cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
GEOGRAFI
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
Pengaruh Frekuensi Penggunaan Media Pembelajaran LKS Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran IPS Suyanti, Suyanti
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah “Bagaimana pengaruh frekuensi penggunaan media pembelajaran LKS terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS kelas IX MTs Darul Falah Pringsurat Temanggung ?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis adanya pengaruh frekuensi penggunaan media pembelajaran LKS terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan IPS Kelas IX di MTs Darul Falah Pringsurat, Temanggung. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan : regresi linier sederhana, analisis korelasi dan dilanjutkan pengujian hipotesis. Persamaan regresi Y = 36,96 + 2,44 X. Nilai koefisien regresi (b) untuk media pembelajaran LKS menunjukkan nilai yang positif, berarti variabel naiknya perubahan frekuensi penggunaan media pembelajaran LKS mempunyai pengaruh terhadap peningkatan naiknya prestasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan IPS pada MTs Darul Falah Pringsurat Temanggung. Nilai korelasi diperoleh r = 0,93, berarti dapat disimpulkan bahwa hubungan frekuensi penggunaan media pembelajaran LKS dengan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS di MTs Darul Falah Pringsurat Temanggung adalah kuat. Pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung = 13,09 > nilai ttabel = 2,048, maka hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak sedangkan Ha diterima. Sehingga hipotesis yang menyatakan "Ada pengaruh positif antara frekuensi penggunaan media pembelajaran LKS terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan IPS Kelas IX di MTs Darul Falah Pringsurat Temanggung", terbukti benar atau diterima. Pengujian hipotesis f diperoleh nilai fhitung = 170,95 > nilai ftabel 4,20, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis tersebut adalah cocok. Selain media pembelajaran LKS yang digunakan untuk proses belajar mengajar ditingkatkan, seyogyanya pihak sekolah memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi siswa dalam belajar, misalnya fasilitas di MTs Darul Falah Pringsurat Temanggung dilengkapi atau ditingkatkan kualitasnya. Nilai koefisien determinasi yang diperoleh adalah (r2) = 0,86 x 100% = 86% berarti variabel media pembelajaran LKS mempunyai pengaruh perubahan sebesar 86% terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS pada MTs Darul Falah Pringsurat, Temanggung, sedangkan yang 14% prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci : Frekuensi, prestasi belajar, IPS
Hubungan Kegiatan Posyandu Dengan Tingkat Fertilitas dan Mortalitas Balita Atmojo, Cipta Aji
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan posyandu yang dilakukan ibu-ibu pada usia produktif memberikan bekal dan pengetahuan terhadap cara-cara memberikan pelayanan kesehatan dalam keluarga. Di sisi lain, tingkat fertilitas sangat diharapkan oleh ibu-ibu yang berusia produktif, sedang tingkat mortalitas adalah sesuatu yang dihindarkan. Permasalahan yang diajukan adalah: (1) seberapa besar kegiatan posyandu yang dilakukan oleh ibu-ibu ? (2) seberapa besar tingkat fertilitas dan penghindaran mortalitas pada balita ?, dan (3) adakah hubungan antara kegiatan posyandu dengan tingkat fertilitas dan mortalitas di Desa Kebagusan ? Dengan demikian tujuan penelitian adalah : (1) untuk mengetahui kegiatan posyandu yang dilakukan oleh ibu-­ibu, (2) untuk mengetahui tingkat fertilitas dan penghindaran mortalitas pada balita, dan (3) untuk membuktikan ada tidaknya hubungan antara kegiatan posyandu dengan tingkat fertilitas dan mortalitas di Desa Kebagusan. Untuk keperluan tersebut penelitian dilakukan kepada seluruh ibu-ibu yang berusia produktif di Desa Kebagusan dengan populasi 56. Penelitian dilakukan secara total sampel, dengan demikian 56 ibu-ibu sebagai sampel dan responden. Teknik pengumpulan data, yang digunakan adalah dokumentasi dan angket. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data seperti jumlah warga setiap RW, jumlah ibu-ibu yang berusia produktif, jumlah masyarakat berdasarkan tingkat pendidikan, mata pencaharian dan data lain seperti terdapat dalam monografi kelurahan. Adapun angket digunakan untuk mengungkap kegiatan posyandu serta tingkat fertilitas dan mortalitas balita di Desa Kebagusan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan; (1) sebagian responden berumur antara 20-30 tahun yaitu sebanyak 83,9%, (2), kegiatan posyandu memiliki hubungan dengan tingkat fertilitas pada balita di Desa Kebagusan sebesar 0,038. Hasil hitung tersebut lebih kecil dari angka tabel r sebesar 0,05, sehingga hipotesis kerja "Kegiatan posyandu memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan tingkat fertilitas alitas balita di Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang (3) kegiatan posyandu tidak ada hubungan dengan tingkat mortalitas pada balita di Desa Kebagusan.. Hasil hitung tersebut sebesar 0,302, lebih besar dari angka tabel r sebesar 0,05, sehingga hipotesis kerja "Kegiatan posyandu tidak memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan tingkat mortalitas alitas balita di Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang  (4) karena hasil hitung bersifat positif, semakin baik (serius) kegiatan posyandu yang dilakukan oleh ibu-ibu yang berusia produktif maka akan semakin baik pula tingkat fertilitas pada balita di Desa Kebagusan. Sarannya adalah; (1) bagi pemerintah, ibu-ibu telah menunjukkan keseriusan­nya dalam mengikuti kegiatan posyandu, namun pemerintah belum memberikan fasilitas yang memadai. Salah satunya adalah petugas belum ditangani oleh ahli medis, namun masih ditangani oleh personil yang ditunjuk oleh kelurahan, (2) bagi masyarakat, bagi ibu-ibu, ternyata ilmu yang diperoleh dari kegiatan posyandu sangat banyak dan sangat bermanfaat. Salah satunya adalah cara-cara penanganan hidup sehat, terutama di lingkungan keluarga. Kata Kunci : Posyandu, balita, mortalitas dan fertilitas
Pelaksanaan Keluarga Berencana (KB) Terhadap Tingkat Kesejahteraan Keluarga Makmur, Slamet
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini : 1) Bagaimana pelaksanaan Keluarga Berencana (KB) terhadap tingkat kesejahteraan keluaraga di Kelurahan Kradenan Kecamatan Pekalongan Selatan?, 2) Seberapa besar pengaruh KB terhadap kesejahteraan keluarga di Kelurahan Kradenan Kecamatan Pekalongan Selatan?. Tujuan adalah : 1) Untuk mengetahui pelaksanaan Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan Kradenan Kecamatan Pekalongan Selatan, 2) Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga di Kelurahan Kradenan Kecamatan Pekalongan Selatan, 3) Untuk mengetahui pelaksanaan Keluarga Berencana (KB) terhadap tingkat kesejahteraan keluarga di Kelurahan Kradenan Kecamatan Pekalongan Selatan. Manfaat penelitian : 1) bagi penulis : dapat menambah informasi dan wawasan baru mengenai pentingnya Keluarga Berencana dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, 2) Bagi masyarakat : dapat menambah pengetahuan mengenai pentingnya Keluarga Berencana dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, 3) Bagi pemerintah : sebagai masukan bagi pemerintah akan keberhasilan pelaksanaan Program Keluarga Berencana dalam meningkatkan keberhasilan pelaksanaan Program Keluarga Berencana dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu : 1) Observasi digunakan untuk mengetahui pelaksanaan KB dan tingkat kesejahteraan keluarga di Kelurahan Kradenan. 2) Angket ini digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan KB dan tingkat kesejahteraan keluarga. 3) Dokumentasi, digunakan untuk mengetahui jumlah anggota keluarga dari responden. Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pelaksanaan Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan Kradenan antara lain dapat dilihat dari indikator : lama menjadi peserta KB, jumlah anak, tempat pemeriksaan/pelayanan KB, alat kontrasepsi yang digunakan, alat kontrasepsi yang pernah dipakai, jangka waktu KB, keluhan selama ikut KB, kegagalan pemakaian kontrasepsi, pengaruh fisik alat kontrasepsi, pengaruh psikis alat kontrasepsi, pengaruh terhadap anak, usia pada saat menikah, usia pasangan saat menikah, jarak pada waktu nikah dengan memiliki anak, perencanaan kelahiran anak. 2) Tingkat kesejahteraan keluarga di Kelurahan Kradenan Kecamatan Pekalongan Selatan antara lain : lama menjadi peserta KB, jumlah anak, tempat pemeriksaan/pelayanan KB, alat kontrasepsi yang digunakan, alat kontrasepsi yang pernah dipakai, jangka waktu KB, keluhan selama ikut KB, kegagalan pemakaian kontrasepsi, pengaruh fisik alat kontrasepsi, pengaruh psikis alat kontrasepsi, pengaruh terhadap anak, usia pada saat menikah, usia pasangan saat menikah, jarak pada waktu nikah dengan memiliki anak, perencanaan kelahiran anak. Saran kami tujukan kepada : 1) Kepada Masyarakat Akseptor KB, Kepada para peserta KB diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program ini, 2) Kepada Masyarakat untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan pilihlah alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi. 3) Pemerintah : Pemerintah hendaknya selalu mengingatkan kepada masyarakat agar merencakana kelahiran sehingga keluarga dapat merawat dan mengasuh anak dengan baik. Kata Kunci : keluarga berencana, kesejahteraan, keluarga
Pengaruh Perubahan Fungsi Lahan Sawah Terhadap Pendapatan Petani Rohman, Amin
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul tersebut diajukan berdasarkan bahwa lahan sawah merupakan salah satu unsur pokok yang menjamin kehidupan manusia dan makhluk lainnya di muka bumi selain unsur-unsur fisik lainnya yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya sebagai lingkungan hidup bagi manusia. Tata guna lahan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan di pedesaan baik segi fisik, ekonomi maupun sosial. Di wilayah Desa Damarwulan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara mengalami perubahan fungsi lahan sawah yang dulunya berupa tanah balong (jawa) sekarang berubah menjadi perkebunan dan tanaman kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara perubahan fungsi lahan sawah terhadap pendapatan petani di Desa Damarwulan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan tehnik observasi lapangan melalui wawancara dan angket. Populasi penelitian adalah masyarakat Desa Damarwulan yang mata pencahariannya sebagai petani yang berjumlah 2920 orang, dari populasi tersebut diambil dengan rumus Dixon dan B. Leach sebanyak 92 orang. Kemudian sampel tersebut diambil secara acak sederhana (sampel random sampling), data yang diperoleh dari responden kemudian di analisis menggunakan analisa persentase, kemudian untuk menguji hipotesis menggunakan analisa uji t. Berdasarkan hasil penelitian ini di Desa Damarwulan telah terjadi perubahan fungsi lahan sawah menjadi tegalan (tanah kering) mencapai 64,84% dimana rata-rata luas lahan sawah yang digarap petani sebelum terjadi perubahan fungsi lahan sawah sekitar 1.402 m2 dan setelah terjadi perubahan fungsi lahan sawah menjadi 493 m2. Sedangkan pendapatan petani dari sektor pertanian mengalami penurunan 61,98% dari rata-rata Rp. 1.422.663 menjadi Rp. 541.141. Dengan analisa uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 9,51 dengan df 90 dengan taraf signifikan 5% adalah 1,6620, sehingga t hitung > t tabel yaitu 9,51 > 1,6620. Dengan demikian Ha diterima dan Ho di tolak. Berdasarkan hasil analisa tersebut kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa perubahan fungsi lahan sawah terhadap pendapatan petani di Desa Damarwulan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara mempunyai pengaruh yang signifikan. Kata Kunci : Sawah, Fungsi lahan, pendapatan petani
Usaha Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Geografi Dengan Model Cooperative Learning Siswa Abidin, Zaenal
