cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAWIYATAN
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 21, No 2 (2014)" : 13 Documents clear
MENANGANI / COPING STRESS PADA PENDIDIK PAUD SAAT AKREDITASI Cucu Sopiah, Dyah Kusbiantari, Marini,
PAWIYATAN Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk mengenali dan mendeteksi serta mengevaluasi kelayakan diri dari suatu lembaga PAUD, maka dilakukan diakreditasi. Dalam pelaksanaan akreditasi terlihat tanda-tanda stress yang dialami para pendidik maupun pengelola lembaga PAUDcara untuk mengurangi dan menghilangkan stresnya atau biasa disebut dengan coping stress. Copingyang digunakan yaitu emotion-focused coping dan problem-focused coping. Emotion-focused coping digunakan untuk mengatur respon emosional terhadap stres yang dilakukan melalui dua pendekatan yaitu perilaku dan kognitif.  Kata Kunci : Penanganan Stress, Akreditasi.
PROSES DAN DAMPAK URBANISASI Suharso, Yohanes
PAWIYATAN Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi merupakan suatu proses pindahnya penduduk desa kekota dalam rangka untuk mengubah nasib dari tidak baik menjadi baik, tidak maju menjadi maju, tidak berpengalaman menjadi berpengalaman, tidak berwawasan luas menjadi berwawasan luas. Dengan keadaan itu maka namanya urbanesasi tidak akan dapat di berhentikan karena akan membatasi hak asasi manusia untuk hidup lebih baik dan maju, kreatif dan tanggung jawab. Pindahnya penduduk desa kota memang membawa dampak baik di kota maupun di desa yang ditinggal, untuk kota misalnya perubahan demografis, poltik, ekonomi, budaya,sosial, tetapi untuk desa dampaknya, kurangnya tenaga pertanian, kerawanan didesa, terjadinya alih fungsi tanah pertanian, desa akan selalu tertinggal. Pembangunan kota akan terbantu dengan adanya Urbanisasi kalau orang yang datang kekota punya skill (keahlian), keahlian ini tidak banyak membebani kota karena oaring yang datang kekota akan memanfaatkan sarana dan prasarana, memanfaatkan kondisi yang ada di kota dengan cepat. Dampak Urbanesasi untuk Negara maju perubahan fisik kota berkembang dengan pemukiman elite di pinggiran kota yang di tunjang kemajuan teknologi. Untuk Negara berkembang secara fisik kota akan tumbuh menjadi besar dan luas dengan tingkat teknologi dan kualitas kehidupan kota yang kurang memadai.  Kata Kunci : urbanisasi, penduduk
IbM KELOMPOK PERAJIN MEBEL BUBUT KAYU DI DESA KARANGGONDANG KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA Endang Wuryandini, Fuad Abdillah, Radimin,
PAWIYATAN Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang manufaktur khususnya perdagangan mebel dunia pada tahun 2009 mencapai 135 milyar dolar  AS atau sekitar 1% dari total perdagangan dunia. China mendominasi perdagangan sebesar 16% Furniture (mebel) ke beberapa negara di dunia. Dari segi harga lebih murah 20% dari mebel Indonesia. Kalah bersaing dengan produk China, membuat perajin mebel indonesia terus berlomba-lomba dalam mengejar ketertinggalannya, khususnya produsen mebel di desa Karanggondang kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara. Kelemahan perajin mebel di desa Karanggondang yaitu dari proses produksi lama, biaya tinggi per unit, kualitas produksi rendah, hasil tidak mencapai target, rendahnya sumber daya manusia, kurang futuristik, proses dan mesin bubut masih konvensional. Selain itu, sulitnya mengenalkan produk, mencari buyer (pembeli), minimnya pengetahuan manajemen, pemasaran unit usaha, kurangnya modal dan sulitnya mengakses dana bantuan. Tujuan pengabdian pada masyarakat program Iptek bagi Masyarakat (IbM) yaitu merubah mesin bubut konvensional menjadi mesin bubut otomatis, meningkatkan SDM karyawan, mampu menjalankan mesin bubut otomatis, mengenalkan produk, mencari pembeli, yang dipakai pada program IbM adalah melatih membuat mesin bubut konvensional untuk diubah menjadi mesin otomatis atau mesin bubut kayu CNC, pelatihan desain produk mebel dengan bantuan softwere, pendampingan dan pelatihan pembuatan website untuk memperkenalkan produk dan sistem penjualan online dan offline, memberikan ceramah kewirausahaan, pelatihan pembukuan, akutansi, cash flow, ceramah dan pelatihan metode atau strategi dalam praktek pemasaran, penyuluhan perkembangan usaha dan cara mendapkatkan tambahan modal usaha. Luaran program IbM yang sudah dilakukan mulai dari pembuatan mesin bubut kayu CNC, proses pengujian mesin. Dan yang baru dijalankan proses pelatihan bubut kayu dengan mesin bubut CNN, pembuatan website e-commerce untuk penjualan produk. Program yang belum dilakukan dari pelatihan menerapkan manajemen usaha, pembukuan, akutansi keuangan, cash flow sertifikat kegiatan Iptek bagi masyarakat, laporan kegiatan dan publikasi nasional hasil kegiatan program IbM Keywords : mebel, bubut, kayu, nugget, usaha. 

Page 2 of 2 | Total Record : 13