Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Edamame (Glycin max (L) merrill) Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Primipara Di Bpm Dillah Sobirin Kecamatan Pakis Kabupaten Malang safitri, rani
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.293 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.03.4

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan investasi terbaik bagi kesehatan dan kecerdasan anak. Salah satu penyebab rendahnya pemberian ASI Eksklusif adalah asupan gizi yang rendah dan jumlah ASI yang diproduksi tidak cukup untuk memenuhi permintaan bayi. Kedelai sayur (Glycine max L.Merill), dikenal dengan sebutan Edamame memiliki potensi untuk nutrisi ibu menyusui, karena mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (efek lactagogum). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edamame (Glycine max L.Merill) terhadap produksi ASI pada ibu nifas primipara di BPM Dillah Sobirin Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest Sampel penelitian adalah ibu nifas primipara hari ke 3-7 sebanyak 20 responden. Pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Pemberian edamame sebanyak 65 gram /hari selama 5 hari. Analisis secara bivariat menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan p value = 0,009 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh pemberian Edamame terhadap produksi ASI pada ibu nifas primipara hari ke 3-7 di BPM Dillah Sobirin Pakis Kabupaten Malang. Saran kepada petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan asupan nutrisi yang tepat pada ibu nifas saat menyusui sehingga mampu menunjang keberhasilan program pemerintah dalam upaya peningkatan cakupan pemberian ASI Eksklusif.
Penerapan Teknik Counterpressure Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Pada Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif Persalinan Normal Pada Ny. "E" dan Ny. "W" di BPM "O" Bantur Ajeng Ayu Pertiwi; Rani Safitri; Sudarti .
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis dengan intensitas yang berbeda pada masing-masing individu. Nyeri berambah ketika mulut rahim dalam dilatasi penuh akibat tekanan bayi terhadap struktur panggul diikuti regangan dan perobekan jalan lahir (Cuningham, 2004). Nyeri persalinan dapat diatasi secara non farmakologis salah satunya dengan penerapan teknik counterpressure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik counterpressure terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan pada ibu inpartu kala 1 fase aktif persalinan normal. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus deskriptif noneksperimen. Subyek penelitianadalah ibu bersalin primigravida berjumlah dua Subyek Penelitian sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diterapkan teknik counterpressure, Subyek Penelitian I dan Subyek Penelitian II merasakan nyeri persalinan meningkat dan menunjukkan skala nyeri 7–9 (nyeri berat terkontrol), setelah diberi penerapan teknik counterpressure skala nyeri menurun menjadi 1–3 (nyeri ringan) dan 4–6 (nyeri sedang). Peneliti melakukan teknik counterpressure dengan menekan secara terus-menerus saat kontraksi pada tulang sakrum ibu dengan pangkal salah satu telapak tangan saat fase aktif dilatasi 4 sampai 9 cm. Dapat disimpulkan jika penerapan teknik counterpressure dapat menurunkan nyeri persalinan pada ibu bersalin. Sehingga disarankan untuk ibu bersalin dan Bidan melakukan teknik counterpressure karena terbukti aman dan efektif mengurangi nyeri persalinan. Kata Kunci: inpartu, nyeri persalinan, teknik counterpressure
KHARAKTERISTIK DATA KUNJUNGAN BALITA DI POSYANDU ANGGREK DESA PALAAN DI WILAYAH PUSKESMAS NGAJUM KABUPATEN MALANG Fitri Mia Rahmawati; Reny Retnaningsih; Rani Safitri
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita merupakan generasi penerus bangsa yang harus tetap dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan dengan baik agar tetap tercapai status gizi yang baik. Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah gizi pada balita antara lain melalui pemantauan pertumbuhan yang diselenggarakan di Posyandu. Dalam Renstra Kementrian Kesehatan 2010–2014 dan Instruksi Presiden No 3 tahun 2010 telah ditetapkan bahwa pada tahun 2014 sekurangnya 80% anak di timbang secara teratur di Posyandu. Presentase kunjungan Balita ke Posyandu (D/S) di Jawa Timur sebesar 84,2% di Kabupaten Malang wilayah kerja Puskesmas Ngajum sebesar 59,8%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kunjungan balita di Posyandu Anggrek Desa Palaan Wilayah Kerja Puskesmas Ngajum Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah Deskriptif. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita umur 1– 5 tahun sebanyak 11 subyek. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Februari–5 Maret 2014. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang dilaksanakan dengan penilaian dan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kunjungan balita di Posyandu yaitu pendidikan ibu menengah atas (46%), faktor pekerjaan ibu sebagai buruh sebanyak 46%, faktor umur sebagian besar pada umur 31–40 tahun (55%), faktor pengetahuan Posyandu sebagian besar cukup (55%), faktor jarak posyandu sebagaian besar dengan jarak tempuh 500–1000 meter (55%). Kesimpulan dari penelitian ini faktor tertinggi yang mempengaruhi kunjungan balita di Posyandu adalah faktor pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan ibu. Saran untuk penelitian selanjutnya agar subyek dapat ditambah sehingga mewakili hasil penelitian yang lebih baik lagi. Kata Kunci: faktor, kunjungan posyandu, ibu balita
PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN KATUK (Sauropus adrogynus (L) Merr) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI (Studi Kasus pada Ny ”T” dan Ny ”V” di BPM ”SW” Pakisaji) Ulfatul Amalia; Rani Safitri; Reny Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Ada beberapa ibu yang mengalami masalah dalam pemberian ASI. Masalah yang utama adalah karena produksi ASI tidak lancar. Salah satu upaya untuk menggalakkan pemberian ASI eksklusif yaitu dengan teknik pemberian air rebusan daun katuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui dengan pemberian air rebusan daun katuk yang diminum 3x sehari (150 cc dalam 1x minum) selama 15 hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan rancangan penelitian non eksperimen studi kasus dengan subyek penelitian 2 orang responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu ibu post partum hari ke 3 yang mengalami kurangnya kuantitas produksi ASI. Peneliti memberikan asuhan berupa pemberian air rebusan daun katuk yang diminum 3x sehari selama 15 hari, serta pengumpulan data menggunakan lembar observasi, SOP dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil observasi didapatkan bahwa terjadi peningkatan produksi ASI dalam waktu 15 hari yang awalnya kuantitas produksi ASI kurang hingga pengeluaran produksi ASI yang optimal dengan kriteria pengeluaran ASI dalam perharinya 50–120 ml. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi ibu menyusui mengenai manfaat daun katuk yang salah satu manfaatnya yaitu dapat memperlancar produksi ASI. Kata Kunci: daun katuk, ibu menyusui, produksi ASI
PENGARUH POSISI ELEVASI TERHADAP EDEMA TUNGKAI BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BPS “A” KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG Rani Safitri
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan sesuatu yang menggembirakan, namun perlu diwaspadai adanya sesuatu kelainan/komplikasi yang menyertai. Saat pemeriksaan antenatal ada beberapa keluhan-keluhan fisiologis yang sering dialami oleh ibu hamil, dan salah satunya adalah edema pada tungkai bawah. Edema pada tungkai bawah ini di sebabkan karena peredaran aliran darah dari kaki ke jantung terhambat, maka dilakukan posisi elevasi yaitu posisi kaki di tinggikan 300 lebih tinggi dari kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Posisi Elevasi Terhadap Edema Tungkai Bawah Ibu Hamil trimester III di BPS “A” Kec. Bantur Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen, dengan menggunakan rancangan Pretest-posttest, dengan sampel ibu hamil trimester III yang mengalami edema tungkai bawah fisiologis sebanyak 7 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui tingkat derajat edema sebelum melakukan posisi elevasi 2 orang (28,6%), mengalami tingkat derajat edema ringan, 3 orang (42,9%) mengalami tingkat derajat edema sedang, dan 2 orang (28,6 %) mengalami tingkat derajat edema berat. Kemudian setelah melakukan posisi elevasi 5 orang (71,4%) menjadi tingkat derajat edema ringan dan 2 responden (28,6%) mengalami tingkat derajat edema sedang. Dan hasil uji Wilcoxon signed ranks test diperoleh data yang dapat disimpulkan (Z hitung > Z tabel , H1 diterima) yaitu 2,237 > Z tabel (1,96) sehingga taraf signifikasinya < 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh posisi elevasi terhadap edema tungkai bawah pada ibu hamil trimester III di BPS “A” Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Diharapkan bagi keluarga dapat memberikan dukungan dan motivasi karena hal tersebut salah satu faktor yang mempengaruhi kehamilan.
Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Sereh (Lemongras) Terhadap Kualitas Tidur Pada Ibu Menopause Usia ≥ 50 Tahun di PMB Yulia Trijayanti Kec. Turen Kab. Malang Intan Silfiyatul Millati; Rani Safitri; Anik Purwati
Ovary Midwifery Journal Vol 4 No 1 (2022): August 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Aifa Husada Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause yaitu masa jika tidak lagi menstruasi atau saat haid terakhir, dan apabila sesudah menopause disebut pasca menopause bila telah terjadi menopause 12 bulan sampai menuju ke senium. Menopause terjadi pada usia 49-51 tahun. Diagnosa menopause dapat ditegakkan jika berhentinya menstruasi sekurang-kurangnya satu tahun. Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur. Minyak aromaterapi sereh merupakan salah satu terapi komplementer yang juga dapat digunakan dalam mengatasi gangguan tidur Penelitian ini menggunakan Analitik dengan pendekatan cross sectional. variabel independen yaitu Pemberian Aroma Terapi Sereh dan variabel dependennya kualitas tidur pada ibu menopause. Populasi penelitian adalah seluruh ibu menopause 40 orang dengan sampel 20 orang. Teknik ini menggunakan purposive sampling. Intrumen yang digunakan kuesioner PSQ1 dan Lembar Wawancara, dengan menggunakan uji statistik Wilxocon. Hasil penelitian menunjukkan pemberian aromaterapi diperoleh 16 orang atau 80 % yaitu baik. Sebagian kwalitas tidur diperoleh 17 orang atau 85 % yaitu baik. Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan hasil p value (0,000) <α (0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan pemberian aromaterapi dengan kwalitas tidur pada ibu menopause, dengan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,651 yang mengartikan terdapat hubungan. Diharapkan bagi para medis untuk dapat meningkatkan pelayanan baik dalam promosi kesehatan seperti sosialisasi, penyuluhan pada ibu menopause untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya istirahat/tidur bagi ibu menopause.
Pengaruh Media Flashcard Terhadap Pengambilan Keputusan Pada Calon Akseptor KB Di Puskesmas Karangploso Kabupaten Malang Rani Safitri; Tut Rayani Aksohini Wijayanti
Journal of Islamic Medicine Vol 7, No 1 (2023): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI MARET 2023
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v7i1.20388

