cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
DEMOCRATIA
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Penanaman Nilai-Nilai Kedisiplinan Siswa Bintari P, Novianita
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh orang tua ada tiga jenis, yaitu demokratis, permisif dan otoriter. Pola asuh mana yang cocok dan sesuai dengan kondisi anak, bila dilihat ciri-cirinya adalah pola asuh demokratis. Di sisi lain, nilai-nilai kedisiplinan perlu dimiliki dan ditanamkan pada anak, sebab dengan nilai-nilai kedisiplinan yang dimilikioleh anak, maka segala kegiatan yang dilakukan oleh anak akan terjadwal, hal ini termasuk juga dalam proses belajarnya. Dengan demikian diharapkan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, diharapkan  mampu dan berpengaruh dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan pada anak. Permasalahan yang dimunculkan adalah;  (1) bagaimana pola asuh orang tua siswa ?, (2) seberapa besar nilai-nilai kedisiplinan yang dimiliki oleh anak ?, dan (3) apakah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua mampu memberikan pengaruh terhadap penananaman nilai-nilai kedisiplinan  pada anak ? Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah :  (1) untuk mengetahui pola asuh orang tua siswa, (2) untuk mengetahui   nilai-nilai kedisiplinan yang dimiliki oleh siswa?, dan (3) untuk membuktikan ada-tidaknya pengaruh pola asuh yang diterapkan oleh orang tua terhadap  nilai-nilai kedisiplinan  yang dimiliki oleh siswa SD 2 Gajah Kabupoaten Demak. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mengggunakan regresi sederhana, hal ini untuk mencari pengaruh dari kedua variabel, yaiu variabel pola asuh orang tua dan nilai-nilai kedisiplinan siswa. Kata Kunci : Pengaruh, Pola Asuh, Orang Tua, Penanaman, Kedisiplinan
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Metode Pembelajaran Dengan Pendekatan Inkuiri Pada Materi Pokok Pendidikan Kewarganegaraan Di Kelas Sofi, Mohamad
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memecahkan permasalahan di kelas X. SMK Asy-Syairozi Jali Bonang Demak yaitu rendahnya minat belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini berlangsung dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Belajar tidak hanya diartikan sebagai pengumpulan informasi saja, tetapi juga diartikan sebagai pengumpulan pengalaman pengetahuan dan metode-metode untuk memecaahkan masalah. Inkuiri memberikan perhatian dalam menolong siswa menyelidiki secara independent, namun dalam suatu cara yang teratur. Ia menginginkan siswa menyatakan mengapa peristiwa itu terjadi, memperoleh dan mengolah data secara logis, dan agar siswa mengembangkan strategi intelektual secara umum yang mereka dapat gunakan untuk mendapatkan mengapa benda-benda itu seperti itu. Di dalam proses belajar mengajar tidak lagi sekedar menyampaikan dan menerima informasi, tetapi mengolah informasi sebagai masukan pada usaha peningkatan kemampuan. Strategi belajar mengajar apapun di usahakan kadar keterlibatan siswa setinggi atau semaksimal mungkin. Siswa diberi kesempatan luas untuk menyerap informasi, menghayati peristiwa-peristiwa untuk membentuk sikap serta melakukan ketrampilan melalui perbuatan langsung percobaan dengan mengkajian kritis secara fungsional dan bertanggung jawab. Hasil penelitian tindakan kelas ini mengalami peningkatan minat belajar siswa dari siklus I ke siklusII, hal ini dapat dilihat dari data yang diperoleh, yaitu data pendapat siswa secara tertulis meningkat dari siklus I ke siklus II, kenaikan minat belajar siswa sebesar 31,03%. Peningkatan minat belajar siswa ini didukung pula dengan hasil wawancara antara peneliti dengan siswa yaitu dari hasil pendapat siswa secara lisan, kesan siswa terhadap proses pembalajaran dengan metode inkuiri menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II, yaitu sebesar 37,5%. Peningkatan minat belajar ini didukung pula dengan data hasil observasi peneliti soal proses pembelajaran berlangsung, yaitu terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,1%. Kata Kunci : Minat, Inkuiri, Hak Asasi Manusia, SMK 
Pengaruh Pembauran Etnis Tionghoa Terhadap Peningkatan Partisipasi Gotong Royong dan Tolong Menolong Pada Masyarakat Nikmah, Mu’sodatun
