cover
Contact Name
Nunung Ernawati
Contact Email
hws.healthjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hws.healthjournal@gmail.com
Editorial Address
S. Supriadi No. 22, Malang. 65147
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
ISSN : 23024283     EISSN : 25809571     DOI : https://doi.org/10.47794
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian bidang kesehatan, umumnya bidang keperawatan, kebidanan, akupunktur, farmasi, fisioterapi, dan aplikasi kesehatan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2018)" : 6 Documents clear
PENGARUH AKUPUNKTUR TANAM BENANG PADA TITIK ZUSANLI, CHENGSAN DAN SANYINJIAO PADA LOMBA LARI KONTINGEN DAM II SRIWIJAYA DALAM TONTANGKAS 2017 DI PUSDIK ARMED CIMAHI JAWA BARAT mayang - wulandari
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Background : Lomba Peleton Tangkas (Ton Tangkas) adalah lomba tahunan yang dilaksanakan oleh TNI AD yang dijadikan sebagai tolak ukur pembinaan fisik setiap prajurit dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi prajurit TNI. Lomba ini merupakan lomba yang bergengsi dikalangan TNI-AD karena membawa nama satuan dan Kodam masing-masing. Berbagai kesiapan dilakukan satuan, baik kesiapan fisik, mental dan moril maupun materi yang akan dihadapi, dengan materi lomba yang meliputi Kesegaran Jasmani, Menembak Pistol dan Senapan, Navigasi Darat, Lintas Medan, dan Peraturan Militer Dasar (Permildas). Selain untuk mengukur tingkat kesiapan, hal ini dilakukan juga untuk memperoleh data kemampuan yang dimiliki peleton-peleton tersebut. Kesemua materi tersebut harus dapat di kuasai oleh masing-masing prajurit. Methods : Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah semua Kontingen Dam II Sriwijaya yang berjumlah 26 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Results : Hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan nilai lari kontingen dalam tontangkas periode I di Cimahi 2017 dengan menggunakan akupunktur tanam benang. Conclusion : Manfaat penelitian ini memberikan alternatif bagi para atlit menambah stamina secara alami dengan akupunktur tanam benang untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai, otot lengan dan pernapasan. ABSTRACT Background: the race Peloton Agile (Agile Tons) is an annual competition held by TNI AD which serve as a benchmark for physical coaching every soldier with the aim to improve the competence of INDONESIAN soldiers. This race is a prestigious competition among the TNI-AD because bringing the name of unit and Territorial each. Various units done, good readiness readiness of physical, mental and moral as well as material to be faced, with the material of the race which includes Physical Freshness, firing handguns and rifles, Land Navigation, cross terrain, Military Regulations and basic (Permildas) . In addition to measuring the level of preparedness, this is done also to obtain data capabilities platoon-the platoon. All such material must be mastered by each soldier. Methods: design research using quantitative methods. The population of the research was all Contingent Dam II Sriwijaya totalling 26 people. Sampling method using total sampling. Results: the results of the research there is an increase in the value of the contingent in the run tontangkas period I in Cimahi 2017 using acupuncture planting thread. Conclusion: this study provides an alternate Benefit for athletes increase stamina naturally with acupuncture planting threads to increase the strength of limb muscles, arm muscles and breathing.
