cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 22 Documents clear
Perancangan Pusat Informasi Adat dan Budaya Sabu-Raijua : Transformasi Kampung Adat Lommi Dida Kini; Chairil Budiarto Amiuza; Galih Widjil Pangersa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap daerah dan suku yang berdia, di Indonesia memiliki kearifam local yang berbeda-beda. Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu kepulauan yang kayak suku dan budaya. Salah satu Suku besar di Pulau ini adalah Suku Sabu. Suku Sabu memiliki keunikan dari segi kultur dan budaya. Hal ini tidak hanya tercermin dalam seni namun telah menjadi cara hidup. Masyarakat Sabu memiliki pola permukiman dan cara hidup yang khas. Mereka adalah para pelaut ulung sehingga diimplementasikan dalam caranya bermukim dan membangun permukiman atau kampung Adat. Pulau Sabu –Raijua juga telah menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara.Selain itu banyak masyarakat Sabu yang telah keluar dan merantau di tanah lain sehingga seringkali mereka tidak mendapatkan informasi tentang adat dan budaya Sabu. Dengan banyaknya wisatawan baik dari dalam dan luar negeri yang datang dan menurunnya kesadaran memiliki dan bangga akan budaya sendiri maka diperlukanlah perencanaan Pusat Informasi Adat dan Budaya masyarakat Sabu-Raijua.Perencaan Pusat Informasi Adat dan Budaya beridentitas kearifan local sehingga digunakan metode transformasi. Perancangan ini mentrasformasi penataan, bentukan fisik dan tampilang dari Kampung Adat yang biasa disebut “Rae Kowa” atau Kampung Perahu.Keywords: pusat informasi adat, transformasi, arsitektur sabu
Konsep Desain Bangunan Koreksional dan Pembinaan bagi Wanita (Studi Kasus : Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas 2A) Noverna Christy Lovita; Triandriani Mustikawati; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bergesernya waktu kepada era modern menggeser pengertian penjara pada masa lalumenjadi pengertian yang baru. Tempat penghukuman itu saat ini lebih dikenal dengansebutan lembaga pemasyarakatan. Berbeda dengan pengertian penjara dimasa lalu,pemasyarakatan mengandung arti menghukum dan membina warga binaan menjadilebih baik. Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah wanita sebagai pelaku tindakkejahatan yang pada akhirnya harus menghabiskan sebagian besar waktunya di balikjeruji meningkat. Wanita dalam lembaga pemasyarakatan terdiri dari berbagai macamusia dan statusnya. Terkait dengan hal tersebut banyak ditemukan kasus wanita yangterpaksa menjalani masa kehamilan, melahirkan bahkan membesarkan anaknya dalamlapas. Bahkan ada yang harus menghabiskan masa tuanya di dalam lapas. Hal tersebutmerupakan dasar untuk mewujudkan sarana koreksional dan pembinaan yang dapatmewadahi aktivitas pembinaan sesuai dengan karakteristik wanita sebagaipenggunanya. Karakteristik dan tahap pemasyarakatan menjadi dasar analisis dalamperumusan kriteria perancangan untuk mewujudkan konsep desain bangunankoreksional dan pembinaan yang sesuai bagi aktivitas pembinaan wanita.Kata kunci: lapas, bangunan koreksional, lapas wanita

Page 3 of 3 | Total Record : 22