cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008" : 8 Documents clear
BISNIS KAUM HIMYAR (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum Himyar atau oleh orang Yunani dan Romawi disebut Kaum Homerite adalah merupakan kaum di Arab Selatan kuno yang menggantikan kaum Saba’. Dari 115 S.M. dan seterusnya, semua wilayah Saba’ jatuh  ketangan penguasa baru yang datang dari dataran tinggi sebelah barat daya, yaitu suku Himyar. Sejak itu, peradaban di daerah itu disebut sebagai peradaban Himyar, meskipun gelar raja mereka tetap sama, yaitu “raja Saba dan dzu-Raydan”. Raydan kemudian dikenal dengan sebutan Qataban. Hal ini menandai awal munculnya kerajaan Himyar pertama, yang berdirihinggga sekitar 300 M. Kata “Homeritae” muncul pertama kali dalam The Periplus of the Erythraen Sea (sekitar 60 M), kemudian dalam karya Pliny. Kaum Himyar adalah kerabat dekat kaum Saba’ dan, sebagai keturuanan tertua dari rumpun tersebut, menjadi pewaris budaya dan perdagangan Minea-Saba. Bahasa mereka praktis sama dengan bahasa orang-orang Saba dan Minea. Demikian pula ibukotanya berpindah dari Ma’rib menuju ke Zafar. Reruntuhan bangunan kota tersebut terletak pada Pegunungan Mudawwar di dekat Yarim. Zhafar (pada masa klasik disebut Sapphar dan Saphar, atau Sephar dalam Kitab Kejadian 10 : 30), kota di bagian dalam semenanjung, sekitar seratus mil sebelah timur laut Mukha dio atas jalan menuju Sana’a, adalah ibu kota Dinasti Himyar. Kota itu menggantikan posisi Ma’rib, kota orang-orang Saba, dan Qarnaw, kota orang-orang Minea. Reruntuhannya masih dapat dilihat dipuncak bukit dekat kota Yarim. Pada masa penyusunan The Periplus, rajanya adalah Kariba-il Watar (Charibael, dalam The Periplus). Rujukan Pliny tentang adanya sistem pertanian memang terbukti dengan adanya sumur, bendungan dan tempat penampungan air yang sering disebut dalam berbagai tulisan. Mengumpulkan pohon kemenyan, yang dipandang sebagai tindakan religius, masih menjadi sumber pendapatan terbesar. Perdagangan luar negerinya berbasiskan ekspor  frankincense dan myrrh. Kaum Himyar selama beberapa tahun menjadi perantara utama perdagangan antara Afrika dan Mediterania. Kaum Himyar membeli gading dari Afrika dan menjualnya ke daerah kekuasaan Romawi. Kapal kaum Himyar berlayar secara regular ke pantai Afrika Timur dan juga menggunakan pertimbangan kontrol secara politik terhadap kota perdagangan Afrika Timur. Perdagangan kaumHimyar mulai menurun, setelah adanya dominasi dari kaum Nabasia yang berasal dari utra Hijaz dan superioritas Romawi atas perdagangan laut setelah Romawi menundukkan Mesir, Syiria dan Utara Hijaz serta peperangan antar suku di wilayah Himyar. Pada masa Himyar inilah pasukan Romawi di bawah pimpinan Aelius Gallus berhasil masuk hingga daerah Mariama. “Ilasarus” dari Starbo, yang merupakan penguasa pada masa itu, tertera dalam berbagai tulisan dengan nama Illi-syariha Yahdhub. Peristiwa penting lainnya pada bagian awal periode ini adalah berdirinya berbagai koloni Arab dari Yaman dan Hadramaut di “Negeri Kush”. Kush adalah anak tertua Ham dan saudara laki-laki Kana, Kitab Kejadian 10: 6, tempat yang mereka jadikan pusat kerajaan dan peradaban Abissinia, dan akhirnya mengembangkan sebuah budaya yang tampaknya tidak mungkin bisa dicapai oleh bangsa negro pribumi. Tergantikannya suku-suku Arab Selatan sebagain dari mereka pindah ke Suriah dan Irak, sekitar pertengahan abad kelima Masehi (dalam riwayat populer hal tersebut terkait dengan jebolnya bendungan besar Ma’rib), mungkin menyebabkan bertambahnya pemukiman orang-orang Arab Selatan di Abissinia. Jauh sebelum terjadinya penaklukan umat Islam, di sepanjang pesisir Afrika Timur telah terjadi percampuran darah Arab. Kerajaan Aksum (Axum), embrio kerajaan Abissinia, berdiri pada abad pertama Masehi.
