Articles
60 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
60 Documents
clear
SIKAP MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP PESAN MISTIK DALAM PROGRAM ACARA DUA DUNIA DI TRANS 7
Anggraini, Irene
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap masyarakat Surabaya terhadap pesan mistik dalam program acara Dua Dunia di Trans 7. Sikap masyarakat Surabaya dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan konatif. Teori dasar yang digunakan adalah teori mistik (Bungin, 2005). Dalam teori ini, mistik dibagi menjadi empat dimensi, yaitu ritualistik, interaksi, visualisasi, dan karakter. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengumpulan data berupa kuesioner. Responden pada penelitian ini berjumlah 100 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah teknik non probability sampling, yaitu incidental sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sikap masyarakat Surabaya terhadap pesan mistik dalam program acara Dua Dunia adalah netral, artinya hasil dari sikap kognitif yang tinggi yaitu masyarakat tahu dalam tayangan Dua Dunia menayangkan dimensi mistik dan sikap afektif serta konatif yang rendah, yaitu masyarakat tidak suka dan tidak mau meniru adegan dalam tayangan Dua Dunia.Â
Representasi Pluralisme dalam film Tanda Tanya
Setiawan, Velina Agatha
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Pluralisme bukanlah relativisme atau memandang semua agama sama saja. Tetapi, pluralisme adalah sikap tenang dan tidak terganggu dengan iman dan keberagaman orang lain. Dalam keberagaman tersebut, setiap orang dapat berinteraksi dengan semua kelompok, menampilkan rasa hormat dan toleransi satu sama lain tanpa konflik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui representasi pluralisme yang ada di dalam film â?â (Tanda Tanya). Untuk menggambarkan apakah film â?â (Tanda Tanya) ini bercerita tentang pluralisme, peneliti menggunakan konsep representasi. Representasi adalah proses perubahan konsep-konsep ideologi yang abstrak dalam bentuk konkret. Hasil penelitian ini adalah adanya representasi pluralisme kategori pluralisme bukanlah relativisme melainkan bertemunya komitmen, pencampuran simbol-simbol agama dan unsur inklusivisme yang digambarkan melalui kode dialog, setting, karakter dan narasi.Â
Proses Sosialisasi Sistem "Sembilan Alur Kerja" di PT.XYZ (ex CV.MNO)
Singkoh, Chandra Janaiver
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses sosialisasi di PT. XYZ atas sistem "sembilan alur kerja" yang mereka miliki. Perusahaan atau yang dapat dikatakan sebagai pemilik berkeinginan untuk memperbaiki sistem yang mereka miliki dari yang terdahulu. Dibuatlah sistem sembilan alur kerja, dalam sistem ini terdapat alur komunikasi yang membentuk dan membangun sistem ini agar dalam pelaksanaannya karyawan dapat melihat bagaimana sistem sembilan alur kerja ini dapat berjalan. Namun yang terjadi dalam perusahaan ini adalah justru 80% karyawan menyatakan untuk mengundurkan diri dalam tempo waktu yang singkat. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan desain tunggal, dikarenakan desain tersebut lebih kuat serta kritis dalam melakukan analisis dan dapat digunakan sesuai dengan judul penelitian. dengan metode ini diharapkan Proses sosialisasi yang tidak jelas membentuk pro dan kontra dalam pelaksanaanya. Terdapat tiga tahapan sosialisasi yang membentuk proses sosialisasi itu sendiri, dimulai dari tahapan anticipatory, berlanjut ke encounter dan berakhir pada metamorphosis dalam diri setiap individu yang tergabung dalam perusahaan itu sendiri. Teori yang digunakan adalah teori sosialisasi dari Kramer yaitu dalam bukunya Organizational Sosialization dan Miller dalam bukunya Organizational Communication. Konsep-konsep ini juga didukung dengan konsep dari Goldhaber serta Pace dan Faules dalam buku komunikasi organisasi yang mereka buat.
