Articles
52 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014"
:
52 Documents
clear
MUSEUM KERETA API DAN HOTEL DI SURABAYA
Nita Setiawati Wibisono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1234.651 KB)
Museum Kereta Api dan Hotel di Surabaya ini merupakan fasilitas edukasi dan rekreasi dimana bertujuan untuk menginformasikan masyarakat tentang sejarah dan perkembangan kereta api di Surabaya dan sekitarnya. TIdak banyak yang mengetahui bahwa zaman dulu kereta memegang peranan penting dalam pembuka jalur ekonomi bangsa Indonesia terutama di Surabaya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Stasiun Semut yang ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya dan sedang dalam tahap renovasi. Fasilitas hotel dipilih sebagai penunjang sehingga bisa menambah nilai komersil bagi museum karena letaknya yang berada di kawasan pusat ekonomi dan kota lama Surabaya. Bangunan ini dirancang dengan menggunakan pendekatan simbolik dimana dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan mengikuti arsitektur colonial agar selaras dengan lingkungan dan memperkuat kesan kota lama, serta mengingatkan masyarakat pada Stasiun Semut yang letaknya tidak jauh dari bangunan ini.
FASILITAS REKAMAN SUARA DI KOTA MALANG
Christopher Adi Hernawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (723.877 KB)
Fasilitas Rekaman Suara di Kota Malang" ini merupakan sebuah fasiltas bagi masyarakat sehubungan dengan banyaknya penggemar dan kreator musik di Kota Malang khususnya khalayak muda yang membutuhkan media dalam mengapresiasikan jati diri musik mereka. Salah satunya dengan perekaman suara, sebagai bentuk pertanggung jawaban musisi atas hasil kerjanya. Pengambilan lokasi berada di Kota Malang, karena di Kota malang belum ada sarana perekaman suara yang memadahi, sehingga banyak musisi yang akhirnya ke luar kota hanya untuk merekam suara musik mereka.Pendekatan yang diambil merupakan pendekatan simbolik dengan harapan bangunan bisa mencermikan "rekaman suara". Pendalam yang diambil adalah akustik untuk mendukung kualitas suara yang baik.
Fasilitas Kerajinan Batik Tulis Jetis di Sidoarjo
Karina Ikasari
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas Kerajinan Batik Tulis Jetis di Sidoarjo merupakan suatu fasilitas untuk mempromosikan lebih lanjut batik tulis Jetis yang merupakan salah satu produk andalan Sidoarjo. Fasilitas ini dilengkapi dengan galeri, workshop, exhibition hall, retail shop dan restoran. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memberdayakan potensi kerajinan batik tulis Jetis, baik secara edukasi dan wisata rekreasi.Rumusan masalah yang ada adalah bagaimana mendesain bangunan yang mampu mengenalkan dan mengekspresikan nilai kesenian dari batik tulis Jetis Sidoarjo. Hal ini sudah diselesaikan dengan menggunakan pendekatan arsitektur simbolik semiotika dengan channel metaphor intangible sehingga bentuk bangunan yang timbul adalah ekspresi dari salah satu motif batik tulis Jetis. Pendalaman karakter ruang dipilih agar dapat semakin menunjang lokalitas dan identitas bangunan.
Fasilitas Wisata Budaya Osing di Desa Kemiren Banyuwangi
Lani Senjaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (722.955 KB)
Fasilitas Wisata Budaya Osing di Desa Kemiren Banyuwangi ini merupakan fasilitas rekreasi dan edukasi yang mendukung visi dan misi pemerintah kota Banyuwangi dalam menjalankan program pengembangan kota berbasis Ecotourism. Fasilitas ini didesain untuk mewadahi aktivitas budaya masyarakat Osing sekaligus menjadi wadah edukasi dan pengenalan budaya untuk masyarakat yang tidak hanya secara lisan melainkan dari segi arsitektural dan lingkungannya. Fasilitas Wisata Budaya Osing ini terletak di Desa Kemiren yang merupakan kawasan desa adat Osing yang telah ditetapkan pemerintah kota karena keberadaan pemukiman masyarakat Osing asli dimana tradisi dan adat istiadat masih kental dirasakan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan wisata budaya yang memperhatikan tradisi, adat-istiadat dan kepercayaan masyarakat Osing serta memperhatikan kondisi dan potensi lingkungan sekitarnya agar dapat mewujudkan desain bangunan dan lansekap yang mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara langsung dan bukan merupakan sebuah desain yang berdiri sendiri melainkan menjadi satu kesatuan dengan lingkungan aslinya. Rumah tradisional Osing memiliki keunikan dari segi bentuk arsitektural dan struktur kontruksinya yang berbeda dengan rumah adat tradisional di daerah lain sehingga pendalaman struktur konstruksi diambil untuk mengenalkan pada masyarakat mengenai identitas asli rumah Osing.