BISNIS ORANG SABA’ (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang Saba’ sejak abad ketujuh Sebelum Masehi (SM) telah menempati Yaman. Orang Saba’ hidup dari 750 SM sampai 115 SM dengan satu kali perubahan gelar raja sekitar 610 SM. Pada periode pertama raja mereka bergelar Mukarrib. Dua mukarrib terdahulu adalah Yatsa’amar dan Karibail, disebutkan dalam kitab sejarah Assyiria dari Sargon II dan Sennacherib, yang memerintah pada abad ke 8 sampai abad ke 7 SM. dan Ibukota Saba’ ketika itu adalah Sharwah yang reruntuhan bangunannya di sebelah barat kota Ma’rib sejauh satu malam perjalanan ketika itu dan dikenal dengan nama Kharibah. Bangunan utamanya adalah kuil Almaqah- Sang Dewa Bulan. Pada periode pertama tersebut mulai dibangun bendungan Ma’rib yang menjadikan Saba menjadi daerah yang subur.  Di tanah Saba tumbuh pohon rempah-rempah, gaharu dan tumbuhan beraroma untuk penyedap masakan atau kemenyan untuk upacara kenegaraan atau keagamaan di gereja. Komoditas unggulan perdagangan kuno adalah cendana. Di pasar tersebut terdapat produk langka dan bernilai tinggi, seperti mutiara dari Teluk Persia, bumbu masak, kain dan pedang dari India, sutera dari Cina, budak, monyet, gading, emas, bulu burung unta dari Etiopia. Barang dagang yang diimpor meliputi kain berwarna ungu yang kasar dan halus, pakaian model Arab, dengan lengan polos, dibordir atau dirajut dengan emas, bubuk kunyit, daun pandan, kain muslin, rompi tebal, selimut yang polos atau yang dibuat berdasarkan model setempat, selempang dalam beragam warna, balsem beraroma dalam jumlah yang cukup banyak, minuman anggur dan gandum dalam jumlah yang tidak banyak. Orang Saba merupakan orang Phoenesia dari laut selatan. Mereka mengenal rute perjalanan, karang dan pelabuhannya, menguasai pergantian musim dan memonopoli perdagangan selama satu seperempat abad terakhir sebelum Masehi. Orang Saba membangun rute perjalanan darat antara Yaman dan Suriah di sepanjang pesisir barat semenanjung Arabia, yang mengarah ke Mesir, Suriah dan Mesopotamia. Jalur ke Suriah membuka pintu masuk ke Mediterania di Gazza (Gaza). Dari Hadramaut, yang kaya hasil wewangiannya, jalur kafilah mengarah ke Ma’rib, ibukota Saba dan dari Ma’rib bertemu dengan rute perdagangan yang utama. Di sepanjang rute selatan ke utara orang Saba membangun berbagai koloni mereka. Pada masa kejayaannya raja-raja Saba memperluas jajahan mereka ke seluruh kawasan Arab Selatan dan menjadikan kerajaan tetangganya Minea menjadi jajahannya. Negeri yang baik tersebut disebutkan dalam Al-Qur’an, Surat Saba’ ayat 15 : Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugrahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.  