Audit Komunikasi Organisasi Horisontal Departemen Front Office Singgasana Hotel Surabaya
Panghegar, Stephani Firmawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini merupakan penelitian audit komunikasi organisasi horisontal yang dilakukan di Departemen Front Office Singgasana Hotel Surabaya. Departemen ini merupakan departemen yang memiliki sub departemen terbanyak di Singgasana, yang menyebabkan komunikasi horisontal antar sub departemen berperan penting bagi kelangsungan organisasi. Karena itu, melalui audit komunikasi dengan metode wawancara tatap muka dan pengalaman komunikasi, peneliti ingin menjabarkan mengenai jenis komunikasi horisontal, tujuan komunikasi horisontal, serta hambatan yang terjadi dalam komunikasi horisontal antar karyawan departemen tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa media komunikasi yang digunakan beraneka macam yang disesuaikan dengan tujuan komunikasi. Namun, terdapat hambatan-hambatan yang terjadi dalam komunikasi ini, yaitu hambatan lingkungan, sumber daya manusia, dan tugas serta tanggung jawab individu. Secara umum, komunikasi horisontal departemen ini berjalan baik.
HUBUNGAN KEPUASAAN KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI PT. SRIKANDI PLASTIK SIDOARJO
Nor, Fendi Tahjudin
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah hubungan kepuasaan komunikasi organisasi dengan motivasi kerja karyawan. Motivasi kerja karyawan sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan agar tujuan perusahaan dapat segera tercapai. Namun di PT. Srikandi Plastik terdapat gejala dimana para karyawan mengalain ketidakpuasaan komunikasi organisasi. Teori yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan penelitian adalah teori yang ditulis oleh Down & Hanzen (1997) tentang dimensi kepuasan komunikasi. Teori ini terdiri dari delapan indikator kepuasan komunikasi sebagai alat ukur kepuasan komunikasi dan menggunakan Teori Motivasi yang terdapat dalam buka Pace and Faules. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, metode penelitian survey, dan pendekatan kuantitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepuasaan komunikasi organisasi dengan motivasi kerja karyawan.Â
KEPUASAN MASYARAKAT SURABAYA DALAM MENONTON PROGRAM VARIETY SHOW DAHSYAT DI RCTI
Yuwono, Eric
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan masyarakat Surabaya dalam menonton program âdahSyatâ di RCTI. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan variabel Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO) yang memiliki indikator disesuaikan dengan konten program âdahSyatâ yaitu untuk musik, masak, games, dan reality. Setelah melalui two shots data collect, dilakukan penggolongan menjadi indikator Informasi / Keingintahuan, Pelarian, Kegunaan Sosial, Identifikasi Sosial, dan Hiburan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis eksplanatif dengan statistik inferensial serta uji crosstab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Surabaya mendapatkan kepuasan dalam semua indikator dengan indikator yang dominan adalah Hiburan, dan terjadi kepuasan yang tidak diharapkan sebelumnya di indikator Informasi/ Keingintahuan. Hasil secara umum dinyatakan bahwa masyarakat Surabaya mendapatkan kepuasan dalam menonton program âdahSyatâ di RCTI.
KONTEN KEKERASAN DALAM FILM INDONESIA ANAK TERLARIS TAHUN 2009-2011
Hananta, Elita Primasari
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Film Indonesia anak mengalami peningkatan yang pesat hingga 300 persen, tetapi justru dalam film untuk anak ditemukan kekerasan. Peneliti tertarik mengetahui kekerasan apa yang dominan dalam film layar lebar Indonesia anak. Film Indonesia Anak merupakan film Indonesia yang mengandung cerita tentang pencapaian, petualangan, komedi, dan drama dan ditujukan untuk membentuk standart moral tinggi dan juga menghibur. Cerita film anak berpusat pada kehidupan anak-anak dan karakter utamanya diperankan oleh anak-anak serta naratifnya diceritakan melalui sudut pandang anak-anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi kuantitatif. Indikator yang dipakai untuk pengukuran penelitian adalah kategori kekerasan milik Thomas Santoso. Dari hasil koding dan pengolahan data, peneliti menemukan bahwa film layar lebar Indonesia anak mengandung kekerasan dan jenis kekerasan yang dominan adalah kekerasan psikologis. Sedangkan kekerasan yang paling jarang ditampilkan adalah kekerasan finansial. Peneliti menemukan kekerasan finansial dalam bentuk korupsi.
