cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 86 Documents clear
Kualitas Pergerakan dan Konektivitas Permukiman di Townsite Batu Hijau, Sumbawa Barat Winda Ratnasari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Townsite Batu Hijau merupakan permukiman terencana terletak di area perusahaanpertambangan. Namun tidak seluruh kawasan permukiman terencana mampu menyediakansemua kebutuhan serta fasilitas demi menunjang kegiatan penghuni dalam satu kawasan. Hal inidikarenakan munculnya berbagai masalah pada kawasan seperti minimnya terjadi aktivitaspergerakan baik orang maupun kendaraaan, fasilitas jalur pejalan kaki terputus, tidak terdapatpenyediaan aktivitas bagi ruang publik, tidak menerapkan aspek aksesibilitas serta fasilitaspengguna sepeda, dan beberapa masalah terkait pergerakan dan konektivitas. BerdasarkanGreenship Rating Tools untuk mengevaluasi kawasan oleh Direktoral Pengembangan PenilaianGBCI (Green Building Council Indonesia) terdapat beberapa variabel aspek pergerakan dankonektivitas yang harus terpenuhi dalam kawasan permukiman. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengevaluasi kualitas pergerakan dan konektivitas pada suatu permukiman. Digunakanmix method deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk pengumpulan data digunakan metodeobservasi lapangan dan penyebaran kuisioner terhadap pengguna jalan pada permukimanTownsite Batu Hijau. Dalam mengolah data kuantitatif digunakan metode Thusrtone scoreanalysis dan analisis faktor. Hasil analisis kualitatif digunakan untuk mendukung hasil datakuantitatif sehingga diperoleh rekomendasi desain pada masing-masing faktor pembentukkualitas pergerakan dan konektivitas permukiman di Townsite Batu Hijau.Kata kunci: Permukiman terencana, pergerakan dan konektivitas, GBCI.
Evaluasi Ruang Gerak dengan Pendekatan Metode Pembelajaran BCCT Pada Pendidikan Pra Sekolah (Studi Kasus : BSS Children Center) Apriani Alifi Rusdi; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 PAUD yang ditetapkan oleh pemerintah telah disesuaikan dengan kebutuhan anak. Kurikulum tersebut memiliki tiga jenis metode pembelajaran yaitu sudut, area dan sentra. Metode pembelajaran sentra merupakan metode yang paling disarankan karena metode tersebut merupakan hasil pengembangan dari metode pembelajaran yang lain. Sentra atau BCCT (Beyond Center and Circle Time) memiliki tiga tahap pijakan dalam pembelajaran serta mempunyai delapan sentra atau kelas. Tujuh sentra diantaranya merupakan kelas indoor. Aktifitas yang terjadi di dalam kelas menuntut anak untuk belajar lebih aktif dan kreatif, sehingga untuk menunjang hal tersebut ruang kelas harus mampu mewadahi rasa aman dan nyaman bagi penggunanya. BSS Children Center merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang menggunakan metode pembelajaran BCCT. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian penerapan metode pembelajaran BCCT dengan kondisi di lapangan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan person centered map serta studi literatur untuk membandingkan kondisi di lapangan dengan teori yang ada. Hasil dari evaluasi tersebut untuk mengetahui tingkat kesesuaian penerapan metode pembelajaran BCCT dengan ruang kelas atau sentra di BSS Children Center.   Kata kunci: BCCT, PAUD, sentra
Pengaruh Sabut Kelapa dan Kotak Karton Gelombang sebagai Panel Akustik terhadap Kualitas Akustik Ruang Kelas Astri Felia Yuliati; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indra pendengaran merupakan salah satu indra yang berperan dalam kegiatan pembelajaran. Dari fakta tersebut menunjukkan bahwa ruang kelas membutuhkan kondisi akustik yang baik. Sehingga sekolah membutuhkan lokasi yang tenang agar siswa mampu menerima pelajaran dengan baik. Akan tetapi pada kenyataannya sekolah yang dekat dengan perlintasan rel kereta api sulit mendapatkan lokasi yang tenang. Sehingga perlu penambahan panel akustik untuk mengatasi masalah tersebut. Dikarenakan membutuhkan biaya yang tinggi untuk mengaplikasikan panel akustik yang dikomersialkan maka