BISNIS KAUM QATABAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain kerajaan Minea dan Saba, kerajaan penting lainnya yang muncul di wilayah ini adalah Qataban. Negeri Qataban tinggal di lembah Baihan di sebelah timur Aden, yang kini berada di sekitar Hadramaut. Kerajaan Qataban dibangun dengan kondisi alam, iklim, social dan ekonomi serupa dengan kerajaan Minea, Saba’ dan Hadramaut. Ekspedisi arkeologi telah menemukan sejumlah situs yang menunjukkan bahwa Minea, Saba’, Hadramaut dan Qataban mempunyai kemiripan dalam tahap pengembangan mereka dalam segala aspek. Seperti halnya kerajaan Arab Selatan lainnya dipicu oleh kekayaan yang besar dari perdagangan kemenyan (frankincense) dan myrrh yang dibakar  di altar. Pada abad ketiga sebelum masehi (SM) dan abad kedua sebelum masehi, Qataban mencapai puncak kemakmuran. Qataban membiayai dengan pengeluaran lebih untuk membuat undang-undang, hokum dan peraturan serta lebih menertibkan hal-hal yang berkaitan dengan perdagangan dan pasar. Tamna merupakan ibukota Qataban dan merupakan kota yang paling besar di Wadi Baihan terletak di antara Shabwa dan Ma’rib. Kota Timna terletak pada rute perdagangan yang dilalui oleh kerajaan Minea, Saba’, Aksum dan Hadramaut. Tamna berada di tepi kiri Wadi Baihan pada pinggiran padang pasir. Sebuah tempat yang berjarak 30 km dari Tamna sangat terkenal sejak abad keempat SM.. Tempat tersebut merupakan pusat pemberhentian yang dilewati kafilah dagang kemenyan dan kerajaan Qataban mengumpulkan pajak dari para kafilah sebagai imbalan atas keselamatan mereka. Kafilah dagang kemenyan setelah mempersiapkan barang dagangannya di Tamna, kemudian dengan untanya menuju ke tujuan akhir, yaitu Gaza yang terletak di pantai Mediterania., menempuh jarak sekitar 2.380 km. Kafilah tersebut melalui 65 pusat pemberhentian, tempat unta untuk beristirahat sementara. Ekspedisi arkeologi telah menemukan barang peninggalan kuno berupa dua singa perunggu, tugu yang memuat hukum orang Qataban dan bangunan saluran air dari batu dan semen yang bahannya seperti semen yang tahan air. Saluran yang tersisa tersebut memanjang dari atas lebah Baihan sepanjang 25 km diperkirakan sejak aban kelima sebelum masehi. Monumen lain dari orang Qataban adalah rute Mablaqah, yang merupakan jalan yang dipahat pada batu pegunungan yang menghubungkan Lembah Baihan dan Lembah Hareeb melalui Gunung Mablaqah yang tingginya sekitar 380 m di atas laut, panjangnya sekitar 4,8 km dengan kemiringan yang membahayakan serta lebar jalan tersebut antara 3,5 meter sampai 4,5 meter.  Jalan pegunungan Mablaqah tersebut merupakan titik pertemuan berbagai rute dan jalur dari kemenyan, myrrh dan ollibanum. Kota tua orang Qataban lainnya adalah Hajar Bin Hameed yang terletak pada bukit menjorong pada ketinggian sekitar 21 meter dari lembah di Bifurcate yang berjarak 15 km di sebelah selatan Tamna dan juga merupakan jalur perdagangan kuno. Kota tersebut diperkirakan dibangun antara 1100 SM sampai 900 SM.   Kepala dewa orang Qataban adalah Amm atau ”Paman” dan orang Qataban menyebut dirinya ”anak Amm”. Kerajaan Qataban selama beberapa waktu berada di bawah kekuasaan kerajaan Saba dan Minea. Para sejarawan Arab sedikit pun tidak mengetahui bengsa-bangsa itu yang tulisan-tulisannya tersebar dari Arab utara hingga Etiopia, yang mengatur perdagangan rempah-rempah dan mendirikan bangunan-bangunan publik yang menakjubkan. Pemimpin Qataban juga bergelar mukarrib atau seorang pemegang kekuasaan sekaligus seorang pendeta. Mukarrib ini memimpin Qataban beberapa abad. Sekitar abad kelima mukarrib yang bernama Yadiah Dhubyan telah membangun Jembatan Selatan Timna.
