Articles
1,542 Documents
Terminal Penumpang Kapal Pesiar di Benoa, Bali
Prasetya, Rieky -
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
 Fasilitas dari bangunan ini terdiri terminal penumpang dan fasilitas penunjang yang diperuntukan bagi para penumpang. Selain itu terminal ini juga dilengkapi dengan area wisata yang dapat dinikmati oleh para calon penumpang yang sedang menunggu jadwal pelayaran. Terminal ini berada di pelabuhan Benoa Bali, yang secara administratif dikelola penuh oleh PT. Pelindo III. Mengingat fungsi bangunan ini, adalah sebuah terminal dengan permasalahan sistem yang kompleks di dalamnya, maka pendekatan desain yang digunakan pada proyek ini adalah "pendekatan sistem", terutama sekali pada sistem zoning, sistem sirkulasi dan sistem keamanan terminal. Ketiga sistem inilah yang digunakan sebagai acuan dalam mendesain, selain itu pendalaman wayfinding dirasa sesuai digunakan pada proyek ini mengingat padatnya aktifitas berpindah tempat di dalam bangunan, dengan beragam tujuan dan sifat dari pengguna fasilitas terminal ini.
Kebun Binatang di Pantai Timur Surabaya
Suteja, Leonard
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Manusia, hewan dan tumbuhan merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Setiap makhluk hidup diciptakan dengan ciri khas nya masing-masing yang dapat mempengaruhi satu sama lain. Dalam Alkitab perjanjian lama, Tuhan menciptakan segala macam hewan pada hari ke 4, kemudian Tuhan menciptakan manusia pada hari ke 5 dan memberi kuasa atas binatang dan tumbuhan di bumi. Namun keanekaragaman ini semakin lama semakin berkurang, salah satu sebab yang paling banyak berdampak adalah jumlah manusia yang terus bertambah dan merebut habitat flora dan fauna untuk kepentingan manusia sendiri, selain itu perburuan liar akan satwa langka juga turut berperan dalam punahnya berbagai spesies makhluk hidup ciptaan Tuhan yang seharusnya di lestarikan. Kebun Binatang di Pantai Timur Surabaya ini sebagai lembaga konservasi berusaha untuk melestarikan dan mempertahankan kesejahteraan satwa liar yang makin hari lingkungan habitat aslinya semakin berkurang melalui desain sebuah kompleks bangunan yang terdiri atas taman satwa, aquarium, kebun khusus binatang malam beserta klinik hewan. Fasilitas kebun binatang ini berupaya mengajak masyarakat umum untuk turut serta berperan dalam kegiatan konservasi dengan cara mengedukasi masyarakat akan saling keterikatan antar setiap spesies makhluk hidup. Melalui pendekatan sistem sirkulasi sebagai pendekatan desain. Konsep biophilia digunakan untuk menarik masyarakat di kota metropolitan yang sibuk. Pengunjung yang berasal dari kota metropolitan akan dibawa melalui bangunan yang dapat menyatu dengan lingkungan natural sehingga pengujung dapat bersantai melepas kesibukan di kota. Selain berekreasi, pengunjung secara tidak langsung akan merasakan bagaimana kehidupan satwa yang tidak biasa mereka temui di tempat tinggal nya. Dengan menampilkan nilai dan keanekaragaman hayati, desain kebun binatang ini diharapkan mampu melestarikan dan memberi perlindungan bagi satwa - satwa yang telah kehilangan habitatnya.
Fasilitas kebudayaan Suku Osing di Banyuwangi
Praditya, Pandya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 ABSTRAK Banyuwangi, kota wisata di ujung Timur pulau Jawa, memiliki kebudayaan suku Osing yang terancam punah apabila tidak dijaga dan dilestarikan. Salah satu upaya untuk menjaganya adalah dengan tersedianya sebuah fasilitas kebudayaan yang memadai kegiatan kebudayaan Suku Osing.Fasilitas Kebudayaan Suku Osing ini dirancang ditengah kota Banyuwangi dengan tujuan mengenalkan, mengem-bangkan, dan melestarikan kebudayaan Suku Osing.Pada Fasilitas ini pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan yang interaktif dan edukatif. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas yang berupa Galeri Temporer dan Kontemporer, tempat pelatihan Tenun Abaca, tempat pelatihan Batik khas Osing, pelatihan Bahasa khas Osing hingga Teater terbuka dan tertutup untuk menikmati acara khas Suku Osing. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan adalah pendekatan simbolik metaphor tangible dengan pendalam-an karakter ruang. Fasilitas ini merupakan sebuah karya arsitektur kontemporer yang menganut prinsip prinsip arsitektur osing dengan metode perancangan masa kini.Kata Kunci: Fasilitas Kebudayaan, Suku Osing, Banyuwangi
Wahana Rekreasi Edukatif Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia di Surabaya
Tjondro, Merliana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
 Wahana rekreasi edukatif ini merupakan sebuah fasilitas rekreasi yang mendeukasi (informative) dengan penekanan materi anatomi fisiologi tubuh manusia. Sasaran pengguna bagi fasilitas ini dibedakan menjadi 3 (tiga) berdasar karakter usianya, yaitu, anak, remaja, dan dewasa. Konsep desain ingin menciptakan fun play area untuk mendukung konsep pembelajaran fun learning. Pengguna diharapkan dapat merasakan bahwa desain bangunan sebagai bagian dalam proses belajar yang menyenangkan. Untuk itu desain ini menggunakan pendekatan perilaku, baik karakter dalam diri pengguna maupun karakter belajar setiap kalangan usia, didukung dengan pendalaman desain karakter ruang. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi salah satu daerah tujuan wisata maupun studi ekskursi bagi wisatawan dari dalam dan luar kota Surabaya.
