cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020)" : 26 Documents clear
Konsep Catuspatha Pada Tatanan Ruang Desa Pakraman Baler Bale Agung Kabupaten Jembrana I Putu Widwan Artha; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pakraman Baler Bale Agung merupakan sebuah desa yang terletak pada sisi barat Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana yang dulunya merupakan salah satu pusat pemerintahan jaman kerajaan di Bali. Desa Pakraman Baler Bale Agung memiliki warisan Catuspatha bawahan dari Catuspatha pusat kerajaan Jembrana di Kota Negara. Catuspatha atau yang lebih dikenal dengan Pempatan Agung merupakan sebuah simpang empat yang memiliki nilai sakral dan makna tersendiri dalam penataaan ruang luar di Bali. Konsep Catuspatha adalah salah satu konsep ruang tradisional masyarakat Bali sebagai dasar penyusunan tatanan ruang baik secara fisik (Sekala) dan nonfisik (Niskala) yang berhubungan dengan letak geografis (Andabhuwana) dan kualitas ruang (Tri Mandala). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dengan cara mendeskripsikan peranan konsep Catuspatha terhadap pembentukan pola ruang luar pada Desa Pakraman Baler Bale Agung. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah tatanan ruang luar Desa Pakraman Baler Bale Agung yang mendapat pengaruh dari konsepsi Catuspatha tanpa adanya perubahan letak dan fungsi dari setiap elemen pendukung Catuspatha.
Kampung Akuarium: Keterkaitan antara Partisipasi Warga dengan Pembentukan Ruang Sosial pada Kampung Abidzar Al Ghifari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses terbentuknya ruang sosial di Kampung Akuarium oleh partisipasi warga dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih untuk menelusuri proses partisipasi yang terjadi sejak sebelum kampung ini digusur pada tahun 2016. Partisipasi warga terwujud dalam bentuk aktivitas sosial yang dilakukan oleh subjek. Aktivitas ini dilakukan sebagai bentuk keikutsertaan warga dalam membentuk ruang sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa partisipasi yang terjadi di Kampung Akuarium adalah partisipasi yang sifatnya kontinu. Artinya, aktivitas yang dilakukan oleh warga ikut membentuk struktur ruang kampung secara keseluruhan. Temuan ini juga menunjukkan bahwa struktur ruang kampung terbentuk secara organik sebagai manifestasi dari aktivitas warganya. Kemudian, korelasi antara partisipasi dengan ruang sosial adalah korelasi timbal-balik yang melibatkan unsur subjek, aktivitas, dan ruang. Ketiga unsur ini saling mempengaruhi satu sama lain sehingga tanpa adanya salah satu unsur maka struktur ruang kampung tidak akan terbentuk. Partisipasi yang terjadi terbagi menjadi dua jenis: Partisipasi Pembangunan dan Partisipasi Pemanfaatan. Artinya, aktivitas warga dapat membentuk struktur ruang yang baru atau dapat memanfaatkan ruang yang telah ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan penataan pada Kampung Akuarium tidak dapat dilakukan secara top-down mengingat sifat organik dari struktur ruang Kampung Akuarium.   Kata kunci: partisipasi, aktivitas, ruang sosial, warga,
Kinerja Living Wall sebagai Pendinginan Pasif pada Koridor Rumah Turi Surakarta Astari Hapsari Putri; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan suhu di Kota Surakarta sebesar 1.60C sejak tahun 2012-2016 (BPS Kota Surakarta), tentunya mempengaruhi suhu iklim mikro pada bangunan. Strategi pendinginan pasif berupa penerapan living wall dapat diaplikasikan guna menurunkan suhu iklim mikro pada bangunan sehingga tercipta kenyamanan termal. Rumah Turi Surakarta merupakan salah satu hotel yang mengaplikasikan living wall pada koridor bangunan, untuk menciptakan suhu iklim mikro yang lebih sejuk sebagai tanggapan adanya peningkatan suhu di Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja living wall sebagai pendinginan pasif, yaitu dengan cara mengkomparasi suhu yang dapat tereduksi oleh living wall dan elemen sun shading kayu yang terdapat pada koridor-koridor Rumah Turi Surakarta. Dilakukan observasi lapangan untuk mengambil data visual dan pengukuran, lalu data diolah menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan analisis komparatif. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja living wall sebagai pendinginan pasif, yaitu orientasi, jarak living wall terhadap koridor, jarak antar tanaman, dan jenis tanaman. Krokot Merah dan Sirih Gading, yang berdaun lebih rimbun dan memiliki warna daun lebih gelap, dapat menurunkan suhu iklim mikro sebesar 0.90C, sedangkan Lili Paris yang berdaun jarang dan berwarna lebih terang, yang hanya mampu menurunkan suhu sebesar 0.20C.
