cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 86 Documents clear
Evaluasi Green Building Pada Perumahan Kelas Menengah Atas Tirtasani Royal Resort Malang octavenna maudy wijaya; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena sick building syndrome yang merupakan salah satu dampak dari adanya pemanasan global mengakibatkan munculnya berbagai tanggapan masyarakat. Salah satunya adalah menghadirkan konsep green building yang merupakan upaya mendirikan suatu bangunan yang ramah lingkungan baik pada pra pelaksanaan bangunan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan bangunan itu sendiri. Konsep green building tidak terbatas pada bangunan-bangunan besar melainkan juga bangunan skala mikro seperti rumah tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsep green building pada perumahan tipe kelas menengah atas dan menggunakan sistem rating GBCI untuk mempermudah evaluasi. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa ketiga sampel yang didapat dengan metode purposive sampling telah memenuhi aspek green building pada rating GBCI sebanyak 42 (SILVER) poin dari total 77 poin maksimal.
Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Perilaku Pengunjung Pada Kafe La Aquanos Malang muhamad zainul fanani; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang adalah kota terbesar nomor dua di Jawa Timur disebut juga sebagai kota pelajar. Kondisi ini menuntut adanya penyediaan fasilitas untuk berkumpul. Hal ini sejalan dengan adanya tren kafe di masyarakat, khususnya para remaja. Menanggapi fenomena ini para pelaku bisnis kuliner tidak lagi hanya memikirkan tentang produk yang mereka jual, namun juga tentang store atmosphere yang ada di dalam kafe mereka, agar pengunjung merasa betah dan menikmati suasana kafe yang ada. Tujuan dari dilakukanya penelitian ini guna melihatap apakah terdapat pengaruh yang ditimbulkan store atmosphere terhadap perilaku pengunjung di dalam kafe la aquanos Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan behavioral mapping dan pembagian kuisioner terhadap 70 responden yang semuanya adalah pengunjung kafe la aquanos pada waktu pengamatan. Hasil kuisioner akan dianalisis menggunakan statistika. Dari hasil pengolahan data didapatkan nilai sig. = 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan store atmosphere memberikan pengaruh yang signifikan (64.5 %) terhadap interaksi dan durasi pengunjung di dalam kafe la aquanos Malang dan variabel yang paling berpengaruh adalah tata letak serta suhu udara.Kata kunci: store atmosphere, kafe la aquanos, perilaku, statistika
Hubungan Jalur Pejalan Kaki dan Activity Support Pada Koridor Jalan Sumbersari-Gajayana Kota Malang Anggi Arlyan Mentari; M. Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas penduduk dan activity support dalam koridor Jalan Sumbersari-Gajayana memberikan dampak terhadap pengguna aktivitas terutama bagi pejalan kaki. Tingginya aktivitas pejalan kaki yang sebagian besar disebabkan oleh besarnya jumlah mahasiswa yang mendiami koridor ini mengakibatkan terbatasnya ruang gerak aktivitas pejalan kaki di jalur pejalan kaki yang tidak dapat terhindarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan jalur pejalan kaki dan activity support di kawasan koridor jalan Sumbersari-Gajayana. Penelitian dilakukan pada Koridor Jalan Sumbersari-Gajayana Kota Malang menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan korelasi untuk melihat adanya hubungan jalur dan sirkulasi pejalan kaki dengan activity support yang berada baik secara langsung ataupun tidak langsung. Objek studi yang diamati berupa elemen arsitektural pada fasilitas pendukung jalan yang berhubungan dengan jalur pejalan kaki, serta aktivitas pengguna jalan yang berhubungan dengan terbentuknya activity support. Pengambilan sampel dilakukan pada lokasi aktivitas para pejalan kaki menggunakan teknik random sampling. Dari hasil pembahasan disimpulkan jalur pejalan kaki yang berada dekat dengan area komersial dan fasilitas umum memiliki jenis kegiatan pejalan kaki dan bentuk activity support yang bervariasi serta menyesuaikan dengan fungsi kawasan tersebut. Sebagian besar activity support yang terbentuk baik dipengaruhi adanya keberadaan kegiatan perguruan tinggi dan kegiatan komersial.