Hotel Resort Dengan Konsep Ekowisata di Teluk Patipi Fakfak
Wirjono, Steven Anthony
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 ABSTRAK "Hotel Resort dengan Konsep Ekowisata di Teluk Patipi,Fakfak" ini merupakan rencana untuk menanggapi rencana besar pemerintah dalam mengembangkan daerah Papua Barat. Daerah Papua Barat, bagian Teluk Patii merupakan area yang diproyeksikan sebagai daerah pariwisata untuk masyarakat Papua dan masyarakat luas pada umumnya. Beberapa keunggulan alam Teluk Patipi adalah (1) banyaknya lumba-lumba yang berada di area ini dan secara rutin masuk ke Teluk setiap sore; (2)Indahnya pemandangan pulau-pulau kecil di sekitar Teluk; (3) Wisata mancing di laut lepas yang memang sudah terkenal akan kekayaan lautnya; (4) Merupakan daerah penghasil pala. Beberapa faktor di atas merupakan modal utama Teluk Patipi untuk mempromosikan dirinya. Dan kekurangan Teluk Patipi hanyalah akomodasi yang layak dan nyaman karena setiap wisatawan yang datang harus pulang pergi dan menginap di kota terdekat yang Fakfak. Karena itu perlu sebuah hotel yang tidak hanya berpikir tentang keuntungan semata tapi juga hotel yang merupakan sebuah sistem yang menghidupkan potensi-potensi Patipi dan dikonservasikan kembali untuk kegunaan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil adalah Teori Ekowisata dengan 5 poin utamanya yaitu; (1) minimize impact to environment; (2)build environmental and cultural awareness and respect; (3)conservation; (4)provide empowerment for local people; (5)raise sensitivity to host countriesâ environmental climate.   Poin-poin inilah yang digunakan menjadi tolak ukur dalam mendesain hotel.Kata Kunci: Hotel Resort, Ekowisata, Teluk Patipi, Fakfak Â
Fasilitas Pelatihan dan Pagelaran Gamelan Di Surabaya
Anthony, Michael -
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
 Fasilitas Pelatihan dan Pagelaran Gamelan di Surabaya" ini merupakan fasilitas edukasi yang mewadahi kegiatan masyarakat sehubungan dengan pelestarian dan pelatihan gamelan di Surabaya. Hal itu didukung dengan besarnya minat anak muda terhadap musik di Surabaya.Fasilitas ini bertujuan untuk melestarikan dengan cara menyediakan tempat pertunjukan gamelan sekaligus mengajarkan gamelan kepada masyarakat secara langsung.Lokasi yang dipilih juga sangat strategis karena berdekatan dengan sekolah dan universitas, baik swasta dan negeri.Oleh karena itu, proyek yang terletak di Arif Rahman Hakim ini menggunakan pendekatan simbolik yang bertujuan agar menarik anak muda untuk mengenal lebih terhadap gamelan dan melestarikannya. Bangunan yang peka akan potensi lingkungan sekitar ini dicapai dengan orientasi yang menghadap ke jalan utama, Jl. Arif Rahman Hakim, agar mengundang pengunjung untuk mengenal gamelan. Pendalaman karakter ruang amphiteater dan teater pertunjukan gamelan dipilih untuk memaksimalkan potensi bangunan agar lebih mengundang pengunjung untuk datang
Fasilitas Pemuda Surabaya
Hariwibowo, Albert
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 ABSTRAK "Fasilitas Pemuda Surabaya" ini merupakan fasilitas yang mewadahi berbagai macam kegiatan anak muda, yang juga dapat membantu anak muda untuk bisa menemukan jati dirinya. Baik dalam hobi dan bakat juga sosialisasi, tentunya dalam hal yang positif. Fasilitas Pemuda yang terletak di Surabaya ini merupakan sebuah "Home" bagi seluruh anak muda yang haus untuk menciptakan maupun mempamerkan berbagai macam hasil kreativitas maupun kemampuan mereka. Oleh karena itu, Fasilitas Pemuda ini menggunakan pendekatan system yang memperhatikan dari segi symbol yang membuat bentukan dari bangunan dan system spasial juga sirkulasi untuk mengataur pola ruangan dan jalur sirkulasi dalam bangunan dan semuanya yang dikaitkan dengan konsep yaitu "Pencarian Jati Diri". Pendalaman karakter ruang pun dipilih agar dapat menjelaskan suasana yang ada di dalam ruangan Fasilitas Pemuda ini.Kata Kunci : Pencarian jati diri, Bakat, Fasilitas, Surabaya
Sekolah Tinggi Musik di Surabaya
Christanto, Novita Arisandra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
 Sekolah Tinggi Musik di Surabaya merupakan proyek yang berfokus pada pendidikan terutama pada bidang musik. Proyek berlokasi di salah satu kota di Indonesia yakni Surabaya, dimana banyak terdapat peminat musik. Permasalahan dalam proyek ini adalah tentang ruang kelas, karena kebutuhan kelas untuk sekolah tinggi musik berbeda dari sekolah biasa. Desain ini menggunakan pendekatan sistem penataan massa dan ruang, dengan menggunakan konsep "privat yang inspiratf". Fasilitas utama dalam Sekolah Tinggi Musik di Surabaya ini adalah area belajar mengajar yang meliputi ruang-ruang kelas, ruang guru, dan perpustakaan. Serta didukung dengan fasilitas lain, seperti ruang konser, amphitheatre, dan café. Pendalaman akustik dipilih untuk menunjang kenyamanan dalam bangunan ini. Sekolah Tinggi Musik di Surabaya ini diharapkan mampu menjadi wadah dalam pembelajaran musik di Surabaya.
Fasilitas Persemayaman dan Kolumbarium di Surabaya
Kartono, Alvin Venantius
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
 Fasilitas Persemayaman di Surabaya" ialah fasilitas umum yang berfungsi sebagai tempat untuk menyemayamkan jenazah orang yang sudah meninggal sebelum menuju tempat peristirahatan mereka yang terakhir, baik di makamkan ataupun dibakar. Fasilitas yang disediakan ialah ruang persemayaman yang disewakan, ruang memorial di kolombarium, ruang ritel untuk yang menjual alat-alat untuk upacara persemayaman termasuk bunga segar dan bunga kering, serta kantin. Pendekatan perancangan yang dipilih adalah pendekatan filosofis dari makna kematian seseroang yang tetap diingat. Seperti yang dikatakan Dr. Sam Vaknin yang membahas bagaimana eksistensi orang yang meninggal masih ada selama mereka diingat oleh orang lain. Mengenang mereka yang meninggal yang kita kasihi merupakan sebuah memori yang dapat selalu dikekang. Oleh sebab itu konsep perancangan yang dpakai adalah "memory". Aplikasi Konsep memori yang dipilih mempengaruhi proses penataan massa, zoning dan bentuk yang didesain. Memori diwujudkan dalam bentuk sebuah perjalanan yang merupakan axis dari tapak, yang dimulai dari pintu masuk sampai ke temapt memory yang abadi yaitu kolombarium. Axis ini merupakan tanggapan desain tapak terhadap potensi tapak yang berada di ujung perempatan jalan. Untuk memberikan penekanan pada alur perjalanan memori, maka pendalaman perancangan yang dipilih adalah "sequence", di mana karakter setiap titik mulai dari pintu masuk menuju ke tempat persemayaman, dan ke kolombarium merupakan sebuah ruang yang mampu memberikan kesempatan pengguna untuk mengenang sebuah "memory
AKADEMI FOTOGRAFI DI JAKARTA
Candra, Renaldo Aditya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
 Proyek tugas akhir ini adalah fasilitas fotografi yang ditujukan sebagai wadah baru bagi masyarakat Jakarta yang memiliki hobi dalam bidang fotografi. sehingga fasilitas ini dapat menjadi wadah untuk berlatih dan bersosialisasi bagi masyarakat Jakarta dan juga melahirkan calon-calon fotografer yang kompeten di dunia fotografi. Bangunan ini menggunakan pendekatan simbolis yang membuat kesan seakan-akan penggunjung terfoto bangunan dan mengarahkan pengunjung untuk berpindah dari fasilitas satu ke lainnya dengan menangkap vista yang berada di sekitarnya.