cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2015): Agustus" : 4 Documents clear
TINDAKAN SOSIAL ORGANISASI IKMR (IKATAN KELUARGA MINANG RIAU) DALAM PEMILUKADA PROVINSI RIAU TAHUN 2013 105120100111001, RAHMAN MALIK
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 3 (2015): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa kerusakan hutan di Dusun Junggo, Kota Batu menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor pada tahun 2005 sehingga menjadi perhatian umat Hindu-Dharma. Kesadaran mereka pada alam terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian pada umat Hindu-Dharma ini dilihat dari teori agama sebagai realitas sosial karya Berger. Menurutnya, agama merupakan salah satu peranan penting dalam proses pembangunan dan pemeliharaan dunia. Seperti halnya yang terjadi pada umat Hindu-Dharma dalam memelihara, dan menyelamatkan alam dirinya berpedoman pada nilai-nilai ajaran agama. Penelitian ini menyimpulkan umat Hindu-Dharma mendapatkan pengetahuan nilai-nilai ajaran agama melalui proses pembelajaran di dalam hidupnya baik dari pendidikan sekolah hingga tokoh agama. Nilai kosmologi Hindu mampu membimbing tingkah laku umat Hindu untuk melestarikan alam. Ketika bencana banjir dan tanah longsor melanda, mengajarkan mereka bahwa terjadi perubahan lingkungan fisik karena campur tangan manusia. Dengan pengalaman yang sama, umat Hindu kemudian melahirkan pula kesadaran yang sama tentang bagaimana memperlakukan alam yaitu dengan mengamalkan nilai ajaran Agama Hindu berupa kegiatan penghijauan hutan (Wana Kartika) dan menjalankan upacara keagamaan yang berhubungan dengan alam, serta menerapkan prinsip etika lingkungan dalam kehidupan yang berguna untuk menjaga dan melestarikan alam. Permasalahan yang terjadi  adalah kurang terjalinnya kerjasama umat Hindu di Dusun Junggo dengan lembaga pemerintahan yang terkait. Hal tersebut karena minimnya komunikasi antar keduanya. Jika diadakan kerja sama tiap tahunnya dalam hal pelestarian lingkungan dapat memudahkan umat Hindu dan umat lainnya untuk mengatasi kerusakan hutan dan mengantisipasi bencana yang mungkin akan terjadi. Kata Kunci : Kerusakan Hutan, Kosmologi Hindu, Pelestarian Lingkungan Alam.
DISKURSUS KAMPUNG WISATA (Studi Kasus Diskursus Pembentukan dan Pelaksanaan Program Kampung Wisata Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) 105120100111040, ATANTIA RISKY ANANDA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 3 (2015): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang diskursus kampung wisata, khususnya proses awal perencanaan hingga pelaksanaan Kampung Wisata Kungkuk (KWK) di Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian ini menggunakan teori Diskursus yang dikemukakan oleh Jurgen Habermas. Diskursus merupakan bentuk tindakan komunikatif-intersubjektif yang argumentatif, kritis, dan terbuka untuk mencapai sebuah konsensus dalam sebuah sistem dan lebenswelt. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus jenis perjodohan pola dan deret waktu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan 3 hasil penelitian, pertama, pembentukan KWK tahun 2007 tidak komunikatif kepada masyarakat Kungkuk secara utuh karena hanya melibatkan penggagas saja yaitu pihak perhotelan dan beberapa anggota masyarakat. Komunikasi di tingkat penggagas  berjalan komunikatif-diskursif  karenan ditunjang lebenswelt mereka mengenai pertanian yang tak mengetahui pariwisata sehingga mempertanyakan pembentukan KWK. Selanjutnya terjadi  permasalahan  karena lebenswelt ketua KWK adalah pembangunan itu selalu dibuktikan dengan keberadaan bukti fisik sarana prasarana, namun tertipu oleh bantuan dana parpol yang tidak terealisasi  akhirnya KWK berhenti tahun 2009-2011. Kedua, pemerintah membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) tahun 2010. Pemilihan Dusun Kungkuk sebagai kampung wisata oleh Kepala Dinas Pariwisata bermakna ganda, satu sisi secara birokratis kepala dinas memiliki wewenang untuk membangun desa wisata tertentu, sisi yang lain lebenswelt beliau sebagai warga Desa Punten yang ingin memprioritaskan pembangunan wisata desanya sendiri terlebih dahulu. Ketiga, program KWK tidak melibatkan POKDARWIS, seharusnya program wisata di desa secara prosedural melalui POKDARWIS, sehingga pemerintah yang memutus tindakan komunikatif para stakeholders.     Kata Kunci: Diskursus, Tindakan Komunikatif, Kampung Wisata.