FASILITAS EDUKASI DAN GALERI KOMUNITAS FOTOGRAFI DI JEMBER
Selvi Martharina Handjoyo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (589.712 KB)
Fasilitas Edukasi dan Galeri Komunitas Fotografi di Jember ini merupakan sebuah fasilitas yang mewadahi kegiatan belajar mengajar, saling berdiskusi dan berkumpul serta tempat memamerkan hasil karya yang berhubungan dengan fotografi di Jember. Fasilitas ini ada karena kurang perhatiannya Pemerintah Kabupaten Jember terhadap keberadaan para pecinta fotografi, serta sudah semakin banyaknya masyarakat pecinta fotografi maupun masyarakat yang ingin belajar lebih dalam tentang fotografi. Pemilihan tapak berada di pusat kota Jember yang berada di dekat kampus dan sekolah. Untuk bentuk dan pendalaman diambil dari bagian kamera, yaitu diafragma lensa yang bersegmen. Dalam proses fotografi, untuk mendapatkan foto yang baik membutuhkan cahaya yang masuk melalui diafragma kamera. Oleh karena itu pendekatan yang diambil adalah pendekatan simbolik yang ditransformasikan kedalam bentuk bangunan. Bentuk bangunan ini merupakan transformasi dari bentuk diafragma kamera dimana diafragma kamera berkaitan juga dengan banyak atau sedikit cahaya yang masuk.
Fasilitas Industri Kreatif Media Cetak di Surabaya
Aditya Denny Pratama
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.253 KB)
Fasilitas industri kretif media cetak di Surabaya” merupakan fasilitas yang mewadahi minat masyarakat Surabaya dalam hal media cetak khususnya bagi anak muda yang ingin menuangkan kreasinya dan juga membuka usaha dalam bidang media cetak dengan tujuan agar kreasi anak muda ini dapat dihargai dan mempunyai tempat di masyarakat Surabaya. Selain itu juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat Surabaya, dimana myarakat dapat mengetahui bagaimana proses produksi media cetak itu berlangsung. Fasilitas Industri Kreatif Media Cetak di Surabaya ini terletak pada jalan raya mulyosari yang dekat dengan beberapa universitas besar di Surabaya. Oleh karena itu desain bangunan ini harus sesuai dengan perilaku enterpreanur muda agar dapat menarik minat dari anak muda
Fasilitas Agrowisata Kebun Kopi Robusta di Jember
Fx Andree Yulianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (785.583 KB)
Fasilitas Agrowisata Kebun Kopi Robusta di Jember merupakan proyek desain yang bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan wisata di Jember. Hal ini didukung dengan potensi perkebunan kopi di Jember yang merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Jawa Timur. Fasilitas ini hadir sebagai wadah yang menampung segala informasi mengenai kopi, dari mulai penanaman sampai pada akhirnya di konsumsi pecintanya. Oleh karena itu konsep dari fasilitas ini adalah mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi kopi melalui semua panca inderanya. Untuk mewujudkan itu fasilitas ini menerapkan pendekatan sequence / urut-urutan dimana dalam setiap sub-sequence pengunjung dapat mengeksplorasi kopi melalui tiap panca inderanya. Selain itu pendalaman karakter ruang di pilih untuk mempertegas kesan ruang yang akan ditampilkan pada setiap bagian-bagian sequncenya. Fasilitas ini juga didesain dengan mengadaptasi unsur lokalitas arsitektur sekitar sehingga kesan suasana perkebunan kopi dapat ditampilkan pada fasilitas ini.