Abstract

Background:  Flashcard media is a visual media that has several advantages. This media is used to find out and review and make decisions in choosing contraception  This study aims to analyze whether there is an influence of Flashcard media on the decision making of prospective family planning acceptors. Research Methods This research uses a type of pre-experimental design research with a One Group Pretest – Posttest design approach. Using a purposive sampling technique with a total of 35 respondents. Results: Based on the results of the study, it was shown that more acceptors whose attitudes supported family planning after counseling with flashcard media (60%) took part in family planning compared to those who did not support it (17.1%). Data analysis used the Wilcoxon Signed Ranks Test statistic with a significant value of 0.002 (p 0.05), which means that there is an influence of Flashcard media as a method of decision making in family planning. Conclusion: The results of this study are expected to product innovation as a new method of family planning decision making.Flashcard or flashback card is a very powerful back and forth card used to remember and review and make decisions in the selection of contraceptives. The purpose of this study is to analyze whether there is an influence of Flashcard Media on decision making on prospective family planning acceptors. The type of research used is Pre-experimental design with the form of One Group Pretest - Posttest Sampling in this study total sampling. The total samples were 70 people, divided into 2 groups, namely the intervention group 35 samples and the control group 35 sample. Based on the results of the study, it was shown in the intervention group that after being given Flashcard media 27 samples had good knowledge level (77.14%), a small part of 2 sample had moderate knowledge level (17.5%) and a small percentage of 1 sample had less knowledge (5 ,36%). While in the control group, almost all of them with sufficient knowledge level were 34 samples (97%) and a small percentage of 1 samples with less knowledge (3%). Data analysis using the Wilcoxon test obtained a significance value of 0.006 (p 0.05), which means that there is an effect of giving the Flashcard method as a decision-making method in family planning. The results of this study are expected to be used as an innovation as a new method in making family planning decisions.
PENGARUH PREGNANCY MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB HJ. WAHYU SURAWATI DESA WARUNG DOWO KABUPATEN PASURUAN Nuriyah Nabila; Tut Rayani Aksohini Wijayanti; Rani Safitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17829

Abstract

Ibu hamil yang mengalami gangguan tidur dapat diatasi dengan pregnancy massage. Pregnancy massage dapat merangsang pengeluaran hormon endorfin yang dapat meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pregnancy massage terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di PMB Hj. Wahyu Surawati Desa Warung Dowo, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 april - 19 mei. Metode penelitian menggunakan pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah 25 ibu hamil trimester III di PMB Hj. Wahyu Surawati Desa Warung Dowo, Kabupaten Pasuruan dengan jumlah sampel 20 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI. Teknik analisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur ibu hamil trimester III sebelum dilakukan pregnancy massage sebagian besar kualitas tidur buruk dengan nilai rata-rata 1,65; kualitas tidur ibu hamil trimester III sesudah dilakukan pregnancy massage sebagian besar kualitas tidur baik dengan nilai rata-rata 1,10. Hasil uji paired sampel t-test didapatkan p-value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pregnancy massage terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di PMB Hj. Wahyu Surawati Desa Warung Dowo, Kabupaten Pasuruan. Pregnancy massage terbukti meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kecemasan pada ibu hamil.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi Linn) TERHADAP PENURUNAN LEUKOSIT PADA MENCIT INFEKSI NIFAS Tut Rayani Aksohini Wijayanti; Rani Safitri
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1040