PERSEPSI PEREMPUAN TERHADAP ALAT KONTRASEPSI (Studi Fenomenologi pada Akseptor Perempuan atas Tubuh yang Dipasang Alat Kontrasepsi di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) 0911213011, IKA HUTAMININGSIH
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 3 (2015): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Negara program Keluarga Berencana yang diselenggarakan oleh negara yang bertujuan untuk menurunkan jumlah penduduk dengan mensosialisasikan pemakaian alkon sehingga tercipta keluarga sejahtera. Namun, pada praktiknya, pemakaian alkon lebih banyak ditujukkan pada perempuan walaupun memiliki efek samping diantaranya perdarahan, tidak menstruasi, kegemukan maupun efek secara psikologis. Penelitian ini berupaya menjelaskan persepsi akseptor perempuan terhadap tubuh yang dipasangi alkon. Teori Fenomenologi Persepsi oleh Maurice Marleau-Ponty menjadi alat analisis untuk menjelaskan persepsi perempuan terhadap alkon dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman prarefleksi mengenai alkon diperkenalkan pihak medis dibantu oleh keluarga, lingkungan sekitar, dan media. Ketika perempuan mengalami kegagalan alkon, perempuan hanya bisa pasrah sedangkan ketika mengalami efek samping ada dua persepsi yaitu alkon menjadi pembebas perempuan dari efek samping yang ditimbulkan alkon sebelumnya, kedua, perempuan tidak apa-apa dengan efek samping yang dirasakan. Persepsi yang kedua merupakan upaya medis mengubah efek samping alkon menjadi “tidak apa-apa” agar perempuan tetap memakai alkon dan tujuan program KB dapat berhasil. Wacana jumlah anak dan alkon menjadi norma yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Perempuan tidak terlalu terbuka dalam menceritakan pengalaman ketertubuhan pada orang lain termasuk pada suami. Laki-laki tidak memiliki pengetahuan mengenai alkon sehingga acuh dalam setiap tahap pengalaman perempuan karena negara dan medis tidak melibatkan laki-laki dalam sosialisasi alkon secara sistemis sehingga menunjukkan  program KB bias gender.   Kata kunci : perempuan, kontrasepsi, efek samping, persepsi.  
REPRODUKSI PENGETAHUAN FOTOGRAFI DASAR PADA KOMUNITAS FOTOGRAFI “WARKOP MALANG” 0811213068, WAHYU INDRA PRATANU
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 3 (2015): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Fotografi WARKOP Malang memiliki kegiatan mempelajari keilmuan fotografi secara mendalam. Komunitas ini mencoba membangun konsep fotografi dasar dengan lebih memperdalam pengetahuan fotografi dasar yang sudah ada di luar komunitas. Tulisan ini menitikberatkan pada pengetahuan yang dimiliki dalam membuat sebuah karya foto. Setiap foto hasil karya seseorang, selalu ada pengalaman pengetahuan yang melatarbelakangi si pembuat foto tersebut. Fotografer yang berjejaring atau berkumpul dengan sesama penghobi foto akan dapat memperbaharui pengetahuannya tentang fotografi di mana seorang atau sekelompok fotografer mampu mengembangkan pemikiran dan pengetahuannya dalam sebuah komunitas. Proses berdarnya pengetahuan dapat dilihat dengan trialektika Berger dan Luckmann. Mulai dari realitas obyektif yakni kurikulum WARKOP sebagai acuan belajar dasar fotografi dan sebagai sebuah nilai dalam komunitas. Sebuah pengetahuan yang disebarkan kepada para anggotanya dan penerapan pengetahuan dalam diri para anggota ini masuk pada tahap internalisasi. Kemudian para anggota ini membuat sebuah karya fotografi yang beracuan pada kurikulum sebagai bentuk eksternalisasi mereka yang nantinya dijadikan bahan diskusi pada komunitas tersebut. Foto tersebut kemudian dikoreksi sebagai bahan  pembelajaran. Kesepakatan-kesepakatan pengetahuan dalam diskusi tersebut merupakan bentuk dari obyektivasi. Proses reproduksi ini terjadi karena produksi pengetahuan yang telah ada belum cukup mampu memperdalam teknik fotografi. Maka dari itu penting untuk mereproduksi pengetahuan fotografi yang sudah ada sehingga fotografer layak untuk menjadi fotografer profesional yang menguasai teknik fotografi secara menyeluruh.   Kata kunci: Pengetahuan, Fotografi Dasar, Kurikulum, WARKOP Malang  

Page 1 of 1 | Total Record : 4