BISNIS BANGSA MINEA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajaan yang pertama di Arab selatan adalah Minea, yang diperkirakan ada dari sejak 1200 Sebelum Masehi sampai 650 SM.  Bangsa Minea wilayah utamanya mencakup daerah oase sungai yang luas membentang ke barat-laut Ma’rib, yang sejak periode Islam dikenal dengan sebutan Al Jawf. Minea dalam bahasa Arab Al-Ma’iiniyyuun atau Ma’iin atau diucapkan Ma’in yangberarti mata air. Dalam Injil disebut Ma’on atau Me’un atau Me’in. Nama yang bertahan hingga kini adalah Ma’an, terletak di sebelah utara Petra, yang merupakan koloni penting di jalur perdagangan utara. Di dekat Tabuk dan Al-Ula, tulisan-tulisan Minea membuktikan keberadaan koloni tersebut yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan dan pos penghubung.   Kerajaan Minea ibukotanya Qarnawu atau Qarnaw yang kemudian oleh ahli geografi Arab pertengahan disebut Sayhad. Ibukota orang Minea, Qarnaw, yang dikunjungi Halevy pada 1870,  adalah yang kini disebut kota Ma’in yang terletak di sebelah selatan al Jawf, timur-laut Sana’a. Kota metropolis keagamaan, Yatsil, yang juga berada di sebelah selatan al-Jawf, kini disebut kota Baraqish, terletak disebelah bara-laut Ma’rib. Orang-orang Minea berbahasa sama dengan orang-orang Saba’, dengan sedikit perbedaan dialek. Beberapa tulisan yang disebut tulisan Minea meliputi dukumen kerajaan orang-orang Qataban dan sejumlah kecil teks Hadramaut. Ukiran yang ditemukan pada reruntuhan kuil di al-Hazm, ibu kota provinsi al-Jawf, menggambarkan wadah yang tergantung mungkin sesajen anggur, antelop, dan hewan-hewan kurban lainnya, ular yang dianggap sebagai simbol Tuhan, gadis-gadis penari yang juga menjadi pelayan di kuil, serta burung unta yang dikurung di dalam taman suci.             Perdagangan untama yang dilakukan oleh orang Minea adalah perdagangan rempah-rempah, kemenyan (frankincense) dan myrrh.   Pada akhir abad ke-4 SM sampai abad ke-2 SM, orang Minea memonopoli jalur perdagangan utama tersebut, mulai dari jalur Arab Selatan sampai melintasi Mediterania yang oleh kafilah dagang ditempuh dalam waktu dua bulan, sudah merupakan waktu yang baik. Untuk melindungi jalur ini, bangsa Minea membangun koloni sampai ke barat-laut Arabia, yaitu oase Dedan. Konfrontasi antara Saba’ dan Ma’in untuk mengendalikan rute perdagangan franincense dijelaskan dalam sebuah prasasti yang menggambarkan sebuah peperangan antara Media dan Mesir yang mungkin sebuah referensi penaklukan dilakukan Mesir oleh   Artaxeres III Okhos pada 343 SM. Dalam prasasti tersebut dua pemimpin komunitas Minea dari Dedan menyatakan rasa terima kasihnya atas perlidungan pada rute kafilah antara Ma’in dan Nagran terhadap serangan bangsa Saba’. Dalam prasasti tersebut juga dinyatakan tentang komunikasi orang Minea dengan Mesir, Gazza, Ionia, Sidon, Ammon, dan Moab Yatrib (kemudian dikenal dengan Madinah). Orang Mesir menceritakan tentang orang Minea, bahwa mereka menghantarkan parfum ke sebuah candi milik orang Mesir.  Di Delos, Yunani dengan dua candinya Apollo dan Artemis, dua altar orang Menia berdiri tegak dan di Romawi,orang Romawi berbicara mengenai franincense Minea, karena franincense merupakan produk orang Minea yang diminta oleh orang Romawi.