pada penelitian ini memanfaatkan sabut kelapa dan kotak karton gelombang sebagai panel akustik alternatif. Pertimbangan pemilihan material tersebut dikarenakan mudah didapatkan, memiliki koefisien serap yang tinggi, dan ramah lingkungan. Dalam pengujian panel akustik tersebut menggunakan metode eksperimental dengan simulasi menggunakan media maket. Selanjutnya melakukan penghitungan terkait kualitas akustik pada ruang kelas yaitu tingkat kebisingan, waktu dengung, dan kejelasan dalam bercakap. Setelah diberi rekomendasi panel akustik pada ruang kelas tersebut mampu mereduksi kebisingan hingga 32% dari kebisingan awal, waktu dengung yang sesuai standar yaitu berada direntang 0.6 – 0.8 dan kejelasan dalam bercakap yang sudah memenuhi standar yaitu tidak kurang dari 15 dB.  Kata kunci: panel akustik, sabut kelapa, kotak karton gelombang, kualitas akustik 
Kesesuaian Ruko Sebagai Fungsi Kantor Asuransi di Kota Malang Isnena F Asy'ari; Rinawati Pudji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan penduduk menyebabkan banyaknya perkembangan kota. Kota Malang salah satu kota yang sedang berkembang. Pertambahan penduduk dan kebutuhan ekonomi dan minimnya lahan menyebabkan timbulnya pembangunan majemuk dalam skala besar yang memiliki fungsi ganda. Ruko merupakan salah satu ide dari pembangunan majemuk yang memiliki dua fungsi yaitu rumah dan toko. Pembangunan ruko di kota Malang berkembang hingga ke pelosok kota dengan fungsi yang berbeda-beda. Survey awal menunjukkan bahwa sebanyak 49,31% difungsikan untuk kantor asuransi yang tersebar ditengah kota. Kantor sendiri memiliki kebutuhan yang kompleks, sehingga dipertanyakan kesesuaiaannya apabila ruko dialih fungsikan sebagai kantor.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat kesesuaian ruko yang dialih fungsikan sebagai kantor di kota Malang. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menjabarkan hasil amatan kondisi eksisting yang disandingkan dengan standard dan parameter dari literatur, serta metode kuisioner untuk mengukur tingkat kesesuaian menurut pengguna. Penelitian ini menghasilkan tingkat kesesuaian ruko dan tingkat perubahan yang dilakukan, serta aspek-aspek apa saja yang dinilai belum sesuai atau tidak sesuai yang dapat digunakan sebagai acuan dalam memilih ruko yang ingin difungsikan sebagai kantor.   Kata kunci: tingkat kesesuaian, ruko, fungsi kantor asuransi
Peluang Konservasi Energi pada Gedung Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya M Ramy Dhia Humam; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Rencana Strategis Universitas Brawijaya 2015-2019, salah satu programnya adalah “pengembangan sarana dan prasarana Kampus UB menuju Green Campus”. Terdapat tiga indikator dalam program tersebut, salah satunya adalah “jumlah unit gedung dengan sistem efisiensi energi listrik”. Gedung Teknik Industri Fakultas Teknik sebagai bangunan perkuliahan yang dibangun pada periode tersebut tentunya harus mendukung target yang ingin dicapai pada Renstra. Gedung Teknik Industri terdiri dari tujuh lantai yang mengakomodasi kegiatan perkuliahan, laboratorium, seminar, maupun urusan administrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung Intensitas Konsumsi Energi (IKE) serta mencari Peluang Konservasi Energi (PKE) pada Gedung Teknik Industri melalui pendekatan-pendekatan arsitektural. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif dan simulasi menggunakan software Ecotect Analysis. Setelah dilakukan audit energi, diketahui IKE Gedung Teknik Industri adalah 14,68 kWh/m2/bulan yang masuk dalam kategori boros dalam standard Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Setelah diterapkan rekomendasi desain baik melalui desain pasif dan desain aktif, konsumsi energi dapat ditekan sebesar 4 kWh/m2/bulan atau 27,84% menjadi 10,6 kWh/m2/bulan dan masuk dalam kategori efisien.Kata kunci: intensitas konsumsi energi, peluang konservasi energi, audit energi
Tata Akustik pada Ballroom dan Meeting Room Hotel Paseban Sena Kota Probolinggo Adita Ronarizkia; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Paseban Sena Kota Probolinggo merupakan hotel yang menyediakan fasilitas penunjang, seperti Ballroom dan Meeting Room. Namun, ruangan tersebut belum mempertimbangkan beberapa kualitas ruang, terutama kualitas akustik yang erat dengan fungsi ruangan sebagai ruang pertemuan speech. Kedua ruang ini cenderung menggunakan material reflektor pada elemen pelingkup ruang, baik lantai, dinding, maupun plafond, sehingga menyebabkan tingginya waktu dengung yang tidak mencapai standart. Untuk itu, dibutuhkan alternatif desain dalam menyelesaikan masalah akustik dengan tujuan mendapatkan rekomendasi akustik ruang yang tepat dalam mengoptimalkan kualitas akustik di dalamnya. Metode yang digunakan yaitu deskriptif evaluatif dengan Formula Sabine dan eksperimental menggunakan software Ecotect Analysis 2011. Variabel bebas penelitian ini yaitu bentuk, dimensi, jenis material plafond, dinding, dan lantai. Sedangkan variabel terikat yaitu nilai waktu dengung (reverberation time). Alternatif rekomendasi sistem akustik ruang yang terpilih, untuk ballroom dapat menurunkan nilai waktu dengung hingga mencapai standart 1.6-1.8 detik dengan rerata 1.69 detik melalui penambahan plafond gantung bertrap dilapisi plasterboard. Sedangkan untuk meeting room, terdapat tiga alternatif yang dapat menurunkan hingga memenuhi standart 0.7-1.1 detik, yaitu penambahan pelapis lantai karpet di atas lateks, penambahan pelapis kombinasi dinding softboard dan plafond plywood, serta yang paling optimal penambahan plafond gantung bertrap dilapisi plasterboard menurunkan nilai waktu dengung hingga mencapai rerata 0.84 detik pada seluruh frekuensi.   Kata kunci: ballroom, meeting room, kualitas akustik ruang, waktu dengung
Evaluasi Kenyamanan Spasial dan Visual Ruang Pejalan Kaki Pada Koridor Jalan Ahmad Yani Suherlina Napitupulu; herry santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Ahmad Yani merupakan salah satu dari lima jalan provinsi yang terdapat dikota Malang. Jalan Ahmad Yani juga masuk kedalam 3 kategori (jaringan arteri primer, jaringan arteri sekunder, jalan kolektor primer) jalan dan 2 status jalan (jalan provinsi dan jalan nasional), sehingga koridor jalan ini merupakan koridor jalan yang selalu ramai dan selalu dilewati olehmoda baik kendaraan  roda dua, empat dan pejalan kaki. Beragam aktifitas yang terdapat pada koridor jalan ini juga dipengaruhi oleh fungsi bangunan yang terdapat pada koridor jalan dimana fungsi bangunan pada koridor jalan Ahmad Yani yaitu komersial (perdagangan dan jasa). Koridor studi belum memperhatikan aspek penataan ruang (aspek kenyamanan spasial dan visual) yang sesuai dengan aktifitas didalamnnya (kenyamanan bagi pejalan kaki)sehingga perlu dievaluasi kenyamanan spasial dan visual ruang pejalan kaki pada koridor jalan Ahmad Yani. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif.Analisis kualitatif dengan melakukan survey mengenai kondisi eksisting yang terdapat pada kawasan studi sehingga didapat data primer kemudian disandingkan dengan teori dan atau regulasi kemudian metode kuantitatif melakukan penyebaran kuisioner. Hasil penelitian mengevaluasi kenyamanan spasial dan visual ruang pejalan kaki pada koridor jalan Ahmad Yani terhadap karakter fisik, regulasi dan atau teori dan persepsi masyarakat.Kata kunci: koridor jalan, kenyamanan spasial, kenyamanan visual, karakter fisik
Pola Persebaran Pengunjung di Mall Olympic Garden Malang Siti Anwirotul Mutmainnah; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mall Olympic Garden merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Malangmemiliki beberapa permasalahan terkait dengan ruang sirkulasi yang intensitaspengunjung di beberapa titik jarang dilalui pengunjung sedangkan sirkulasi merupakan aspek vital bagi keberhasilan pusat perbelanjaan. Mall Olympic Garden sebagai mall terbesar di Kota Malang maka pengunjungnya juga tinggi sehingga terdapat satu masalah saja dampaknya juga akan besar. Penelitian pola persebaran pengunjung dengan metode penelitian teknik