cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tax & Accounting Review
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR INDIVIDUAL YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS KONSULTAN PAJAK (SURVEY PADA KONSULTAN PAJAK DI JAWA TIMUR) Fenny Veronica Tjongari; Retnaningtyas Widuri
Tax & Accounting Review Vol 4, No 2 (2014): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.724 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor individual dengan menggunakan variabel persepsi pentingnya etika dan tanggungjawab sosial, sifat machiavellian, dan pertimbangan etis terhadap pengambilan keputusan etis konsultan pajak yang tergabung sebagai anggota Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Jawa Timur. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 58 orang konsultan pajak. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh persepsi pentingnya etika dan tanggung jawab sosial, sifat machiavellian, dan pertimbangan etis secara parsial maupun simultan terhadap pengambilan keputusan etis konsultan pajak yang tergabung sebagai anggota IKPI Jawa Timur. 
Perencanaan Keuangan untuk Seorang Karyawan dan Wiraswasta Toko Bahan Bangunan Donny Kurniawan; Agus Arianto Toly
Tax & Accounting Review Vol 1, No 1 (2013): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.377 KB)

Abstract

Perencanaan keuangan digunakan untuk membantu proses pengelolaan keuangan dalam pengambilan keputusan keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan. Perencanaan keuangan ini dilakukan kepada klien yang bernama Bapak “X” yang bekerja sebagai sebagai karyawan sebuah departement store di Surabaya dan wiraswasta toko bahan bangunan. Profil resiko klien sebesar 480 yang berarti konservatif moderat. Tujuan keuangan klien antara lain adalah dana darurat, dana pembelian mobil, dana liburan ke luar negeri, dana pensiun, asuransi dan dana pendidikan. untuk mencapai tujuan tersebut perencana keuangan merekomendasikan produk-produk yang sesuai yaitu pada Tabungan BCA, Asuransi Umum AXA Indonesia, RDPU Batavia Dana Kas Maxima, RDPT Simas Danamas Mantap Plus, RDC Danamas Flexi, Serta RDS Panin Dana Maksima.Financial planning can help the process of financial management to make financial decisions that are suitable to the financial goals that exist. This financial planning is a proposal for Mr. "X" , an employee of a department store in Surabaya and has its own building material’s shop. Client risk profile of 480, which means moderate conservative. Client's financial goals are emergency fund, fund to buy a new car, vacation, pension fund, insurance,and education fund. In order to achieve the goals, financial planner recommends appropriate products such as BCA Savings, AXA Indonesia General Insurance, RDPU Batavia Dana Kas Maxima, RDPT Simas Danamas Mantap Plus, RDC Danamas Flexi, Serta RDS Panin Dana Maksima
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Pertambahan Nilai Tommy Surya Effendy; Agus Arianto Toly
Tax & Accounting Review Vol 1, No 1 (2013): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.043 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang secara signifikan mempengaruhi ketidakpatuhan Wajib Pajak dalam membayar pajak pertambahan nilai. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 165 pengusaha kena pajak. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis faktor dan menggunakan uji validitas serta uji reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan ada 5 faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan wajib pajak dalam membayar pajak pertambahan nilai. Faktor-faktor itu adalah faktor kepercayaan atas kepastian hukum, faktor persepsi wajib pajak atas sanksi pajak pertambahan nilai, faktor kondisi ekonomi perusahaan, faktor media massa dan politik, dan faktor kesadaran pajak pertambahan nilai.This study was conducted to know the factors that significantly affect the taxpayer’s noncompliance in paying Value Added Tax. The number of respondents used in this study were 165 taxable entrepreneurs. The analysis technique used was the factor analysis using validity and reliability test. The results showed that there were 5 factors that affect the taxpayer’s noncompliance in paying Value Added Tax. Those factors were taxpayer’s confidence on certainty aspects of tax regulation, taxpayer’s perception on the penalty of Value Added Tax, economic condition of the entities, the mass media and politics, and taxpayer’s consciousness of VAT.
Analisa Pembayaran Pajak dan Persepsi Penghasilan Menurut Wajib Pajak Orang Pribadi yang Membayar Persepuluhan Ayleen Sidarta; Elisa Tjondro
Tax & Accounting Review Vol 4, No 1 (2014): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.353 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penghasilan menurut Wajib Pajak Orang Pribadi yang membayar persepuluhan. Penelitian ini dilakukan dengan melihat definisi penghasilan menurut Wajib Pajak melalui pembayaran persepuluhan yang dilakukannya, karena pembayaran persepuluhan didasari oleh pemikiran masing-masing individu terkait apa saja yang termasuk dalam penghasilan (self-defined income). Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 Wajib Pajak Orang Pribadi di Surabaya yang menganut agama Kristen. Teknik analisa yang digunakan adalah metode sequential explanatory design, yang diawali dengan analisa kuantitatif menggunakan Uji Beda Dua Kelompok dan kemudian dilanjutkan dengan analisa kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wajib Pajak cenderung memiliki persepsi bahwa yang termasuk dalam definisi penghasilan adalah penerimaan kas, yang diukur dengan jumlah total kas yang diterima dalam suatu periode tertentu. Kemudian juga ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan antara pembayaran persepuluhan yang dilakukan oleh Wajib Pajak dengan pembayaran Pajak Penghasilan, yang artinya bahwa perilaku pembayaran Pajak Penghasilan dilakukan sesuai dengan persepsi penghasilan menurut Wajib Pajak. Dari analisa kualitatif dalam penelitian ini, ditemukan bahwa persepsi Wajib Pajak terkait dengan praktek perpajakan di Indonesia juga berperan dalam pembayaran pajak yang dilakukan oleh Wajib Pajak.