BISNIS KAUM HIMYAR (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para misionaris Suriah yang menyelamatkan diri dari hukuman mungkin masuk ke Yaman pada masa tertentu yang belum kita ketahui pasti, tapi duta Kristen pertama ke Arab Selatan sepanjang yang kita baca diutus oleh Raja Constantianus pada 356 di bawah pimpinan Theophilus Indus, seorang Aria. Motif sebenarnya di balik misi ini adalah kepentingan politik internasional masa itu dan persaingan antara kerajaan Romawi dan Persia untuk menanamkan pengaruhnya di wilayah Arab Selatan. Theophilus berhasil membangun sebuah gereja di ?Adan (Aden) dan dua gereja lainnya di daerah Himyar. Najran, yang mulai mengenal agama Kristen mazhab Monofisit yang dibawa oleh seorang pendakwah dari Suriah bernama Taymiyun (Phemion), memeluk agama baru ini sekitar 500 Masehi. Ibn Hisyam dan al-Thabari memaparkan kepada kita kisah tentang sang asketik ini, yang ditangkap oleh Kafilah Arab dan dibawa ke Najran. Ya?qub dari Saruj (w.521) menulis sebuah surat pelipur lara dalam bahasa Suriah kepada orang-orang Kristen Najran. ?Umar ibn Khaththab, khalifah kedua, mendeportasi (635-636 M.) ke Irak orang-orang yang enggan memeluk Islam. Agama Yahudi juga tersebar di Yaman pada masa pemerintahan Himyar. Dari sanalah kemungkinan awal penyebarannya ke Arab Utara, mungkin sebagai akibat dari penaklukan Palestina dan penghancuran Yarusalem oleh Titus pada 70 M. Berdasarkan nama-nama yang ada, kebanyakan orang Yahudi yang masuk agama yahudi, bukan keturunan langsung Ibrahim. Pada paruh pertama abad ke-6, agama orang Ibrani ini memiliki pengaruh besar di Yaman sehingga raja Himyar yang terakhir, Dzu-Nuwas (seorang keturunan Tubba? As?ad Kamil) juga memeluk agama Yahudi. Tampaknya, semua orang Yahudi di Yaman yang berjumlah ratusan ribu itu kemudia pindah ke Israel setelah 1948.             Persaingan antara para penganut dua agama monoteis baru di Arab Selatan ternyata memicu munculnya kekerasan. Tentu saja, Dzu-Nuwas, yang mewakili semangat kekuatan nasionalistik, mengasosiasikan orang-orang Kristen pribumi dengan pengusa Abissinia Kristen yang jelas-jelas merupakan musuh mereka. Penguasa Yahudi inilah yang diriwayatkan telah melakukan pembunuhan besar-besarn terhadap orang Kristen Najran pada Oktober 523 (Q.S. 85: 4-8). Menurut literatur Arab, Dzu-Tsa?laban (atau Tsu?luban) berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada Raja Justin I, raja Bizantium saat itu yang dipandang sebagai pelindung orang-orang Kristen. Kemudian Justin I menulis surat kepada Negus (Najasyi) di Abissinia (dalam berbagai tulisan terkenal dengan sebutan Kaleb Ela Ashbeha), karena ia merupakan kekuatan Kristen yang paling dekat dengan tempat kejadian. Negus diriwayatkan mengirim 70.000 tentaranya melintasi Laut Merah ke daratan Arab di bawah pimpinan Asyat. Serangan itu termasuk dalam suatu jaringan politik internasional yang berlangsung saat itu: Bizantium meminta Abissinia mengirimkan suku-suku Arab yang berada di bawah pengaruhnya dan mengerahkan mereka untuk melawan Persia. Pasukan Abissinia memenangkan pertempuran pada 523 dan 525. Pemimpin pada kemenangan kedua adalah Abrahah yang mengawali kariernya sebagai perwira di bawah komando Aryat, tetapi kemudian berselisih dengan atasannya dan akhirnya menjadi komandan tertinggi. Menurut al-Thabari, Dzu-Nuwas, yang memacu kudanya dengan kencang, terjun ke dalam gelombang laut dan lenyap untuk selamanya. Begitulah runtuhnya kerajaan monarki Himyar yang terakhir, sekaligus menandai awalnya dominasi Aksum yang dipimpin Abrahah sampai 570.. Kenangan yang tersisa dari kebesaran Dinasti kemerdekaan Himyar kuno adalah nama sebuah suku di timur Aden, Himyar.
