cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
  • jurnal-penelitian-kesehatan
  • Website
ISSN : 20875231     EISSN : 27222721     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
ASUHAN KESEHATAN JURNAL PENELITIAN KESEHATAN AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan didalam maupun luar negeri. Naskah berupa peneltian yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu kesehatan. Naskah yang dikirim ke Redaksi tanpa mengubah isi untuk disesuaikan dengan format penulisan yang telah ditetapkan oleh Tim.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
VARIASI BAHAN MAKANAN CAMPURAN (BMC) DALAM MENINGKATKAN BERAT BADAN BALITA DENGAN GIZI KURANG (Statu Analisis di Desa Karangdayu Baureno Kabupaten Bojonegoro ) WIWIK UTAMI, WIWIK UTAMI; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.08 KB)

Abstract

Anak merupakan generasi penerus cita-cita bangsa, supaya tumbuh dan kembangnya optimal harus terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Dewasa ini banyak makanan ringan yang enak, sedap dan menarik namun tidak bergizi. Anak balita belum bisa menentukan sendiri mana kebutuhan makan yang bergizi dan tidak khususnya makanan selingan/jajanan. Akibatnya banyak anak makan jajanan yang kurang mengandung gizi. Masalah gizi sampai saat ini adalah  gizi kurang dan gizi buruk merupakan salah satu dari lima masalah gizi nasional yang masih kita hadapi.  Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap masalah gizi kurang ini adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang bahan makanan campuran dan pemeliharaan gizi balita sehingga konsumsi zat gizi anak akan berkurang. Hal  ini menyebabkan melemahnya daya tahan tubuh terhadap infeksi. Keadaan ini akan semakin memperburuk status gizi anak. Kebutuhan zat gizi pada anak balita semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Apabila hal ini berlangsung terus menerus, status gizi anak semakin memburuk dan dapat menjadi gizi buruk. Anak yang berstatus gizi kurang  sewaktu-waktu dapat menjadi status gizi buruk Anak balita dengan usia 1-5 tahun merupakan fase pertumbuhan  anak yang memerlukan asupan zat gizi yang lebih banyak daripada usia dewasa. Kekurangan asupan gizi  pada usia 1-5 tahun akan menimbulkan gangguan pertumbuhan jaringan, sehingga rawan terjadinya gizi kurang dan gizi buruk. Pemberian Bahan Makanan Campuran (BMC)  dan edukasi pemberian makanan yang benar sesuai umur anak merupakan salah satu solusinya (Almatsier Sunita, 2001 : 37). Bahan Makanan Campuran bisa diberikan sebagai selingan diantara makanan pokok. Bahan makan ini terdiri dari campuran antara kedelai dan beras karena mudah didapat dan mudah diolah sebagai jajanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan berat badan balita (1-5 tahun) yang diberikan jajanan Bahan Makanan Campuran (BMC) dan tidak pada gizi kurang di desa Karangdayu Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro tahun 2012.Penelitian ini  merupakan eksperimen semu, dengan desain time series, dimana variabel diukur lebih dari satu kali untuk mengungkapkan pengaruh BMC terhadap perubahan berat badan. Populasinya semua balita dengan gizi kurang sebanyak  26, sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan besar sampel 12 responden kelompok perlakuan dan 12 responden sebagai kontrol. Variabel indenpendennya adalah pemberian BMC dan variabel dependennya adalah berat badan. Data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriftif dengan distribusi frekuensi dan analitik dengan uji statistiuk anova repeated measure untuk menguji pengaruh BMC pada kelompok perlakuan dan Analisis independent sample t-test untuk menguji perbedaan berat badan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Hasil penelitian menunjukkan Balita Gizi kurang di Desa Karangdayu sebagian besar wanita berusia antar 25-36 bulan, dengan riwayat berat badan lahir semua lebih dari 2500mg, anak pertama, status imunisasi lengkap, tidak ada pantangan makanan, dalam enam bulan terakhir rata-rata pernah mengalami penyakit ISPA (Infeksi Saluran nafas Atas) dan  jika sakit di bawa ke petugas kesehatan. Umumnya ibu responsen berusia antara 21-40 tahun ayah lebih dari 40 tahun,  pendidikan rata-rata dasar (SMP), jumlah anak rata-rata 2 orang, pekerjaan ibu rumah tangga sedangkan ayah  petani,  penghasilan di bawah UMR,  pengetahuan tentang Gizi cukup. Meskipun tidak menonjol, tetapi dapat dilihat terjadinya kenaikan berat badan pada minggu pertama dan kedua setelah diberi BMC, dengan tren yang