Articles
29 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2014)"
:
29 Documents
clear
Konflik antara biksu Táng dengan Sūn Wù Kōng dalam novel Xī Yóu Jì 小议《西游记》中唐僧与孙悟空之冲突
Darmawan, Venny Anggelina;
Karsono, Ong Mia Farao
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai penokohan, penyebab terjadinya konflik antara biksu Táng dengan Sūn Wù Kōng, konflik dalam batin biksu Táng sendiri, konflik dalam batin Sūn Wù Kōng sendiri, dan akibat yang ditimbulkan dari konflik yang terjadi antara biksu Táng dengan Sūn Wù Kōng. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, novel yang dianalisis adalah novel Xī Yóu Jì dengan pengedit Wáng Déchāng dkk. Hasil analisis menemukan penokohan yang digunakan dalam novel ini adalah dengan metode pelukisan watak tokoh yang ditulis dalam ujaran-ujaran tokohnya sendiri. Selain itu, pelukisan tokoh yang digambarkan oleh pengarang. Konflik-konflik yang terjadi antara biksu Táng dan Sūn Wù Kōng sebagian besar karena Sūn Wù Kōng tidak bersedia menuruti kehendak biksu Táng. Penyebab yang lain yaitu Sūn Wù Kōng memperlihatkan kemampuannya menumpas kejahatan sehingga bertentangan dengan perintah biksu Táng. Konflik dalam batin biksu Táng sendiri adalah memerlukan perlindungan Sūn Wù Kōng tetapi tidak setuju dengan tindakannya. Konflik dalam batin Sūn Wù Kōng sendiri adalah melindungi atau tidak melindungi biksu Táng karena tindakannya selalu disalahkan. Akibat dari konflik antara Sūn Wù Kōng dan biksu Táng, watak Sūn Wù Kōng dari pembangkang berubah menjadi seorang murid yang penurut.
Pendapat Mahasiswa Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Mengenai Budaya Nama Generasi 河北师范大学与彼得拉基督教大学学生对辈分名字文化的看法
Widjaja, Dinalia;
Christiana, Elisa;
Wijaya, Liejanto
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.266 KB)
Nama generasi adalah nama yang digunakan untuk menyusun generasi keluarga dan untuk mengetahui tingkatan generasi, diletakkan setelah nama marga. Susunan nama generasi ditentukan oleh leluhur keluarga. Penulis ingin meneliti tentang penggunaan dan pandangan mahasiswa mengenai nama generasi di Hebei Normal University Shijiazhuang, Tiongkok dan di Universitas Krsiten Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Objek penelitian adalah lima puluh mahasiswa berkewarga-negaraan Tiongkok dan lima puluh mahasiswa etnis Tionghoa berkewarga-negaraan Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Petra lebih banyak menggunakan nama generasi dibandingkan mahasiswa Hebei Normal University, serta lebih mementingkan dan ingin menurunkan kebudayaan nama generasi ke generasi selanjutnya. Penggunaan nama generasi oleh responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan, hal ini dipengaruhi oleh ada konsep patriarkal. Penggunaan nama generasi oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra dan Hebei Normal University dipengaruhi oleh peristiwa sejarah di masing-masing negara, kondisi keluarga, pandangan pribadi, tempat tinggal, pendidikan dan pola nama Tionghoa.
Alasan Pasien Non Tionghoa Menggunakan Pengobatan Akupuntur di Dua Klinik Akupuntur Surabaya Selatan 非华裔病人在泗水南区两座针灸诊所运用针灸医疗之原因
Howan, Agustine Wahyu Nugraheni;
Karsono, Ong Mia Farao
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.693 KB)
Penelitian ini bertujuan meneliti penyebab pasien non Tionghoa Surabaya tertarik pengobatan akupuntur untuk menyembuhkan penyakit mereka Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu akupuntur di Indonesia, akupuntur bagi kesehatan, akulturasi dan akupuntur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil analisis menemukan persepsi pasien non Tionghoa tertarik terhadap teknik pengobatan akupuntur karena tidak ada efek samping, merasa rileks, dapat mengobati berbagai macam penyakit, tidak melanggar dengan aturan agama yang dianut. Temuan baru dalam penelitian ini yang belum diutarakan dalam dua penelitian sebelumnya yaitu efek penyembuhan dengan pengobatan akupuntur harus dilakukan secara rutin dalam proses yang lama. Temuan baru yang lain penyebaran akupuntur di Indonesia selain dari teman juga dari majalah, iklan koran dan televisi.