Pengaruh Penggunaan Material Alami terhadap Kenyamanan Termal Alfa Omega School, Tangerang. Putri Nawang Wulan; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tangerang memiliki temperatur udara rata-rata tahunan sebesar 31,35°C (2018), dan selalu megalami kenaikan di tiap tahunnya. Kondisi ini membuat Kota Tangerang berada di ambang batas atas kategori kenyamanan termal. Kenyamanan termal sendiri sangat sensitif apabila dihubungkan dengan kenyamanan termal di sekolah karena berefek pada kinerja siswa dalam proses belajar belajar siswa. Alfa Omega School merupakan sekolah non-formal yang menggunakan material alami yang ber-thermal mass besar yang merupakan konsep desain bangunan Arsitektur Tropis Nusantara untuk menurunkan temperatur udara lingkungan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif-kuantitatif dengan melakukan pengukuran kondisi termal lingkungan dan penyebaran kuesioner di tiga ruang kelas Alfa Omega School. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan material alami dalam perubahan temperatur udara dan mengetahui persepsi kenyamanan termal pengguna tiga ruang kelas SMP dan SMA Alfa Omega School. Hasil penelitian menunjukkan temperatur udara ketiga ruang kelas tidak mengalami penurunan melainkan kenaikan temperatur udara luar (rata-rata temperatur udara ruang dalam ketiga kelas 32,96°C dengan rata-rata temperatur udara luar 32,70°C) tetapi dengan penggunaan material alami dapat membuat selisih temperatur udara ruang kelas tidak begitu jauh dengan temperatur udara luar (koridor). Untuk kenyamanan termal pengguna, hasil perhitungan nilai PMV (Predicted Mean Vote) dan PPD (Predicted Percentage Dissatisfed) menunjukkan 85% pengguna ketiga ruang kelas merasa tidak nyaman dengan kondisi termal ruang kelasnya.
Pengaruh Penerapan Material Alami sebagai Elemen Bangunan terhadap Kelembapan Udara Ruang Dalam Saraswati Putri Ayu Dewita Hapsari; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kelembapan udara yang cukup tinggi sebagai salah satu kriterianya sebagai negara tropis lembab. Tingginya kelembapan udara dapat mempengaruhi baik secara fisik, berupa tumbuhnya jamur dan pelapukan pada bangunan maupun terhadap Kesehatan pengguna ruang yang dapat meningkatkan resiko masalah Kesehatan khususnya pernafasan, penyakit kulit dan kekebalan tubuh. Kondisi bangunan ini umumnya ditemukan pada bangunan dengan material masif dengan kandungan air yang rendah sehingga kurang mampu menyerap kelembapan. Material alami pada penelitian terdahulu dikatakan memiliki potensi dalam menyerap kelembapan. Pada penelitian ini material alami dikaji lebih lanjut terkait penerapan dan kinerjanya sebagai elemen bangunan pada rumah tinggal tropis lembab. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksperimental dengan model fisik dan observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa material gambas bekerja optimal sebagai dinding penyerap kelembapan udara dengan rata – rata penurunan kelembapan sebesar 9,07%. Pada penerapannya, material alami sebagai dinding arsitektural dapat diaplikasikan pada bagian bawah dinding untuk lantai dasar dan pada bagian tengah dinding sejajar dengan tinggi manusia pada lantai atas bangunan tinggi.Kata kunci: Material alami, higroskopis, kelembapan udara, dinding bangunan ABSTRACTIndonesia has a high humidity as one of its criteria as a humid tropical country. High humidity can affect both physically, in the form of mold growth and weathering in buildings and also increase the risk of health problem especially breathing, skin diseases and immunity of the users. This condition generally found in buildings with massive material with low water content, therefore it less capable to absorb moisture. In previous research, natural