cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,556 Documents
Kantor Sewa Bisnis Rintisan Di Surabaya Jessica Nethania
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Kantor Sewa Bisnis Rintisan ini dirancangdengan latar belakang era ekonomi kreatif yangdiwarnai dengan bisnis rintisan oleh gen milenial.Tujuan proyek ini adalah untuk mewadahi kegiatanperkantoran yang tidak hanya sebagai tempatbekerja namun juga mampu membentuk perilakubaru yang dinamis dan berinteraksi untukmempelajari hal baru.. Konsep yg dikembangkanyaitu kolaborasi yang bertujuan untukmenciptakan interaksi antar satu sama lain denganmenerapkan banyak ruang berkumpul terbukamaupun tertutup sehingga harapannya dapattercipta kolaborasi sehingga dapat meningkatkanefektivitas para pekerja. Konsep ini terinspirasidari Arsitektur Kontemporer Jepang denganmelihat gaya kerja orang Jepang sertakeberlanjutannya yang diimplementasikan dalampengelolaan penataan ruang secara efektif danfleksibel serta penggunaan materialnya. Fasilitasutama bangunan ini terdiri kantor sewa dengandilengkapi fasilitas penunjangnya yaitu pusatbisnis, ruang kerja bersama, ruang berkumpulterbuka dan tertutup, servis, dll. Metodependekatan pada perancangan ini menggunakanpendekatan perilaku. Penerapan ruang berkumpulterbuka maupun tertutup yang didesain sebagaipenunjang aktivitas dan kebutuhan kaum milenialdalam bekerja. Pendalaman pada penataan ruangyang fleksibel dan kolaboratif serta pencahayaanuntuk mendukung suasana ruang kerja yangmendukung produktivitas dan efektivitas parapekerja untuk menghasilkan ide-ide kreatif.
FASILITAS KANTOR SEWA DAN PAMERAN DI BALIKPAPAN Brian Riyona Bayurangga Kadam
eDimensi Arsitektur Petra Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Balikpapan sedang mengalamiperkembangan yang pesat, sehingga diperlukanpendekatan yang komprehensif yangmempertimbangkan agenda masa depan kotatersebut. Dengan pertimbangan tersebut, terdapatdukungan terhadap pembangunan yang sedangberlangsung di daerah Balikpapan Utara, tepatnyaGrand City Balikpapan, yang menjadi pusatpendirian fasilitas kantor dan perkantoran. Lokasistrategis ini berdekatan dengan Sub City Service,area permukiman yang sering dikunjungi denganberbagai tujuan dan adanya komunitas-komunitas.Tempat komersial yang ada di daerah ini seringmenjadi tempat berkumpul karena minimnyaruang kumpul yang tersedia, sehingga kadangkadangterjadi kerumunan. Kegiatan besar sepertibalapan sepeda, komunitas pecinta anjing,jogging, dan maraton memerlukan area yang tidakmengganggu kegiatan dan lingkungan sekitarnya.Keberadaan pameran di sini sebagai jawaban ataskebutuhan komunitas yang membutuhkan ruangyang cukup besar dan dapat menampungkapasitas yang besar. Pameran ini juga dapatberfungsi untuk pengguna gedung kantor yangmenyelenggarakan acara dari program kantornya,sehingga gedung sewa kantor dan pameran iniberguna bagi lingkungan sekitarnya.
Fasilitas Komunitas Lansia di Surabaya Shannon Carolina Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi lanjut usia di Indonesia memicu tantangan signifikan terkait penurunan kesehatan, isolasi sosial, dan keterbatasan kesempatan produktif yang memerlukan penanganan terintegrasi. Fasilitas Komunitas Lansia di Surabaya hadir sebagai solusi melalui penerapan metode arsitektur perilaku dan prinsip ergonomi guna menciptakan ruang yang aman, inklusif, serta ramah bagi penggunanya. Perancangan ini mengintegrasikan ruang kelas multifungsi, kelas seni, fasilitas kesehatan, dan area rekreasi yang disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis maupun psikologis kaum senior. Penggunaan area hijau terbuka dalam desain tersebut bertujuan untuk mendorong aktivitas fisik ringan sekaligus memfasilitasi interaksi sosial guna mencegah rasa kesepian. Hasil dari pengembangan proyek ini menunjukkan peningkatan kesejahteraan lansia melalui terciptanya kemandirian, partisipasi sosial yang aktif, dan produktivitas yang terjaga. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi model pembangunan responsif yang mendukung terciptanya komunitas inklusif serta berkelanjutan bagi generasi perak di masa depan.
Rumah Aktif dan Sehat Bagi Lansiadi Kota Malang Clarissa Aricela Sulianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk lanjut usia (lansia) adalah kelompokmasyarakat yang memiliki tingkat kerentanan tinggisehingga memerlukan perhatian khusus dalam upayapeningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.Minimnya aktivitas fisik, terbatasnya interaksi sosial,serta belum optimalnya ketersediaan fasilitaspelayanan kesehatan, termasuk wadah aktivitasproduktif, menjadi permasalahan yang dihadapi olehlansia di kota Malang. Ruang lingkup perancangandifokuskan pada penerapan aspek ergonomi,aksesibilitas, keamanan, dan kenyamanan hunianlansia yang juga mampu mendukung kegiatanbernilai ekonomi. Proyek ini bertujuan untukmengembangkan konsep "Rumah Aktif dan Sehatbagi Lansia" yang penekanan pada penciptaanlingkungan binaan yang mendukung kesehatan fisik,mental, serta potensi kemandirian ekonomi lansia.Metode perancangan meliputi kajian literatur, studikasus, analisis lokasi, dan analisis kebutuhanpengguna yang didasarkan pada karakteristik fisik,sosial, dan aktivitas produktif lansia. Programkegiatan yang direncanakan mencakup aktivitaspeningkatan ekonomi lansia, seperti berkebun,pelatihan keterampilan ringan, memasak, dankegiatan produktif lainnya. Hasil dari perancanganini berupa konsep dan rancangan desain hunianlansia yang menerapkan prinsip ergonomis danramah lansia guna mendukung mobilitas,kemandirian, peningkatan produktivitas, sertakualitas hidup lansia.
Gedung Seni Pertunjukan Tradisional di Surabaya Belinda Richardo Felix
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pertunjukan merupakan fasilitas yang dirancangkhusus untuk menyelenggarakan berbagai jenis kegiatanseni dan budaya, seperti teater, konser musik, tari danpertunjukan lain. Seni pertunjukan di Surabayamencerminkan keanekaragaman. Jenis pertunjukan diSurabaya yaitu Ludruk, Reog Ponorogo, Jaranan Buto,Wayang Krucil, Sanur Madura, Kentung, dsb. Meskipunkaya dan beragam, seni pertunjukan memiliki masalahdalam pelestariannya. Salah satunya yaitu menurunnyaminat dari masyarakat terhadap seni tradisional, yangdisebabkan oleh perkembangan teknologi dan globalisasiyang meningkat. Perancangan gedung pertunjukan tersebutbertujuan untuk mengembangkan budaya lokal suatudaerah yang berfungsi sebagai sarana hiburan dan jugaedukasi bagi masyarakat. Dimana fasilitas tersebut dapatdigunakan sebagai wadah/titik kumpul bagikomunitas-komunitas pelaku seni pertunjukan. Jugamenyediakan tempat dengan fasilitas/kebutuhan yangmemadai bagi para komunitas pelaku seni pertunjukanmaupun pengunjung yang terletak di JL. Babatan UNESA,Surabaya, Jawa Timur.
Huninan Vertikal Berbasis Gaya Hidup Urban Untuk Komunitas Muda di Surabaya Cynthia Carissa
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota dan perubahan gaya hidup generasimuda menimbulkan kebutuhan akan model hunian baru yangmampu mengakomodasi pola hidup aktif, fleksibel, danterhubung. Permasalahan utama dalam perancangan iniadalah bagaimana merumuskan konsep hunian vertikal masadepan yang sesuai bagi komunitas urban muda danpasangan muda di Surabaya, sekaligus menjawab tantangankota dalam 30 tahun mendatang. Penelitian dan perancangandilakukan melalui pendekatan future living, denganmenempatkan prinsip livable proximity sebagai dasarpengembangan ruang, sehingga aktivitas tinggal, bekerja,rekreasi, dan interaksi sosial dapat berlangsung dalamkedekatan yang efisien. Metode yang digunakan meliputistudi literatur, analisis tapak, observasi perilaku pengguna,dan sintesis desain berbasis skenario perkembangan kota.Hasil perancangan berupa model hunian vertikal yang hidup,mendorong aktivitas dan interaksi penggunanya, sertamenggabungkan elemen mewah dengan strategikeberlanjutan, seperti optimasi pencahayaan alami,pengurangan jejak energi, dan integrasi ruang hijau aktif.Proyek ini menunjukkan bahwa hunian vertikal berbasis gayahidup dapat menjadi solusi adaptif bagi generasi mudaSurabaya, sekaligus mendukung perkembangan urban yanglebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Hotel di Surabaya Brenda Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan hotel di Surabaya berangkat dari permasalahan utama berupa kepadatan kawasan, tingginya polusi udara, minimnya ruang hijau yang sehat, serta kondisi lingkungan sekitar yang didominasi pemukiman padat atau slum yang mempengaruhi kualitas visual dan kenyamanan pengguna. Penelitian ini memfokuskan diri pada bagaimana prinsip biophilic design dapat merespons isu lingkungan tersebut, khususnya dalam konteks iklim tropis lembab yang menuntut strategi pencahayaan dan penghawaan alami yang optimal. Ruang lingkup kajian meliputi analisis tapak, karakter iklim, kualitas udara, kondisi visual, kebutuhan pengguna, serta potensi integrasi elemen alami dalam desain hotel urban. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis potensi dan kendala tapak, evaluasi pola perilaku pengguna, dan perumusan konsep desain restoratif. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan vegetasi vertikal, ruang transisi hijau, facade penyaring polusi, bukaan yang diorientasikan untuk mengontrol view, serta sistem penghawaan pasif berbasis prinsip tropis mampu meningkatkan kualitas udara, kenyamanan termal, dan pengalaman visual pengguna. Hotel biofilik yang dirancang berfungsi tidak hanya sebagai akomodasi, tetapi sebagai ruang pemulihan urban yang menawarkan lingkungan sehat dan hijau di tengah kepadatan kota. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi model penerapan arsitektur restoratif pada kawasan urban dengan kondisi lingkungan yang menantang.