STUDI LAMA PELEPASAN TALI PUSAT BAYI ANTARA UMBILICAL CORD CLAMP DAN BENANG KATUN STERIL (Di PMB Restu Ibu Dan Polindes Barokah Jatirogo Kabupaten Tuban) umu qonitun
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator penyebab Kematian bayi adalah infeksi neonatal. Infeksi neonatal mencakup semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman. Terkait pada tali pusat, tali pusat bisa menjadi jalan masuk untuk terjadinya suatu keadaan proses infeksi, penggunaan alat pengikat tali pusat ini juga dapat mempengaruhi lepasnya tali pusat. Bidan PMB Restu Ibu merupakan salah satu bidan yang menggunakan Umbilical Cord Clamp sebagai alat pengikat tali pusat sedangkan Bidan di Polindes Barokah menggunakan benang katun steril sebagai alat pengikat tali pusat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan pengikatan tali pusat antara Umbilical Cord Clamp dan benang katun steril terhadap lama pelepasan tali pusat pada bayi di PMB Restu Ibu dan Polindes Barokah Jatirogo Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan penggunakan pendekatan Retrospektif. Populasi penelitian seluruh bayi usia 1-12 bulan di PMB Restu Ibu dan Polindes Barokah Kabupaten Tuban bulan Juli-Agustus sebanyak 72 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 60 bayi. Cara pengumpulan data menggunakan wawancara kemudian data diolah dengan menggunakan Uji Spearman , variabel dalam penelitian ini adalah alat pengikat tali pusat dan lama pelepasan tali pusat. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar lama pelepasan tali pusat yang diikat dengan Umbilical Cord Clamp dalam kategori normal sebanyak 21 bayi (70%). Sebagian besar lama pelepasan tali pusat yang diikat dengan benang katun steril dalam kategori normal sebanyak 16 bayi (53,3%). Walaupun sama dalam kategori normal namun terdapat perbedaan dalam rata-rata didapatkan rata-rata pada bayi yang menggunakan benangkatun steril lama lepasnya tali pusat 5,3 hari sedangkan bayi yang menggunakan Umbilical Cord Clamp rata-rata lama pelepasan tali pusat 6,9 hari. Berdasarkan hasil penelitian Sehingga dapat disimpulkan bahwa bayi yang menggunakan benang katun steril lebih cepat dari pada yang menggunakan Umbilical Cord Clamp. maka disarankan untuk para petugas kesehatan diharapkan menggunakan benang katun steril sebagai alat pengikat tali pusat.
PENURUNAN INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN PASIEN HEMODIALISA DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR irma sari
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Untuk mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialitik dapat dilakukan dengan mengukur Interdialytic Weight Gain (IDWG). Pengontrolan nilai IDWG selama periode hemodialisa dapat dipengaruhi oleh kepatuhan dalam pembatasan cairan. Pemberian edukasi terstruktur berlandaskan Theory of Planned Behaviour tentang asupan cairan dapat memberikan keyakinan pada pasien gagal ginjal kronik tahap akhir yang menjalani hemodialisa sehingga berdampak pada penurunan IDWG. Tujuan Penelitian : untuk menganalisis penurunan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien hemodialisa melalui aplikasi Theory of Planned Behaviour. Metode Penelitian : Quasy experiment dengan menggunakan pretest postest with control group design. Sampel dalam penelitian adalah pasien yang menjalani hemodialisa rutin di RSUD Panembahan Senopati Bantul sebanyak 44 orang dengan consecutive sampling. Analisis menggunakan paired t test. Hasil : Terdapat penurunan nilai IDWG pada kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan edukasi Theory of Planned Behaviour dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan : Edukasi berlandaskan Theory of Planned Behaviour dapat digunakan untuk menurunkan nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kata Kunci : hemodialisa, interdialytic weight gain, Theory of Planned Behaviour
PENGARUH POSISI ELEVASI TERHADAP EDEMA TUNGKAI BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BPS “A” KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG Rani Safitri
