cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 46 Documents clear
ANALISA PONDASI PILE RAFT PADA TANAH LUNAK DENGAN PLAXIS 2D B. Kananlua, Andelina; Kadang, Jansen; S. Wulandari, Paravita; Buntoro, Januar
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Permasalahan penurunan menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi para perencana pondasi bangunan dikarenakan oleh kondisi tanah yang lunak. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, banyak perencana menggunakan pondasi raft atau pondasi rakit, karena dianggap mampu memberikan faktor keamanan yang memadai dalam menghadapi kegagalan daya dukung ultimate. Namun diperkirakan pondasi raft ini akan mengalami penurunan yang besar. Permasalahan tersebut mungkin dapat berkurang jika adanya penambahan pile pada pondasi raft sehingga menjadi pondasi pile raft. Dengan penambahan pile pada pondasi raft diharapkan perencanaannya mempertimbangkan segi ekonomis. Dengan menggunakan beban merata 6 t/m2, dilakukan penelitian pada pondasi pile raft dengan memvariasikan tebal raft yakni 80 cm, 100 cm, 120 cm dan 140 cm. Untuk panjang pile divariasikan dari panjang 5 m, 7 m, 9 m, 13 m dan 15 m. Analisis penurunan dilakukan dengan menggunakan software Plaxis 2D dan Metode Poulos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penambahan jumlah pile pada pondasi raft menghasilkan profil penurunan yang berkurang namun pada suatu keadaan tertentu penambahan pile tidak memberikan kontribusi yang lebih signifikan. Begitupun dengan perhitungan Poulos, pada konfigurasi pile tertentu tidak memberi kontribusi lagi. Sehingga desain yang ekonomis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan tebal raft 80 cm dengan panjang pile 13 m dan konfigurasi pile 7x7.
PERENCANAAN DAN ESTIMASI BIAYA PELAKSANAAN UNTUK JALAN PENGHUBUNG DI KAWASAN SURABAYA TIMUR Widarno, Bryan; Dinata, Irvian; Santoso, Indriani; Suwono, Johanes Indrojono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Pesatnya pertumbuhan penduduk kota Surabaya menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal. Di samping itu, dibutuhkan juga infrasturktur jalan sebagai akses penghubungnya. Perencanaan ini merupakan suatu perencanaan infrastruktur yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi suatu lokasi, khususnya di Surabaya Timur. Perencanaan ini bertujuan untuk menghitung tebal perkerasan lentur jalan dengan menggunakan metode AASHTO 1993 kemudian membuat estimasi biaya konstruksinya dengan menggunakan Standar Satuan Harga Dasar Konstruksi dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun Anggaran 2011 untuk wilayah Provinsi Jawa Timur serta merencanakan infrastruktur jembatan sebagai pelengkap dari jalan dengan berpedoman pada BMS’92 di komplek perumahan di kawasan Surabaya Timur.Pada perencanaan ini menunjukkan bahwa metode AASHTO 1993 dapat diaplikasikan di Indonesia. Estimasi biaya yang dilakukan dalam perencanaan ini hanya untuk perkerasan jalan saja, tidak termasuk galian dan urugan tanah, perencanaan bahu jalan, trotoar, dan median jalan.