semakin meningkat seiring waktu. Pada kelompok perlakuan, tren berat badan cenderung terus meningkat, sedangkan pada kelompok kontrol tren berat badan cenderung tetap dan menurun. minggu pertama dan minggu kedua setelah diberi BMC. Hubungan linear  ditunjukkan dengan sig. 0,002, artinya hubungan BMC terhadap berat badan linear, Ada perbedaan berat badan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, dengan nilai mean yang ditunjukkan pada kelompok perlakuan 10.744 dan kelompok kontrol 9.7808.Kesimpulannya semakin lama diberikan BMC pada balita Gizi kurang, maka berat badan semakin meningkat. Berat badan balita gizi kurang yang diberi BMC lebih baik daripada yang tidak diberi BMC ada perbedaan berat badan sebelum diberi BMC. Hendaknya orang tua menambah pengetahuan dan senantiasa membuatkan jajanan BMC sebagai jajanan yang mengandung nilai kalori dan protein yang tinggi. Serta membuat variasi jajanan yang lainnya selain menu pada penelitian serta menciptakan menu baru supaya anak tidak bosan. Kader Posyandu memotivasi kepada ibu balita senantiasa membawa anaknya ke posyandu. Puskesmas hendaknya mengajari kader untuk memantau balita Gizo kurang dan memberikan penyuluhan secara berkala misalnya tiap bulan. Dinas Kesehatan memberi pelatihan penanganan gizi kurang dan memantau Gizi kurang supaya tidak menjadi Gizi buruk. Kata kunci: Bahan Makanan Campuran, balita, Gizi kurang.
HUBUNGAN PERILAKU ORANG TUA DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) DI TAMAN FLORA KOTA SURABAYA Pipit Festy, Pipit Festy
Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 3, No 2 (2012): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesity is a global problem that happened by the world society in both the developed and developing countries including Indonesia. Based on the first survey, it shows that a lot of preschool children who are obese, and one reason is their knowledge, attitudes and parents behavior. The purpose of this research is to know that there is relation between knowledge, attitude and parents behavior with the obesity incident.The corelasical analytic research design is using Cross sectional perspektif, using Simple random sampling method. Samples were taken by 44 respondents that are parents with preschool children who visit the flora garden of Surabaya city in June 2011. The research was taken using a questionnaire and observation. After it’s tabulated, the data were analyzed using multiple logistic regression test.This research shows that the parents’s knowledge with a value of α = 0.027 <0.05, parentss attitudes to the value of α = 0.016 <0.05 and parentss behavior with a value of α = 0.007 <0.05, it’s means there is a relation. It can be concluded that there is a relationship of knowledge, attitudes and parents behavior with the obesity incident in preschool children.Based on the results of the research, the society should increase their knowledge, attitudes and behaviors regarding the provision of nutrition intake and activities appropriate for preschool children to the childs weight can be well controlled so that obesity in preschool children can be prevented as early as possible through improved education of health personnel. Keywords: Knowledge, attitude, behavior of parents, the obesity incident
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG KEJADIAN MASTITIS DAN PENANGANANNYA ESTI WIDYASTUI, ESTI WIDYASTUI; Sudalhar, Sudalhar; Triya S, Triya S
Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 2, No 2 (2011): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mastitis adalah infeksi dan peradangan pada mamae yang terjadi pada masa nifas(Sarwono prawirohardjo,2005 : 701)). Sebagian besar ibu post partum rata-rata dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayinya mengalami masalah pemberian ASI. Padahal sebelumnya para ibu lebih memilih untuk menyusui bayi mereka, namun niat mereka memudar salah satunya disebabkan oleh peradangan pada payudara (mastitis). Keadaan ini dapat menyebabkan malas meneteki dab beralih pada susu botol serta hal ini dapat menyebabkan bayi bingung puting ketika ditetekkan kembali. Seharusnya ibu post partum dapat mencegah dan mendeteksi adanya mastitis. Namun pada kenyataannya banyak ibu post partum yang masih belum mengetahui tentang mastitis dan penanganannya.           Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu post partum tentang kejadian mastitis dan penanganannya di BPS Eny Wihayati Desa Ngumpak dalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah responden 20 orang. Peneliti menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan peristiwa yang terjadi pada masa kini. Pemilihan sampling dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 20 responden.           Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu post partum tentang kejadian mastitis baik sebanyak 3 orang  (15%) tingkat pengetahuan ibu post partum tentang kejadian mastitis cukup sebanyak 11 orang( 55%). tingkat pengetahuan ibu post partum tentang kejadian mastitis kurang sebanyak  6 orang  ( 30 %).           Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar ibu post partum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kejadian mastitis di BPS Eny Wihayati Di Desa Ngumpak dalem Kecamatan Dander Kabupaten BojonegoroKata Kunci  : Kejadian mastitis dan penanganannya, Pengetahuan
HUBUNGAN FAKTOR INTIMASI DAN PASSION DENGAN PERILAKU PACARAN PADA REMAJA Wiwik U, Wiwik U; Yeni K, Yeni K; Eva Nur Hidayati Ni’mah, Eva Nur Hidayati Ni’mah
Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Need for affection is one of the basic human needs. Dating is an introduction between two human beings on stage matches the search towards married life. But in fact, the application process is still very far from the goal, there are many teenagers who behave wrong in dating. The purpose of the study to analyze the correlation between intimacy and passion with dating behavior of adolescents.The study design using analytic correlate, the entire student population of Nursing Diploma Program Health Academy Rajekwesi Bojonegoro level III, 77 samples Respondents. Sampling using simple random sampling technique. Methods of data collection using questionnaires and observation, then the data were analyzed using a statistical test for contingency coefficient promoted relationships between variables. results through statistical tests of contingency coefficient obtained significance value (p) = 0.001 <α = 0.05. H0 is rejected, it means that there is a correlation factor of intimacy with dating behavior. (p) = 0.010 <α = 0.05. H0 is rejected, it means that there is a correlation factor of passion with dating behavior in adolescents.Conclusion The research is adolescent courtship behavior can be affected whether or not the dominant factor of intimacy and passion. Teenagers are advised to increase positive behaviors in dating relationships that are healthy. Keywords: Intimacy, passion, dating,  teens. 
PERBEDAAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRASEKOLAH PADA ORANG TUA YANG MENERAPKAN SMART PARENTING DAN TIDAK MENERAPKANSMART PARENTING Sri Mulyani, Sri Mulyani; Ainu Zuhriyah, Ainu Zuhriyah; Eva Rahayu, Eva Rahayu
Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parents today many of them do not understand about how to properly care for her child or that they could not implement smart parenting , especially in the fine motor development of preschool age children . Where the Smart Parenting is an effort to train , give lessons with the aim of helping to be good and can decide everything correctly . The purpose of this study was to determine differences in fine motor skills in preschool children of parents who apply and do not apply smart parenting smart parenting . In this study, using a type of comparative analytical study with cross-sectional approach . Independent variables of this study were parents who apply smart parenting and parents who do not implement smart parenting . Dependent variable of this study is the fine motor skills of preschool -aged children ( 3-6 years ) . Results reveal that of the 61 respondents implementing smart parenting , the majority of normal children fine motor skills ie 59 respondents and their fine motor skills deviate only 2 respondents . Addition of 27 respondents did not apply smart parenting , the childs fine motor skills are deviated 27 respondents . This suggests there are differences in fine motor skills in children of parents who apply and do not apply smart parenting smart parenting . For that we need the efforts of parents and schools to educate children with smart paradigm . With so children aged 3-6 years to achieve a task that should take place in the golden periodeKeywords : Smart Parenting , fine motor skills Age Preschool
Effect of infant massage on growth of infants aged 1-5 months (Studies in BPS M.Susiyati Ledok Kulon village Bojonegoro Year 2013) SUHARTIK, SUHARTIK
Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.087 KB)