BISNIS ORANG SABA’ (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pada periode kedua (610 ? 115 SM), penguasa mulai menghilangkan karakteristik kependetaannya. Ibukota Saba?, Sharwah dipindahkan ke Ma?rib. Kotan Ma?rib yang berjaraki sekitar 100 km di sebelah timur San?a. Kota Ma?rib merupakan kota titik temu berbagai rute perjalanan dagang yang menghubungkan negeri-negeri penghasil wewangian dengan pelabuhan-pelabuhan di Mediterania terutama Gazza. Kota ini terkenal karena bendungan Saad Ma?rib, disamping tiga benteng yang dibangun pada periode ini. Sarana publik yang dibangun orang Saba? ini menunjukkan bahwa orang Saba? merupakan masyarakat yang cinta damai yang sangat maju, baik dalam bidang perdagangan maupun di bidang teknik. Ada beberapa bagian yang dibangun pada periode pertama. Sumhu?alay Yanuf dan putranya Yatsa?amar Bayyin disebutkan sebagai pembangun utama bendungan Ma?rib.  Al-Mas?udi, al-Ishfahani dan Yaqu menyatakan bahwa yang membangun adalah Luqman ibn ?Ad. Bendungan ini  dipugar pada masa Abrahah dari Abissinia (543 M) dan Sharahbi Il Ya?fur (449-450 M). Sejak 115 SM wilayah tersebut jatuh di tangan suku Himyar, yang berasal dari dataran tinggi sebelah barat daya dan Himyar memindahkan ibukota Ma?rib menjadi Zhafar, sekitar 160 km timur laut Mukha di atas jalan menuju San?a. Meskipun peradabannya adalah Himyar, tetapi sebutan rajanya adalah raja Saba dan Dzu Raydan yang kemudian dikenal dengan sebutan Qataban. Orang Himyar menjadi pewaris budaya dan perdagangan Saba-Minea. Pada masa tersebut tampak tanda-tanda keruntuhan. Perdagangan mereka mengalami kegagalan besar karena pengaruh dari perdagangan Nabasia (Anbat) di sebelah utara Hijaz. Sedangkan perdagangan laut dikuasai Romawi setelah membentangkan kekuasaannya ke Mesir, Suriah dan sebelah utara Hijaz. Persaingan antar kabilah juga memperburuk suasana perdagangan. Pada masa tersebut sering dilanda kerusuhan, perang saudara, kudeta, sehingga mereka menjadi sasaran bagi negara lain untuk merampas kemerdekaan mereka. Selain agama Kristen, muncul pula agama Yahudi. Persaingan kedua agama tersebut juga memicu munculnya kekerasan. Raja Himyar terakhir, Dzu Nuwas yang memeluk agama Yahudi memaksa orang Kristen Najran untuk berpindah agama. Karena mereka menolak, akhirnya merekadimasukkan dalam parit dan dibakar, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur?an, Surat Al-Buruuj, ayat 4-7. : Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit. Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar. Ketika mereka duduk disekitarnya. Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman.   Akhirnya diduki oleh Abrahah dari Abessinia dan puncaknya diberikan cobaan banjir, karena mereka sudah sangat kafir. Firman Allah dalam Al-Qur?an, Surat Saba? ayat 16-17 : Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikian Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
BISNIS KAUM HADRAMAUT Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadramaut, atau Hedramaut, ("Hadhrmawt") atau Havermavt (Bahasa Ibrani) adalah sebuah lembah di negeri Yaman di Arab Selatan. Lembah ini cukup subur untuk ukuran negeri Yaman yang umumnya padang pasir tandus. Sebelah utara Hadramaut terhampar Padang Pasir Rub al Khali dengan bukit pasirnya yang indah. Dalam Taurat (Genesis:10-26-28) ia disebut sebagai "Hazarmaveth". Hadramaut merupakan negeri asal dan tempat tinggal Nabi Hud dan Saleh. Awal mula nama ini masih menjadi perdebatan. Sebagian kelompok mengambil kisah orang-orang Yunani yang menemukan