PERBANDINGAN KINERJA BANGUNAN YANG DIDESAIN DENGAN FORCE-BASED DESIGN DAN DIRECT DISPLACEMENT-BASED DESIGN MENGGUNAKAN SNI GEMPA 2012 Asisi, Fransiscus; Willyanto, Kevin; Muljati, Ima
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Banyak penelitian-penelitian mengenai kinerja Direct Displacement Based Design (DDBD) dan Force Based Design (FBD) telah dilakukan sebelumnya. Namun, penelitian-penelitian tersebut masih dilakukan dengan menggunakan SNI 03-1726-2002 yang sudah tidak relevan untuk dipakai lagi saat ini karena adanya perubahan peraturan dari SNI 03-1726-2002 menjadi SNI 1726-2012 oleh pemerintah. Penelitian ini membandingkan kinerja antara FBD dan DDBD menggunakan SNI 1726-2012 dengan cara mendesain struktur 6 lantai dengan denah tipikal yang sama menggunakan kedua metode pada wilayah beresiko gempa tinggi dan rendah. Struktur yang didesain diuji dengan analisis non-linear dinamis time history. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur bangunan yang didesain dengan DDBD memberikan kinerja yang lebih baik daripada FBD baik dalam drift ratio ataupun failure mechanism. Satu-satunya kelemahan dari DDBD adalah biaya yang lebih mahal karena hasil desain yang menggunakan lebih banyak material. Namun, hasil desain DDBD lebih terjamin sesuai desain perencana dan waktu yang terbuang untuk mendesain tidak sebanyak FBD.
KETERKAITAN KUANTITAS PEKERJAAN DENGAN DURASI DAN TENAGA KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI Wijaya, Phillip; Leman, Susanto; Proboyo, Budiman; Santoso, Indriani
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Dalam proyek konstruksi dibutuhkan adanya perencanaan yang baik dalam bentuk schedule yang teratur. Schedule pada proyek konstruksi berbicara mengenai durasi tiap-tiap pekerjaan pada proyek konstruksi yang dipengaruhi oleh kuantitas pekerjaan dan jumlah tenaga kerja. Kuantitas pekerjaan dapat diperoleh dari Rencana Anggaran Biaya pada proyek konstruksi. Melalui kuantitas pekerjaan yang didapat dari RAB dan durasi pekerjaan yang didapat dari schedule dapat diperoleh keterkaitan yang disebut dengan daily output. Melalui daily output dapat diperoleh berapa jumlah tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan berdasarkan indeks SNI 2008. Fokus pekerjaan daripada penelitian ini adalah pekerjaan struktur yang meliputi pekerjaan pengecoran, pemasangan bekisting, dan pembesian pada struktur kolom, balok, plat, dan dinding. Berdasarkan perbandingan data rencana antara proyek Hotel Cleo, proyek UK Petra Gedung P1-P2, dan juga proyek Fave Hotel, maka dapat disimpulkan bahwa proyek UK. Petra Gedung P1-P2 memiliki nilai daily output dan jumlah tenaga kerja terbanyak untuk pekerjaan bekisting, pembesian, dan pengecoran pada masing-masing elemen struktur jika dibandingkan dengan proyek lainnya. Berdasarkan persentase perbedaan antara data rencana dan data nyata diatas dari daily output pada pekerjaan bekisting, pembesian dan pengecoran pada masing-masing elemen struktur bagian nyata memiliki indeks tenaga kerja yang relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan data rencana berdasarkan SNI 2008, kecuali pada pekerjaan pembesian tangga yang membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak.
PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO SECARA MAKSIMAL DENGAN CAMPURAN FLY ASH DALAM PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER Widjaya, Andi; Natallia, Chrysilla; Antoni, ,; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian terhadap pemanfaatan lumpur Sidoarjo telah banyak dilakukan sebelumnya. Salah satu cara usaha pemanfaatan yang dilakukan adalah menggunakan lumpur Sidoarjo sebagai bahan pembuatan mortar geopolimer. Pada penelitian kali ini lumpur Sidoarjo yang digunakan digiling selama 12 jam dan fly ash digiling selama 6 jam. Ketika kedua material ini lebih halus, maka luas permukaan partikel bertambah sehingga partikel menjadi lebih reaktif dan juga mortar akan semakin padat. Pada penelitian ini menggunakan variasi water to binder ratio (w/b) dari 0,25; 0,3; 0,35; 0,4. Dari hasil yang didapat, dipilih komposisi campuran dengan w/b yang memiliki kuat tekan dan kelecakan yang bagus yaitu w/b 0,3 dan 0,35. Lumpur Sidoarjo dan fly ash digunakan bersama-sama, dengan perbandingan massa lumpur Sidoarjo yang digunakan mulai dari 0%, 25%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penggilingan lumpur Sidoarjo dan fly ash, mortar memiliki berat jenis yang lebih tinggi, tetapi penggilingan fly ash tidak memberikan tambahan kuat tekan pada mortar geopolimer. Perbandingan massa lumpur Sidoarjo dan fly ash yang menghasilkan kuat tekan paling tinggai adalah 50% : 50%. Kemudian nilai kuat tekan mortar geopolimer dengan massa lumpur Sidoarjo dari 60% hingga 90% memiliki nilai yang tidak jauh berbeda.
