Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Representasi Profesi Dokter dalam Film "7 Hati 7 Cinta 7 Wanita" Chandra, Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui representasi profesi dokter dalam film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”. Untuk mengetahui representasi profesi dokter, peneliti menggunakan metode semiotika kode televisi John Fiske yang meliputi level realitas, representasi dan ideologi. Subtema yang digunakan untuk menganalisis film tersebut adalah performance yang terdiri dari appearance dan on duty profesi dokter serta relasi dokter yang terdiri dari relasi dokter dengan dokter, relasi dokter dengan pasien, relasi dokter dengan staf rumah sakit.  Berdasarkan temuan peneliti, dalam film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita” dokter digambarkan sebagai profesional yang berpenampilan formal dan rapi tetapi mereka tidak harus selalu kelihatan serius pada saat bertemu pasien. Selain itu, dokter mempunyai hubungan sebatas profesional kerja dengan rekan kerja sesama dokter maupun staf rumah sakit. Sedangkan hubungan dokter dan pasien digambarkan mempunyai hubungan personal yang baik, dimana dokter berperan menjadi konselor. Film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita” berhasil menceritakan etika kedokteran melalui 3 peran dokter yang ada.
Representasi Profesi Dokter dalam Film "7 Hati 7 Cinta 7 Wanita" Chandra, Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.74 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui representasi profesi dokter dalam film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”. Untuk mengetahui representasi profesi dokter, peneliti menggunakan metode semiotika kode televisi John Fiske yang meliputi level realitas, representasi dan ideologi. Subtema yang digunakan untuk menganalisis film tersebut adalah performance yang terdiri dari appearance dan on duty profesi dokter serta relasi dokter yang terdiri dari relasi dokter dengan dokter, relasi dokter dengan pasien, relasi dokter dengan staf rumah sakit.  Berdasarkan temuan peneliti, dalam film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita” dokter digambarkan sebagai profesional yang berpenampilan formal dan rapi tetapi mereka tidak harus selalu kelihatan serius pada saat bertemu pasien. Selain itu, dokter mempunyai hubungan sebatas profesional kerja dengan rekan kerja sesama dokter maupun staf rumah sakit. Sedangkan hubungan dokter dan pasien digambarkan mempunyai hubungan personal yang baik, dimana dokter berperan menjadi konselor. Film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita” berhasil menceritakan etika kedokteran melalui 3 peran dokter yang ada.
The Role of Parental Communication in Improving Early Childhood Language Intelligence Through Learning the Qur'an and Hadith Chandra, Monica; Aziz, Mursal; Napitupulu, Dedi Sahputra
Al Hikmah Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 9 No 1 (2025): IJECIE
Publisher : Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/ijecie.v9i1.872

Abstract

This investigate employments a subjective approach to look at the part of parental communication in upgrading children's dialect insights through the Qur'an and Hadith in PIAUD Labura . Parents play a crucial role in shaping this intelligence, so effective strategies are needed to overcome challenges. One of the key steps is to improve religious understanding by attending Quranic study classes, participating in religious discussions, or reading Islamic books. Establishing a consistent learning routine at home is also essential, such as setting aside time each day to read, memorize, and discuss the Qur'an and Hadith with children. Additionally, creative methods like storytelling about the prophets or using Islamic educational apps can make learning more engaging and enjoyable for children. Good communication between parents and teachers is important to ensure continuity between home and school education. Parents should also actively participate in school meetings and events to support their child’s development more effectively. Moreover, encouraging children to ask questions, engage in discussions, and build a warm emotional connection with them strengthens their involvement in the learning process. Educational technology can be used as a tool to support this learning, and forming small study groups with peers can further encourage interaction and discussion. These strategies enable parents to overcome obstacles and maximize their role in enhancing children's language intelligence through the Qur'an and Hadith.
Image Recognition Menggunakan Metode Cosine Distance untuk Aplikasi Penanganan Food Waste Chandra, Monica; Pramana, Edwin
Intelligent System and Computation Vol 4 No 2 (2022): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v4i2.250

