Articles
40 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 4 (2020)"
:
40 Documents
clear
KEPUASAN PEMUSTAKA TERHADAP ESTETIKA VISUAL DESAIN INTERIOR PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI DI KOTA MALANG
abidah fitrianita;
herry santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang memiliki tujuan spesifik untuk menunjang kesuksesan suatu perguruan tinggi tersebut. Kesuksesan suatu perpustakaan tidak lepas dari kepuasan pemustaka-nya. Terdapat tiga Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang yang memiliki nilai akreditasi yang baik yaitu “A”. Ketiga perpustakaan ini diteliti untuk diketahui seberapa besar keeratan hubungan antara estetika visual desain interior pada ruang baca dengan kepuasan pemustaka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan antara estetika visual dari interior ruang baca perpustakaan di Perguruan Tinggi di Kota Malang dengan kepuasan pemustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Alat yang digunakan untuk menganalisis adalah perangkat IBM SPSS Statistics 21. Metode analisis menggunakan metode analisis korelasi pearson product moment. Hasil analisis menyatakan bahwa estetika visual desain interior dari Perpustakaan UB, UM dan UIN Malang memiliki hubungan positif yang kuat dengan kepuasan pemustaka, khususnya pada variabel bentuk, warna, gaya dan variasi, yang mengindikasikan kepuasan pemustaka.
Adaptasi Tata Ruang Rumah Tinggal Tradisional pada Kampung Buntusu Makassar
Abdullah Aslam;
Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suku Makassar dan Suku Bugis memiliki kemiripan secara morfologi pada rumah tradisionalnya, sehingga sering disebut rumah tradisional Bugis-Makassar. Rumah tradisional Bugis Makassar berupa rumah panggung berbahan kayu dengan denah berbentuk persegi empat (sulapa appa) dan secara vertikal bangunan rumah terdiri dari tiga bagian, yaitu bawah, tengah, dan atas. Salah satu kawasan di Kota Makassar yang masih dapat kita jumpai rumah tinggal tradisional adalah di Kecamatan Tamalanrea, tepatnya di Kampung Buntusu, berada di tengah pesatnya proyek pembangunan rumah tinggal modern. Kondisi ini menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat untuk tetap mempertahankan warisan tradisi berarsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk adaptasi tata ruang rumah tradisional di lokasi studi. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian kualitatif, pada pembahasan menggunakan metode deskriptif-analisis. Hasilnya adalah rumah tinggal tradisional di Kampung Buntusu Makassar mengalami beberapa perubahan tata ruang, yaitu penambahan dan pengurangan fungsi ruang seperti pada bagian pamakkang. Bentuk perubahan yang mencolok adalah penggunaan bagian siring sebagai tempat tinggal bagi penghuni rumah.Kata kunci: adaptasi tata ruang, rumah tinggal, Kampung Buntusu, Makassar
KONSEP RUANG MASJID DALAM AJARAN ISLAM
MUHAMMAD ERWIN RAHMAWAN;
Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masjid menjadi bangunan yang penting, menjadi wadah dakwah dan beribadah. Penyebaran Islam di suatu daerah ditandai dengan dibangun nya masjid, selain itu masjid menjadi wujud seni bangunan Islam. Pada dasarnya untuk membangun atau merencanakan sebuah masjid hendaknya kembali kepada tuntunan-tuntunan yang terdapat pada sumber ajaran Islam yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Ajaran Islam tidak secara langsung memberikan ketentuan-ketentuan dalam membangun masjid secara fisik maupun simbol-simbol fisik yang harus diungkapkan dalam bangunan, berbeda dalam ruangnya, ruang masjid memiliki beberapa ketentuan dalam ajaran Islam. Sehingga, Perlu adanya penerjemahan elemen ruang masjid yang terdapat dalam AlQur’an dan Hadist menjadi sebuah konsep ruang masjid dalam ajaran Islam. Penerjemahan ketentuan ruang di dalam Al-Qur’an maupun Hadist menjadi konsep Konsep ruang adalah dasar terbentuknya sebuah ruang meliputi kriteria maupun ketentuan dasar di dalamnya, maka jika dilihat berdasarkan ajaran Islam ruang pada masjid konsep dasarnya di Identifikasi dengan dasar Al-Quran maupun Hadist.