air di lembah tandus Arabia dan kemudian menamakannya dengan Hydreumata atau sumber air. Kerajaan Hadramaut, yang beribukota Syabwah (pada masa lalu disebut Sabota), berdiri dari abad kedelapan sebelum Masehi hingga akhir abad pertama Masehi. Kerajaan-kerajaan itu selama beberapa waktu berada di bawah kekuasaan kerajaan Saba dan Minea. Para sejarawan Arab sedikit pun tidak mengetahui bengsa-bangsa itu yang tulisan-tulisannya tersebar dari Arab utara hingga Etiopia, yang mengatur perdagangan rempah-rempah dan mendirikan bangunan-bangunan publik yang menakjubkan.   Pasar yang terdapat di Hadramaut adalah Shihr dan Rabiyah. Pekan dagang di Shihr diadakan pada 1 sampai 15 Sya?ban. Shihr merupakan kota yang terletak di Hadramaut. Kota ini mengekspor barang seperti, kemenyan, amber, kurma, ikan, al-kamun, tawas, barang tenunan dan perak. Kemenyan pada masa sebelum Islam nilainya lebih besar dari emas. Amber merupakan bahan untuk membuat wewangian (parfum), biasanya dicampur dengan kesturi. Kemenyan dan parfum inilah yang membuat Shihr menjadi terkenal. Sedangkan Shihr mengimpor barang dari Arab Utara (Samaria), Afrika Timur, India, Lembah Indus dan timur Jauh yang membuktikan bahwa Shihr mempunyai peran yang sangat penting dalam jaringan laut dari Lautan Hindia. Sedangkan pekan dagang di Rabiyah dilaksanakan pada 15 sampai 30 Dzulqa?dah. Orang Hadramaut disebut Hadramis. Orang Hadramaut hidup dalam kota yang penuh bangunan yang terpusat pada lingkungan pengairan tradisional sepanjang sungai. Sementara sebagian yang lain mengambil kisah orang-orang Arab kuna, dari zaman sebelum orang-orang Yunani mencapai lembah Arabia. Alkisah, dahulu kala Lembah Arabia merupakan tempat orang-orang barbar yang suka berperang dan saling membunuh. Kisah kejantanan dan keperkasaan mereka dalam perang selalu mereka banggakan dan mereka luapkan dalam bentuk puisi, sya'ir dan juga memberi pujian kepada pahlawan-pahlawan dari suku-suku dan kabilah mereka masing-masing. Pada waktu itu di bagian selatan lembah Arabia (Hadramaut) tinggal seseorang yang paling ditakuti oleh semua keluarga, bani, suku dan kabilah di seluruh arab. Orang tersebut bernama Amir Bin Qahtan, dia ditakuti karena keberaniannya, kejeliannya dan keperkasaannya. Setiap kali Amir Bin Qahtan berpartisipasi dalam sebuah perang maka tempat tersebut akan berubah menjadi lembah kematian. Karena itulah suku-suku Arab pada waktu itu menamai tempat Amir Bin Qahtan tinggal sebagai hadhramout yang berarti Hadhra=hadir mout=kematian yaitu di mana Amir Bin Qahtan berada, di situ pula kematian hadir bersamanya. Pada masa setelah Muhammad s.a.w., kebanyakan dari mereka memeluk Islam dan menjadi pedagang dan petualang yang menghubungkan antara bagian timur benua Afrika (Sudan, Somalia, Eritrea) dengan bagian selatan benua Asia (India, Indonesia); dengan demikian menjadi pelaku Jalur Sutera laut. Kebanyakan dari mereka berdagang dengan mengikuti arah angin barat dan timur. Hal inilah yang memaksa mereka menunggu selama beberapa bulan sebelum mereka kembali ke kampung halaman mereka. Selama masa penungguan inilah interaksi antara mereka dengan penduduk asli terjadi. Sebagian di antara para pedagang itu berdakwah dan juga menikahi gadis-gadis pribumi dan kebanyakan dari mereka menetap di sana. Sebagian besar kaum keturunan Arab di Indonesia umumnya berasal dari wilayah ini. Ini dapat ditelusuri dari nama-nama marga mereka, seperti Alaydrous, Badjubier, Bawazier, Al Attas, Al Kathiri, Bin zagr, Sungkar, Al Habsyi, dan lain sebagainya.