materials are said to have the potential to absorb moisture. in this research, natural materials are studied further about the application and performance as building elements. This is a comparative descriptive research with a quantitative approach using experimental methods with physical models and direct observation. The results showed that the luffa material worked optimally as a humidity absorber wall with an average 9,07% decrease in humidity. In its application, natural material as an architectural wall can be applied on the lower part of the wall for the ground floor and in the middle of the wall parallel to human height on the upper floors of high buildings.Keywords: Natural material, hygroscopic, air humidity, building walls
Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Sentra Kopi Sudimoro Malang Valentina Yuniasri Vania; Rinawati Pudji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bisnis kafe di Kota Malang yang semakin pesat dan pertumbuhan jumlah target konsumen kafe yang semakin tinggi memicu pertumbuhan pusat-pusat kafe di Kota Malang, salah satunya Sentra Kopi Sudimoro. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh store atmosphere terhadap keputusan pembelian konsumen di Sentra Kopi Sudimoro Malang, serta mengetahui kriteria elemen store atmosphere yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif dan deskriptif. Metode pemilihan sampel kafe menggunakan pendekatan ruang pandang binokular. Metode analisis data dilakukan dengan analisis kondisi eksisting secara deskriptif, analisis mean score, dan analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini yaitu store atmosphere yang terdiri dari storefront, lantai, warna, pencahayaan, tekstur dinding, perabot dan kebersihan memiliki pengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen sebesar 26,6%. Secara parsial, hanya elemen pencahayaan yang memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen sebesar 99,3%. Sehingga kriteria elemen store atmosphere yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dilihat berdasarkan hasil sintesis analisis pada elemen pencahayaan.
Pengaruh Selubung Bangunan Terhadap Pendinginan Alami (Studi Kasus Masjid Wapauwe, Negeri Kaitetu, Leihitu, Kab.Maluku Tengah) Mirza Nabila Rabul; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Wapauwe merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang masih terpelihara keasliannya hingga kini, dibangun pada tahun 1414 Masehi. Masjid ini menggunakan material alam kinerjanya mengutamakan sistem pendinginan alami. Kualitas lingkungan termal yang mempengaruhi akan kenyamanan termal manusia dapat dicapai dengan pengolahan fasad dan material selubung bangunan terutama pada daerah beriklim tropis dan lembab. Penelitian ini terkait kenyamanan termal dan kinerja pendinginan alami pada masjid Wapauwe yang berlokasi di Negeri Kaitetu, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah dengan pengukuran lapangan selama 31 hari x 24 jam melalui metode deskriptif untuk mengumpulkan data dan menjelaskan tentang kondisi eksisting objek di lapangan, kemudian metode evaluatif untuk mengevaluasi data dari hasil pengukuran di lapangan dan quasi eksperimental menggunakan simulasi digital. Hasil penelitian menunjukkan suhu udara pada ruang masjid menjelang siang hari melebihi batas maksimal suhu netral kemudian suhu menurun secara bertahap menjelang sore hingga malam hari, memasuki waktu pagi dini hari suhu berada pada minimal suhu netral. Kenyamanan kelembaban udara pada siang hari dan malam hari belum sesuai dengan standar agar kinerja pendinginan alami lebih maksimal dibutuhkan strategi pendinginan alami pada masjid ini dengan dibuatnya rekomendasi desain mampu menurunkan suhu sebesar 0,2°C-1,7°C.