Penilaian Kualitas Visual Fasade pada Bangunan Kolonial Pabrik Gula di Malang berdasarkan Persepsi Masyarakat (Studi Kasus : Pabrik Gula Kebon Agung dan Pabrik Gula Krebet)
Wulan Novianti;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasade bangunan merupakan bagian terpenting dari sebuah objek bangunan arsitektural, karena fasade bangunan menjadi elemen yang mudah diamati dan dilihat secara langsung. Fasade pada bangunan kolonial memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri serta menarik untuk diamati. Penelitian ini difokuskan pada fasade bangunan kolonial pabrik gula Kebon Agung dan pabrik gula Krebet yang terletak di Malang sebagai objek studi, karena kedua bangunan pabrik gula tersebut masih mempertahankan fasade asli bangunan kolonial dan sebagai bangunan pabrik gula yang masih berfungsi dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kualitas visual pada elemen fasade, komposisi fasade dan komponen fasade bangunan berdasarkan persepsi masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif serta metode pemilihan sampel dengan cara non-probability sampling dengan teknik purposive sampling untuk mengetahui penilaian masyarakat terhadap kualitas visual fasade kedua bangunan dengan analisis mean score dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kualitas visual pada elemen ukuran bangunan dan gaya bangunan kedua pabrik gula tersebut dapat dikategorikan tinggi. Sedangkan nilai kualitas visual pada elemen warna bangunan dan komponen signage/papan nama bangunan dapat dikategorikan rendah. Kata kunci: kualitas visual, fasade bangunan, kolonial, pabrik gula, persepsi masyarakat.
Konsep Tri Hita Karana pada Rumah Gung Aji di Desa Gianyar Bali
Yoga Kurnia Andhitia;
Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Arsitektur tradisional Bali adalah bagian dari realitas yang merekam keberadaan dan perkembangan sebuah budaya. Dalam membangun rumah, orang bali sangat mementingkan arah kemana akan menghadap, karena arah sangat penting dalam kepercayaan dan kehidupan suku Bali. Rumah tinggal adalah sebuah pesan. Kehadiranya pasti akan menyimpan banyak cerita sebagai representasi pesan yang di bawanya. Demikian pula keberadaan hunian Tradisional di Desa Batuan yang membawa pesan dari kehidupan masyarakat. Pengaruh lingkungan atau tradisi setempat sangat berperan dalam perwujudan ungkapan Arsitekturnya. Inti dari letak, tapak dan penataan dari symbol-simbol elemen estetis yang ada mengacu pada Tri Hita Karana yang berfungsi sebagai pusat orientasi memahami Sumbu Orientasi ini sangat menarik untuk di teliti karena tidak hanya berkaitan dengan penataan fisik saja, tapi juga mengandung nilai–nilai filosofis yang penuh makna. Dan salah satu contoh rumah Bali yang bertahan lebih dari 100 tahun adalah rumah yang berada di Desa batuan Gianyar Bali Kecamatan Sukawati. Kata Kunci: Tri Hita Karana, Tata Ruang, Rumah Tinggal Tradisional Bali, Bali ABSTRACT Balinese traditional architecture is part of a fact that records existence and a culture. In building a house, Balinese people place great importance on which direction to face, because direction is very important in Balinese beliefs and life. Residential is a message. Its presence will definitely keep many stories as a representation of the message it carries. Likewise, the existence of traditional housing in Batuan Village which carries messages from community life. The influence of the environment or local traditions is very important in the manifestation of architectural expressions. The essence of the location, site and arrangement of the symbols of the aesthetic elements that exist refers to the Tri Hita Karana which serves as the center for understanding the Orientation Axis. This is very interesting to examine because it is not only related to physical arrangement, but also contains philosophical values meaningful. And one example of a Balinese house that has lasted more than 100 years is a house located in the rock village of Gianyar Bali, Sukawati sub-district. Keywords: Tri Hita Karana, Spatial, Traditional Bali house, Bali
Evaluasi Lansekap Wisata Warisan Budaya Kawasan Candi Sumberawan Singosari Malang
Upik Jatiningsih;
