Articles
60 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
60 Documents
clear
Proses Sosialisasi Sistem "Sembilan Alur Kerja" di PT.XYZ (ex CV.MNO)
Chandra Janaiver Singkoh
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (593.281 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses sosialisasi di PT. XYZ atas sistem "sembilan alur kerja" yang mereka miliki. Perusahaan atau yang dapat dikatakan sebagai pemilik berkeinginan untuk memperbaiki sistem yang mereka miliki dari yang terdahulu. Dibuatlah sistem sembilan alur kerja, dalam sistem ini terdapat alur komunikasi yang membentuk dan membangun sistem ini agar dalam pelaksanaannya karyawan dapat melihat bagaimana sistem sembilan alur kerja ini dapat berjalan. Namun yang terjadi dalam perusahaan ini adalah justru 80% karyawan menyatakan untuk mengundurkan diri dalam tempo waktu yang singkat. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan desain tunggal, dikarenakan desain tersebut lebih kuat serta kritis dalam melakukan analisis dan dapat digunakan sesuai dengan judul penelitian. dengan metode ini diharapkan Proses sosialisasi yang tidak jelas membentuk pro dan kontra dalam pelaksanaanya. Terdapat tiga tahapan sosialisasi yang membentuk proses sosialisasi itu sendiri, dimulai dari tahapan anticipatory, berlanjut ke encounter dan berakhir pada metamorphosis dalam diri setiap individu yang tergabung dalam perusahaan itu sendiri. Teori yang digunakan adalah teori sosialisasi dari Kramer yaitu dalam bukunya Organizational Sosialization dan Miller dalam bukunya Organizational Communication. Konsep-konsep ini juga didukung dengan konsep dari Goldhaber serta Pace dan Faules dalam buku komunikasi organisasi yang mereka buat.
Representasi Profesi Dokter dalam Film "7 Hati 7 Cinta 7 Wanita"
Chandra, Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.74 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui representasi profesi dokter dalam film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”. Untuk mengetahui representasi profesi dokter, peneliti menggunakan metode semiotika kode televisi John Fiske yang meliputi level realitas, representasi dan ideologi. Subtema yang digunakan untuk menganalisis film tersebut adalah performance yang terdiri dari appearance dan on duty profesi dokter serta relasi dokter yang terdiri dari relasi dokter dengan dokter, relasi dokter dengan pasien, relasi dokter dengan staf rumah sakit. Berdasarkan temuan peneliti, dalam film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita” dokter digambarkan sebagai profesional yang berpenampilan formal dan rapi tetapi mereka tidak harus selalu kelihatan serius pada saat bertemu pasien. Selain itu, dokter mempunyai hubungan sebatas profesional kerja dengan rekan kerja sesama dokter maupun staf rumah sakit. Sedangkan hubungan dokter dan pasien digambarkan mempunyai hubungan personal yang baik, dimana dokter berperan menjadi konselor. Film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita” berhasil menceritakan etika kedokteran melalui 3 peran dokter yang ada.
Representasi Pluralisme dalam film Tanda Tanya
Velina Agatha Setiawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (580.675 KB)
Pluralisme bukanlah relativisme atau memandang semua agama sama saja. Tetapi, pluralisme adalah sikap tenang dan tidak terganggu dengan iman dan keberagaman orang lain. Dalam keberagaman tersebut, setiap orang dapat berinteraksi dengan semua kelompok, menampilkan rasa hormat dan toleransi satu sama lain tanpa konflik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui representasi pluralisme yang ada di dalam film “?” (Tanda Tanya). Untuk menggambarkan apakah film “?” (Tanda Tanya) ini bercerita tentang pluralisme, peneliti menggunakan konsep representasi. Representasi adalah proses perubahan konsep-konsep ideologi yang abstrak dalam bentuk konkret. Hasil penelitian ini adalah adanya representasi pluralisme kategori pluralisme bukanlah relativisme melainkan bertemunya komitmen, pencampuran simbol-simbol agama dan unsur inklusivisme yang digambarkan melalui kode dialog, setting, karakter dan narasi.
PROSES MENDENGARKAN ANTARA MENTOR DAN PASIEN PENGIDAP SKIZOFRENIA (Studi Kasus Komunikasi Interpersonal)
Harold Alfred
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.829 KB)
Penelitian ini ingin mengetahui bagaimanakah proses mendengarkan antara mentor dengan pasien pengidap skizofrenia, dapat mendukung proses pemulihan pasien. Dalam konteks komunikasi interpersonal, proses mendengarkan memiliki 5 element menurut Joseph A. De Vito yaitu, menerima, memahami, mengingat, mengevaluasi, dan merespon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan menjadi hal yang sangat penting, dikarenakan dalam proses penyembuhan pasien skizofrenia, 5 elemen mendengarkan membentuk sebuah komunikasi yang bermanfaat guna proses pemulihan pasien skizofrenia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.
SIKAP MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP PESAN MISTIK DALAM PROGRAM ACARA DUA DUNIA DI TRANS 7
Irene Anggraini
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.575 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap masyarakat Surabaya terhadap pesan mistik dalam program acara Dua Dunia di Trans 7. Sikap masyarakat Surabaya dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan konatif. Teori dasar yang digunakan adalah teori mistik (Bungin, 2005). Dalam teori ini, mistik dibagi menjadi empat dimensi, yaitu ritualistik, interaksi, visualisasi, dan karakter. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengumpulan data berupa kuesioner. Responden pada penelitian ini berjumlah 100 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah teknik non probability sampling, yaitu incidental sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sikap masyarakat Surabaya terhadap pesan mistik dalam program acara Dua Dunia adalah netral, artinya hasil dari sikap kognitif yang tinggi yaitu masyarakat tahu dalam tayangan Dua Dunia menayangkan dimensi mistik dan sikap afektif serta konatif yang rendah, yaitu masyarakat tidak suka dan tidak mau meniru adegan dalam tayangan Dua Dunia.