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penilitian ini adalah “Apakah ada pengaruh metode cooperative learning terhadap prestasi siswa dalam pelajaran Geografi kelas VII SMP PGRI 1 Ulujami Pemalang Tahun Pelajaran 2012/2013 ?”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa metode cooperative learning dapat mempengaruhi prestasi belajar geografi siswa kelas VII SMP PGRI 1 Ulujami Pemalang. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII SMP PGRI 1 Ulujami Pemalang yang terdiri dari 20 siswa putra dan 10 siswa putri. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan pada tinjauan pustaka, hipotesis tindakan penelitian dengan  model pembelajaran cooperative learning yang berupa; keaktifan, kerjasama, dalam pembelajaran ilmu geografi pada pokok bahasan gambaran bentuk permukaan bumi di kelas VII pada SMP PGRI 1 Ulujami Kab. Pemalang, menunjukan peningkatan belajarar maupun hasil belajar yang siknifikan. Hasil penilitian menunjukan adanya peningkatan prosentase pada siklus II. Pada siklus I diketahui keaktifan siswa memperoleh rata-rata 72,6, nilai dalam sekor 3 – 5 yang berarti siswa cukup aktif dan prosentase aktif guru sebesar 70% yang berarti kurang memuaskan. Ini mengakibatkan hasil akhir siklus I ketuntasan siswa belum mencapai indikator ketuntasan belajkar secara klasikal. Pada siklus II siswa lebih aktif dibanding dengan siklus I karena rata-rata 77,3 dengan kriteria yang sangat baik. Aktifitas guru menjadi baik dan memperoleh prosentase sebesar 82% yang berarti baik sekali. Dan berarti telah mencapai indikator keberhasilan belajkar secara klasikal. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan, (I) Lembar observasi siswa yang diperoleh hasil kinerja siswa baru mencapai 70% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 83%  (2) Lembar observasi guru yang diperoleh hasil kinerja guru mencapai 70% pada siklus I, dan pada siklus II meningkat menjadi 82%, (3) Menggunakan tes, yang diperoleh hasil rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 72,6 dengan ketuntasan belajar klasikal 70% (21 siswa) pada siklus II mencapai 77,3 dengan ketuntasan belajar klasikal83% (25 siswa).      Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, keaktifan, inisiatif, kerjasama dan juga peningkatan prestasi dalam belajar geografi dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode inquiry. Metode cooperative learning layak digunakan sebagai metode pembelajaran yang mampu meningkatkan prestasi siswa dalam proses belajar pembelajaran khususnya pelajaran Geografi. Oleh karena itu disarankan guru dapat mencoba metode Inquiry ini. Kata Kunci : Prestasi Belajar, cooperative learning, geografi
Partisipasi Kelompok Petani Dalam Usaha Konservasi Tanah Terhadap Pelestarian Lahan Suciptadi, Eka
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan salah satu faktor yang terpenting bagi kehidupan manusia. Tak dapat disangkal dan tidak akan ada yang menyangkal bahwa demikian halnya,manusia hidup di atas tanah mencukupi segala kebutuhan hidupnya dengan segala produk yang bahan-bahannya hampir tersedia di dalam tanah. Sumber daya lahan merupakan tumpuan kehidupan manusia dalam pemenuhan kebutuhan pokok pangan dan kenyamanan lingkungan. Jumlah penduduk yang terus berkembang sementara luas lahan tidak berkembang, menyebabkan tekanan penduduk terhadap sumber daya lahan semakin beratkonservasi tanah, yang merupakan bagian dari kegiatan pelestarian lingkungan lebih banyak tergantung pada peran serta dari subyek pelaksana kegiatan tersebut yaitu petani dalam hal ini petani diharapkan mampu menjaga pelestarian tanah atau lahan walaupun menggunakan cara yang sederhana. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk. Untuk mengetahui partisipasi yang di lakukan kelompok petani terhadap usaha konservasi tanah dan juga untuk mengetahui usaha konservasi tanah yang dilakukan kelompok petani terhadap lahan pertanian di Desa DamarwulanKec. keling Kab. Jepara. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota kelompok petani yang berjumlah 97 orang. Dari sejumlah itu dipilih 97 responden karena penelitian yang di gunakan adalah penelitian populasi. Adapun metode pengumpulan datanya adalah metode dokumentasi dan metode kuesioner atau angket. Analisa data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif persentase dan analisis regresi. teknik analisis deskriptif persentase digunakan untuk untuk menjawab permasalahan yang di ajukan untuk menjawab permasalahan yang di ajukan dari kedua variabel. Sedangkan analisa regresi digunakan untuk membuktikan hipotesis.        Partisipasi kelompok petani terhadap usaha konservasi  tanah terhadap pelestarian lahan di desa Damarwulan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara sangat signifikan. Hal ini terbukti melalui perhitungan regresi sederhana dengan rumus : . Diperoleh hasil hitung lebih besar daripada F tabel (23,648 > 3,94)  pada taraf signifikasi 5% Maka hipotesis nihil ( Ho ) “ Tidak Ada Pengaruh Partisipasi kelompok Petani yang Signifikan  dalam Konservasi tanah terhadap pelestarian lahan  di Desa DamarwulanKec. Keling kab. Jepara” ditolak sedangkan hipotesis kerja ( Ha ) yang di ajukan berbunyi,  “Ada Pengaruh Partisipasi kelompok Petani yang Signifikan  dalam Konservasi tanah terhadap pelestarian lahan  di Desa DamarwulanKec. Keling kab. Jepara” diterima. Kata Kunci : Partisipasi,Konservasi Tanah, Lahan
Kajian Pengembangan Objek Wisata Pantai Depok Terhadap Pendapatan Asli Daerah Rizkiyah, Nur
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya masa krisis pariwisata merupakan sektor yang tak mengalami krisis. Oleh karenanya pemerintah Kabupaten Pekalongan menempatkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan. Alasan pemilihan judul adalah peneliti ingin memberi masukan bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Pekalongan. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah Apakah pengembangan objek wisata pantai Depok desa Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prospek pengembangan objek wisata Pantai Depok desa Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan serta untuk mengetahui pola pengembangan objek wisata Pantai Depok Pantai Depok desa Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan. Manfaat penelitian ini adalah (1) memberi masukan kepada pemerintah Kabupaten Pekalongan, Dinas Pariwisata tentang pengembangan objek wisata Pantai Depok, (2) memberi masukan kepada para pelaku wisata tentang pengembangan objek wisata Pantai Depok. Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah (1) metode observasi (2) metode wawancara, dan (3) dokumentasi. Dedang responden yang dipergunakan adalah (1) pengunjung objek wisata Pantai Depok (2) pedagang baik pedagang tetap maupun pedagang tidak tetap, (3) masyarakat sekitar dan (4) pengelola objek wisata yaitu Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Sasaran penelitian adalah objek wisata Pantai Depok desa Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan. Metode analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Huberiman. Validitas menggunakan teknik iriangulasi. Hasil analisis data bahwa pengembangan objek wisata pantai Depok (1) tata guna lahan, (2) pengembangan infra sturktur, (3) pengembangan fasilitas umum dan fasilitas umum penunjang, (4) sarana akomodasi, (5) restoran dan pedagang lain (6) sarana rekreasi pantai (7) pengembangan budaya (8) peningkatan kesiapan masyarakat pelaku wisata (9) pengembangan manajemen. Saran-saran yang penulis sampaikan adalah agar dalam pengembangan objek wisata (1) memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar, (2) potensi lokal lebih banyak dimanfaatkan dalam kegiatan pengembangan (3), kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem harus mendapat perhatian (4) pengembangan Pantai Depok agar menjadi satu paket dengan pengembangan perdagangan. Kata Kunci : pengembangan, objek wisata, pantai depok
Obyek Wisata Pantai Tirto Samudra berpotensi Meningkatkan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Farida, Nofia