PENGARUH TINGKAT PEMAHAMAN PERATURAN PAJAK WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN PETUGAS PAJAK, DAN PERSEPSI ATAS SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM DI WILAYAH SIDOARJO Josephine Nidya Prajogo; Retnaningtyas Widuri
Tax & Accounting Review Vol 3, No 2 (2013): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.712 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pemahaman peraturan pajak wajib pajak, kualitas pelayanan petugas pajak, dan persepsi atas sanksi perpajakan terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha UMKM yang mempunyai usaha di wilayah Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel tingkat pemahaman peraturan pajak wajib pajak, kualitas pelayanan petugas pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA AKUNTANSI BERKARIER SEBAGAI AKUNTAN PUBLIK DENGAN PERSEPSI ETIS SKANDAL AKUNTANSI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Arlin Novyenly Foerthiono; R Arja Sadjiarto
Tax & Accounting Review Vol 4, No 2 (2014): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.283 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh antara Orientasi Etis Idealisme, Orientasi Etis Relativisme, Love of Money, dan Pengetahuan terhadap Minat Mahasiswa Berkarier sebagai Akuntan Publik dengan Penilaian Etis akan Skandal Akuntansi sebagai Variabel Intervening. Data primer yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan pada 114 mahasiswa akuntansi S1 di salah satu universitas Kristen X di Surabaya. Melalui teknik analisa Partial Least Square (PLS) untuk menguji hipotesis, hasil dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh positif dan signifikan dari orientasi etis idealisme, orientasi relativisme, dan pengetahuan terhadap persepsi mahasiswa akuntansi akan skandal akuntansi. Sedangkan Love of Money tidak berpengaruh terhadap persepsi etis mahasiswa. Persepsi etis mahasiswa akan skandal akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa berkarier sebagai akuntan publik
Pengaruh Kualitas Pelayanan Petugas Pajak, Sanksi Perpajakan dan Biaya Kepatuhan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Arabella Oentari Fuadi; Yenni Mangoting
Tax & Accounting Review Vol 1, No 1 (2013): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.272 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan petugas pajak, sanksi perpajakan dan biaya kepatuhan pajak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) baik secara parsial maupun simultan. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh responden yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur pada bulan Oktober 2012. Sebanyak 45 kuesioner kembali dengan keadaan yang lengkap dan dapat diolah. Dengan menggunakan teknik regresi berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan sanksi perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM. Semakin baik kualitas pelayanan petugas pajak dan semakin berat sanksi perpajakan yang dikenakan pada Wajib Pajak UMKM maka akan meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak UMKM. Di samping itu, biaya kepatuhan pajak berpengaruh negatif terhadap kepatuhan Wajib Pajak UMKM. Semakin besar biaya kepatuhan pajak maka kepatuhan Wajib Pajak UMKM akan menurun.The purpose of this study is to know whether the service quality of the tax officials, tax penalties and tax compliance costs have a significant impact on UMKM tax payer’s compliance either partially or simultaneously. Data were obtained from questionnaires completed by respondents listed in the Bureau of Cooperatives and UMKM  in East Java in October 2012. A total of 45 questionnaires were returned in complete condition and can be processed. Using multiple regression techniques, the result shows that the service quality of the tax officials and taxation penalties have a positive influence on UMKM tax payer’s compliance. The better the service quality of tax officials and the heavier the tax penalties for UMKM tax payer then it will be increase the compliance of UMKM tax payer. Aside from that, the tax compliance costs have a negative influence on UMKM tax payer’s compliance.  The larger the tax compliance costs then UMKM tax payer’s compliance will decrease. 