TABEL DESAIN KAPASITAS SAMBUNGAN BAJA TIPE FLEKSIBEL BERDASARKAN SNI 03-1729-2002 Wijaya, Charlie; Setiohadi, F.X. Eka Prasetyo; Pudjisuryadi, Pamuda; Tanojo, Effendy
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Sambungan merupakan komponen penting dari struktur baja. Pada proses perhitungan struktur baja, sambungan membutuhkan perhitungan yang rinci karena memiliki berbagai macam variasi dari jenis atau tipe sambungan dan gaya – gaya yang bekerja. Perencanaan sambungan membutuhkan trial and error untuk menentukan konfigurasi sambungan dan jumlah sambungan (jumlah baut dan tebal las) hingga kapasitas sambungan lebih besar dari beban sambungan. Dengan banyaknya macam sambungan yang diperhitungkan dan juga memakan banyak waktu, maka dalam perencanaan diperlukan penyederhanaan menjadi tabel sambungan baja fleksibel yang umum digunakan (double angle cleat dan web side plate) sesuai dengan SNI 03-1729-2002. Tabel ini disusun dengan menentukan variasi parameter seperti profil, baut, mutu las, coakan, konfigurasi baut, dan komponen sambungan. Penyajian tabel ini berupa variasi jumlah baut, jarak coakan, kapasitas profil (tanpa coakan, coakan tunggal, coakan ganda), dan konfigurasi baut. Pembuatan tabel ini menghindarkan pengguna untuk trial and error dalam mendesain sambungan. Pengguna cukup mengetahui ukuran profil yang akan disambung, lalu memilih sambungan sesuai dengan kapasitas yang diinginkan.
PERBANDINGAN PPC DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA DUA PROYEK APARTEMEN Jonathan, Jonathan; Anton, Anton; Andi, Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Dalam perkembangan dunia konstruksi yang semakin komplek, sering terjadi pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal perencanaan yang ada pada action plan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai suatu perencanaan proyek dengan menghitung Percent Plan Completed dan juga mendapatkan faktor-faktor penyebab tidak tercapainya rencana pekerjaan (Reason Not Complete). Hal ini dilakukan dengan menerapkan kontrol aliran kerja yang berkesinambungan agar perencanaan menjadi lebih handal. Selain itu juga akan diteliti mengenai penggunaan kontrol aliran kerja sistem last planner pada suatu proyek konstruksi. Penelitian ini telah dilakukan selama 19 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata PPC (Percent Plan Completed) sebesar 61,15% dan 57,32%, kemudian faktor penyebab dominan tidak terselesaikannya pekerjaan dalam proyek ini adalah faktor predecessor. Selain itu proyek yang diamati ini sedikit melakukan kontrol aliran kerja sistem last planner. Dimana aliran kerja yang dilakukan yaitu action plan2 mingguan dan daily meeting yang dilakukan seminggu sekali.