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah; Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk. Kemajemukan itu ditandai dengan adanya berbagai macam suku, etnis, budaya yang beraneka ragam yang hidup bersama dalam kelompok masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari terjadi interaksi antar etnis yang berbeda sehingga terjadi pembauran. Pembauran aka terjadi apabila perorangan atau kelompok masyarakat saling bekerja sama, gotong royong , tolong menolong, saling berbicara untuk mencapai tujuan bersama, termasuk masyarakat Desa Welahan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Diharapkan dengan pembauran ini, terjadi penigkatan partisipasi gotong royong dan tolong menolong dalam masyarakat Desa Welahan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yakni; dokumentasi dan angket. (1) Dokumentasi digunakan untuk mengetahui letak, luas,dan batas-batas desa, jumlah penduduk,keadaan sosial budaya dan daa lain sebagai sebagai pendukung penelitian. (2) Angket digunakan untuk mengetahui besarnya skor dari variabel pembauran etnis Tioghoa dan peningkatan partisipasi gotong royong dan tolong menolong. Teknik analisa data yang digunakan ada dua, yakni; (1) analisa deskriptif persentase, digunakan untuk mengetahui besarnya skor yang diperoleh dari masing-masing variabel dan sekaligus menjawab rumusan masalah, dan (2) analisis korelasi product moment, digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan variabel pembauran etnis Tionghoa dengan peningkatan partisipasi gotong royong dan tolong menolong dan sekaligus untuk membuktikan hipotesis yang diajukan. Kata Kunci : Etnis Tionghoa, Partisipasi, Gotong royong, Tolong menolong 
Peran Wayang Kulit Dalam Penguatan Kebudayaan Nasional Artik, Artik
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah  yang diteliti adalah Peran Kesenian Tradisional Wayang Kulit di Desa Bulusan di mana keberadaan Wayang Kulit   sebagai  media ritual (merti desa) tetap dilestarikan. Walaupun bersaing dengan kesenian modern namun kesenian wayang kulit tetap diuri-uri dan dipentaskan setiap satu tahun sekali. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui  perkembangan wayang kulit di Desa Bulusan Kecamatan Tembalang. 2) Untuk mengetahui peran wayang kulit di masyarakat Desa Bulusan yang  hubungannya  pendidikan moral. 3) Untuk mengetahui bagaimana peran wayang kulit dalam penguatan kebudayaan  nasional di Desa Bulusan . Hasil penelitian tentang peran wayang kulit dalam penguatan kebudayaan nasional di desa Bulusan ini diharapkan  menjadi bahan masukan dan menambah wawasan bagi penulis dan  bagi pembacanya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif  yang  menggambarkan di mana peneliti berusaha mengungkapkan  suatu fenomena/ obyek yang terjadi secara terus- menerus tanpa memberikan suatu perubahan  pada obyek yang bersangkutan. Tempat penelitian  ini dilaksanakan di wilayah Desa Bulusan Kecamatan Tembalang Semarang. Adapun waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni  sampai dengan Agustus 2012. Dari hasil pengumpulan data,  peneliti memperoleh data sebagai berikut bahwa: Peran wayang Kulit Dalam Penguatan Kebudayaan Nasional Di Desa Bulusan Kecamatan Tembalang  cukup bagus/cukup berperan. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya pagelaran wayang kulit di desa tersebut. Adapun kesimpulan dari skripsi ini yaitu : 1) Perkembangan wayang kulit di desa Bulusan Tembalang masih dipertahankan kelestariannya walaupun bersaing dengan kesenian modern. 2) Wayang kulit cukup berperan terhadap pendidikan moral masyarakat Desa Bulusan terbukti di sana masih ada gotong –royong, musyawarah , kegiatan sosial. 3) Kesenian wayang kulit di Desa Bulusan cukup berperan dalam penguatan kebudayaan nasional yaitu dengan adanya modifikasi musik, lagu, dan kepandaian dalang dalam menyampaikan cerita menambah antusias masyarakat untuk menyaksikan dan memahami cerita dari wayang tersebut. Kata Kunci : Peran, Wayang Kulit, Kebudayaan, Nasional
Pengaruh Intensitas Komunikasi Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Siswa Hidayah, Rohmiyatul