Abstract

Background : Growth problems in infants and toddlers is that the child will experience growth retardation since birth where the baby will be in the same median barriers will then experience growth the longer it will stay away from the median until the child is 18 months old. Infant massage is a touch stimulation that contains elements of love, attention, sound or speech, eye gaze, movements that can lead to increased appetite so as to sustain the  growth of the baby . This study aims to prove  the effect of  infant massage on growth of infants aged 1-5 months. Methods : This study is a Quasi- Experiment with design with non equivalen control group design. The study population was recorded in all infants BPS M Susiyati Ledok Kulon village Bojonegoro in 2013. Data collection with pre-intervention, intervention and  post-intervention. Data were  analyzed  with  the  Paired-samples T Test and independent-samples T Test.Results: The results showed that weight for age z scores proved significant treatment group ( p : 0.01) than the control group ( p : 0.07 ), length for age z scores significant treatment groups was significant (p : 0.01) than with the control group ( p : 0.06 ) , MUAC for age z scores significant treatment groups was significant (p : 0.04 ) compared with the control group ( p : 0.18 ), head circumference for age z scores significant treatment groups was significant (p : 0.03 ) compared with the control group ( p : 0.07 ).Conclusion : Infant massage effect on the treatment group compared to the control group where the treatment group experienced an increase in growth, while the control group experienced growth faltering . It is recommended to provide counseling to the community infant massage, infant growth monitoring using weight for age z score, length for age z scores, MUAC for age z scores, head circumference for age z scores.Keywords : infant massage, growth (weight for age z score, length for age z scores, MUAC for age z scores, head circumference for age z scores )  
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG IMUNISASI WIWIK UTAMI, WIWIK UTAMI; Novia Dwi A, Novia Dwi; Deni, Deni
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol 2, No 1 (2011): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.912 KB)

Abstract

Imunisasi merupakan upaya meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, agar nantinya tidak terpajan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tujuan penelitian menggambarkan pengetahuan orang tua tentang imunisasi diluar program pemerintah di Desa Mulyoagung Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban.Desain penelitian deskriptif, populasi ibu yang mempuyai anak usia imunisasi (0-12 tahun) di Desa Mulyoagung Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban Tahun 2010, jumlah populasi 126 ibu, purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang kemudian dilakukan editing, coding, scoring, dan tabulating. Analisis data dengan menggunakan mean, median, modus dan disajikan dalam prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 93 responden sebagian besar tahu tentang pengertian imunisasi diluar program pemerintah sebanyak 75 orang (80,65%), seluruh responden tidak tahu tentang jadwal pemberian imunisasi diluar program pemerintah sebanyak 93 orang (100%). mean paling banyak pada pengetahuan tentang efek samping imunisasi yaitu 1,55, seluruh responden dengan nilai median 1,00 (tahu) dan modus paling sedikit pada pengetahuan tentang manfaat imunisasi yaitu 0 (tidak tahu). Sehingga didapatkan dari 93 responden seluruhnya (100%) tidak tahu tentang imunisasi diluar program pemerintah.Sebagian besar pengetahuan orang tua tentang imunisasi diluar program pemerintah di Desa Mulyoagung Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban tahun 2010 tahu tentang pengertian imunisasi diluar program pemerintah dan seluruh responden tidak tahu tentang jadwal pemberian imunisasi diluar program pemerintah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh responden tidak tahu tentang imunisasi diluar program pemerintah. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Mulyoagung khususnya tentang imunisasi diluar program pemerintah maka perlu diadakan program-program penyuluhan dari puskesmas setempat serta memberikan fasilitas pelayanan kesehatan terutama untuk imunisasi diluar program pemerintah sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan imunisasi diluar program pemerintah.Kata Kunci : Pengetahuan, Imunisasi diluar program pemerintah
GAMBARAN PENGETAHUAN AYAH TENTANGPERKEMBANGAN ANAK USIA 1-5 TAHUN DI DESA NGAGLIK WIWIK UTAMI, WIWIK UTAMI
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol 2, No 3 (2011): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.248 KB)