SIKAP MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP PROGRAM ACARA “PESBUKERS” DI ANTV
Michael Ardian
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (601.235 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap masyarakat Surabaya terhadap program acara “Pesbukers” di ANTV. Sikap masyarakat Surabaya dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan konatif yang diteliti menggunakan teori elemen keberhasilan program yang meliputi konflik, durasi, kesukaan, konsistensi, energi, timing, dan tren. “Pesbukers” adalah sketsa reality yang digawangi oleh Olga Syahputra, Raffi Ahmad, Jessica Iskandar, Melaney Ricardo, dan Opie Kumis. Secara rating, “Pesbukers” adalah salah satu program andalan ANTV, ratingnya sendiri sering meraih TVR 2 dan share rata-rata di atas 10%. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang, yang didapatkan dari penghitungan sampel dan disebarkan di wilayah Surabaya dengan pembagian multistage cluster random sampling. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa sikap 100 responden masyarakat Surabaya mengenai tayangan program acara “Pesbukers” di ANTV adalah positif dengan persentase 51%.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PENEMBAKAN SOLIKIN DI HARIAN JAWA POS DAN DUTA MASYARAKAT
Nonik Wahyu Ningsih
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.052 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis framing pemberitaan penembakan Solikin dalam surat kabar Jawa Pos dan Duta Masyarakat. Jawa Pos dan Duta Masyarakat memuat headline tepat pada 29 dan 30 Oktober 2011. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode framing menurut Robert N. Entman. Metode Robert N. Entman ini menggunakan empat perangkat sebagai alat penelitian, yakni identifikasi masalah, siapa/apa yang dianggap sebagai penyebab masalah, penilaian atas penyebab masalah dan saran penanggulangan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa surat kabar Jawa Pos dan Duta Masyarakat melakukan penonjolan isu atau membingkai masalah penembakan Solikin bahwa kepolisian bersalah dalam hal ini. Peneliti menemukan bahwa sejak awal kedua surat kabar mencondongkan pemberitaan pada kesalahan polisi.
Dari Multi-Disorder hingga Multimedia Journalism - Sebuah Catatan Sejarah Media
Kurniawati, Mariana
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.74 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui elemen penyebab munculnya multimedia journalism di berbagai media online. Multimedia journalism merupakan konten yang mengkombinasikan audio, video, foto, teks, dan animasi grafis dalam satu kemasan. Konten ini marak diproduksi berbagai situs dan kantor berita sejak tahun 2001. Penelitian sejarah realisme kritis selaras dengan tujuan awal di atas. Pendekatan ini menyebut elemen penyebab munculnya multimedia journalism dengan istilah mekanisme generatif. Setelah melakukan penelusuran data, peneliti menyimpulkan mekanisme generatif multimedia journalism adalah situasi multi-disorder. Situasi ini merupakan kombinasi ketidakteraturan yang dipengaruhi inovasi teknologi, jurnalis foto, organisasi bisnis media, khalayak, dan kondisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya.
Identity Management Primary Relationship Berbudaya Jawa Dan Toraja
Nico Setiawan Susilo
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (508.262 KB)
Pada penelitian ini yang menjadi fokus adalah bagaimana pasangan suami dan istri berbeda budaya membentuk identitas dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pasangan suami dan istri berbeda budaya antara budaya Jawa dan Toraja membentuk identitas dalam pernikahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Identitas dalam penelitian ini dibagi menjadi dua konteks, yakni identitas dalam konteks komunikasi dan identitas dalam konteks budaya. Kemudian dua konteks identitas tersebut melewati proses Identity Negotiation yang terdiri dari Identity Knowledge, Mindfulness, Negotiation Skill. Kemudian melewati proses Identity Management yang berpotensi terjadinya Identity Freezing, Nonsupport, Self-Other Face Dialectics, dan Positive-Negative Face Dialectics. Dalam potensi terjadinya keempat hal tersebut perlu dilakukannya Three Relational Stages yang terdiri dari tiga fase yakni Trial & Error, Enmeshment, hingga Renegotiation. Pada akhirnya setelah melewati proses tersebut, peneliti menemukan bahwa pasangan suami istri berbeda budaya antara budaya Jawa dan Toraja membentuk identitas pernikahan mereka menjadi identitas Jawa-Toraja.
PERAN PENYIAR GOOD MORNING HARD ROCKERS DI HARD ROCK FM SURABAYA DALAM MENJARING PENDENGAR
Danny Suhartono
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.185 KB)
Hard Rock FM Surabaya memiliki program unggulan yaitu Good Morning Hard Rockers yang pada tahun 2012 mengalami penurunan rating dan jumlah pendengar. Untuk itu, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana peran penyiar Good Morning Hard Rockers dalam menjaring pendengarnya. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyiar Good Morning Hard Rockers yaitu Angga Prameswara dan Citra Permata. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan dan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kalau penyiar Good Morning Hard Rockers sudah melakukan peran penyiar seperti melibatkan pendengar dalam acara (interaktif), ekspresif dalam siarannya, dan melakukan siaran dari sudut pandang pendengar. Namun penyiar tidak dilibatkan dalam perencanaan program sehingga terjadi beberapa kesalahan on air yang membuat Good Morning Hard Rockers belum berjalan optimal. Penelitian ini juga menemukan bahwa pakaian berpengaruh dalam media auditif.