Novi Giriwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Candi Sumberawan adalah salah satu wisata warisan budaya yang ada di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kawasan Candi Sumberawan merupakan kawasan sosio-kultural yang dimantapkan dengan fungsi lindung dengan strategi, yaitu pemanfaatan candi sebagai aset wisata; dan peningkatan pemanfaatan candi untuk penelitian dan pendidikan. (RTRW Kabupaten Malang). Namun, obyek wisata ini masih kurang dikembangkan dan penataan kawasannya belum tertata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi lansekap wisata warisan budaya Candi Sumberawan. Penelitian evaluasi kawasan Candi Sumberawan ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data kualitatif menggunakan teknik wawancara dan observasi, sedangkan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Candi Sumberawan sebagai wisata warisan budaya adalah cukup memenuhi berdasarkan analisis kualitatif dan kategori baik berdasarkan analisis kuantitatif. Berdasarkan analisis faktor didapatkan 9 (sembilan) faktor penentu evaluasi wisata warisan budaya. Berdasarkan hasil analisis gabungan, didapatkan bahwa kawasan Candi Sumberawan cukup memenuhi baik dari segi kualitatif dan kuantitatif, dan dibutuhkan rekomendasi desain untuk faktor wisata, sirkulasi, dan penataan tapak. Kata kunci: wisata warisan budaya, kawasan Candi Sumberawan
STUDI TINGKAT KENYAMANAN KERJA PEGAWAI BERDASARKAN ASAS TATA RUANG KANTOR
Nanda Arvinta, Nine Prima;
Martingrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perusahaan PT HEINZ ABC Indonesia – Pasuruan Plant. PT HEINZ ABC indonesia adalah salah satu anak perusahaan dari H.J. Heinz Company Limited, sebuah perusahaan multinasional berbasis di Amerika Serikat dengan sejumlah brand di dunia di bidang produsen makanan dan minuman. Berdasarkan Narasumber berdasarkan kondisi eksisting ruang kantor mengalami perubahan dari ruang tertutup antar ruang menjadi ruang terbuka. Perubahan konsep ini tidak merubah bentuk tata ruang namun hanya melepas sekat ruang yang dahulu. Pada kondisi eksisting yang ada ruang–ruang tertentu di tata berdasarkan dengan kebutuhan sehingga dapat mempengaruhi proses koordinasi pekerjaan. Berdasarkan Maryati (2008) melalui perencanaan lingkungan fisik kantor yang baik dapat mempengaruhi kenyamanan kerja. Lingkungan fisik dapat berupa tata ruang kantor dari segi pengguna bangunan tersebut. Alur kerja yang sistematis merupakan hal yang penting agar dapat menghemat tenaga dan lebih efisien dalam bekerja. Tata perabot yang tepat juga dapat memberikan kesan bahwa ruangan terlihat rapi sehingga sistem kerja yang dilakukan pegawai menjadi lebih teroganisir, nyaman, dan penataan arsip dapat membantu dalam menemukan dokumen yang diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganilisis tingkat kenyamanan pegawai berdasarkan asas tata ruang yang berguna mewujudkan visi dan misi kantor pabrik tersebut agar selalu sesuai waktu target produksi dengan pertimbangan dan perencanaan produksi yang tepat sehingga kualitas produksi yang dihasilkan juga baik. Observasi menggunakan metode kuantitatif dengan pembagian kuisioner yang pertanyaan–pertanyaanya menyinggung variabel yang sama dengan yang dilakukan peneliti observasi secara langsung atau secara arsitektural. Setelah itu data dikomparasikan dengan data yang sudah di observasi langsung secara arsitektural setelah itu diolah dan tahap terakhir berupa kesimpulan sacara teori atau sintesa yang menghasilkan oemecahan masalah yang terjadi. Pemilihan waktu pembagian kuisioner dan pengamatan langsung dilakukan pada saat jam kerja. Data primer yang dibutuhkan untuk mendukung peneltian ini berupa observasi pada objek penelitian, wawancara dengan key person, kuisioner, dan dokumentasi. Dari hasil kuisioner terdapat beberapa respon responden yang merasa kurang sesuai dan dari observasi langsung juga ada beberapa kondisi yang tidak sesuai dengan asas tata ruang sehingga ini menjadi masukan dan pertimbangan bagi kantor tersebut untuk mengkaji lagi perubahan tata ruang yang terjadi sesuai dengan hasil pengamat dan observasi langsung yang kurang sesuai. Kata kunci: asas tata ruang kantor, ruang kantor
Pola Pemanfaatan Ruang pada Ruang Terbuka Publik GBK
Naufal Anggana Priandri;
Jenny Ermawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semenjak dijalankannya ASIAN Games 2018, Ruang Publik pada Kawasan GBK dan juga fasilitasnya mendapatkan renovasi, dan membuat Pola pemanfaatan yang baru. Pembangunan MRT yang baru selesai juga memudahkan akses pengunjung untuk menuju Stadion Gelora Bung Karno. Ruang publik yang semakin luas dan memiliki elemen baru ditambah dengan jumlah minat penduduk sekitar untuk melakukan aktivitasnya di Ruang Publik Ini membuat klaster aktivitas baru yang menyebabkan pola pemanfaatan ruang yang beragam. Dari ke 4 Ruang publik yang menjadi akses pejalan kaki utama untuk menuju Stadium GBK akan diteliti dan dibandingkan, dimana nanti akan ditemukan Ruang publik mana yang paling termanfaatkan dengan baik dan juga yang tidak. Kemudian setelah didapatkan Pola Pemanfaatan Ruang dan Pola Aktivitasnya dapat dilihat perbedaan nilai pemanfaatan ruang pada ke 4 ruang publik yang diteliti. Yang bisa menyimpulkan ruang publik mana yang paling termanfaatkan dengan baik dan juga tidak beserta alasannya. Yang diharapkan dari Jurnal ini adalah pemahaman pembaca tentang bagaimana elemen fisik, vegetasi dan juga pola aktivitas bisa mempengaruhi pola pemanfaatan ruang yang terjadi di sebuah ruang publik.