HUBUNGAN PROFESIONALISME, KOMITMEN ORGANISASI, IKLIM ORGANISASI, DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI ACCOUNT REPRESENTATIVE DI KPP PRATAMA SURABAYA RUNGKUT Yohana Sara Kristin; Raden Arja Sadjiarto
Tax & Accounting Review Vol 3, No 2 (2013): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.014 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara profesionalisme, komitmen organisasi, iklim organisasi, dan stres kerja terhadap kinerja pegawai Account Representative di KPP Pratama Surabaya Rungkut. Data dalam penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh 25 orang pegawai Account Representative di KPP Pratama Surabaya Rungkut. Teknik analisa data menggunakan analisa korelasi bivariat non parametik rank spearman, uji validitas, uji reliabilitas, uji hipotesis dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme, komitmen organisasi, dan iklim organisasi, mempunyai hubungan positif terhadap kinerja pegawai Account Representative di KPP Pratama Surabaya Rungkut. Sedangkan, stres kerja mempunyai hubungan negatif terhadap kinerja pegawai Account Representative di KPP Pratama Surabaya Rungkut.
Perencanaan Pajak untuk Sebuah Perusahaan Distributor Makanan dan Minuman Marco Tanamal; Elisa Tjondro
Tax & Accounting Review Vol 1, No 1 (2013): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.148 KB)

Abstract

Perencanaan pajak adalah proses mengorganisasi usaha wajib pajak sedemikian rupa sehingga utang pajaknya, baik pajak penghasilan maupun pajak-pajak lainnya, berada dalam posisi yang minimal, sepanjang hal ini dimungkinkan baik oleh ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan maupun secara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi perencanaan pajak apa saja yang dapat diterapkan oleh CV. X sebagai wajib pajak. CV. X adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang distributor makanan dan minuman. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan laporan laba rugi perusahaan selama tahun 2008 sampai 2011 untuk membuat proyeksi anggaran tahun 2012. Dari anggaran hasil proyeksi tersebut dibuat usulan perencanaan pajak bagi CV. X. Skema perencanaan pajak yang diusulkan adalah penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh karyawan, pembuatan daftar nominatif atas beban entertainment, pemberian uang perjalanan dinas dalam bentuk reimbursement, pemberian beasiswa, dan pemberian iuran pensiun. Penghematan PPh Badan untuk tahun 2012 yang diperoleh dalam rancangan perencanaan pajak ini adalah sebesar Rp. 26.708.000.Tax planning is a process of organizing the business of taxpayer in such a way that the tax debt, either the income tax or the other taxes will be in the minimum position, as long as it is possible either by the provisions of the tax laws as well as commercially. This study aimed to identify strategies and legal ways that could be implemented by CV. X as a taxpayer. CV. X is a company engaged in the field of food and beverage distributor. This study is a case study that used the company's income statement between the year 2008 to 2011 to make budget projections in 2012. From that budget projections it was made the tax planning proposals for CV. X. The tax planning scheme which recommended were to provide food and beverages for all employees, to make nominative list for the entertainment expense, to provide travel money in the form of reimbursements, to give scholarship, and to give pension contribution. The corporate tax savings obtained for the year of 2012 in this tax planning was Rp. 26.708.000. 
ANALISIS TUJUAN PEMUNGUTAN SERTA PENGERTIAN PENGHASILAN MENURUT PERPAJAKAN DAN PERSEPULUHAN BAGI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI Michelle Jane Naharto; Elisa Tjondro
Tax & Accounting Review Vol 4, No 1 (2014): Tax & Accounting Review
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.357 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tujuan dilakukannya pemungutan pajak dan persepuluhan berdasarkan sejarah reformasi perpajakan dan persepuluhan di Indonesia serta menganalisis pengertian penghasilan menurut perpajakan dan menurut persepuluhan dalam kaidah Kristiani. Data yang digunakan adalah data sekunder (Undang-Undang PPh) dan data primer dari kegiatan wawancara kepada Wajib Pajak dengan 4 denominasi yaitu Katolik Roma, Protestan, Pentakosta dan Ortodoks.Hasil penelitian menunjukkan tujuan pemungutan pajak adalah untuk meningkatkan pendapatan Negara semaksimal mungkin serta untuk menunjang kebijaksanaan pemerintah dalam meningkatkan investasi, daya saing dan kemakmuran rakyat. Sedangkan persepuluhan dilakukan dengan tujuan agar umat Allah senantiasa mengucap syukur atas dari Allah. Dari pengertian penghasilan, terdapat perbedaan dimana cara mengakui penghasilan dalam perpajakan yaitu secara cash basis dan accrual basis, sedangkan dalam persepuluhan secara cash basis. Dan cara mengukur penghasilan dalam perpajakan berdasarkan laba usaha bagi Wajib Pajak yang melakukan pembukuan dan berdasarkan omset bagi yang melakukan pencatatan. Sedangkan persepuluhan bagi pengusaha berdasarkan penghasilan neto, bagi selain pengusaha berdasarkan penghasilan bruto.Dari hasil wawancara diketahui bahwa sebagian besar dari responden lebih mau membayar persepuluhan daripada membayar pajak, dengan motivasi yaitu karena peraturan perpajakan dan penerapannya di Indonesia tidak dilakukan dengan adil dan mudah.