Perbandingan Lingkungan Bahasa Informal Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Dalam Pembelajaran Bahasa Tionghoa 河北师范大学与彼得拉基督教大学的课外语境作为汉语学习的对比研究
Utama, Margaretha Monika;
Christiana, Elisa;
Yongdra, Herman
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.855 KB)
Pembelajaran bahasa tidak pernah terlepas dari lingkungan. Dalam proses pembelajaran bahasa kedua, lingkungan bahasa informal merupakan salah satu unsur yang berpengaruh. Maka dalam skripsi ini, penulis meneliti pandangan mahasiswa asing tingkat dasar Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra serta membandingkan lingkungan bahasa informal di Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra. Dari hasil penelitian, penulis menemukan mahasiswa asing yang terbiasa menggunakan bahasa Tionghoa dalam berkomunikasi lebih banyak dibandingkan mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan kebiasaan penggunaan bahasa kedua negara, yang kemudian mempengaruhi proses pembelajaran bahasa. Namun lingkungan bahasa informal di dalam kampus tetap membawa lebih banyak pengaruh positif dibandingkan lingkungan bahasa di masyarakat, sebab di dalam lingkungan kampus, ada para dosen dan teman-teman yang membantu mereka dalam proses pembelajaran bahasa Tionghoa.
Pemikiran Konfusius yang Terefleksi dalam Pengajaran Para Guru CHHS 中中华语补习学校汉语老师教学实践中反映的孔子思想
Halim, Steffi Thanissa;
Christiana, Elisa;
Wijaya, Liejanto
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (537.64 KB)
Pembelajaran sebuah bahasa tidak lepas dari budaya yang melatarbelakanginya, termasuk pengajaran bahasa Tionghoa yang juga tidak terpisahkan dari budaya Tionghoa, yang sangat terpengaruh oleh nilai-nilai Konfusius, seorang pemikir dan pendidik teragung pada masa Tiongkok kuno. Saat ini, di Surabaya sudah ada berbagai macam lembaga kursus bahasa Tionghoa, baik yang besar maupun kecil. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif, mewawancarai enam orang guru pengajar bahasa Tionghoa di Lembaga Kursus Bahasa Tionghoa CHHS yang merupakan salah satu lembaga kursus bahasa Tionghoa terbesar di Surabaya, dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Konfusius yang terefleksi dalam proses belajar mengajar mereka. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa keenam narasumber telah secara tanpa sadar menerapkan nilai-nilai ini, antara lain: pendidikan untuk semua kalangan (Yǒu jiào wú lèi有教无类), mengajar sesuai latar belakang dan kemampuan murid (Yīn cái shī jiào因材施教), menghormati guru dan mencintai murid (Zūn shī ài shēng 尊师爱生) dan menjadikannya sebagai prinsip yang terutama dan mendasar dalam pengajaran mereka.
Pengaruh Xìnyòng Dalam Bisnis Pakaian Antara Orang Tionghoa Dan Pelanggan Orang Jawa Di Pusat Grosir Surabaya 在泗水PGS华裔与爪哇顾客服装贸易商信用关系的影响
Dahoklory, Gery Bram
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (264.225 KB)
Pentingnya dunia bisnis dalam kehidupan manusia adalah sesuatu yang tidak diragukan lagi. Tujuan penulisan ini adalah menganalisa pengaruh xinyong dalam bisnis pakaian antara orang Tionghoa dan orang Jawa. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh xinyong dalam dunia bisnis orang Jawa dan Tionghoa sangatlah signifikan. Pemikiran mereka tentang pentingnya xinyong dalam berbisnis membuat mereka sangat menaruh perhatian terhadap xinyong. Walaupun berlatar belakang budaya yang berbeda mereka memiliki satu pemikiran tentang pentingnya xinyong itu sendiri
Pemikiran Konfusius yang Terefleksi dalam Pengajaran Para Guru CHHS 中中华语补习学校汉语老师教学实践中反映的孔子思想
Halim, Steffi Thanissa;
Christiana, Elisa;
Wijaya, Liejanto
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (537.64 KB)
Pembelajaran sebuah bahasa tidak lepas dari budaya yang melatarbelakanginya, termasuk pengajaran bahasa Tionghoa yang juga tidak terpisahkan dari budaya Tionghoa, yang sangat terpengaruh oleh nilai-nilai Konfusius, seorang pemikir dan pendidik teragung pada masa Tiongkok kuno. Saat ini, di Surabaya sudah ada berbagai macam lembaga kursus bahasa Tionghoa, baik yang besar maupun kecil. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif, mewawancarai enam orang guru pengajar bahasa Tionghoa di Lembaga Kursus Bahasa Tionghoa CHHS yang merupakan salah satu lembaga kursus bahasa Tionghoa terbesar di Surabaya, dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Konfusius yang terefleksi dalam proses belajar mengajar mereka. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa keenam narasumber telah secara tanpa sadar menerapkan nilai-nilai ini, antara lain: pendidikan untuk semua kalangan (Yǒu jiào wú lèi有教无类), mengajar sesuai latar belakang dan kemampuan murid (Yīn cái shī jiào因材施教), menghormati guru dan mencintai murid (Zūn shī ài shēng 尊师爱生) dan menjadikannya sebagai prinsip yang terutama dan mendasar dalam pengajaran mereka.