Tata Cahaya Alami Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya Malang sani syauqi azmi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota yang terkenal dengan sebagai kota pendidikan karena terdapat banyak perguruan tinggi. Salah satu yang terbaik adalah Universitas Brawijaya, peringkat 6 seluruh Indonesia versi 4ICU tahun 2017. Universitas Brawijaya mengusung kampus entrepeneurship dengan didukung oleh program dan fasilitas kewirausahaan. Gedung Layanan Bersama sebagai pusat kegiatan unit usaha kampus dan kantor urusan internasional. Selain itu, Universitas Brawijaya juga mengusung konsep Eco Campus dengan 5 aspek, salah satunya smart energy. Gedung Layanan Bersama seharusnya mendukung konsep eco campus, namun pada kondisi di objek studi, masih banyak pencahayaan buatan menyala pada jam kerja pagi hingga sore hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja dari bukaan pencahayaan objek studi dan berlanjut mencari desain bukaan yang tepat agar sesuai dengan standar kebutuhan pencahayaan dalam ruang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan mensimulasikan kondisi eksisting dan rekomendasi desain menggunakan software Dialux Evoo 7.1. Hasil penelitian menunjukan kinerja bukaan pencahayaan alami belum optimal, berlanjut dengan rekomendasi desain bukaan cahaya dengan mengubah dimensi, letak serta jumlah bukaan. Hasil rekomendasi pada sampel 4 ruang dengan minimal kebutuhan 350 lux dan 250 lux mengalami peningkatan intensitas pencahayaan dan terpenuhi pada area kerja. Hasil dari penelitian ini berupa data angka dan gambar rekomendasi bukaan pencahayaan alami.   Kata kunci: tata cahaya alami, bukaan pencahayaan, gedung kantor.
BANGUNAN PUSAT KONVENSI DI KOTA MALANG (DESAIN PENCAHAYAAN CONFERENCE HALL) dhia rossanti; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Pusat Konvensi merupakan bangunan yang mewadahi kegiatan pertemuan dan dirancang pada area strategis di tenggara Kota Malang. Fokus rancangan pada pencahayaan conference hall sebagai ruang fungsi utama bangunan. Kriteria desain ruang konferensi yang fleksibel berpengaruh pada desain pencahayaan ruang. Desain pencahayaan menggunakan sumber cahaya alami dan buatan. Aspek pencahayaan alami mempengaruhi desain bentuk dan tampilan ruang. Penggunaan cahaya buatan diimplementasikan dalam layout luminaire dan skema mode suasana (scene). Skema pencahayaan terintegrasi dirancang untukmenghubungkan kedua sistem pencahayaan agar dapat berjalan dengan baik.
Identitas Alun-Alun Merdeka Sebagai Ruang Publik di Kota Malang Mutiah Abdat; jenny ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Central Bureau of Statistics (BPS) Malang City 2017 mentions that there are 856,410 inhabitants of the city of Malang, within an area of ​​110.06 km2. In addition, there are 100 units of lodging such as hotels and guest houses, 141 units of factories, and 706 units of restaurants and cafes. For a balance development, the city government of Malang began to revitalize urban parks and urban forests into open green public space. This is one of the government's efforts in providing decent public space for the community, mainly supporting the city of Malang as the City of Children's Worth. For example, the Merdeka Square itself has been revitalized in 2015, with considerable physical changes. From its establishment in 1882, the Merdeka Square experienced many physical changes and functions that repeatedly changed its identity. Now with its image as a modern city park, researcher want to know how the identity of the Town Square after the revitalization as a public space according to the user. The method used is mixed method, i.e. observation, place-centered mapping, questionnaire, and cognitive maps. The results shown the identity of Merdeka Square is amphitheater, Jami 'Mosque, and signage "Alun-Alun Malang", circulation paths (Northern path, Western path, and Southern path), and also crowded activities in the amphitheater and playground area. Keywords: public space, place identity, cognitive maps