Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT"
:
7 Documents
clear
SELAMAT DATANG MENDIKNAS BARU
SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.642 KB)
Sampai seminggu sebelum dilantiknya Soesilo Bambang Yoedhoyono (SBY) sebagai presiden RI dan Boediono sebagai wakil presiden RI tidak banyak orang tahu dan menduga bahwa menteri pendidikan nasional akan dipercayakan kepada Muhammad Nuh. Akan tetapi sekarang semua orang mengerti bahwa Pak Nuh-lah yang menjadi orang nomor satu di departemen pendidikan. Â Â Â Â Â Â Â Kalau kita lihat rekam jejaknya; sebenarnya Pak Nuh bukanlah orang baru di dunia pendidikan. Sebelum menjadi menteri pendidikan, ia adalah menteri komunikasi dan informatika. Sebelum menjadi menteri komunikasi dan informatika, ia adalah rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya; dan sebelum menjadi rektor ITS Surabaya, ia pernah men-jadi direktur Politeknik Elektronika Negeri (PEN) Surabaya. Â Â Â Â Â Â Â Melihat track record-nya tersebut, pantaslah kalau Pak Nuh dipercaya memegang kendali pendidikan nasional. Kiranya benar apa yang disampai-kan Presiden SBY bahwa orang yang dipanggil di Cikeas, termasuk Pak Nuh, adalah memenuhi standar untuk menjadi pembantu presiden.
PRESIDEN PEDULI PENDIDIKAN
SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.932 KB)
Meskipun diwarnai dengan ketidakpuasan tentang Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetapi pemilihan presiden dan wakil presiden yang dilangsungkan tanggal 8 Juli 2009 lalu boleh dinyatakan sukses. Sebanyak 120-an juta rakyat Indonesia telah berbondong-bondong hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melaksanakan hak politiknya dengan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diinginkannya. Â Â Â Â Â Â Â Setelah memakan waktu lebih dari dua minggu untuk perhitungan suara yang dilakukan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) maka hasilnya pun telah diketahui sekarang ini; yaitu pasangan Soesilo Bambang Yoedhoyono (SBY) dengan Boediono berhasil meraih suara terbanyak. Atas peraihan suara terbanyak itu maka SBY kelak akan mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia sedangkan Boediono sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia masa bhakti 2009 s/d 2014. Â Â Â Â Â Â Â Sebagai bangsa yang besar sudah barang tentu kita wajib bangga telah mendapatkan seorang presiden dan seorang wakil presiden yang dipilih oleh rakyat secara demokratis.
RENCANA UN+SNMPTN
SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.058 KB)
Hanya beberapa saat setelah Mohammad Nuh dilantik sebagai menteri pendidikan nasional maka muncullah gagasan atau lebih tepatnya rencana beliau untuk menggabung Ujian Nasional (UN) SMA dengan Seleksi Nasi-onal Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Adapun tujuannya agar siswa dan orang tua tidak terlalu pusing memikirkan banyak ujian.        Rencana tersebut sudah barang tentu sangat positif kalau dilihat dari penyederhanaan permasalahan yang dihadapi oleh aparat pendidikan dan masyarakat. Bagi aparat, menyelenggarakan ujian satu kali jauh lebih seder-hana dibandingkan dua kali. Bagi masyarakat, mengikuti ujian satu kali jauh lebih memudahkan dibandingkan dua kali.        Kalau kita mau jujur; gagasan dan rencana menggabungkan UN yang waktu itu bernama Evaluasi Belajar Tahap Akhir tingkat Nasional (Ebtanas) dengan SNMPTN yang waktu itu bernama Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) sudah muncul sejak satu dasa warsa yang lalu. Sembilan  tahun lalu di harian ini saya pernah membahasnya (âEbtanas+UMPTN = Kadal+Buayaâ, Pikiran Rakyat: 9 Desember 2000).