Kenyamanan Spasial Ruang Pejalan Kaki di Koridor Jalan Kawi Atas Kota Malang Menurut Persepsi Masyarakat Vanbalden Halasson Sihaloho; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Kawi Atas merupakan salah satu koridor komersial yang terletak di Kota Malang dengan peruntukan sebagai kawasan perdagangan dan jasa sehingga koridortersebut merupakan koridor komersial memiliki tingkat mobilitas cukup pesat, baik pada siang maupun malam hari. Dengan tingginya mobilitas pejalan kaki makadiperlukan penelitian untuk meningkatkan kenyamanan spasial ruang pejalan kaki. Tentunya keragaman aktivitas yang terjadi pada koridor tersebut tidak lepas darifungsi bangunan yang berada pada koridor jalan tersebut, sehingga untuk mendukung kegitan tersebut dibutuhkan kenyaman spasial yang baik. Tujuan dilakukan penelitianini adalah untuk mengetahui kenyamanan spasial yang berada di Jalan Kawi Atas KotaMalang.mengambil 150 responden sebagai sampel. Sehingga didapatkan persepsi masyarakat mengenai kenyamanan spasial yang akan dijadikan sebagai analisis terhadap lokasipenelitian yang terdapat di Jalan Kawi Atas Kota Malang. Hasil penelitian yang didapatkan dari penelitian ini ialah persepsi masyarakat mengenai kenyamanan spasialdi koridor Jalan Kawi Atas yang cukup beragam, mulai dari nilai negatif hingga positif. Nilai tersebut tersebar di beberapa titik dari lokasi penelitian. Dimana nilai secarakeseluruhan yang di dapat ialah 4,76 yaitu diantara netral dan agak nyaman. PenelitianinimenggunakanmetodekualitatifdankuantitatifdenganKata kunci: Koridor jalan, Kenyamanan spasial, persepsi ABSTRACT Kawi Atas Street is one of the commercial streets in Malang City. It is functioning as a trade and service area. With the high mobility of pedestrians, research is needed toimprove the side walk's spatial comfort. Of course, the diversity of activities that occur in the street can not be separated from the function of the building on the street. Thoseactivities require excellent spatial comfort. Therefore, the purpose of this research is to discover people's perception of the spatial comfort of Kawi Atas Street in Malang. Thisstudy uses qualitative and quantitative methods by taking 150 respondents as research participants. The qualitative method is carried out by making direct observations of theplace while the quantitative method employed questionnaires to collect the data from participants. Pedestrians' comfort was measured on seven-point multiple rating scalescontaining the level of pedestrian comfort. The research results indicated that overall, people felt that spatial comfort is somehow comfortable (M=4.76).  However, the findingsshow that people's perceptions of spatial comfort in Kawi Atas Street are quite diverse, ranging from negative to positive values. These values are scattered at several pointsalong the street.Keywords: Commercial street, spatial comfort, perception
Keselamatan Kebakaran Pada Gedung Asrama Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto Muhammad Yova Yanuar; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan kebakaran merupakan  fokus penting yang harus diperhatikan dalam sebuah bangunan namun sering kali terlewatkan. Terutama pada gedung Asrama Pondok Pesantren yaitu bangunan sederhana yang memiliki fungsi cukup kompleks dengan jumlah penghuni yang banyak. Pada kasus ini objek penelitian gedung Asrama Pondok Pesantren Amanatu Ummah yang pernah mengalami kebakaran pada tahun 2014. Untuk mencegah terulangnya peristiwa kebakaran, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keselamatan kebakaran dengan mendeskripsikan kondisi eksisting dan mengevaluasi dengan metode kuantitatif. Didapat hasil nilai keandalan keselamatan bangunan yang kurang andal, sehingga dapat direkomendasikan desain arsitektural untuk meningkatkan keselamatan gedung terhadap bahaya kebakaran pada komponen yang belum sesuai standar.  
KESESUAIAN SARANA DAN PRASARANA PADA SEKOLAH DASAR LUAR BIASA C DI KOTA MALANG Defribian, Stephanie; Handajani, Rinawati P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the second biggest city in East Java, Malang City has a concern where the social welfare adds up 544 are children (Social Service Secretariat, 2019), because of that conformity facilities and equipment became urgency because too many children with mental retardation in Malang. This study uses The 2008 Minister of Education Regulation Number 33 about standard facilities and equipment for Elementary School Special Education, Middle High School Special Education, and Senior High School. This study research facilities and equipment inside the main room, special room, and some other room that often being used by the children. These sample being chosen from 8 elementary school special education in Malang City by non-probability sampling with purposive sampling with the criteria are elementary school for mental retardation. This research is quantitative research. Later on, the results being served in a percentage number and being explained with descriptive. The result of conformity facilities and equipment are  36% for SDLB Sumber Dharma, 46% for SDLB C Kedungkandang, and 57% for SDLB Bhakti Luhur. This means, there is still a lot of discrepancy with the standard, that should have been fulfilled perfectly to support the learning activity especially for students with mental retardation.

Page 2 of 3 | Total Record : 26