BISNIS KAUM TSAMUD (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum Tsamud merupakan orang Arab kuno, baik sebagai suku atau kelompok yang hidup dari 2300 SM sampai 200 SM. Meskipun kaum Tsamud kemungkinan berasal dari Arab Selatan, sekelompok besar rupa-rupanya berpindah menuju ke utara pada awal tahun tersebut, secara tradisional menempati lereng Gunung Athlab. Hasil temuan dari para arkeolog, sejumlah batu karang dari hasil budaya kaum Tsamud tidak hanya di temukan di Gunung Athlab, tetapi juga di seluruh Arab Tengah.  Berdasarkan sumber Al-Qur?an, Catatan orang Assyiria dan prasasti di candi Yunani dari Barat Laut Hijaz pada 169 Masehi. Sumber sejarah menyatakan bahwa orang yang disebut Tsamud sungguh-sungguh ada. Komunitas al-Hijr dimuat di dalam Al-Qur?an dianggap sama dengan orang Thamud. Nama lain orang Thamud adalah Ashab al-Hijr. Maka, kata ?Tsamud? merupakan nama orang atau kaum, sementara kota al-Hijr merupakan satu dari kota yang didirikan oleh orang ini. Penjelasan ahli geografi Yunani, Pliny sepakat dengan pendapat ini. Pliny menulis bahwa Domatha dan Hegra (Hijr) berlokasi di tempat tinggal Thamud dan kemudian membuat kota Hijr yang sekarang ini. Hijr merupakan jalur utama perdagangan, karena pada 1900 SM sampai 200 SM berhubungan dagang dengan kaum Nabasia. Produk utama kaum Tsamud adalah barang pecah belah (tembikar) yang unik, berkualitas tinggi dan mempunyai seni yang tinggi serta mempunyai kemampuan berproduksi dalam jumlah yang besar. Produk yang diperdagangkan kaum Tsamud antara lain kemenyan, myrrh dan rempah-rempah dari Arab Selatan. Dari hasil perdagangan tersebut memberikan kekayaan, sehingga memungkinkan mereka membangun istana, rumah yang dipahat dan makam pada batu karang. Kota tersebut berada 347 km di sebelah utara Medinah. Pada sekitar 200 SM, kaum Nabasia menggantikan kaum Tsamud menguasai kota Dedan (Al Ula) sampai Al Hijr (Madain Saleh). Situs arkeologi penting ditemukan di kota Al Ula yang telah dihuni sampai 1970, yang merupakan sebuah percontohan kota Islam yang dikenali kembali pada abad ke-11 Masehi. Khuraibah merupakan sebuah situs Kerajaan Lihyanite, yang terdapat sejumlah besar makam. Ditemukan pula, Ikmah yang merupakan sebuah sungai (wadi) pada batunya memuat prasasti Lihyanite dan Minea. Al Mabiyat yang merupakan bangunan sebuah kota Islam yang luas yang telah digali  dan memang benar Al Hijr merupakan kota kematian. Juga ditemukan peninggalan Jalam Kereta Api Hijaz yang digunakan untuk mengangkut jamaah haji dari Damaskus ke Medinah. Al Hijr merupakan lembah tempat kaum Tsamud mengambil air pegunungan Madain Saleh, sehingga kota ini dikenal pula dengan sebutan Madain Saleh (kota Nabi Saleh). Dataran tingginya terhampar lembah Al-Qura dengan aliran airnya melewati al?Ula yang berjarak 25 km dari arah utara. Sumber paling kuno yang terkenal yang meberi referensi terhadap Thamud adalah sejarah kemanangan Raja Babilonia, Sargon II (abad ke-8 SM),  yang menundukkan orang Thamud di Arab Utara. Yunani juga memberi referensi bahwa orang ini sebagai ?Tamudaei? atau Thamud dalam tulisan Aristpteles, Ptolomeus dan Pliny.             Kaum Tsamud hidup pada masa Nabi Saleh dan kaum Tsamud sebagai penyembah berhala dan menjadi pemakmur bumi dengan melakukan perdagangan. Kemudian Allah SWT mengutus Nabi Saleh untuk menyembah Allah kepada mereka. Dalam Al Qur?an surat Al A?raaf ayat 73 : Dan (Kami telah mengutus), kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata ?Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan pedih. Dalam surat Huud ayat 61-62 :  Dan kepada kaum Tsamud (Kami telah mengutus) saudara mereka, Saleh. Ia berkata ?Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do?a hamba-Nya).

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN WAWASAN 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN JAWA POS 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue