cover
Contact Name
rustan amarullah
Contact Email
rustanamarullah8@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
borneo.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. M. Ardans 2 No. 36 (Ring Road III). Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara
ISSN : 18580300     EISSN : 24076767     DOI : https://doi.org/10.24258/jba
Core Subject : Social,
Jurnal Borneo Administrator is a journal that dedicated to publishing and disseminating the results of research and development in public administration area. The scope of this journal covers experimental and analytical research in public administration areas. The topics include public policy, public management, bureaucracy, public service, civil servant, public service innovation, local autonomy, and related fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2013)" : 6 Documents clear
BUDAYA KINERJA LEMBAGA PELAYANAN PUBLIK: Analisis Budaya Kinerja Kementrian dan LPNK di Indonesia (PERFORMANCE CULTURE IN PUBLIC SERVICE ORGANIZATION: An Analysis of Performance Culture ini Ministries and Non Ministerial Institutes in Indonesia) Sri Wahyu Wijayanti
Jurnal Borneo Administrator Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1640.516 KB) | DOI: 10.24258/jba.v9i2.101

Abstract

Performance of public service in Indonesia is still not satisfactory. This has been caused by the low performance culture in the public service. In this paper, service performance culture is elaborated into three dimensions, namely the commitment to service quality, performance reward and attention toward stakeholders. The analysis of quantitative data concerning the performance culture obtained from a survey of 54 ministries and the Non-Ministerial Government Institute in Indonesia indicated that performance culture of the Ministry and Institute does not support the creation of public service quality. Thus, improvements of performance culture in public service organizations in Indonesia should be managed by improving the performance culture of public service institution.Keywords: cultural performance, public service institutions, ministries, non-ministerial government institutions.Kinerja lembaga pelayanan publik di Indonesia saat ini masih belum memuaskan. Hal ini berhubungan dengan budaya kinerja yang berkembang dalam lembaga pelayanan publik tersebut. Dalam tulisan ini budaya kinerja pelayanan dielaborasi kedalam tiga dimensi yakni komitmen terhadap kualitas pelayanan, penghargaan terhadap kinerja dan perhatian terhadap pemangku kepentingan. Hasil analisis atas data-data kuantitatif mengenai budaya kinerja yang didapatkan dari survei terhadap 54 Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) di Indonesia, menunjukkan bahwa budaya kinerja Kementrian dan K/L saat ini masih belum mendukung terciptanya pelayanan publik yang berkualitas.Dengan demikian perbaikan budaya kinerja pada lembaga pelayanan publik di Indonesia sudah seharusnya dilakukan melalui perbaikan budaya kinerja lembaga pelayanan publik.Kata kunci: budaya kinerja, lembaga pelayanan publik, kementerian, lembaga pemerintah Non-Kementerian
KAJIAN STATUS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR SEBAGAI PROVINSI KEPULAUAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM (STUDY OF NTT PROVINCE'S STATUS AS AN ISLAND PROVINCE: OVERVIEW FROM LAW PERSPECTIVE) Wehelmina L. Kause, Maria R. Helfiarne, Yosef Tote Komba, Achmad Salim, Selsus T. Djesse
Jurnal Borneo Administrator Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.688 KB) | DOI: 10.24258/jba.v9i2.102

Abstract

East Nusa Tenggara (NTT) consisting of inhibited and unhibited islands has enormous sea and natural resources with both comparative and cooperative advantages. However, the utilization and management of marine and fisheries resources are still facing limitations such as lack of sea and special port infrastructure, transportation, communication, water, electricity, health, and education facilities. In addition, the development in the Capital of the Province/District which tends to be cliquish along with infrastructure constraints and inequality lead to another problem for managing government in East Nusa Tenggara. In fact, the treatment for managing East Nusa Tenggara Islands cannot be equal with other provinces in Indonesia since it is not mainly land area. Constitutionally, Act Number 32 Year 2004 has not accommodated East Nusa Tenggara Provincial Government geographically since the range of development is wider and spreads across the islands. As a result, there is not enough budget support in the calculation of General Allocation Fund. Consequently, the public service in the islands can not be implemented efficiently and effectively.Keywords: island province, East Nusa Tenggara ProvinceWilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpulau-pulau, baik yang berpenghuni maupun yang tidak dihuni memiliki potensi wilayah laut yang luas dan sumberdaya alam yang dimiliki Pemerintah Provinsi NTT sesungguhnya dapat memiliki keunggulan komparatitif dan keunggulan kooperatif. Namun pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam perikanan dan kelautan yang dimiliki masih mengalami berbagai keterbatasan-keterbatasan seperti infrastruktur pelabuhan laut/pelabuhan khusus, sarana transportasi, sarana komunikasi, air bersih, listrik, kesehatan dan sarana pendidikan. Oleh karena, pembangunan cendrung berkelompok di kawasan Ibukota Provinsi/Kabupaten dan keterbatasan serta ketimpangan infrastruktur mendatangkan kendala tersendiri bagi pengelolaan pemerintahan di NTT karena pengelolaan pulau- pulau NTT sama perlakuannya dengan pengelolaan provinsi lainnya di Indonesia padahal seharusnya pengelolaan di NTT berbeda perlakuannya dengan wilayah daratan. Secara konstitusi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 belum mengakomodir Pemerintah Provinsi NTT yang secara geografis merupakan wilayah kepulauan yang mengapresiasi kepentingan daerah belum mendapat perlakuan yang adil dan merata.  Padahal jangkauan pembangunan lebih luas dan tersebar di pulau-pulau, namun belum mendapatkan dukungan dana dalam perhitungan dana perimbangan (Dana Alokasi Umum). Hal ini menyebabkan pelayanan publik pada pulau-pulau tidak dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif.Kata Kunci: Provinsi kepulauan, Provinsi Nusa Tenggara Timur
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PNS (Studi Kasus di Sekretariat Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan) Monang Sitorus dan Lamhot Hutasoit
Jurnal Borneo Administrator Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.263 KB) | DOI: 10.24258/jba.v9i2.103

Abstract

The aim of this study is to analyze the relationship between work motivation and the apparatus performance in Humbang Hasundutan District Secretariat. Theory of work motivation tested is ERG Theory or "exsistence, relatednes, and growth" written by Alderfer (1972) and Performance Theory by Robbins (2009). The hypothesis indicates that there is a relationship between work motivation along with its dimensions toward apparatus performance in Humbang Hasundutan District Secretariat. In order to test this hypothesis, the research method utilizes suvey and census. Then, the data is tabulated and analyzed using multiple regression with computational tools SPSS version 18.0 for Windows. The finding indicates that working motivation in which dimensions of the need for existence, relationship, and development are included, is significantly connected to the apparatus performance in Humbang Hasundutan District Secretariat. The determination  coefficient is a relationship  between work motivation toward apparatus performance is 58.24%. Meanwhile, other undetected/ hidden factor (epsilon) which is affects the apparatus performance is 41.76%. Keywords : work motivation and apparatus performance Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan motivasi kerja  terhadap kinerja pegawai negeri di Sekretariat Daerah Kabupaten  Humbang Hasundutan. Teori motivasi kerja  yang diujicobakan adalah teori ERG atau 'Existence, Relatedness dan Growth" yang ditulis Alderfer (1972) dan teori kinerja menurut Robbins (2009). Hipotesis penelitian ini ada hubungan motivasi kerja beserta dimensi-dimensinya terhadap kinerja pegawai negeri di Sekretariat Daerah Kabupaten  Humbang Hasundutan. Untuk menguji hipotesis itu, metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan sensus. Kemudian, data ditabulasi dan dianalisis menggunakan "regresi ganda" dengan alat bantu komputasi SPSS versi 18.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja yang di dalamnya dimensi kebutuhan eksistensi, kebutuhan berhubungan, kebutuhan berkembang berhubungan signifikan  terhadap kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten  Humbang Hasundutan. Koefisien determinasi hubungan motivasi terhadap kinerja pegawai sebesar 58,24%. Sedangkan faktor lain (epsilon) yang tidak terdeteksi/tersembunyi yang turut mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 41.76%. Sedangkan faktor lain (epsilon) yang tidak terdeteksi/tersembunyi yang turut mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 41.76%.Kata kunci : motivasi kerja dan kinerja pegawai.
PERAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SERTA KOMPETENSI DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA APARATUR (Studi pada Dinas Perhubungan Kota Tarakan) Ana Sri Ekaningsih
Jurnal Borneo Administrator Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.417 KB) | DOI: 10.24258/jba.v9i2.104

Abstract

Purpose of the study is to examine and analyze the role of education and training in improving apparatus human resource quality through competence as intervention. The data collection was conducted by distributing questionnaires to 82 respondents. However, only 78 respondents qualified. The tool was analyzed utilizing path analysis. Research results conclude that training and education have significant effect on competence. It indicates that regular education and training for the employees will improve employees' competencies better. Education and training have a significant effect on improving the quality of human resources. The higher the frequency, the better quality of apparatus human resource. Competency has significant effect on improving the quality ofapparatus human resource. This suggests the higher apparatus competencies, the higher investmestment in the community. Competence partially mediates the influence of education and training on improving the quality of apparatus human resource. Consequently, training and education have impact on improving the competence quality of apparatus human resource as intervention.Keywords: education and training, competency, apparatus human resource qualityTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui serta menganalisis peran pendidikan dan latihan dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui kompetensinya sebagai intervensi. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 82 responden, namun hanya 78 responden yang memenuhi syarat. Alat dianalisis dengan analisis jalur. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendidikan dan pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan pada kompetensi, itu menunjukkan pendidikan dan pelatihan kepada karyawan dari kompetensi masing-masing pegawaipun yang lebih sering atau teratur juga akan meningkatkan lebih baik. Pendidikan dan Pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, hal ini menunjukkan semakin tinggi frekuensi, kualitas pendidikan dan latihan akan meningkatkan sumber daya aparaturnyapun. Kompetensi berpengaruh signifikan pada peningkatan kualitas sumber daya aparatur, hal ini menunjukkan kompetensi yang lebih tinggi dari aparatur, semakin tinggi investasi pada masyarakat. Kompetensi sebagian menengahi pengaruh pendidikan dan latihan pada peningkatan kualitas sumber daya aparatur. Pendidikan dan Pelatihan sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada peningkatan kualitas kompetensi sumber daya aparatur sebagai intervensi.Kata kunci: pendidikan dan pelatihan, kompetensi, kualitas sumber daya aparatur
ANALISIS EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN 2011 (HE ANALYSIS OF 2011 FAMILY HOPE PROGRAM IMPLEMENTATION EFECTIVITY) Agunan P. Samosir
Jurnal Borneo Administrator Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.755 KB) | DOI: 10.24258/jba.v9i2.105