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan Skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu lokasi wisata di Kabupaten Jepara yang merupakan salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Jepara. Alasan pemilihan judul adalah peneliti ingin mengetahui tentang potensi obyek wisata dalam meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Bandengan. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi masyarakat di sekitar obyek wisata, apakah obyek wisata berpotensi meningkatkan kehidupan sosial ekonomi dan apakah peran pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Bandengan Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi masyarakat di Kelurahan Bandengan, untuk mengetahui bagaimana pantai Tirto Samudra berpotensi meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Bandengan, dan untuk mengetahui peranan Pemerintah Daerah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Manfaat penelitian ini adalah (1) memberikanmasukan kepada Pemerintah Kabupaten  Jepara. (2) memberikan sumbangan pustaka kepada IKIP Veteranan Semarang. Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah (1) metode observasi, (2) metode wawancara, (3) dokumentasi. Sedang responden yang dipergunakan adalah (1) pengunjung obyek wisata pantai Tirto Samudra, (2) pedagang, (3) masyarakat sekitar dan (4) pengelola obyek wisata. Sasaran penelitian adalah Obyek wisata Pantai Tirto Samudra Kelurahan Bandengan Kecamatan Jepara kabupaten Jepara. Metode analisis data menggunakan deskriptif analisis. Hasil analisis data bahwa potensi obyek wisata Pantai Tirto samudra (1) memiliki konsep keterjangkauan, (2) lokasi wisata tidak hanya mengandalkan keindahan alam tetapi juaga sarana dan prasarana, (3) masyarakat sudah bisa menerima kehadiran Obyek wisata Pantai Tirto Samudra, (4) potensi yang dimiliki sudah bisa dimanfaatkan sepenuhnya, (5) terjadi peningkatan pendapatan karena adanya obyek wisata. Sarannya adalah          : (1) Agar Pemerintah Kelurahan Bandengan mampu membina masyarakatnya agar dapat memanfaatkan potensi pantai Bandengan semaksimal mungkin tetapi tidak merusak dan tetap menjaga kelestariannya, (2) Diharapkan supaya pengelola pantai Bandengan dapat melakukan promosi-promosi yang lebih besar supaya semakin banyak masyarakat yang tahu pantai Bandengan, (3) Masyrakat Bandengan agar dapat memanfaatkan potensi dari pantai Bandengan dengan sebaik mungkin dan menjaga kelestarian pantainya agar tetap nyaman. Kata Kunci : Pantai Tirto Samudro, sosial ekonomi, masyarakat
Pengaruh Metode Inquiry Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Geografi Mulyono, Mulyono
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah ada pengaruh metode inquiry terhadap prestasi siswa dalam pelajaran Geografi kelas VII SMP PGRI I Ulujami Pemalang Tahun 2011-2012?”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa metode inquiry dapat mempengaruhi prestasi belajar geografi siswa kelas VII SMP PGRI I Ulujami Pemalang. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII SMP PGRI I Ulujami Pemalang yang terdiri dari 20 siswa putra dan 10 siswa putri. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prosentase dari siklus II. Pada Siklus I diketahui keaktifan siswa memperoleh rata-rata 72,6, nilai dalam sekor 3 – 5 yang berarti siswa cukup aktif dan prosentase aktif guru sebesar 70% yang berarti kurang memuaskan. Ini mengakibatkan hasil akhir siklus I ketuntasan siswa belum mencapai indikator ketuntasan belajar secara klasikal. Pada siklus II siswa lebih aktif dibandingkan dengan siklus I karena rata-rata 77,3 dengan kriteria yang sangat baik. Aktifitas guru menjadi lebih baik dan memperoleh prosentase sebesar 82% yang berarti baik sekali. Dan berarti telah mencapai indikator keberhasilan belajar secara klasikal. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan, (1) Lembar observasi siswa yang diperoleh hasil kinerja siswa baru mencapai 70% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 83%, (2) Lembar observasi guru yang diperoleh hasil kinerja guru mencapai 70% pada siklus I, dan pada siklus II meningkat menjadi 82%, (3) Menggunakan tes, yang diperoleh hasil rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 72,6 dengan ketuntasan belajar klasikal 70% (21 siswa) pada siklus II mencapai 77,3 dengan ketuntasan belajar klasikal 83% (25 siswa). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, keaktifan, inisiatif, kerjasama dan juga peningkatan prestasi dalam belajar geografi dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode inquiry. Metode inquiry layak digunakan sebagai metode pembelajaran yang mampu meningkatkan prestasi siswa dalam proses belajar pembelajaran khususnya pelajaran Geografi. Oleh karena itu disarankan guru dapa tmencoba metode Inquiry ini. I Kata Kunci : metode inquiry, hasil belajar, geografi
Peningkatan Prestasi Belajar Geografi Materi Biosfer Dengan Metode Diskusi Bervariasi Pada Mata Pelajaran Geografi Kurniawan, Agung
GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor yang mempengeruhi prestasi belajar siswa, salah satu diantaranya adalah dengan diskusi bervariasi terhadap materi biosfer yang dipelajarinya. Dengan diskusi berfariasi bagaimana waktu yang tersedia dijam kegiatan sekolah digunakan dengan sebaik-baiknya untuk belajar dengan teratur serta disiplin waktu yang telah diterapkan, sehingga siswa yang bersangkutan akan berhasil dalam menempuh ujian/ulangan yang diikutinya. Dengan demikian faktor keberhasilan prestasi belajar siswa banyak faktor, salah satunya adalah diskusi bervariasi. Oleh karena itu penggunaan diskusi bervariasi merupakan modal yang penting dalam proses belajar mengajar. Penelitian terangkat dari pemikiran bahwa bila siswa mengunakan diskusi bervariasi dengan baik maka prestasi yang dicapai akan baik pula. Permasalahan dalam penelitian ini adalah peningkatan prestasi belajar geografi materi biosfer dengan metode diskusi bervariasi kelas XI IS 1 SMA Negeri 1 Tahunan Jepara tahun pelajaran 2012/2013. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : (1). Apakah metode belajar diskusi bervariasi dapat meningkatkan kemampuan siswa?. (2) Bagaimana langkah-langkah meningkatkan minat untuk belajar Geografi materi biosfer?. (3) Apakah yang menjadi hambatan-hambatan dalam pembelajaran melalui diskusi bervariasi pada pelajaran Geografi  materi biosfer?. Berdasarkan perumusan masalah di atas dapat ditetapkan tujuan penelitian sebagai berikut : (1) Membuktikan bahwa pembelajaran dengan metode diskusi bervariasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. (2) Menentukan langkah-langkah pembelajaran dengan metode diskusi bervariasi yang tepat agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. (3) Mengetahui hambatan-hambatan yang ditemukan dalam pembelajaran melalui metode diskusi bervariasidengan prestasi belajar kelas XI IS 1 SMA Negeri 1 Tahunan Jepara tahun pelajaran 2012/2013. Hipotesa yang diajukan dalam penelitian iniberdasarkan landasan teori dan kerangka pemikiran, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian tindakan kelas sebagai berikut : (1) Diduga metode belajar diskusi bervariasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa? (2) Diduga langkah-langkah melalui diskusi bervariasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mempelajari Geografi  materi biosfer dan  pada siswa diduga kepasifan siswa menjadi hambatan dalam pembelajaran melalui diskusi bervariasi pada pelajaran Geografi?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Dengan teknik pengumpulan data : test tertulis, observasi, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IS 1 SMA Negeri 1 Tahunan Jepara sebanyak 40 siswa. Dari penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan pada siswa kelas XI IS 1 SMA Negeri 1 Tahunan Jepara, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : (1) Dengan menggunakan metode diskusi bervariasi dalam pembelajaran akan dapat meningkatkan penguasaan materi biosfer dari siswa yang bersangkutan. (2) Metode yang baik adalah kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu setiap kelompok disediakan media persebaran flora dan fauna di permukaan bumi. (3) Respon siswa terhadap diskusi bervariasi positif, dapat dilihat dari hasil siklus I sebesar 72,5% dan siklus II sebesar 100%. Kata Kunci : Prestasi Belajar,  Diskusi Bervariasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10