cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BELIA
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2013)" : 10 Documents clear
Peningkatan Kemampuan Kreativitas Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Pada Anak Rukhani, Siti
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah Kemampuan Kreativitas pada Anak Kelompok B TK Assakinah Wirosari Kabupaten Grobogan masih rendah / belum tercapai target sesuai dengan kriteria ketuntasan hasil pembelajaran, yaitu 75 %. Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang kurang menarik minat belajar anak didik, sehingga anak kurang kreatif, banyak diam, sibuk dengan kegiatannya sendiri, kurang memperhatikan penjelasan guru. Penelitian menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Masing-masing siklus memiliki 4 tahapan yang sama, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Subyek penelitian adalah Anak didik Kelompok B TK Assakinah Wirosari Kabupaten Grobogan dengan 20 anak, yang terdiri 14 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Pembelajaran difokuskan pada tema tanaman dan sub tema bagian-bagian dari tanaman. Metode Penelitian Tindakan Kelas ini, pengumpulan datanya adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang terkait dengan peningkatan kemampuan kreativitas pada anak melalui model pembelajaran kontekstual dilakukan dengan menggunakan analisis deskripsi prosentase. Penyajian data yaitu kumpulan informasi yang tersusun serta memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penarikan simpulan yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian diuji kebenarannya. Agar mengetahui perubahan kemampuan kreativitas anak adalah diperoleh melalui perbandingan antara kemampuan kreativitas sebelum menggunakan model pembelajaran kontekstual dan setelah menggunakan model pembelajaran kontekstual. Pencapaian keberhasilan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. Apabila ditetapkan 75% sebagai lambang keberhasilan, maka pencapaian yang belum mencapai 75% masih perlu dilakukan tindakan lagi. Hasil penelitian bahwa model pembelajaran kontekstual dapat memotivasi anak kelompok B TK Assakinah Wirosari Kabupaten Grobogan. Hal ini dapat dilihat bahwa semula pada kondisi awal menunjukkan 20%, kemudian pada siklus I menunjukkan 70%, dan pada siklus II menunjukkan 90%. Sesuai dengan indikator keberhasilan yakni 75% maka pada siklus II sudah melampaui indikator keberhasilan yaitu 90%. Saran yang disampaikan adalah: (1) Guru perlu memahami bahwa kecerdasan bukanlah hasil tes karena kecerdasan menghasilkan kreativitas dan pemecahan masalah. (2) Guru dapat memberikan proses pembelajaran kreatif dan inovatif dengan mengaplikasikan berbagai metode, media dan model pembelajaran, sehingga dapat memotivasi serta menstimulasi terhadap minat belajar anak, agar muncul ide- ide. (3) Guru mampu mengkondisikan anak agar pembelajaran  dapat mencapai pada tujuan yang diharapkan. (4) Guru hendaknya selalu mengembangkan potensi serta ide-ide baru dalam penerapan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik yang dimiliki anak. Kata Kunci : Kemampuan kreativitas, model pembelajaran kontekstual.
Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Mengecap Dengan Media Bahan Alam Ulfa, Maria
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Masalah, Perkembangan kreatifitas dalam Kurikulum Taman kanak-kanak 2004 secara khusus menjadi bidang pengembangan tersendiri. Agar perkembangan kreatifitas anak usia prasekolah berhasil baik, mestinya orang tua dan guru PAUD memberikan respon yang positif dan memberikan dukungan terhadap apa yang diinginkan anak, apalagi pada saat anak merasa tertarik. Namun kenyataan di lapangan khususnya di PAUD Mutiara Hati Kenanti ada dua orang tua ataupun guru yang kurang menyetujui bahkan menolak keinginan / kemauan anaknya / muridnya. Jika hal ini tidak segera mendapatkan perhatian dan penyelesaian maka diperkirakan akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. Permasalahan penelitian, Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan, diperoleh temuan bahwa bermain menggunakan media mengecap dengan bahan alam mempunyai manfaat yang besar bagi prekembangan anak. Masalah yang dirumuskan adalah kreativitas anak menggunakan media bahan alam. Dengan demikian tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kreativitas anak menggunakan media media bahan alam. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan tindakan kelas yang menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu, lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Subyek dalam penelitian ini adalah anak didik PAUD Mutiara Hati yang berjumlah 20 anak didik yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Setelah dilaksanakannya penelitian di PAUD Mutiara Hati maka mengalami perubahan yang signifikan antara sebelum penelitian dan sesudah penilitian mengalami peningkatan yang sangat baik, melalui kreativitas anak menggunakan media bahan alam di PAUD Mutiara Hati dapat ditingkatkan, dari awal pra siklus hanya 40 %  siswa yang mampu, kemudian pada siklus I mengalami peningkatan yakni  60 %, dan terbukti pada siklus II mengalami peningkatan lebih baik sebanyak 85 % anak mampu menggunakan media bahan alam. Saran yang diajukan adalah (1) para guru hendaknya dapat meningkatkan kreativitas anak dalam pembelajaran. (2) Bagi kepala sekolah, hendaknya selalu mendukung dan mendorong para guru untuk selalu berkreativitas. Kata Kunci : kreativitas, mengecap, media bahan alam
Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan Ular Tangga Raksasa Maslahah, Ummi
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini terbagi dalam lima bab. Pada bab pertama yang berjudul pendahuluan menjelaskan tentang latar belakang hingga tujuan. Penelitian ini dilatarbelakangi rasa keingin tahuan peneliti tetang korelasi permainan ular tangga raksasa dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak, dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran media permainan ular tangga raksasa di TK TA 1 Kelet tahun pelajaran 2013 / 2014 dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak, dan untuk mengetahui prosentase perubahan kemampuan kognitif anak dengan menggunakan media permainan ular tangga raksasa dibadingkan dengan menggunakan cara konfensional. Pada bab kedua dijelaskan tentang landasan teori yang dipakai dalam penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penelitian tindakan kelas yang mengacu pada penelitian kualitatif. Selain teori yang digunakan, disusun pula sejumlah definisi mengenai unsur yang terkandung dalam judul penelitian guna menyamakan persepsi antara penyusun dan pembaca. Bab tiga menjelaskan tentang subjek penelitian dan metode penelitian. Subjek penelitian ini adalah anak didik TK TA 1 Kelet Kec. Keling Kab. Jepara, dengan jumlah anak didik 30 anak dengan karakteristik yang sangat beragam. Sedang objek penelitian ini adalah usaha peningkatan kemampuan kognitif anak. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan evaluasi. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada bab selanjutnya yaitu bab empat yang berisi tentang pembahasan penelitian dijelaskan bahwa hasil penelitian ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak. Pada siklus I rata – rata pemahaman materinya adalah 53,33 %, sedangkan pada siklus II, rata – rata pemahaman materi meningkat menjadi 66,6 %. Bab lima merupakan penutup yang memberikan simpulan akhir dalam penelitian. Adapun simpulan yang dapat dambil dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan hasil evaluasi belajar setelah diterapkan strategi permainan ular tangga raksasa yang menunjukkan kenaikan minat belajar anak dengan metode tersebut. Kata Kunci : Ular tangga raksasa, kemampuan kognitif
Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Melalui Kegiatan Bermain Bola Nikmah, Nikmah
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati   tentang bermain bola untuk meningkatkan bermain akan memerintah orang banyak yang belum mampu meningkatkan motorik kasar dengan baik. hanya  anak yang memenuhi keberhasilan dalam berbahasa baru mencapai 40% dari 25 anak. Berarti masih ada 60% atau 15 anak yang belum mampu berbahasa melalui pemanfaatan media gambar bertema. Dengan demikian banyak anak yang belum mampu memenuhi keberhasilan dari kegiatan tersebut. Berdasarkan observasi diatas, kami akan mengadakan penelitian tindakan kelas agar anak dapat mencapai ketuntasan dalam pembelajaran. Dalam konteks di atas bahwa pemanfaatan media gambar bertema diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Sehingga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan anak.  Sehingga anak menjadi lebih kreatif, aktif, inovatif dan menyenangkan. Peningkatan yang telah dicapai antar siklus menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran pada penguasaan anak Tentang kemampuan berbahasa melalui pemanfaatan media gambar bertema anak di RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati adalah signifikan yakni keberhasilan semula pra siklus dan siklus I pada kisaran  60 %, dan meningkat lagi pada siklus II mencapai kisaran 70%. Dan pada siklus III keberhasilan anak mencapai 85% Ini menunjukkan bahwa pembelajaran di RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati   mengalami peningkatan yang sangat baik. Karena dari  kelompok B semester gasal jumlah 20 anak yang mencapai keberhasilan meningkatkan motorik kasar mencapai 85%. Setelah dilaksanakannya penelitian di RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati maka mengalami perubahan yang signifikan antara sebelum penelitian dan sesudah penilitian mengalami peningkatan yang sangat baik. Hendaknya para guru RA mencoba menggunakan media gambar bertema yang menyenangkan agar anak tidak jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran.  Kepada guru RA, diharapkan guru dapat memotivasi anak dalam belajar bahwa anak-anak dapat mencapai ketuntasan dalam belajar apabila mereka sungguh-sungguh memanfaatkan waktu belajar mereka sehingga mereka dapat mencapai prestasi yang baik. Kepada guru RA, diharapkan melaksanakan evaluasi secara kontinu untuk mengetahui dengan segera anak mana yang sudah dapat mencapai ketuntasan dan anak mana yang belum mencapai ketuntasan sehingga guru dapat melaksanakan program remedial dengan segera bagi anak-anak yang tertinggal. Kata Kunci : motorik kasar, bermain bola, motivasi
Cooperative Learning Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosi Anak Astutik, Umi Farida Puji
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, refleksi emosi nyata lebih banyak memainkan peran dalam proses pengambilan keputusan atau menampakkan perilaku seseorang ketimbang perhitungan nalar. Untuk meraih prestasi dan kesuksesan kehidupan seorang anak perlu dibekali kecerdasan emosi yang maksimal sejak dini karena kecerdasan emosi dapat dipelajari dan dilatihkan pada anak. Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam rangka mengembangkan kecerdasan emosi pada anak adalah mengembangkan kecerdasan emosi melalui metode cooperatinve learning, dengan metode  ini kita dapat memberikan kesempatan pada anak untuk mempraktekkan cara baru dalam berpikir merasakan dan bertindak.  