Identity Management Primary Relationship Berbudaya Jawa Dan Toraja
Susilo, Nico Setiawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Pada penelitian ini yang menjadi fokus adalah bagaimana pasangan suami dan istri berbeda budaya membentuk identitas dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pasangan suami dan istri berbeda budaya antara budaya Jawa dan Toraja membentuk identitas dalam pernikahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Identitas dalam penelitian ini dibagi menjadi dua konteks, yakni identitas dalam konteks komunikasi dan identitas dalam konteks budaya. Kemudian dua konteks identitas tersebut melewati proses Identity Negotiation yang terdiri dari Identity Knowledge, Mindfulness, Negotiation Skill. Kemudian melewati proses Identity Management yang berpotensi terjadinya Identity Freezing, Nonsupport, Self-Other Face Dialectics, dan Positive-Negative Face Dialectics. Dalam potensi terjadinya keempat hal tersebut perlu dilakukannya Three Relational Stages yang terdiri dari tiga fase yakni Trial & Error, Enmeshment, hingga Renegotiation. Pada akhirnya setelah melewati proses tersebut, peneliti menemukan bahwa pasangan suami istri berbeda budaya antara budaya Jawa dan Toraja membentuk identitas pernikahan mereka menjadi identitas Jawa-Toraja.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PENEMBAKAN SOLIKIN DI HARIAN JAWA POS DAN DUTA MASYARAKAT
Ningsih, Nonik Wahyu
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis framing pemberitaan penembakan Solikin dalam surat kabar Jawa Pos dan Duta Masyarakat. Jawa Pos dan Duta Masyarakat memuat headline tepat pada 29 dan 30 Oktober 2011. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode framing menurut Robert N. Entman. Metode Robert N. Entman ini menggunakan empat perangkat sebagai alat penelitian, yakni identifikasi masalah, siapa/apa yang dianggap sebagai penyebab masalah, penilaian atas penyebab masalah dan saran penanggulangan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa surat kabar Jawa Pos dan Duta Masyarakat melakukan penonjolan isu atau membingkai masalah penembakan Solikin bahwa kepolisian bersalah dalam hal ini. Peneliti menemukan bahwa sejak awal kedua surat kabar mencondongkan pemberitaan pada kesalahan polisi.
SIKAP MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP PROGRAM ACARA âPESBUKERSâ DI ANTV
Ardian, Michael
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap masyarakat Surabaya terhadap program acara âPesbukersâ di ANTV. Sikap masyarakat Surabaya dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan konatif yang diteliti menggunakan teori elemen keberhasilan program yang meliputi konflik, durasi, kesukaan, konsistensi, energi, timing, dan tren. âPesbukersâ adalah sketsa reality yang digawangi oleh Olga Syahputra, Raffi Ahmad, Jessica Iskandar, Melaney Ricardo, dan Opie Kumis. Secara rating, âPesbukersâ adalah salah satu program andalan ANTV, ratingnya sendiri sering meraih TVR 2 dan share rata-rata di atas 10%. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang, yang didapatkan dari penghitungan sampel dan disebarkan di wilayah Surabaya dengan pembagian multistage cluster random sampling. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa sikap 100 responden masyarakat Surabaya mengenai tayangan program acara âPesbukersâ di ANTV adalah positif dengan persentase 51%.Â