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  : 1) untuk mendapatkan data tentang tingkat intensitas komunikasi orang tua dan siswa, 2) Untuk mengetahui pengaruh intensitas komunikasi orang tua terhadap kedisiplinan  siswa  di MTs Miftahul Falah Betahwalang, 3) Untuk mencari besar pengaruh intensitas komunikasi orang tua terhadap kedisiplinan  siswa di MTs Miftahul Falah Betahwalang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Penelitian yang penulis lakukan merupakan penelitian sampel artinya dari jumlah populasi sebanyak 188 siswa diambil sampel sebanyak 62 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yang dinamakan Multistage Sampling. Metode pengumpulan data yang dipakai ialah metode angket, dokumentasi agar data tersebut dapat diperoleh secara valid. Untuk menentukan validitas dan reliabilitas alat penelitian maka alat penelitian diuji cobakan pada 12 responden. Adapun untuk mencari reliabilitasnya dengan teknik belah dua. Langkah selanjutnya adalah menghitung validitas dan relibilitas angket penelitian. Dari perhitungan validitas orang tua didapatkan hasil perhitungan 0,797; 0,738 dan 0,720 yang masuk dalam kategori tinggi karena berada pada rentangan antara 0,600 – 0,800. Sedangkan dari perhitungan validitas kedisiplinan siswadidapatkan hasil perhitungan 0,768; 0,859; 0,898; dan 0,828 yang masuk kategori tinggi dan sangat tinggi karena masuk pada rentangan antara 0,600 – 0,800 dan 0,800 – 1,000. Adapun dari perhitungan reliabelitas yang dilakukan untuk variabel intensitas komunikasi orang tua didapatkan hasil perhitungan 0,877 yang masuk pada kategori sangat tinggi karena masuk pada rentangan antara 0,800 – 1,000 dan untuk variabel kedisiplinan anak didapatkan hasil perhitungan 0,808 yang juga masuk pada kategori sangat tinggi kaera masuk pada rentangan antara 0,800 – 1,000. Pada analisis deskriptif yang dilakukan, maka didapatkan hasil intensitas komunikasi orang tua dengan kriteria tinggi sebanyak 61 responden (98,39 %) dan sebanyak 1 responden ( 1,61 % ) yang dapat ditafsirkan lebih jauh bahwa intensitas komunikasi orang tua siswa MTs Miftahul Falah Betahwalang rata-rata tinggi, sedangkan untuk variabel kedisiplinan anak di MTs Miftahul Falah Betahwalang diperoleh hasil dengan kriteria 60 responden ( 96,77 % ) dan sedang sebanyak 2 responden ( 3,23 % ) yang dapat ditafsirkan lebih jauh bahwa tingkat kedisiplinan siswa di MTs Miftahul Falah Betahwalang rata-rata tinggi. Langkah terakhir adalah menghilangkan r hitng untuk 62 orang responden dan didapatkan nilai r hitung = 0,622 yang lebih tinggi dari r tabel = 0,330 sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara intensitas komunikasi orang tua dengan kedisiplinan anak di MTs Miftahul Falah Betahwalang. Setelah diketahui adanya hubungan antara intensitas komunikasi orang tua dengan kedisiplinan ank di di MTs Miftahul Falah Betahwalang, baru dihitung besarnya pengaruh yang diberikan untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh yang signifikansi dari intensitas komunikasi orang tua terhadap kedisiplinan anak di MTs Miftahul Falah Betahwalang. Dari perhitungan yang dilakukan didapatkan hasil F hitung yang lebih besar dari F tabel ( 38,035 > 7,08 ) pada taraf signifikansi 99 % yang menunjukkan bahwa memang ada pengaruh intensitas komunikasi orang tua terhadap kedisiplinan anak di MTs Miftahul Falah Betahwalang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak sehingga hipotesis kerja (Ha) yang diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Perhitungan selanjutnya adalah menghitung sumbangan efektif yang diberikan oleh intensitas komunikasi orang tua terhadap kedisiplinan anak di MTs Miftahul Falah Betahwalang dan didapatkan hasil 38,797 % yang berarti bahwa intensitas komunikasi orang terhadap kedisiplinan anak mempunyai pengaruh sebesar 38,797 % sedangkan faktor lain memberikan sumbangan sebanyak 61,203%. Kata Kunci : Komikasi, disiplin, orang tua
Persepsi Masyarakat Terhadap Tradisi Malam Satu Suro Hidayah, Djihan Nisa Arini
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk, yang mempunyai kekayaan kebudayaan. Salah satu dari kebudayaan itu sebagai hasil perpaduan dan akulturasi berbagai unsur yang datang sejalan dengan perkembangan zaman selama ribuan tahun. Perpaduan unsur budaya tersebut menghasilkan ciri-ciri khas daerah yang kadang kala mempunyai kemiripan antara daerah satu dengan daerah lain.Suatu bentuk unsur budaya tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia, kita dikenalkan dengan adanya masyarakat. Malam Satu Suro(Suroan) merupakan adat atau tradisi yang sudah melekat dan bahkan sudah mendarah daging pada masyarakat tertentu (karena tidak semua masyarakat mengetahui dan melaksanakan tradisi tersebut). Tradisi Malam Satu Suro ini dilakukan secara terus menerus untuk dipertahankan serta dilaksanakan sampai sekarang. Tradisi tersebut biasanya berupa upacara trdisional. Masyarakat yang masih melestarikan tradisi ini dan sering melaksanakan ritual hal ini biasanya dijumpai pada daerah pedesaan di pulau jawa. Analisa data yang dipilih yakni siklus interaktif analisis deskriptif kualitatif  yang