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 309 per 100.000 kelahiran hidup. Data AKI pada tahun 2016 ini masih sangat jauh dari target SDGs tahun 2030. Infeksi nifas merupakan salah satu penyebab kematian maternal di Indonesia dengan angka kejadian  7,3 %. Strain bakteri yang paling umum diisolasi salah satunya yaitu bakteri Stapylococcus aureus yang merupakan bakteri gram positif yang bersifat invasive dan mampu menyebabkan berbagai. Meluasnya resistensi bakteri terhadap antibiotik yang ada, mendorong dalam pencarian langkah alternatif dengan pemberian antibakteri berbahan alami. Flavonoid, saponin, tanin, asam format, kalsium oksalat, kalium sitrat, sulfur dan peroksidase merupakan bahan aktif yang terkandung dalam daun belimbing wuluh.Jenis metode penelitian yang akan digunakan adalah true experiment posttest only control group design. Replikasi penelitian mencit sebanyak 24 ekor dan dikelompokkan menjadi 4 yaitu kontrol (Staphylococcus aureus), kelompok P1(Staphylococcus aureus dan ekstrak daun belimbing wuluh dosis 100 mg/kg/BB), kelompok P2 (Staphylococcus aureus dan ekstrak daun belimbing wuluh dosis 200 mg/kg/BB) dan kelompok P3 (Staphylococcus aureus dan ekstrak daun belimbing wuluh dosis 400 mg/kg/BB). Pengukuran jumlah leukosit dilakukan dengan menggunakan Hematology Analyzer Sysmax KX-21.Hasil penelitian menunjukkkan bahwa terdapat penurunan jumlah leukosit yang signifikan pada kelompok perlakuan pemberian ekstrak daun belimbing wuluh 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB.Pemberian ekstrak daun belimbing wuluh pada mencit nifas terbukti dapat menurunkan leukosit pada mencit infeksi nifas. Oleh karena itu ekstrak daun belimbing wuluh dapat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh agar tidak terjadi infeksi pada masa nifas berlangsung.  Kata Kunci:  Ekstrak daun belimbing wuluh ( Averrhoa bilimbi L), Staphylococcus aureus, leukosit
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN DYSMENORRHEA PRIMER PADA ATLET DAN NON ATLET RENANG REMAJA PUTRI USIA 12 - 16 TAHUN DI CLUB ORCA GAJAHYANA KOTA MALANG Anik Sri Purwanti; Rani Safitri
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i2.1344

Abstract

Pematangan seksual remaja putri berupa menstruasi yang terkadang dapat menimbulkan keluhan yang menyertai, salah satunya dysmenorrhea primer merupakan keluhan yang sering terjadi saat menstruasi dan  masih tergolong keluhan fisiologis timbul setidaknya 45%-90% wanita produktif mengalami dysmenorrhea. Salah satu cara untuk mengatasi dysmenorrhea dengan exercise/ latihan fisik akan menghasilkan hormon endorphin yang berfungsi sebagai obat penenang alami. Penelitian ini menggunakan rancangan case control pendekatan retrospektif. Sampel penelitian remaja putri usia 12-16 tahun di Club ORCA kolam renang Gajahyana Malang dan remaja putri di SMP Islam Ash-Syafi’iyyah Kebonagung sebagai kelompok control yang memenuhi kriteria inklusi (purposive sampling). Instrumen menggunakan lembar kuisioner. Hasil penelitian didapatkan dari 24 responden, sebanyak 46% dengan aktifitas fisik berat. Dari jumlah tersebut sebagian besar responden (33%) tidak mengalami dysmenorrhea primer, dan sebagian kecil responden (17%) dengan aktifitas fisik berat dan sedang mengalami dysmenorrhea primer. Sedangkan responden non atlet yang seluruhnya memiliki aktifitas fisik ringan sebanyak 12 orang (50%), 9 orang diantaranya mengalami dysmenorrhea primer (38%). Hasil uji statistik spearman rank didapatkan p0,05(0,020,05) maka disimpulkan H1 diterima artinya ada hubungan antara aktifitas fisik dengan dysmenorrhea primer pada atlet dan non atlet. Disarankan kepada remaja putri agar memantau aktivitas harian juga menambahkan olahraga secara teratur agar terhindar dari dysmenorrhea primer.Kata Kunci: Aktifitas Fisik, Dysmenorrhea Primer, Atlet Renang, Non Atlet