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan sesuatu yang menggembirakan, namun perlu diwaspadai adanya sesuatu kelainan/komplikasi yang menyertai. Saat pemeriksaan antenatal ada beberapa keluhan-keluhan fisiologis yang sering dialami oleh ibu hamil, dan salah satunya adalah edema pada tungkai bawah. Edema pada tungkai bawah ini di sebabkan karena peredaran aliran darah dari kaki ke jantung terhambat, maka dilakukan posisi elevasi yaitu posisi kaki di tinggikan 300 lebih tinggi dari kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Posisi Elevasi Terhadap Edema Tungkai Bawah Ibu Hamil trimester III di BPS “A” Kec. Bantur Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen, dengan menggunakan rancangan Pretest-posttest, dengan sampel ibu hamil trimester III yang mengalami edema tungkai bawah fisiologis sebanyak 7 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui tingkat derajat edema sebelum melakukan posisi elevasi 2 orang (28,6%), mengalami tingkat derajat edema ringan, 3 orang (42,9%) mengalami tingkat derajat edema sedang, dan 2 orang (28,6 %) mengalami tingkat derajat edema berat. Kemudian setelah melakukan posisi elevasi 5 orang (71,4%) menjadi tingkat derajat edema ringan dan 2 responden (28,6%) mengalami tingkat derajat edema sedang. Dan hasil uji Wilcoxon signed ranks test diperoleh data yang dapat disimpulkan (Z hitung > Z tabel , H1 diterima) yaitu 2,237 > Z tabel (1,96) sehingga taraf signifikasinya < 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh posisi elevasi terhadap edema tungkai bawah pada ibu hamil trimester III di BPS “A” Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Diharapkan bagi keluarga dapat memberikan dukungan dan motivasi karena hal tersebut salah satu faktor yang mempengaruhi kehamilan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS DALAM 12 JAM PERAWATAN PASIEN CEDERA KEPALA BERAT anissa cindy nurul afni
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Distribusi kasus cedera kepala terutama melibatkan kelompok usia produktif antara 15-44 tahun. Dampak cedera kepala akan memberikan gangguan yang sifatnya lebih kompleks seperti gangguan fungsi neurologis, kecacatan, hingga kematian. Hal ini dikarenakan kerusakan primer dan sekunder yang sering terjadi pada 6-12 jam pertama terhadap struktur anatomik dan fisiologik isi tengkorak. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berperan pada mortalitas dalam 12 jam perawatan pasien CKB. Metode: Penelitian dilakukan di rumah sakit Tipe A Pendidikan RSUD Dr. Moewardi di Surakarta dengan studi rekam medis menggunakan desain deskriptif korelatif pendekatan crossectional dan rancangan retrospektif. Sampel diambil dengan teknik kuota sampling sejumlah 50 sampel. Uji multivariat yang digunakan adalah analisis regresi logistik ganda. Hasil dan analisis: Hasil Uji Regresi logistik berdarakan variabel yang dapat diukur yaitu kekuatan hubungan terbesar dilihat dari hasil OR (Odd Ratio). Kekuatan hubungan terbesar yaitu diameter pupil (OR=2,76) dan terkecil yaitu nilai GCS (OR=0,044). Diskusi: Fungsi pupil yang abnormal, adanya gangguan gerakan ektraokular, pola-pola respon motorik yang abnormal seperti postur fleksor dan postru ekstensor, semuanya memprediksikan keluaran yang buruk pada pasien CKB
HUBUNGAN USIA REPRODUKSI DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI PADA PASIEN MIOMA UTERI DI RUANG TULIP RS TK. II dr. SOEPRAOEN KESDAM V BRAWIJAYA zainal alim alim
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Masalah kesehatan reproduksi yang dialami wanita adalah terjadinya penyakit mioma uteri yang prevalensinya terus mengalami peningkatan yaitu lebih dari 70%. Jumlah kejadian penyakit ini di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker serviks. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia reproduksi dengan kejadian mioma uteri pada pasien mioma uteri di Ruang Tulip di RS dr.Soepraoen Kesdam V Brawijaya Malang. Metode penelitian yang akan digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien mioma uteri yang pernah dirawat di ruang Tulip pada bulan Januari – Desember 2017. Pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Total sampling. Pengambilan data menggunakan data sekunder berupa status pasien dan rekam medis. Hasil Penelitian Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan menggunakan rumus Chi-Square dengan tingkat kesalahan 0.05 diperoleh nilai p value 0,000, maka H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian mioma uteri di Ruang Tulip RS dr. Soepraoen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada pasien yang berusia 36-45 tahun ditemukan sebagian besar 55,6% mengalami mioma uteri sub mukosa. Saran diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan promosi kesehatan tentang pencegahan dan penanganan dini pada kasus kebidanan khususnya penyakit mioma uteri yang lebih sering terjadi pada wanita. Kata kunci : Usia Reproduksi, Mioma Uteri

Page 1 of 1 | Total Record : 6