person-centered map untuk mengetahui pola persebaran pengunjung berdasarkan saat aktivitas mall berlangsung, yang didukung dengan software space syntax sebagai simulasi untuk mengetahui kecenderungan intensitas pengunjung pada ruang berdasarkan konfigurasi ruang bangunan mall sendiri. Hasil studi dari pola persebaran pengunjung menggunakan metode personcentered map dengan metode space syntax menujukkan bahwa pola persebaran pengunjung yang tinggi di Mall Olympic Garden berada hall dan di sirkulasi yang berada di antara dua anchor tenant, ruang ini termasuk ruang yang paling banyak memiliki hubungan langsung dengan ruang lainnya, posisi ruang yang mudah dijangkau dan memiliki letak yang jaraknya paling dekat dengan ruang-ruang yang lain, sehingga semakin sedikit hubungan ruang dan semakin berjarak ruang tersebut dengan ruang yang lain maka pola persebaran pengunjungnya juga rendah.Kata kunci: Kata kunci: Pusat Perbelanjaan, Person-Centered Map, Space Syntax
tingkat Keselamatan pasar Tradisional dari Bahaya Kebakaran (studi kasus Pasar Kepanjen) Kurnia Wahyu Imam Muhammad; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional merupakan roda perputaran ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Namun besarnya kebutuhan akan pasar tidak sebanding dengan kondisi fasilitas mayoritas pasar. Terdapat beberapa faktor yang dapat mengancam perputaran perekonomian tersebut, salah satunya bencana kebakaran. Pasar tradisional merupakan bangunan dengan resiko kebakaran tinggi apabila dilihat dari jumlah tampung manusia dan barang yang besar. Seharusnya pasar memiliki sistem pengamanan terhadap api jika terjadi kebakaran. Pasar Kepanjen merupakan pasar tingkat 1 yang memiliki aktifitas manusia yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai keamanan bangunan pasar Kepanjen. Penelitian ini terdapat  tahapan yang akan dilakukan untuk mengetahui hasil penelitian tentang tingkat keselamatan pasar tradisional dari bahaya kebakaran (studi kasus pasar Kepanjen). Adapun tahapan yang dilalui untuk mengetahui tingkat keselamatan pasar Kepanjen ada 3 tahap yaitu survey pengambilan data, analisis data lapangan dan kesimpulan serta rekomendasi. Pengambilan dan analisis data menggunakan acuan (Pd-T-11-2005-C). Tingkat  keselamatan pasar Kepanjen berada pada tingkat kurang (K) atau 46.47%. Setelah dilakukan penambahan dan perawatan elemen keamanan diketahui tingkat keselamatan Pasar Kepanjen meningkat menjadi 87.625%.
Evaluasi Tingkat Kepuasan Pengunjung terhadap Desain Interior Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang NI KOMANG DEWI P.; WULAN ASTRINI
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan selain memberikan pengetahuan dan informasi, perpustakaan juga bertujuan memberikan kepuasan bagi para pengunjung perpustakaan melalui desain interior ruang baca di dalam perpustakaan. Pada Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, masalah-masalah desain interior dapat ditemukan seperti kapasitas pengunjung perpustakaan yang belum memadai dan sirkulasi yang sempit. Selain itu, pada area koleksi, pencahayaan alami cukup minim sehingga penggunaan lampu menjadi lebih dominan. Masalah-maslah desain interior ini tentu dapat memengaruhi tingkat kepuasan pengunjung perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengunjung terhadap desain interior pada Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang. Metode analisis yang digunakan adalah Customer Satisfaction Indeks (CSI) dengan dasar perhitungan diperoleh dari hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA). Dari hasil analisis Customer Satisfaction Indeks (CSI) diperoleh nilai tingkat kepuasan sebesar 95,35 % artinya pengunjung perpustakaan merasa sangat puas dengan desain interior Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang. Tingkat kepuasan pengunjung perpustakaan belum mencapai nilai maksimum yaitu 100%, sehingga masih ada elemen desain interior Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang yang masih belum memuaskan bagi pengunjung perpustakaan tersebut.