Abstract

Kualitas anak masa kini merupakan penentu sumber daya manusia (SDM) di masa yang  akan datang. Sehingga anak perlu dipersiapkan agar tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuannya.Proses diatas tidak lepas dari stimulasi orang tua terutama bapak dan ibu.Peran ayah dalam hidup balita tidak kalah pentingnya degan ibu.Tujuan  penelitian untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ayah Tentang Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun Di Desa Ngaglik Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro Tahun 2010.Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasinya orang tua (ayah) anak usia 1-5 tahun yang ada Di Desa Ngaglik Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro sebanyak 142 dengan sampel sebanyak 70 responden diambil secara  purposive sampling. Gambaran pengetahuan ayah tentang perkembangan anak usia 1- 5 tahun sebagai variabel penelitian. Data dikumpulkan dengan lembar kuesioner (KPSP) sebelumnya diproses melalui tahapan editing, coding ,scorin dan ,tabulating, kemudian dianalisis dengan menggunakan tabel distribusi normalitas data yaitu mean, median, modus, nilai minimum dan maksimum serta prosentase.Hasil penelitian menunjukkan lebih dari sebagian responden mempunyai pengetahuan kurang 42 (60 %), cukup sebanyak 26 (37,1%), pengetahuan baik sebanyak 2  (2,9%).Kesimpulannya pengetahuan ayah tentang perkembangan anak usia 1-5 tahun di desa ngaglik kecamatan kasiman kabupaten bojonegoro adalah kurang. Disarankan ayah hendaknya mencari pengetahuan  tentang perkembangan anak balitanya  serta tidak lupa istri juga memberitahu perkembangan anaknya pada suami sehingga pengetahuan orang tua khususnya ayah bisa lebih baik.Kata kunci : Pengetahuan ,Ayah, perkembangan anak usia 1-5 tahun
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN PEMBERIAN STIMULASI BERMAIN SOSIALISASI PADA MURID SDLBN/C1 (IMBESIL SEDANG) USIA SEKOLAH (6 – 12 TAHUN) DI KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR NOVIA DWI ASTUTI, NOVIA DWI ASTUTI
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol 3, No 2 (2012): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mild Mental Retardation (C1/Mild Imbesil) with IQ 35 ? 50 has disorder in social interaction so it is needed to stimulation to minimize that disorder. Social interaction namely social and communication contact for the student in SDLBN Tuban with category C1 shows 90% has difficulty. Stimulation playing likes snakeladder has aim to role play to show social and communication contact.            The desain of the research is Eksperimen with Pre Experiment (One group pra-test post-test). The population is the student of SDLBN/C1 (mild Imbesil) age (6-12 years old) in Tuban regency amount 21 students become all sample population. The taking method of sample is simple random sampling, gotten treatment group amount 10 children and control group amount 11 children. Data analize using wilxocon test with Statistical Packages for Social Science (SPSS) for windows 12.0 versionwith strength degree a = 0,05.            Before doing the research gotten 50% respondent have severe and medium social damage interaction in trestment group and control group. After giving game stimulation snakeladder is 62,5% have medium social damage interaction and even there are several show mild and normal social damage interaction. By wilcoxon test and degree of trust 0,05% is gotten significant amount 0,011, it?s means result <0,05% so Ho is rejected.Necessary to have team work between teacher and parents in evaluating child development level and more game modification especially for increasing social personal, soft motoric and language. Not only play snakeladder but also need to increase social interaction stimulation through halma game, monopoli and role play. Key word : mental retardation, imbesil, social interaction, stimulation, snakeladder
DOMINANT FACTOR OF DECREASE OF STUDENT LEARN MOTIVATION IN AKES RAJEKWESI BOJONEGORO IN YEAR 2014 RAHMAWATI, RAHMAWATI
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol 5, No 2 (2014): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.806 KB)

Abstract

       Nursing Diploma program is a study program  that focuses on the skills that are competent in providing nursing care to patients. In connection with this, it is very important for all students to follow lectures and practical activities that will prepare students as competent nurses in performing the task and ready to work as a nurse. The low student motivation to learn is often regarded as the cause of the poor quality of college graduates due to low motivation does not allow students to have a good mastery of the learning materials. The purpose of this study is to find the dominant factor decrease of student learn motivation in  Nursing Diploma program   Akes Rajekwesi Bojonegoro 2014.         The study design was a descriptive with survey approach. Samples were taken by purposive sampling technique, in DIII  Nursing program students who have high levels of absenteeism at least 2  lectures by> 10%. Instrument research using questionnaires with a single variable that is the dominant factor decrease of student learn motivation. Processing data using scoring to find the dominant factor and presented in tabular form.       The results showed that the dominant factor decrease of student learn motivation in Nursing Diploma program of Akes Rajekwesi Bojonegoro  2014 was feeling less capable in the academic field (36%), lecture by the will of the parents (40%), solid schedule (64%) and environmental influences (36%)        Problem of a lack of motivation on student need serious attention and needs to be pursued actions that support such involvement is more intensive academic counselors and the active role of guidance counseling. Key Word : Dominant factor, Learn motivation  

Page 4 of 17 | Total Record : 162


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2025): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2022): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2018): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2018): Asuhan Kesehatan JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 1 (2017): Asuhan Kesehatan JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 1 (2017): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): Asuhan Kesehatan JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 1 (2016): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 6, No 2 (2015): Asuhan Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 6, No 2 (2015): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): Asuhan Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5, No 2 (2014): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 5, No 1 (2014): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 4, No 2 (2013): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 4, No 1 (2013): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2012): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 3, No 1 (2012): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 2, No 3 (2011): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2011): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2011): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2010): JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2010): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue