupaten Bogor Anassya Calistha Dewani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pawon Garden is a complex of Javanese vernacular buildings whose dominant buildings are Javanese vernacular buildings that were moved from their original place to a plot of land in Parung District, Bogor. This study aims to determine the process of moving Javanese vernacular buildings that occur in Pawon Garden Parung in a narrative way. The research was conducted with a qualitative descriptive approach. The results showed that the translocation process of Javanese vernacular buildings, starting from technical specifications, elements, and materials, was discussed in 3 stages: the disassembly process; transfer process; and the reconstruction process. There are several changes to the building that occurred as a form of adjustment of the building to its new environment and functions. The changes made, reduce the level of authenticity of the building, however, most of the elements and structures in the translocated Javanese vernacular buildings are still the original components of the building that was built.
MORFOLOGI SPASIAL KAWASAN PABRIK GULA MERITJAN KEDIRI Almira Nabila Ardi; sigmawan tri pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kediri merupakan wilayah daratan subur yang cocok untuk pengembangan tanaman tebu. Pada masa Hindia Belanda, berdiri beberapa pabrik gula yang salah satunya merupakan Pabrik Gula Meritjan. Pabrik gula dengan status A ini memiliki pengaruh yang cukup besar pada lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitarnya. Pabrik ini memiliki kawasan yang memiliki potensi untuk berkembang, akan tetapi perkembangan kawasan yang bersifat organis membuat akses ke pabrik tidak efisien. Perubahan fungsi bangunan turut mengubah karakter kawasan membuat perkembangan kawasan kurang berpotensi dengan baik. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis morfologi kawasan pabrik gula Meritjan, terutama yang berkaitan dengan tata guna lahan, tata letak massa bangunan, tata kavling, dan tata sirkulasi sebagai variabel penelitian yang mengacu pada elemen morfologi spasial. Metode Penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif, dan melakukan pengumpulan sumber, kritik sumber, untuk menguji kebenaran informasi, yang kemudian menginterpretasi dengan mencari makna dari fakta-fakta yang telah diperoleh dan Historiografi yang berupa penulisan sejarah. Hasil penelitian ini adalah setiap variabel dari morfologi spasial sangat berpengaruh terhadap proses perubahan pada kawasan PG Meritjan. Kawasan dari PG Meritjan ini juga tidak melupakan aktivitas kawasan dan masyarakat sekitar sehingga membentuk sebuah kawasan dengan sistem organic pattern.
Kajian Kemudahan Penyandang Disabilitas pada Fasilitas Masjid di Kota Malang Ayudiah Annisa Haryani; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hakikatnya setiap manusia, termasuk penyandang disabilitas memiliki hak atas kesetaraan. Salah satu bentuk kesetaraan yang menjadi hak penyandang disabilitas adalah kemudahan atau aksesibilitas. Sarana dan fasilitas berperan penting dalam desain teknis dan mejadi syarat dalam pelaksanaan kemudahan bangunan gedung terlebih bangunan umum seperti masjid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesesuaian kemudahan bagi penyandang disabilitas tunadaksa pada fasilitas masjid di Kota Malang. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan pada penerapan di lapangan terhadap Prinsip Desain Universal serta standar pedoman pada PERMEN PU No.14/PRT/M/2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diambil dari observasi kemudian dilakukan komparasi dengan standar dan dianalisis bersama untuk mengetahui tingkat kesesuaian aksesibilitas fasilitas masjid mulai dari tempat parkir, jalur pedestrian, ruang wudhu, hingga ruang ibadah. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa ketiga masjid yang ada di Kota Malang memiliki tingkat kesesuaian aksesibilitas fasilitas yang sama, yaitu cukup sesuai yang berarti belum sepenuhnya memenuhi standar. Selain itu, pada penerapan Prinsip Desain Universal juga belum terpenuhi dengan baik khususnya pada Kemudahan Akses Informasi.