disesuaikan dengan permasalahan atau sasaran penelitian yang intinya adalah untuk mengetahui status dan fenomena mengenai persepsi masyarakat terhadap tradisi Malam Satu Suro di Desa Brangkal Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten. Pada model ini, peneliti bergerak pada  pada empat komponen utama ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kegiatan ´´Suroan´´ merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Syuro atau Muharram dalam hitungan islam. Satu  suro di pandang hari yang sakral, secara turun-temurun kebanyakan orang  mengharapkan “ngalap berkah” mendapatkan berkah pada hari besar yang suci ini. Kegiatan Malam Satu Suro  yang dilaksanakan masyarakat di Desa Brangkal diisi dengan pertunjukan atau pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan makan bubur suran bersama setiap tanggal tujuh malam di bulan Suro. Kata Kunci : Presepsi, Tradisi, Satu Suro
Peranan Posdaya Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Di Masyarakat Asripah, Siti
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah diteliti adalah Peranan  posdaya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Masyarakat Kecamatan Tembalang  di mana keberadaan Posdaya di sana sebagai tempat untuk menjalin slaturohmi, berkarya, berwira usaha dibidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan di keluarga dan mendidik anak-anak usia dini. Hal ini akan berkaitan dengan persepsi maupun hasil dari Indept Interviw (wawancara mendalam). Wawancara ini  dilakukan dengan berbagai pihak yang dipilih sebagai informan guna menggali dan memperoleh informasi yang sedalam-dalamnya dan benar-benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Teknik ini tidak dilakukan dengan struktur ketat tetapi pertanyaan-pertanyaan terhadap informan dapat berkembang sesuai dengan jawaban informan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peranan posdaya yang berada di wilayah Kecamatan Tembalang. Hasil penelitian tentang peranan  posdaya di Kecamatan Tembalang diharapkan  menjadi bahan masukan dan menambah wawasan bagi penulis dan  bagi pembacanya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitataif  yang  menggambarkan di mana peneliti berusaha mengungkapkan  suatu fenomena/ obyek yang terjadi secara terus- menerus tanpa memberikan suatu perubahan  pada obyek yang bersangkutan.           Kata Kunci : Peranan, Posdaya, Meningkatkan, Kesejahteraan Keluarga, Masyarakat
Persepsi Masyarakat Terhadap Profesionalitas Guru Pasca Sertifikasi Maharoh, Endah
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru professional adalah guru yang mempunyai nilai dan kapasitas mengajar yang lebih baik dibandingkan dengan dengan guru biasa. Baik dari segi keilmuan, tingkah laku maupun metode mengajar dan penggunaan sumber belajar. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikasi proses pemberian sertifikat pendidik pada guru dan dosen (Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru pendidik pada guru dan dosen (Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Utuk menjadi guru professional seorang guru harus menguasai empat kompetensi, yaitu kompetensi paedagogis, konpetensi kepsribadian, kompetensi sosial dan kompeteansi professional. Masyarakat Desa gaji menganggap setiap guru pasti mendapat tunjangan sertifikasi dan berharap dengan adanya program sertifikasi tersebut akan menjadikan guru  khususnya guru yang mengajar di Desa Gaji akan semakin meningkatkan kinerja dan etos kerja para guru. Yang menjadi latar belakang dari penelitian ini adalah kinerja para guru di desa gaji setelah adanya program sertifikasi. Rumusan Masalah yang timbul dalam penelitian ini adalah : “Bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap profesionalitas guru pasca sertifikasi?”. Adapun tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap profesi guru pasca sertifikasi, 2) Untuk mengetahui tingkat profesionalitas guru pasca sertifikasi, 3) Untuk meningkatkan penghargaan terhadap profesi guru, 4) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam meningkatkan profesionalitasnya. Berdasarkan pemaparan data penelitian, analisis data, dan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, didapatkan data untuk menjadi guru professional adalah guru yang selalu mempunyai informasi baru baik mengenai bidang study yang dia ampu ataupun ilmu pengetahuan umum yang sangat diperlukan dalam kelengkapan belajar mengajar. Dengan adanya program sertifikasi, guru di Desa gaji yang telah tersertifikasi telah ada peningkatan pada etos kerja dan kinerja guru. Pasca sertifikasi guru banyak yang meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, membuat buku LKS dan mengadakan penelitian tindakan kelas. Kata Kunci : Presepsi , Profesionalitas, Sertifikasi