PLUS MINUS UN PENGGANTI
SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.021 KB)
Setelah melalui perundingan alot, untuk tidak mengatakan perdebatan sengit, yang melibatkan menteri pendidikan dengan jajaran, ketua Badan Standar Nasional Penidikan (BSNP), dan para anggota DPR RI akhirnya diputuskan melaksanakan Ujian Nasional (UN) Pengganti bagi sekolah yang pelaksanaan UN-nya bermasalah. Suka atau tidak suka, faktanya memang banyak sekolah yang pelaksa-naan UN-nya bermasalah; hal ini dikarenakan terjadinya pelanggaran atau kesalahan, baik yang bersifat sistematis maupun teknis. Atas pelanggaran dan kesalahan ini banyak sekolah yang berpotensi tidak lulus 100 persen kalau menggunakan kriteria yang berlaku. Itulah sebabnya sebanyak 33 SMA dan MA dilakukan UN Pengganti. Bagaimana kalau tidak dilakukan UN Pengganti? Puluhan ribu siswa terancam tidak lulus. Seandainya benar-benar tidak lulus dan tidak diadakan UN Pengganti, bukankan mereka bisa mengikuti Ujian Paket C? Tentu saja bisa; namun keputusan dilakukannya UN Pengganti sudah diambil sehingga apa pun risikonya harus tetap dijalankan.
DARI BANDUNG UNTUK INDONESIA
SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.435 KB)
Kiranya tidak banyak orang yang menyangka kalau Indonesia berhasil memasukkan 39 nama perguruan tinggi berkelas dunia, world class univer-sity (WCU), dalam daftar 6.000 perguruan tinggi berkelas dunia yang baru saja atau tepatnya 30 Juli 2009 lalu dipublikasi oleh Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC). Di dalam publikasinya, ?Ranking Web of World Universities?, CSIC menorehkan 39 nama perguruan tinggi Indonesia yang terdiri dari 22 PTN dan 17 PTS. Angka ini cukup fantastis karena dalam publikasi satu setengah tahun sebelumnya, edisi 29 Januari 2008, Indonesia hanya berhasil mema-sukkan 17 nama perguruan tinggi. Diakui atau tidak, ke-39 perguruan tinggi tersebut telah mengangkat nama baik Indonesia di mata masyarakat dunia karena nama yang belakang-nya diikuti dengan inisial Indonesia telah dibaca oleh ratusan juta manusia di dunia. Di samping Times di Inggris dan Shanghai Jiao Tong University di Cina, CSIC yang bermarkas di Spanyol diakui kredibel oleh masyarakat dunia dalam hal perankingan perguruan tinggi. Publikasinya selalu diikuti oleh ratusan juta orang.
SERTIFIKASI DAN “HOLOCAUSTâ€
SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.966 KB)
Holocaust yang artinya prahara atau bencana besar saat ini merupakan terminologi yang sangat populer di Arab, khususnya di Palestina. Serangan ?membabi-buta? yang dilakukan Israel di Gaza dan menewaskan ribuan manusia itulah yang disebut holocaust. Terminologi ini semakin populer ketika dikumandangkan secara berulang kali oleh televisi Al-Jazeera dan Al-Arabiya. Di Indonesia, holocaust ada hubungannya dengan sertifikasi pendidik. Apakah hubungannya? Sejak tahun kemarin s/d sekarang proses sertifikasi yang melibatkan ratusan ribu guru dan dosen telah dan masih berlangsung. Puluhan ribu guru dan dosen bahkan telah menikmati kenaikan kesejahte-raan secara signifikan setelah mendapatkan sertifikat pendidik. Permasalahannya, kalau kenaikan kesejahteraan puluhan ribu guru dan dosen yang telah menyita triliunan rupiah uang negara tersebut tidak diser-tai dengan semakin matapnya kinerja pendidikan maka terjadilah bencana besar di negeri ini. Holocaust!
MELEWATI USIA EMAS ITB
SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.395 KB)
Adalah Institut Teknologi Bandung atau yang lebih kita kenal dengan sebutan ITB. Lahirnya perguruan tinggi kebanggaan rakyat Indonesia ini tidak dapat dilepaskan dari Technische Hooge School (THS) te Bandoeng yang didirikan pada tahun 1920. Pada masa penjajahan Jepang namanya sempat diganti menjadi Bandung Kogyo Daigaku (BKD). Kemudian pada masa kemerdekaan, tahun 1945, namanya ?diindonesiakan? menjadi Seko-lah Tinggi Teknik (STT) Bandung. Hanya sampai di situ romantikanya? Ternyata tidak! Konon oleh NICA eksistensi STT Bandung sempat dirobohkan dan diganti dengan Faculteit van Technische Wetenschap di bawah naungan Universiteit Van Indone-sie. Sungguh romantik kisahnya! Pada tanggal 2 Maret 1959, atau setengah abad lalu, Fakultas Teknik serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam secara resmi memisahkan diri menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). Itulah sebabnya tanggal 2 Maret diperingati sebagai hari ulang tahun ITB; dan pada tanggal 2 Maret 2009 ini merupakan ?usia emas? ITB.