HUNIAN CO-LIVING MULTIKELAS DI KASAWAN PANGLIMA SUDIRMAN, SURABAYA Celine Christina Linjaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hunian co-living di Panglima Sudirman, Surabaya dirancang sebagai respons terhadap keterpisahan sosial antara pekerja urban, warga existing, dan kelompok profesional di kawasan transisi CBD–administratif kota. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana arsitektur hunian dapat menautkan perbedaan kelas sosial, ritme hidup, dan pola aktivitas dalam satu sistem tinggal bersama tanpa menghilangkan batas privasi. Metode perancangan dilakukan secara kontekstual-kualitatif melalui analisis tapak, karakter pengguna, studi preseden, dan pendekatan teori everydayness. Pemahaman tersebut diterjemahkan ke dalam konsep in-between spaces sebagai strategi utama dalam merancang ruang perantara antara privat dan komunal. Hasil perancangan berupa bangunan hunian berbasis co-living yang dibagi ke dalam tiga zona pengguna dengan tingkat privasi yang berbeda. Bangunan ini dilengkapi sistem ruang komunal berlapis seperti dapur bersama, ruang makan, ruang santai, dan area transisi yang memungkinkan pertemuan lintas kelas secara alami. Integrasi fungsi tinggal, bekerja, dan bersosialisasi dalam satu kesatuan arsitektur diharapkan mampu membentuk kebersamaan tanpa menghapus perbedaan karakter tiap kelompok. Proyek ini menunjukkan bahwa ruang antara yang dirancang secara sadar terhadap konteks dan praktik keseharian mampu berperan sebagai pengikat sosial. Pada saat yang sama, rancangan tersebut menjaga keseimbangan antara kebutuhan privasi dan kolektivitas dalam hunian urban Surabaya.
Fasilitas Rehabilitasi Pasien PTSD di Surabaya Ni Nyoman Ayu Putri Anggarani
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang terus meningkat setiap tahun, memicu tekanan sosial yang berdampak signifikan terhadap terhadap kesehatan mental masyarakat, khususnya gangguan kecemasan, depresi, dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Untuk mendukung langkah pemerintah Kota Surabaya yang telah menunjukkan komitmen dalam pengembangan layanan kesehatan dan menetapkan kota ini sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan di Indonesia, dibutuhkan fasilitas rehabilitasi mental yang bersifat non-stigmatis dan berfokus pada pemulihan PTSD yang masih terbatas. Perencanaan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan masterplan Kecamatan Gubeng di 30 tahun ke depan yang mengusung konsep kota Urban Well-Being. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan biophilic, khususnya strategi Nature Inspiration yang menitikberatkan pada pola, prinsip, dan elemen alam pada desain bangunan. Penerapan ini diwujudkan melalui pengolahan bentuk, ruang, elemen air, material, struktur, dan vegetasi yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan terapeutifk yang dapat menuruntkan tingkat stress dan mendukung proses rehabilitasi pasien PTSD secara berkelanjutan.
Fasilitas Wellness Retreat Bagi Ibu Postpartum, Anak, dan Pasangan IVF di Surabaya Jane Frances Sienatra
eDimensi Arsitektur Petra Vol. 13 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan aspek mendasar yang memengaruhi kualitas hidup manusia dalam berbagai fase kehidupan. Dalam dinamika kehidupan manusia, fase-fase seperti postpartum, tumbuh kembang anak, dan upaya memiliki keturunan melalui program IVF, membutuhkan perhatian yang cenderung lebih kompleks. Pada fase-fase tersebut, kebutuhan kesehatan tidak hanya terbatas pada pelayanan medis, tetapi juga mencakup aspek psikologis, kenyamanan, dan kualitas lingkungan yang berperan dalam mendukung proses pemulihan. Adapun perancangan fasilitas wellness retreat ini bertujuan menghadirkan wadah pemulihan dan pendampingan yang menempatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional sebagai satu kesatuan yang saling terkait bagi ibu postpartum, anak, dan pasangan IVF. Program ruang terbagi menjadi tiga zona utama yaitu postpartum care, child care, dan IVF care, dengan tujuan memenuhi kebutuhan setiap subjek secara optimal. Setiap zona mencakup fasilitas publik, area wellness, pemeriksaan dan konsultasi, edukasi, penginapan, dan rooftop garden. Dalam upaya mendukung proses pemulihan, konsep biophilic design turut diintegrasikan dalam desain untuk menciptakan lingkungan yang menenangkan dan membantu proses pemulihan melalui keterhubungan dengan alam. Dengan demikian, integrasi antara perancangan dengan pembagian zonasi, program ruang, serta penerapan konsep biophilic design diterapkan guna membentuk lingkungan yang mampu mendukung kesehatan fisik dan mental bagi ketiga subjek.