RINGAN GEOPOLIMER BERBASIS LUMPUR SIDOARJO DAN FLY ASH DENGAN MENGGUNAKAN FOAM AGENT Subroto, Raven Andrean; Utomo, Diar Januar; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas upaya pemanfaatan lumpur Sidoarjo untuk dapat dijadikan sebagai agregat ringan buatan melalui proses geopolimerisasi. Penelitian ini menggunakan bahan dasar lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH, sodium silikat, dan foam agent. Kadar sodium silikat yang digunakan sebesar 30%, 40%, 50% dan 60% dari massa pozzolan (lumpur dan fly ash) dan memperhatikan perbandingan massa larutan sodium silikat dengan larutan NaOH. Setelah itu, penelitian ini menggunakan variasi Molaritas NaOH sebesar 5M, 6M, 7M dan 8M. Untuk menghasilkan berat jenis yang lebih kecil maka ditambahkan foam agent. Perbandingan volume foam agent dengan air yang digunakan adalah 1:20 dan 1:50. Pada masing-masing penelitian tersebut diberikan variasi pemberian foam sebesar 2 liter, 3 liter, 4 liter dan 5 liter yang dikonversi menjadi perbandingan massa foam : massa binder (campuran lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH padat, sodium silikat dan air). Pengujian kuat tekan dilakukan pada sampel berukuran 5×5×5 cm3, sedangkan uji berat jenis, stabilitas serta absorpsi pada pelet berdiameter ± 1,5 cm. Hasil terbaik dari penelitian ini, yaitu agregat ringan geopolimer dengan berat jenis 0.82 g/cm3 dan kuat tekan sebesar 2.31 MPa pada umur 7 hari.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PEKERJAAN PONDASI BORED PILE (STUDI KASUS PADA BANGUNAN PERKANTORAN 31 LANTAI) Lesmana, Abraham Putra; S. Alifen, Ratna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Deep foundation is commonly used on high rise buildings. In most big cities people often uses bored pile as their deep foundation because bored pile is undisplacement pile, which means it doesn’t replace the underground earth that will cause pressure to the surrounding buildings. Bored pile doesn’t cause sound pollution and has minimum vibration so it doesn’t harm the environment. This research’s goal is to analyze the productivity of bored pile construction and the factors which influencing it. This research uses unit completed method and multiple regression analysis to analyze the factors. The results of the mean productivity measurement of bored pile with diameter 800mm is 3,84 m’/hour/equipment. Decrement of productivity is influenced by factors of equipment (83,37 workhours lost;40,39%), environtment(5,52 workhours lost;2,68%), labor (63,3 workhours lost;30,66%), material (4,77 workhours lost;2,31%), and management (49,46 workhours lost;23,96%).
KEMUNGKINAN PENGGUNAAN BASE ISOLATION PADA BANGUNAN SEDERHANA Gunawan, Andrianto; Herryanto, ,; Pudjisuryadi, Pamuda; Lumantarna, Benjamin
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian sebelumnya oleh Lumantarna dan Pudjisuryadi tentang friction damper pada rumah tradisional dengan hubungan kolom kayu yang terletak di atas batu, menunjukkan bahwa sistem friction base isolation menghasilkan performa yang baik terhadap beban gempa. Konsep yang dipakai adalah memanfaatkan friksi pada dasar kolom dan pondasi. Konsep base isolation ini terbukti dapat mengurangi gaya dalam yang terjadi pada struktur di atasnya. Konsep inilah yang menjadi landasan pada penelitian ini di mana objek bangunan adalah struktur bangunan sederhana yang terbuat dari beton. Penelitian ini membandingkan struktur bangunan sederhana yang hubungan kolom dan sloof ke pondasi diberi angker dan tanpa angker. Permodelan pondasi menggunakan friction isolator link pada SAP2000v11. Beban gempa yang digunakan berupa gempa El Centro modifikasi yang disesuaikan dengan SNI 03-1726-2012 untuk kota Palu. Kedua jenis struktur diuji dengan analisa riwayat waktu nonlinear. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa friction isolator link pada SAP2000v11 dapat digunakan untuk memodelkan sistem friction base isolation. Hasil secara keseluruhan menunjukkan bahwa besarnya gaya dalam akibat gempa berkurang pada saat struktur dalam keadaan slip.