Abstract

Badan Pangan PBB (FAO) menyatakan 33% - 50% makanan yang telah diproduksi, tidak dikonsumsi dengan semestinya. Selain itu, 11% produk makanan yang dibeli terbuang bahkan tidak dibuka. Tahun 2016-2017, Indonesia sendiri telah menjadi negara terbesar kedua setelah Arab Saudi yang menghasilkan food waste terbanyak di dunia. Penumpukan limbah ini berdampak pada lingkungan. Oleh karena itu, aplikasi “Jangan Dibuang” dibuat dengan tujuan untuk mengurangi food waste yang dihasilkan. Aplikasi ini dibuat untuk platform Android dengan framework Flutter dan database Amazon Web Service Aurora. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur image recognition yang memanfaatkan Tensorflow untuk mempermudah pencarian makanan dengan sebuah gambar yang mana gambar tersebut akan diekstrak fiturnya menjadi matriks yang kemudian dibandingkan dengan metode Cosine Distance. Aplikasi “Jangan Dibuang” dapat digunakan oleh 3 jenis aktor, yaitu administrator, penyedia makanan, dan pembeli. Uji coba dilakukan terhadap 7 penyedia makanan dan 20 pembeli. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, didapatkan 201 transaksi, yang mana telah menyelamatkan 285 limbah makanan. 59 dari 201 transaksi ditujukan untuk donasi. Fungsionalitas aplikasi penyedia makanan mendapatkan nilai 79,98% untuk kriteria sangat baik. Untuk fungsionalitas aplikasi pembeli, nilai yang didapatkan adalah 83% untuk kriteria sangat baik. Dari sisi Image Recognition sendiri menunjukkan akurasi 93,3% setelah menggunakan Keras Application Model EfficientNetV2 yang membantu mengenali kedua gambar walaupun dengan pencahayaan dan posisi pengambilan yang berbeda.
Implementasi Etika Profesi Akuntan dalam Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi Laporan Keuangan PT Antam Silvi Indah Julianingsih; Sabrina Najwa Octavia; Chandra, Monica; Yanuar Ramadhan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13326

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi implementasi etika profesi akuntan dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaporan keuangan pada PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Dalam konteks meningkatnya tuntutan keterbukaan informasi dan penguatan praktik Good Corporate Governance (GCG), etika profesi menjadi instrumen penting untuk menjaga keandalan informasi keuangan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini melalui metode studi pustaka, yang mengacu pada literatur ilmiah, buku, regulasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta laporan tahunan terbaru PT Antam. Hasil analisis menunjukkan bahwa Antam secara konsisten menerapkan lima prinsip utama etika profesi akuntan: integritas, objektivitas, kompetensi profesional dan kehati-hatian, kerahasiaan, serta perilaku profesional. Penerapan integritas terlihat dari kepatuhan terhadap Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan hasil audit independen oleh PwC Indonesia yang memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Objektivitas diperkuat melalui pemisahan fungsi penyusunan, pengawasan, dan audit internal guna mengurangi konflik kepentingan. Peningkatan kompetensi profesional dilakukan melalui program pelatihan berkelanjutan serta pemanfaatan sistem akuntansi berbasis Enterprise Resource Planning (ERP). Prinsip kerahasiaan diterapkan melalui perlindungan data keuangan dan penggunaan confidentiality agreement, sedangkan perilaku profesional dikokohkan melalui implementasi Code of Conduct dan mekanisme whistleblowing. Secara keseluruhan, penerapan etika profesi akuntan di PT Antam terbukti berkontribusi dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan. Nilai-nilai etika tersebut menjadi fondasi dalam penguatan tata kelola perusahaan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap reliabilitas informasi keuangan yang disajikan perusahaan.