Dampak Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Terhadap Peningkatan Kegiatan Belajar Siswa Suharsi, Suharsi
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian diawali dengan suatu permasalahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan seorang guru agar dalam mengemban tugas mendidik,mengajar dan membimbing siswa tercapai sesuai dengan tujuan yang diinginkandengan memotifasi belajar yang tinggi,dan bagaimana Dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi terhadap peningkatan kegiatan belajar siswa itu dapat berpengaruh terhadap minat siswa dalam belajar. Dari latar belakang permasalahan tersebut diatas penulis mengambil judul Dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi terhadap peningkatan kegiatan belajar siswa di SMP Negeri 1 Gajah Kabupaten Demak. Tipe dalam penelitian ini menggunakan tipe korelasional, dengan menggunakan 200 siswa-siswi sebagai sempel penelitian tersebut. Sedangkan pengujian hipotesa yang digunakan yaitu menggunakan analisa statistic korelasi product moment. Kepada pendidik dan pengajar di sekolah dalam proses belajar mengajar harus memperhatikan keadaan peserta didik diantaranya : Kegairahan dan kesediaan belajar,membangkitkan minat peserta didik. Hubungan dalam situasi belajar mengajar, manusiawi, Berusaha mengetahui sifat-sifat anak didiknya agar dapat mengetahui kelemahan-kelemahan dan kelebihan anak sehingga bisa membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik. Kata Kunci : Dampak, Perkembangan, Ilmu Pengetahuan, Tehnologi, Peningkatan, Belajar, Siswa
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di Sekolah Menengah Kejuruan Friska P, Euis
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah, pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru selama ini masih ada sebagian yang mengalami kendala, termasuk yang dialami oleh guru PKn di SMK Sultan Fatah Demak. Dengan demikian perlu ada action atau tindakan sebagai masukan untuk mengurangi kelemahan tersebut. Hal yang bisa dilakukan pembenahan, selain motivasi belajar dari siswa atau pun orang tua dan juga sarana dan prasarana yang tersedia di rumah maupun di sekolah,  yang tidak kalah pentingnya adalah pihak guru itu sendiri, mulau dari persiapan pembelajaran, pelaksanaan, hingga sampai pada evaluasi atau penilaian. Diharapkan dengan pelaksanaan penleitian ini hal-hal yang lebih mendapatkan perhataian kepada pihak terkait, terutama guru dan kepala sekolah. Permasalahan yang diajukan adalah; (1) bagaimana persiapan atau perencanaan guru PKn dalam proses pembelajaran di SMK Sultan Fatah Demak?, (2) bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh  guru PKn  di SMK Sultan Fatah Demak?, dan (3) bagaimana pelaksanaan evaluasi atau penilauan  oleh  guru PKn dalam proses pembelajaran di SMK Sultan Fatah Demak?. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan tentang: (1) persiapan atau perencanaan guru PKn dalam proses pembelajaran di SMK Sultan Fatah Demak, (2)   pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh  guru PKn  di SMK Sultan Fatah Demak, dan (3)   pelaksanaan evaluasi atau penilauan  oleh  guru PKn dalam proses pembelajaran di SMK Sultan Fatah Demak. Berdasarkan rumusan masalah yang dicroschekkan dengan  hasil dan temuan penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) perencanaan pembelajaran guru PKn di SMK Sultan Fatah Demak; perencanaan  proses pembelajaran PKn  di SMK Sultan Fatah Demak  berjalan secara efektif dan efisien, dalam arti mempertimbangkan waktu yang tersedia dengan cakupan materi yang rekatif luas, (2) pelaksanaan Pembelajaran PKn di SMK Sultan Fatah Demak; pelaksanaan proses pembelajaran guru selalu berpedoman pada Garis-garis Besar` Program Pengajaran (GBPP) yang di-operasionalkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan (3) penilaian atau Evaluasi pembelajaran oleh guru  PKn di SMK Sultan Fatah Demak; dalam penilaian digunakan sistem berkelanjutan, mulai dari nilai harian dalam bentuk pop quis, ujian tengah semester dan ujian semester. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan  antara aspek;  kognitif, afektif dan psikomotor. Kata Kunci : Pembelajaran,  pendidikan, Kewarganegaraan, Sekolah

Page 1 of 1 | Total Record : 10