Interaksi Sosial Etnis Batak Dan Etnis Tionghoa Di Gereja GSJA Sungai Kehidupan Surabaya 泗水GSJA Sungai Kehidupan教堂巴塔克族与华裔的社交
Sirait, Robinhood
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.253 KB)
Keanekaragaman etnis di Indonesia menyebabkan adanya interaksi sosial antar etnis yang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Syarat terjadinya interaksi sosial adalah kontak sosial dan adanya komunikasi. Skripsi ini bertujuan untuk mendeksripsikan proses perubahan stereotip etnis Batak terhadap etnis Tionghoa di gereja GSJA Sungai Kehidupan. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil yang diperoleh ditunjukan melalui interaksi sosial yang intensif dengan aktif dan dalam acara dan kegiatan di dalam dan diluar gereja dapat mengubah stereotip negatif menjadi stereotip positif.
Penerapan Fēng Shuǐ dan Pandangan Fēng Shuǐ dari Anak yang Menyemayamkan Orang Tuanya di Pemakaman Puncak Nirwana 峰顶山庄风水运用及子女对父母墓葬峰顶山庄风水之看法
Hermawan, Robby;
Karsono, Ong Mia Farao
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (901.3 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana diterapkannya unsur fēng shuǐ pada pemakaman Puncak Nirwana serta pandangan anak yang memakamkan orang tuanya di pemakaman tersebut mengenai fēng shuǐ. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 11 informan. Teori yang digunakan yaitu aliran fēng shuǐ, simbol – simbol fēng shuǐ (pí xiū dan shi zi), simbol makna baik dalam kehidupan orang Tionghoa dan teori ajaran xiào Kǒng zi dalam upacara kematian. Hasil analisis ditemukan bahwa pemakaman Puncak Nirwana memiliki unsur fēng shuǐ yang bagus karena dilengkapi dengan seorang suhu yang merangkap sebagai arsitek yang membantu pelanggan mengatasi keadaan fēng shuǐ yang kurang bagus. Pandangan anak yang memakamkan orang tuanya merasa unsur fēng shuǐ disana sangat bagus.
Pendapat Mahasiswa Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Mengenai Budaya Nama Generasi 河北师范大学与彼得拉基督教大学学生对辈分名字文化的看法
Widjaja, Dinalia;
Christiana, Elisa;
Wijaya, Liejanto
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.266 KB)
Nama generasi adalah nama yang digunakan untuk menyusun generasi keluarga dan untuk mengetahui tingkatan generasi, diletakkan setelah nama marga. Susunan nama generasi ditentukan oleh leluhur keluarga. Penulis ingin meneliti tentang penggunaan dan pandangan mahasiswa mengenai nama generasi di Hebei Normal University Shijiazhuang, Tiongkok dan di Universitas Krsiten Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Objek penelitian adalah lima puluh mahasiswa berkewarga-negaraan Tiongkok dan lima puluh mahasiswa etnis Tionghoa berkewarga-negaraan Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Petra lebih banyak menggunakan nama generasi dibandingkan mahasiswa Hebei Normal University, serta lebih mementingkan dan ingin menurunkan kebudayaan nama generasi ke generasi selanjutnya. Penggunaan nama generasi oleh responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan, hal ini dipengaruhi oleh ada konsep patriarkal. Penggunaan nama generasi oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra dan Hebei Normal University dipengaruhi oleh peristiwa sejarah di masing-masing negara, kondisi keluarga, pandangan pribadi, tempat tinggal, pendidikan dan pola nama Tionghoa.