cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mechanova
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018" : 24 Documents clear
Analisa Kinematik Watt's Link Pada Suspensi Holden Torana Yizhar Bechamel Putra Mestoko; Ninuk Jonoadji
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.083 KB)

Abstract

Dapat dikatakan bahwa stabilitas kendaraan ditentukan oleh salah satunya adalah stabilizer. Salah satu upaya untuk meningkatkan stabilitas dari kendaraan adalah dengan menambah komponen stabilizer seperti Watt’s Link. Watt’s link merupakan sebuah stabilizer yang berfungsi untuk mencegah pergerakan menyamping dari gardan terhadap sumbu aksialnya. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa kinematic dari Watt’s Link. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengerti cara kerja dari Watt’s Link, memahami sudut-sudut optimalnya, dan mengetahui simpangan gardan saat diterapkan Watt’s Link.Dari hasil analisa kinematic posisi dari Watt’s Link watts link mampu menghasilkan pergerakan yang bisa dianggap lurus sepanjang  mm dan range optimal batang ayun dari Watt’s link berayun adalah sebesar 11°. Dan dari hasil pengujian statis simpangan gardan didapati bahwa Watt’s link mampu untuk mengurangi simpangan gardan dari titik tengah chassis hingga 0.7 mm, sehingga ketika kendaraan melakukan manuver dengan kecepatan tinggi mampu mengurangi gejala oversteer.
Perancangan Cold Showcase Vertikal Berkapasitas 100L dengan Menggunakan 2 Lapis Kaca Billy Budi Wijaya; Ekadewi Anggraini Handoyo
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.685 KB)

Abstract

Cold showcase merupakan lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan dan menampilkan kue. Pada cold showcase menggunakan sistem pendingin yaitu siklus kompresi uap ideal. Temperatur ruangan pada cold showcase adalah 7°C dan temperatur pada evaporator adalah -5°C.Cold showcase dirancang dengan dimensi 100 cm x 40 cm x 35 cm. Mesin pendingin terdiri dari kompresor merk Sikelan tipe ADW110 berkapasitas pendinginan 3/8 pk, pipa kapiler berdiameter 0,31 mm dengan panjang 3 m dan menggunakan material tembaga, evaporator dengan dimensi 40 cm x 30 cm x 10 cm dan menggunakan pipa aluminium berdiameter ¼ inch, kondensor diletakkan pada showcase hangat untuk heat recovery. Refrigerant pada mesin pendingin menggunakan R134a. Kaca pada dinding cold showcase dibuat dengan prinsip double pane window agar tidak terjadi pengembunan.Hasil uji coba cold showcase menunjukkan bahwa temperatur rata-rata ruangan cold showcase setelah dinyalakan 40 menit adalah 7,8°C pada tray atas dan 1,8°C pada tray bawah. Pada cold showcase yang menggunakan 2 lapis kaca tidak terjadi pengembunan dibandingkan ketika menggunakan 1 lapis kaca.
PENGARUH KOMPOSISI, UKURAN PARTIKEL, SERTA TEKANAN LIMBAH BIJI ALPUKAT DAN DURIAN TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET Christian Auren Malik; Willyanto Anggono; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.065 KB)

Abstract

Biomassa dibagi atas 3 jenis yaitu air, gas, dan padat. Pada kesempatan ini bahan bakar biomassa yang akan dibahas adalah biomassa padat. Briket merupakan salah satu jenis dari biomassa yang paling umum digunakan atau dibuat. Briket yang akan dibuat ini berasal dari bahan limbah yang tidak terpakai. Bahan limbah tersebut adalah biji alpukat dan durian. Bahan limbah biji alpukat dan durian dikumpulkan, kemudian dikeringkan dengan bantuan oven dan sinar matahari. Setelah kering maka biji alpukat dan durian dapat dihaluskan menjadi serbuk. Pada serbuk dilakukan proses pengayakan untuk membuat ukuran partikel serbuk lebih kecil dengan variasi 20, 40, dan 60 mesh. Serbuk akan dicampur dengan tepung tapioka sebagai bahan perekat untuk proses pembentukan briket. Setelah itu akan dilakukan proses press dengan tekanan 1 dan 2 MPa. Kemudian briket dikeringkan kembali dan siap digunakan sebagai bahan bakar. Untuk hasil dari pembuatan briket terserbut, komposisi campuran yang ideal yaitu 90% limbah dan 10% tepung tapioka. Nilai kalor yang dihasilkan dari campuran biji alpukat dan tepung tapioka sebesar 3961 Kcal/Kg. Sedangkan campuran biji durian dan tepung tapioka memiliki nilai kalor sebesar 3780 Kcal/Kg. Semua hasil yang didapat berdasarkan proses pengayakan dengan ukuran 60 mesh. Semakin kecil ukuran partikel, maka hasil permukaan dan pembakaran briket akan semakin bagus, serta durasi pembakaran semakin lama.
Analisa Pengaruh Silica Gel Terhadap Konsumsi Listrik AC Single Split Andriono Slamet; Ekadewi Anggraini Handoyo
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.41 KB)

Abstract

Inovasi dalam pengkondisian udara berhasil dilakukan untuk rumah kaca di Garden by The Bay, yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman iklim Eropa yang hidup di udara dingin dan kering (kontras dengan udara Singapura yang panas dan lembab). Inovasinya adalah pengkondisian udara yang dibantu liquid desiccant untuk mengurangi kadar uap air udara yang masuk ke AHU. Dari keberhasilan ini, dilakukan penelitan untuk penerapan inovasi serupa di AC single split, dengan menggunakan desiccant berupa silica gel yang diwadahi dalam sebuah frame.Yang diuji dalam penelitian ini adalah pengaruh ketebalan silica gel didalam frame dengan ketebalan 6 mm dan 8 mm dan kepadatan 1.27 g/cm3. Variabel yang diukur adalah konsumsi listrik, temperatur dry-bulb dan wet-bulb udara.Dari penelitian ini didapati bahwa: 1) Entalpi udara setelah melalui silica gel mengalami kenaikan, 2) Temperatur ruangan meningkat dari 20.48oC menjadi 22.98oC (6 mm silica gel) dan 23.21oC (8 mm silica gel), 3) Konsumsi listrik menurun dari 1.57 kWh menjadi 1.23 kWh (6 mm silica gel), dan 1.08 kWh (8 mm silica gel), 4) Penurunan kWh disebabkan penurunan laju aliran massa udara melalui yang melalui evaporator AC, dari mulanya 0.15 kg/s menjadi 0.06 kg/s (6 mm silica gel), dan 0.05 kg/s (8 mm silica gel).

Page 3 of 3 | Total Record : 24