Geometri Fraktal Terhadap Rekonstruksi Candi Badut oleh B. De Haan
dhara adyuta sasikirana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Candi Badut merupakan Candi tertua di Pulau Jawa. Candi ini merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan Kanjuruhan yang sempat runtuh akibat faktor alam dan manusia. B. De Haan, kontrolir pada masa kolonial Belanda, berperan besar dalam proses pemugaran candi ini ditahun 1925-1927. Beliau juga membuat sketsa rekonstruksi Candi Badut yang utuh serta sesuai dengan triloka, candi yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki(Bhurloka), badan(Bhuvarloka) dan kepala(Svarloka). Namun tidak ada bukti yang kuat untuk merekonstruksi bagian kepala sehingga hanya bagian kaki dan badan saja yang dipugar. Muncul keingintahuan akan wujud utuh Candi Badut ini. Berasal dari filosofi vastu purusha mandala, candi yang bercorak Hindu ini menggunakan pembagian persegi yang berulang sehingga untuk membuktikan reka bagian kepala candi tersebut dapat menggunakan Geometri Fraktal dengan metode box-counting. Hasil yang diperoleh menyebutkan bahwa indeks dimensi fraktal pada bagian kaki, badan dan kepala dengan perbandingan 1.878:1.870:1.872 dan dapat dibulatkan menjadi 1:1:1. Dari angka tersebut membuktikan bahwa rekonstruksi B. De Haan dapat dibuktikan kebenarannya dari kacamata geometri fraktal. Kemudian didapat hasil bahwa perbandingan tinggi kaki, badan dan kepala candi sebesar 2,35:4,88:6,94 yang dapat disederhanakan menjadi 1:2:3. Angka yang berulang dan teratur ini mendukung bahwa Candi Badut menganut filosofi vastu purusha mandala.
Geometri Fraktal Terhadap Rekonstruksi Candi Badut oleh B. De Haan
Dhara Adyuta Sasikirana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Candi Badut merupakan Candi tertua di Pulau Jawa. Candi ini merupakanpeninggalan bersejarah dari Kerajaan Kanjuruhan yang sempat runtuh akibat faktoralam dan manusia. B. De Haan, kontrolir pada masa kolonial Belanda, berperanbesar dalam proses pemugaran candi ini ditahun 1925-1927. Beliau juga membuatsketsa rekonstruksi Candi Badut yang utuh serta sesuai dengan triloka, candi yangdibagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki(Bhurloka), badan(Bhuvarloka) dankepala(Svarloka). Namun tidak ada bukti yang kuat untuk merekonstruksi bagiankepala sehingga hanya bagian kaki dan badan saja yang dipugar. Munculkeingintahuan akan wujud utuh Candi Badut ini. Berasal dari filosofi vastu purushamandala, candi yang bercorak Hindu ini menggunakan pembagian persegi yangberulang sehingga untuk membuktikan reka bagian kepala candi tersebut dapatmenggunakan Geometri Fraktal dengan metode box-counting. Hasil yang diperolehmenyebutkan bahwa indeks dimensi fraktal pada bagian kaki, badan dan kepaladengan perbandingan 1.878:1.870:1.872 dan dapat dibulatkan menjadi 1:1:1. Dariangka tersebut membuktikan bahwa rekonstruksi B. De Haan dapat dibuktikankebenarannya dari kacamata geometri fraktal. Kemudian didapat hasil bahwaperbandingan tinggi kaki, badan dan kepala candi sebesar 2,35:4,88:6,94 yang dapatdisederhanakan menjadi 1:2:3. Angka yang berulang dan teratur ini mendukungbahwa Candi Badut menganut filosofi vastu purusha mandala.