Abstract

Government targets to reduce poverty is a substantial problem. Various programs have been implemented, but the result is not so satisfactory. Since 2007, the government accomodates a more transparent and accountable poverty reduction programs than the countries that successfully implement them . The program is known as the family hope program or conditional cash transfer ( CCT ). CCT had been evaluated several times in 2009 - 2010 altogether  by the Ministry of Social Affairs, SMERU and Bappenas Institute . The results were quite surprising and provided concrete recommendations on improving CCT. In 2011, the Fiscal Policy Office, the Ministry of Finance ( MoF ) conducted field surveys to evaluate the effectiveness of CCT implementation in eight beneficiary areas of social assistance programs . The program is effective to reduce poverty and deserves to be continued in the coming year to improve the administration activities, target , expansion of CCT beneficiaries, CCT companionquality and CCT monitoring and evaluation mechanism.Keywords: CCT , social assistance , extremely poor households , the state budgetTarget Pemerintah untuk menurunkan tingkat kemiskinan merupakan masalah yang cukup berat. Berbagai program telah dilaksanakan, tetapi hasilnya belum begitu memuaskan. Sejak tahun 2007, Pemerintah mengakomodir program penurunan kemiskinan yang lebih transparan dan akuntabel dari negara-negara yang berhasil melaksanakannya. Program tersebut dikenal dengan program keluarga harapan (PKH) atau cash conditional transfer (CCT). PKH telah beberapa kali dievaluasi tahun 2009 - 2010 secara paralel oleh Kementerian Sosial, SMERU dan Bappenas. Hasilnya cukup mengejutkan dan memberikan rekomendasi yang konkrit dalam penyempurnaan PKH. Tahun 2011, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan survei lapang untuk mengevaluasi pelaksanaan efektivitas PKH di delapan daerah penerima program bantuan sosial. Program ini cukup efektif untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan layak untuk dilanjutkan pada tahun mendatang dengan memperbaiki kegiatan administrasi, target sasaran, perluasan daerah penerima PKH, kualitas pendamping PKH dan mekanisme monitoring dan evaluasi PKH.Kata kunci:  PKH, bantuan sosial, rumah tangga sangat miskin, APBN
MERESTORASI MORAL PEJABAT Mariman Darto
Jurnal Borneo Administrator Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.084 KB) | DOI: 10.24258/jba.v9i2.130

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): Agustus 2025 Vol. 21 No. 1 (2025): April 2025 Vol. 20 No. 3 (2024): December 2024 Vol. 20 No. 2 (2024): August 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): April 2024 Vol 19 No 3 (2023): December 2023 Vol 19 No 2 (2023): August 2023 Vol 19 No 1 (2023): April 2023 Vol 18 No 3 (2022): December 2022 Vol 18 No 2 (2022): August, 2022 Vol 18 No 1 (2022): April 2022 Vol 17 No 3 (2021): December 2021 Vol 17 No 2 (2021): August, 2021 Vol 17 No 1 (2021): April 2021 Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020 Vol 16 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 16 No 1 (2020): April 2020 Vol 15 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 15 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 15 No 1 (2019): April 2019 Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 14 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 14 No 1 (2018): April 2018 Vol 13 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 13 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 13 No 1 (2017): April 2017 Vol 12 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 12 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 12 No 1 (2016): April 2016 Vol 11 No 3 (2015): Desember 2015 Vol 11 No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 11 No 1 (2015): April 2015 Vol 10 No 3 (2014): Desember 2014 Vol 10 No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 10 No 1 (2014): April 2014 Vol 9 No 3 (2013) Vol 9 No 2 (2013) Vol 9 No 1 (2013) Vol 8 No 3 (2012) Vol 8 No 2 (2012) Vol 8 No 1 (2012) Vol 7 No 3 (2011) Vol 7 No 2 (2011) Vol 7 No 1 (2011) Vol 6 No 3 (2010) Vol 6 No 2 (2010) Vol 6 No 1 (2010) Vol 5 No 3 (2009) Vol 5 No 2 (2009) Vol 5 No 1 (2009) Vol 4 No 3 (2008) Vol 4 No 2 (2008) Vol 4 No 1 (2008) Vol 3 No 3 (2007) Vol 3 No 2 (2007) Vol 3 No 1 (2007) Vol 2 No 3 (2006) Vol 2 No 2 (2006) Vol 2 No 1 (2006) Vol 1 No 3 (2005) Vol 1 No 2 (2005) Vol 1 No 1 (2005) More Issue