GALERI DAN SANGGAR ANGKLUNG DI SURABAYA
Dessy Natalia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (650.879 KB)
Galeri dan Sanggar Angklung di Surabaya ini merupakan salah satu fasilitas wisata yang mewadahi kegiatan masyarakat sehubungan dengan pengenalan dan permainan dari salah satu alat musik khas indonesia, yaitu Angklung. Pengadaan fasilitas ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat luas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan musik angklung. Serta terdapat pula fasilitas gedung pertunjukkan dimana para pengunjung dapat langsung menikmati alunan dari musik angklung. Hal ini didukung pula dengan pengesahan yang telah dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2010 terhadap angklung yang diakui sebagai salah satu alat musik asli dari Indonesia. Angklung juga dikenal sebagai alat musik yang sudah universal di indonesia, sehingga dengan keberadaan fasilitas ini di Surabaya dapat mendukung minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak Surabaya terhadap Angklung serta mendukung eksistensi dari Sanggar Alang-Alang yang telah mempelajari dan memainkan angklung terlebih dahulu dimana letaknya berada di dekat site. Agar kegiatan yang terjadi di dalam fasilitas ini dapat berjalan dengan baik, maka digunakan pendekatan arsitektur perilaku yang dikombinasi dengan pendekatan akustik. Pendekatan tersebut digunakan agar nilai-nilai kebersamaan yang dimiliki oleh angklung dapat dirasakan dan tersampaikan dengan baik kepada pengguna fasilitas melalui elemen arsitektural. Agar perilaku kebersamaan tersebut dapat terwujud dengan baik, didukung pula dengan akustik, dimana angklung tidak pernah lepas dengan sistem akustiknya. Untuk pendalaman yang digunakan adalah pendalaman akustik yang lebih mendalami mengenai material untuk mendukung sistem akustik yang baik serta pemaksimalan penggunaan material bambu.
Fasilitas Sinema Terpadu di Surabaya
Yurike Natasia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (788.804 KB)
Fasilitas Sinema Terpadu di Surabaya adalah sebuah fasilitas di bidang hiburan dan pariwisata yang menyuguhkan dan memadukan sinema 2 dimensi, 3 dimensi, 4 dimensi dan IMAX dalam penayangan film, sehingga pengunjung dapat memilih fasilitas menonton film yang diinginkan. Selain itu, bangunan ini juga menghadirkan fasilitas cafe, foodcourt, meeting room, bar, billyard, souvenir shop yang semua diorientasikan ke arah tengah atau ke arah outdoor space, dengan konsep dan tujuan outdoor space sebagai tempat berkumpul pengunjung. Pengunjung yang diharapkan pun bukan hanya penggemar film, namun pengunjung dari berbagai macam kegemaran dan komunitas juga dapat menikmati fasilitas – fasilitas yang disediakan di Fasilitas Sinema Terpadu. Pendekatan fungsi ruang dipilih dengan tujuan memberikan kenyamanan yang lebih bagi penonton dan semua pengunjung Fasilitas Sinema Terpadu, sedangkan pendalaman karakter ruang dipilih untuk memberikan kesan dan suasana ruang yang sesuai dengan desain perancangan.
Fasilitas Pelatihan dan Pengembangan Seni Visual untuk Anak di Surabaya
Josephine Hardjawikarta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (850.325 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas rekreasi edukasi di mana melatih dan mengembangkan kemampuan dan minat anak terhadap kesenian visual di Surabaya. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh realita bahwa walupun anak-anak memiliki otak kanan dan kiri yang perlu berjalan ssecara seimbang, namun pada kenyataannya di sekolah-sekolah saat ini lebih menekankan kepada ilmu-ilmu eksak yang cenderung menekankan kepada perkembangan otak kiri, sedangkan pelajaran sekolah seperti kesenian yang mengembangkan otak kanan anak memiliki porsi yang jauh lebih sedikit dibandingkan mata pelajaran lainnya. Fasilitas ini bersifat edukatif, informatif, dan rekreasional, dengan mengajak anak untuk bermain, bereksplorasi, dan menciptakan sesuatu sesuai imajinasi mereka. Pembagian zona pada fasilitas ini sendiri selain dibagi berdasarkan jenis aktifitasnya, juga menggolongkan ruang sesuai dengan kebutuhan anak pada jenjang usia tertentu, di mana terdiri dari area ekplorasi, kelas, maupun zona fasilitas umum (untuk semua kalangan). Untuk itu digunakan pendekatan perilaku anak, yang akan berpengaruh terhadap penataan ruang, zoning, dan sirkulasi pada fasilitas, sesuai dengan kebutuhan ruang yang ada.