Melalui metode  ini pula kita dapat mendengarkan cara-cara anak dalam menghadapi pergolakan emosi yang dirasakan anak sehinggga kita dapat  menyatu dalam proses pembelajaran emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak, menjelaskan tentang metode cooperative learning untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak, serta mengetahui bagaimana perubahan emosi anak  setelah belajar melalui metode cooperative learning.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan nyata dikelas yang berupa kegiatan belajar mengajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, namun akan dilanjutkan kesiklus berikutnya apabila belum tercapai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelompok A RA Darul Hikmah Kali Garnag Keling Jepara  yang berjumlah 20 anak.Alat pengumpul data menggunakan Matrik, RKM, RKH, lembar tugas, observasi dan catatan anekdot.Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil pengamatan dalam proses pembelajaran untuk masing-masing siklus menunjukkan anak mampu meningkatkan pengertian tentang emosi yang dirasakan,mengatur emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, serta mampu membina hubungan dengan orang lain. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan melalui beberapa tindakan dari siklus I dan siklus II dan berdasarkan seluruh pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan cooperative Learning dapat mengembangkan kecerdasan emosi anak, hal ini ditunjukkan dengan kemampuan anak dalam mengenali emosi diri, mengatur emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain mengalami peningkatan dari siklus I  ke siklus II. Karena metode Cooperative Learning ini dapat mengembangkan kecerdasan emosi anak maka diharapkan supaya guru lain mau mencoba model pembelajaran ini. Kata Kunci : cooperative learning, emosi anak
Upaya Meningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Sains Benda Magnit Mutmainah, Siti
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Pemainan Sains Dengan Benda Magnit Di TK Dharma Wanita Klokah Kecamatan Kunduran. Masih belum tercapainya target sesuai dengan kriteria ketuntasan pembelajaran 75% disebabkan oleh pembelajaran yang kurang menarik minat belajar anak dalam permainan sains dengan benda magnit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan ada 4 langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak didik kelompok B di TK Dharma Wanita Klokah Kecamatan Kunduan Kabupaten Blora  dengan jumlah peserta didik 25 anak terdiri dari laki-laki 15 anak dan perempuan 10 anak. Pembelajaran difokuskan pada tema Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Sains Benda Magnet. Dalam mengumpulkan data penelitian tindakan kelas ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data digunakan analisis kualitatif yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan, siklus I dan siklus II kemudian dilakukan refleksi. Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan simpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang benar-benar valid. Penarikan kesimpulan yaitu data yang telah didapat dari hasil penelitian kemudian diuji kebenarannya. Untuk mengetahui perubahan kemampuan dalam proses pembelajaran permainan sains benda magnit adalah skripsi percobaan. Adapun perhitungan diperoleh melalui perbandingan kemampuan permainan sains sebelum menggunakan metode pembelajaran benda magnit dan sesudah menggunakan metode benda magnit. Apabila ada peningkatan kemampuan 80% dari kemampuan sebelumnya, berarti pembelajaran dengan metode pembelajaran benda magnit tercapai.  Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran permainan sains menggunakan metode pembelajaran benda magnit dapat memotivasi dan meningkatkan hasil belajar anak di TK Dharma Wanita Klokah Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. Hal ini dapat dilihat dalam siklus I media yang digunakan kertas lipat dibentuk kupu – kupu, dengan menggunakan kertas alaska atau kertas karton. Dalam siklus II peneliti menggunakan magnit dengan bermacam – macam benda yang digunakan untuk memainkan mobil-mobilan. Hal ini sangat menarik minat dan antusiasnisme anak dalam mengikuti pembelajaran permainan sains. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar anak yang meningkat secara signifikan hasil belajar anak dari sklus I terhadap siklus II, anak kategori mampu mengalami peningkatan pada siklus I 20% meningkat menjadi 88%, anak yang cukup mampu mengalami penurunan pada siklus I 40% menjadi 8 % pada siklus II, sedangkan anak yang belum mampu mengalami penurunan yang signifikan pada siklus I 40% turun menjadi 4% pada siklus II. Dilihat dari ketuntasan hasil belajar, anak tidak tuntas (belum mampu) dari siklus I 40% turun menjadi 4%, sedang pada anak yang tuntas (mampu dan cukup mampu), yaitu pada siklus I 60% meningkat menjadi 96 % pada siklus II. Saran yang disampaikan adalah: (1) Guru memberikan apersepsi yang menarik melalui tanya jawab interaktif. (2) Guru melibatkan siswa secara maksimal dalam permainan sains benda magnit. (3) Guru mengaktifkan siswa melalui tanya jawab. (4) Guru mengaktifkan siswa dalam berimajimasi. (5) Guru memamfaatkan alat peraga yang tepat sesuai materi yang akan disampaikan. (6) Guru harus selalu menggali potensi serta ide-ide baru dalam penerapan proses pembelajaran yang sesuai kreatif yang dimiliki anak. (7) Orang tua wali hendaknya memperhatikan hasil belajar anak disekolah. (8) Orang tua / wali diharapkan memberi masukan pada guru ataupun pihak sekolah tentang hambatan-hambatan anak dalam hasil pembelajaran di sekolah. (9) Hendaknya sekolah memfasilitasi guru dalam meningkatkan kemampuan paedagogik melalui diskusi, penataran, pelatihan ataupun study banding ke sekolah lainnya. (10) Sekolah hendaknya mengadakan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Taman Kanak-kanak. (11) Sekolah bersama-sama komite membeli sumber dana sebagai upaya untuk meningkatkan pengadaan sarana prasarana, sehingga proses pembelajaran yang inovatif dapat terlaksana. Kata Kunci : Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Sains Benda Magnit
Peningkatan Pemahaman Konsep Bilangan Dengan Metode Bermain Lempar Gelang Utaminingsih, Suliyas
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pemahaman konsep bilangan merupakan bagian dari matematika, yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan juga dasar bagi pengembangan kemampuan matematika maupun kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar (Depdiknas, 2007 :1). Pemahaman konsep bilangan di Taman Kanak-Kanak diharapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif saja, tetapi juga kesiapan mental, sosial dan emosional. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya, pemahaman konsep bilangan di Taman Kanak-Kanak dilakukan secara menarik dan bervariasi. Tujuan penelitian meliputi : 1) Untuk mengetahui penerapan metode bermain lempar gelang dalam peningkatan pemahaman konsep bilangan kelompok A TK Tarbiyatul Athfal Tubanan. 2) Untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan kelompok A TK Tarbiyatul Athfal Tubanan  melalui metode bermain lempar gelang. Hasil penelitian tindakan kelas: Berdasarkan hasil observasi menunjukkan kriteria keberhasilan yang dicapai anak-anak dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pengamatan siklus I proses pembelajaran berjalan dengan baik dan mendapatkan pencapaian nilai yang optimal sanyak 10 Anak dapat memgenal konsep banyak sedikit dan sama tidak sama dalam permainan lempar gelang, 12 siswa dapat Membilang urutan bilangan minimal 1 – 10 dalam permainan lempar gelang,  12 siswa dapat Membilang dengan menunjuk benda yang ada pada permainan lempar gelang, 10 siswa dapat Menunjukkan lambang bilangan dengan huruf, akan tetapi setelah dilakukan perbaikan di Siklus II maka diperoleh hasil yang lebih  optimal sehingga penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan dikategorikan berhasil dengan ditunjukkannya pencapaian keberhasilan sebanyak 18 anak dapat memgenal konsep banyak sedikit dan sama tidak sama dalam permainan lempar gelang, 17 siswa dapat membilang urutan bilangan minimal 1 – 10 dalam permainan lempar gelang, 1 7 siswa dapat membilang dengan menunjuk benda yang ada pada permainan lempar gelang, 18 siswa dapat menunjukkan lambang bilangan dengan huruf. Dari penelitian tindakan kelas dari pra siklus (kondisi awal) 41% setelah dilakukan perbaikan pada siklus I sebesar 45% terdapat kenaikan dari pra siklus ke  siklus I sebesar 4% atau kurang dari kriteria pencapaian 80% indikator keberhasilan, maka dilanjutkan pada siklus II sebesar 86,5% lebih dari kriteria pencapaian 80% indikator keberhasilan, sehingga siklus II terdapat menaikan dari siklus I sebesar 41%. Kata Kunci : konsep bilangan, bermain lempar gelang, peningkatan
Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Gerak Tari Pada Kelompok B Di Satuan Pendidikan Sejenis Mahardika Susilowati, Evi
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  belakang  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah  kegiatan  Gerak  Tari di  Satuan  Pendidikan  Sejenis  Mahardika  Desa  Tanjungharjo  Kecamatan  Ngaringan  Kabupaten  Grobogan.  Karena  masih  belum  tercapainya  target  kegiatan  gerak  tari  dengan  kriteria  ketuntasan  75 %  hal  ini  disebabkan  karena  sebelumnya  tidak  adanya  kegiatan  gerak  tari   pada  Satuan  Pendidikan  sejenis  Mahardika  desa  Tanjungharjo  kecamatan  Ngaringan  kabupaten  Grobogan  Tahun  ajaran  2013 / 2014. Metode  yang  peneliti  gunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  Penelitian  Tindakan  Kelas  ( PTK )  melalui  2  siklus,  masing-masing  siklus  memiliki 4  tahapan  yang  dilaksanakan  3 kali  pertemuan  berturut-turut.  Empat  tahapan  atau  langkah  kegiatan yang  di  terapkan  yaitu : (1)  Perencanaan, (2)  Pelaksanaan, (3)  Observasi,  dan  (4)  Refleksi. Subjek  penelitian  dalam  hal  ini  adalah  anak  didik  kelompok  B  di  Satuan  Pendidikan  Sejenis ( SPS )  Mahardika  desa  Tanjungharjo  kecamatan  Ngaringan  kabupaten  Grobogan  dengan  jumlah  anak  didik  21  orang  anak  yang  terdiri  dari  10  orang  anak   laki-laki  dan  11  Orang  anak  perempuan. Kegiatan  gerak  tari  ini  difokuskan  pada  tema  AKU  dengan  sub tema  Diri  Sendiri  dan Anggota  Tubuh. Dalam pengumpulan  data  Penelitian  Tindakan  Kelas  ini melalui (1) Wawancara, (2)  Observasi  dan,  (3)  Dokumentasi.  Analisa  data  menggunakan  analisis  kualitatif  yaitu  dengan  cara  membandingkan  data  hasil   pengamatan  pada  kondisi  awal,  siklus  I  dan  siklus  II  yang  kemudian  diadakan  refleksi.  Penyajian  data  yaitu  sekumpulan  informasi  tersusun  yang  memberi kemungkinan  adanya  penarikan kesimpulan  dan  pengambilan  tindakan.  Penyajian data  yang  lebih  baik  merupakan  suatu  cara  yang  utama  bagi  analisis  kualitatif  yang benar-benar  valid.  Penarikan  kesimpulan  yaitu  data  yang  telah  didapat  dari  hasil penelitian  kemudian  diuji  kebenarannya.  Untuk  mengetahui  perubahan  tentang  kemampuan  dalam  proses  kegiatan  gerak  tari  adalah  diskripsi  prosentase.  Adapun perhitungan  diperoleh  melalui  perbandingan  kemampuan  kegiatan  gerak  tari.  Apabila  ada  peningkatan  kemampuan   80%  dari  kemampuan  sebelumnya,  yang  berarti  ketuntasan  dalam  memberikan  kegiatan  gerak  tari  dapat  tercapai. Hasil  dari  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  kegiatan  gerak  tari  dapat  memotivasi  dan  meningkatkan  motorik  kasar  anak  kelompok  B  di  Satuan  Pendidikan  Sejenis  ( SPS )  Mahardika  desa  Tanjungharjo  kecamatan  Ngaringan  kabupaten  Grobogan.  Hal  ini  dapat  dilihat  dalam  siklus  I  sarana  dan  prasarana  dalam  kegiatan  gerak  tari,  hasil  yang  dicapai  anak  dalam  kategori  mampu  meningkat  dari  kondisi  awal  0% menjadi  14%  pada  siklus I,  sedangkan  kategori  anak  cukup  mampu  dari  kondisi  awal  10%  menjadi  14%  pada  siklus  I,  Kategori  anak  belum  mampu  dari  kondisi  awal  90%  menjadi  72%.  Dalam  siklus  II  peneliti  menggunakan  lagu  jawa  yang  membuat  anak  senang  dan  meningkatkan  antusiasme  dalam  mengikuti  kegiatan  gerak tari.  Hal  ini  dapat  dilihat  dari  hasil  kegiatan  anak  pada  siklus  I  terhadap  siklus  II,  kategori  anak  mampu 14%  meningkat  menjadi  76%,  kategori  anak  cukup  mampu  tidak  ada  perubahan  dari  siklus  I  14%  tetap 14%  pada  siklus  II,  kategori  anak  belum  mampu  terjadi  penurunan    yang  sangat  signifikan  dari  siklus  I  72%  turun  menjadi  10%  pada  siklus  II.  Dilihat  dari  ketuntasan  kegiatan  gerak  tari  pada  kelompok  B  di  Satuan  Pendidikan  Sejenis  Mahardika,  anak  yang  tuntas  (  mampu + cukup  mampu )  dari  siklus  I  28%  meningkat  menjadi  90%,  sedangkan  anak  yang  tidak  tuntas  terjadi  penurunan  dari  siklus  I 90%  menjadi  10 %  pada  siklus  II. Saran  yang  disampaikan  adalah : (1) guru  diharapkan  dapat  memberikan  proses  pembelajaran  yang  kreatif  dan  inovatif  dalam  memberikan  materi  gerak  tari,  sehingga  dapat  memotivasi  serta  menstimulasi  terhadap  minat  belajar  anak, (2)  guru  harus  mampu  mengoptimalkan  dalam  kegiatan  gerak  tari  sehingga  proses  kegiatan  dapat  berlangsung  dengan baik, (3)  Guru  harus mampu  mengkondisikan  anak  agar   kegiatan  gerak  tari  tercapai  pada  tujuan  yang  diharapkan, (4)  Guru  harus  selalu  menggali  potensi  serta  ide-ide  baru  dalam  penerapan  proses  kegiatan  yang  sesuai  dengan  karakteristik  yang  dimiliki  anak, (5)  orang  tua / wali  murid  hendaknya  memperhatikan  hasil  kegiatan  anak  disekolah  dan  mendorong  anak  untuk  selalu  mengulang  gerakan  yang  sudah  diajarkan  oleh  guru  disekolah, (6)  orang  tua / wali diharapkan  ember  masukan  pada  guru  atau  pihak  sekolah  tentang  hambatan-hambatan  anak  dalam  kegiatan  gerak  tari  disekolah. Kata Kunci : kemampuan  motorik  kasar  dan  gerak  tari
Mengenalkan Konsep Huruf Dengan Metode Permainan Kartu Huruf Pada Anak Sulianah, Sulianah
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Membaca merupakan salah satu bidang akademik yang harus segera dimiliki oleh anak. Karena manfaat membaca mampu meningkatkan belajar pada bidang akademik yang lain. Dengan membaca seseorang mengerti banyak hal. Memperoleh informasi-informasi dan menjadikan seseorang bertambah luas wawasannya. Membaca bukanlah suatu kegiatan yang mudah. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam membaca. Secara umum faktor-faktor tersebut dapat diidentifikasi seperti guru, siswa, kondisi lingkungan, materi pelajaran, metode pelajaran serta tehnik mempelajari materi pelajaran. Faktor–faktor tersebut terkait dengan jalannya proses belajar membaca, dan jika kurang diperhatikan hal tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan membaca pada anak. Corak pendidikan yang diberikan di RA menekankan pada esensi bermain bagi anak–anak, dengan memberikan metode yang sebagian besar menggunakan sistem bermain sambil belajar. Kegiatan bermain anak juga dapat melatih kemampuan bahasanya dengan cara mendengarkan bunyi, mengucapkan suku kata atau kata, berbicara sesuai dengan tata bahasa Indonesia, dan sebagainya. Selain itu bermain juga berfungsi untuk mempermudah perkembangan kognitif anak. Dengan bermain akan memungkinkan anak meneliti lingkungan, mempelajari segala sesuatu, dan memecahkan masalah yang dihadapinya. Penerapan metode permainan kartu huruf bertujuan untuk memotivasi anak dalam mengikuti pelajaran, sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Penerapan metode permainan kartu huruf adalah sebagai metode yang digunakan dalam pembelajaran pengenalan konsep huruf, membaca suku kata, membaca kata-kata sederhana. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan peningkatkan kemampuan mengenal konsep huruf dengan metode permainan kartu huruf pada anak kelompok B di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara dan untuk mendeskripsikan penggunaan metode permainan kartu huruf efektif digunakan dapat mengenalkan konsep huruf pada anak kelompok B di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana peningkatkan kemampuan mengenal konsep huruf dengan metode permainan kartu huruf pada anak kelompok B di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara? (2) Apakah penggunaan metode permainan kartu huruf efektif digunakan dapat mengenalkan konsep huruf pada anak kelompok B di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara?. Pendekatan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dimana subjek penelitian ini adalah anak kelompok B RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara yang berjumlah 33 anak, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli tahun 2012 di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Data hasil penelitian diperoleh melalui lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskripsi yaitu berupa persentase untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak dalam mengenal huruf. Dari analisis data diperoleh hasil penelitian persentase  kemampuan mengenal  huruf  anak  melalui  permainan media  kartu  huruf  pada  siklus I pada pertemuan pertama hanya sebesar 42,42%, kemudian pada pertemuan kedua sebesar 55,16%, dan pada pertemuan ketiga sebesar 63,64%  sedangkan pada  siklus  II meningkat menjadi  72,73% pada pertemuan pertama, 79,40% pada pertemuan kedua, dan 90,30% pada pertemuan ketiga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui permainan kartu huruf kemampuan anak dalam mengenal konsep huruf meningkat. Hal ini terlihat pada pembelajaran  mengenal  huruf  mendapat respon  positif,  aktif,  semangat  dan  senang dari  anak.  Permainan  ini  dapat  membantu anak mengembangkan sikap, keterampilan, kepercayaan diri anak dalam memecahkan sebuah  permasalahan  secara  tepat,  serta mengembangkan  sikap  ingin  tahu  anak lebih  jauh  lagi.  Aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan setiap siklusnya. Peningkatan tersebut  karena  pada  siklus  II  anak  sudah merasa  senang  dan  tertarik  pada  metode permainan kartu huruf yang diberikan oleh guru. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan anak dalam mengenal konsep huruf meningkat. Oleh karena itu guru harus dapat menggunakan metode permainan kartu huruf secara optimal dalam mendorong dan meningkatkan kemampuan membaca anak. Kata Kunci : konsep huruf, permainan kartu huruf
Upaya Meningkatkan Belajar Sains Anak Melalui Metode Eksperimen Widayati, Widayati
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa Taman Kanak-kanak adalah masa yang paling tepat untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki. Salah satu kemampuan yang di kembangkan adalah kemampuan belajar sains. Dengan eksperimen dapat meningkatkan kemampuan sains pada anak. Hal ini penting artinya mengingat pendidikan tidak hanya mengarah pada pembentukan ketrampilan dan kecerdasan, namun juga mengarah pada kemampuan sains. Berdasarkan pengamatan terhadap kemampuan belajar sains anak di TK Pertiwi Pateken pada kelompok B, ditemukan adanya masalah pada pembelajaran sains. Hal ini ditandai dengan ketika siswa atau siswi melakukan kegiatan eksperimen, hanya beberapa saja yang bisa melakukan pembelajaran dengan baik. Dari 25 siswa baru 6 anak yang mampu melakukan pembelajaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas anak usia dini melalui belajar sains dengan metode eksperimen di TK Pertiwi Pateken.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yaitu dilakukan dengan suatu perencanaan terhadap kegiatan belajar yang berupa sebuah tindakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kemampuan belajar sains anak melalui metode eksperimen. Adapun yang dijadikan subyek penelitian adalah anak kelompok B TK Pertiwi Pateken dengan metode pengumpulan data, observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian membandingkan peningkatan kemampuan belajar sains anak dari pra siklus, siklus I, dan siklus II. Berdasarkan penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa dengan belajar sains melalui metode eksperimen dapat meningkatkan pengetahuan sains anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak meningkat melalui metode eksperimen. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari peningkatan pra siklus 25% ke siklus I menjadi 33% dan pada akhir siklus II menjadi 76%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru dalam meningkatkan belajar sains anak melalui metode eksperimen. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa melalui metode eksperimen dapat meningkatkan belajar sains anak usia dini TK Pertiwi Pateken. Kata Kunci : belajar sains, metode eksperimen

Page 1 of 1 | Total Record : 10