cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
DEMOCRATIA
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2013)" : 10 Documents clear
Pembinaan Karakter Siswa Di SMP Nasional Pati Lestari, Dwi Yuni
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlu adanya perhatian tegas diberbagai pihak untuk mengatasi berbagai permasalahan yang di hadapi bangsa ini. Terutama kepribadian remaja berkaitan dengan karakter, sebab remaja menentukan nasinb dan masa depan bangsa serta kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Salah satu cara yang tepat yaitu pendidikan pembinaan dan pengembangan karakter harus dilakukan sedini mungkin karena pendidikan pengembangan karakter adalah sebuah proses berkelanjutan dan tak pernah berakhir (never ending process) dan karakter adalah sifat pribadi yang relative stabil pada diri individu yang menjadi landasan bagi penampilan perilaku dalam standart nilai dan norma yang tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan Kualitatif, Fokus dari penelitian ini adalah pelaksanaan dan pembinaan karakter yang ditanamkan siswa untuk membentuk karakter siswa SMP Nasional Pati.Program pembinaan penerapan karakter yang telah di lakukan SMP Nasional Pati adalah Setiap guru memasukkan nilai-nilai karakter dalam setiap proses pembelajaran melalui mata pelajaran yang ada di sekolah dengan pelaksanaannya penerapan pembinaan karakter disampaikan sesuai dengan pokok bahasan dalam mata pelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai karakter yang terdiri dari 18 nilai. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah pembentukan karakter yaitu melalui proses pendidikan penanaman karakter yang di lakukan di SMP Nasional Pati dan guru berperan mengembangkan karakter kepada siswa dengan berbagai strategi pembentukan karakter yaitu keteladanan, penanaman disiplin, pembiasaan ,menciptakan suasana yang kondusi, intregrasi dan internalisasi setelah pembentukan karakter kepada siswa oleh guru dan karakter itu dapat di kembangkan ke dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMP Nasional Pati telah menempuh berbagai cara untuk pembinan karakter siswa yang disertai dengan perwujudan nyata dalam kehidupan keseharian dan didalam materi pembelajaran di sekolah. Namun begitu di SMP Nasional Pati masih banyak siswa yang belum memahami nilai karakter seperti masih kurangnya mentaati peraturan dan tata tertib yang dibuat oleh sekolah dan masalah kecil memerlukan perhatian khusus untuk menangani masalah ini. Pihak sekolah bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam bidangnya diantaranya dengan guru bimbingan konseling mengadakan pembinaan karakter secara mendekat dengan siswanya diharapkan siswa bias menjadi baik dan peran orang tua juga diharapkan bias membantu dalam pelaksanaannya dan bias mengawasi putra-putrinya dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah SMP Nasional Pati dalam pembinaan karakter siswa dimasukkan ke dalam kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakulikuler demi terciptanya pembinaan karakter ini pihak sekolah bekerja sama dengan orang tua siswa, diharapkan bias meningkatkan karakter yang baik, maka proses belajar mengajar menjadi lancer sehingga tujuan pendidikan yang utama mewujudkan manusia yang seutuhnya akan terwujud. Dengan demikian niat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi akan semakin besar bila didukung dengan karakter yang baik. Saran yang diajukan oleh peneliti adalah agar tujuan pendidikan melalui pembinaan karakter dapat tercapai dengan maksimal dan siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka harus ditingkatkan sikap karakter baik dan bias bertanggung jawabkan sehingga tujuannya dapat dicapai dan direalisasikan. Kata Kunci : pembinaan karakter, orang tua, siswa
Studi Korelasi Keteladanan Orang Tua Dengan Budi Pekerti Siswa Sahdun, Ahmad
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diawali dengan suatu permasalahan mengenai keteladanan dan budi pekerti orang tua serta hubungan antara Keteladanan Orang  Tua Dengan Budi Pekerti siswadalam keluarga siswa MTs Tuan Sokolangu Mojolawaran Gabus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Keteladanan Orang Tua siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 MTs Tuan Sokolangu MojolawaranKecamatan Gabus Kabupaten Pati. 2) Budi Pekerti siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 MTs Tuan Sokolangu MojolawaranKecamatan Gabus Kabupaten Pati. 3) Hubungan antara Keteladanan Orang Tua Dengan Budi Pekerti siswa kelas VIII-3 dan VIII-4  MTs Tuan Sokolangu MojolawaranKecamatan Gabus Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian untuk mencari hubungan antara dua variabel penelitian yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Pada penelitian ini hubungan variabelnya menggunakan hubungan simetris, adapun rumus yang digunakan adalah korelasi product moment  dengan analisa data statistik kuaantitatif. Data berupa angka – angka dari variabel (X) dan variabel (Y) keduanya dihubungkan, dicari taraf hubungan apakah keduanya mempunyai hubungan atau kaitan. Dengan demikian dalam penelitian ini populasi yang dipilih erat kaitannya dengan masalah yang akan diteliti, populasi pada skripsi ini adalah siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 MTs Tuan Sokolangu Mojolawaran Kecamatan Gabus Kabupaten Pati berjumlah 70 siswa. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu: 1) Tingkat Keteladanan Orang Tua siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 MTs Tuan Sokolangu Mojolawaran Kecamatan Gabus Kabupaten Pati adalah sebesar29,64 masuk dalam interval 26 – 33, yang berarti berkategori baik. 2) Tingkat Budi Pekerti siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 MTs Tuan Sokolangu Mojolawaran Kecamatan Gabus Kabupaten Pati adalah sebesar 26,7 masuk dalam interval 26 –33, yang berarti berkategori baik. 3) adanya hubungan yang positif dan signifikan antara Keteladanan Orang Tua dengan Budi Pekerti siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 MTs Tuan Sokolangu Mojolawaran Kecamatan Gabus Kabupaten Pati dengan koefisien korelasi sebesar 0,728 yang lebih besar dari rt= 0,235 (taraf signifikasi 5 %) dan r = 0,306 (taraf signifikasi 1 %). Dengan demikian berarti bahwa ada korelasi yang positif dan signifikan antara keteladanan orang tua dengan budi pekerti siswa MTs Tuan Sokolangu Mojolawaran Gabus Pati. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terbukti bahwa ada korelasi yang positif dan signifikan antara keteladanan orang tua dengan budi pekerti siswa MTs Tuan Sokolangu Mojolawaran Gabus Pati. Saran yang diajukan adalah bagi Kepala Madrasah hendaknya Kepala Madrasah menjadi Orang Tua pertama disekolah yang selalu memberikan keteladanan bagi siswanya demi terciptanya siswa yang berbudi pekerti luhur. Bagi Guru untuk memonitoring perilaku anak, sehingga anak tidak terjerumus dalam perilaku dan lingkungan yang negatif. Bagi Orang Tua untuk  meningkatkan tingkat keteladanan orang tua terutama yang berkaitan dengan pendidikan jiwa anak, contohnya ialah : membuat tata tertib bagi anak yang berkaitan dengan aturan belajar, waktu beribadah dan beretika sehingga anak terbiasa dengan hal-hal yang baik.  Kata Kunci : budi pekerti, studi korelasi, keteladanan
Model Pembelajaran Demokrasi Melalui Pengembangan Organisasi Kesiswaan Pada Siswa Listiarini, Endang
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi di SMP PGRI 5 Winong Pati, dimana siswa memiliki pemahaman tentang pembelajaran demokrasi yang masih rendah. Rendahnya pemahaman tentang pembelajaran demokrasi ini disebabkan karena siswa kurang berani dalam berpendapat, mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain, kurangnya berpikir kritis, kreatif dan inovatif serta kurangnya rasa tanggung jawab dalam diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan pembelajaran demokrasi siswa sebelum dan sesudah proses pembelajaran melalui pengembangan organisasi kesiswaan pada siswa kelas VII SMP PGRI 5 Winong Pati tahun pelajaran 2012/2013. Adapun manfaat penelitian ini adalah: 1. Manfaat Teoritis: dari hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumber pengetahuan dan pemikiran khususnya dalam bidang pembelajaran PKn, menambah khasanah pustaka pendidikan serta sebagai sumber informasi atau masukan untuk penelitian sejenisnya. 2. Manfaat Praktis: a. Bagi peneliti: melalui penelitian ini dapat diperoleh pengalaman baru tentang pembelajaran demokrasi melalui pengembangan organisasi kesiswaan, sehingga dapat menjadi bekal bagi peneliti bagi peneliti sebagai tenaga pendidikan nantinya. b. Bagi sekolah: menciptakan lingkungan belajar yang demokratis dalam rangka mengembangkan daya pikir kreatif siswa, memberikan masukan untuk melakssiswaan pembelajaran melalui penerapan metode demokrasi untuk mengembangkan daya pikir kreatif siswa, sebagai bahan masukan bagi siswa akan pentingnya demokrasi dalam pembelajaran, sebagai pertimbangan dan masukan kepada orangtua agar dalam mendidik dan membimbing anaknya untuk mengembangkan sikap demokrasi. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran demokrasi dan organisasi kesiswaan. Hipotesis penelitian ini adalah melalui pengembangan organisasi kesiswaan dapat meningkatkan pembelajaran demokrasi siswa kelas VII SMP PGRI 5 Winong Pati tahun pelajaran 2012/2013. Lokasi penelitian ini di SMP PGRI 5 Winong Pati mulai Januari sampai dengan akhir Juni 2013. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa. Variabel penelitian: variabel X (oragnisasi kesiswaan) dan variabel Y (pembelajaran demokrasi). Metode pengumpulan data melalui lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini dengan pelaksanaan penelitian sebanyak 3 siklus, setiap siklus 2 kali pertemuan. Berdasarkan hasil observasi pada kondisi awal indikator 1 (suka berpendapat) dari 32,0 menjadi 73,1 poin. Indikator 2 (Tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain) dari 33,8 menjadi 76,5 poin. Indikator 3 (Berfikir kritis, kreatif dan inovatif) dari 36,8 menjadi 77,0 poin. Dan pada indikator 4 (memiliki rasa tanggung jawab) dari 37,8 menjadi 78,0 poin. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasn maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan organisasi kesiswaan dapat meningkatkan pembelajaran demokrasi siswa. Saran yang diberikan (1) Guru mata pelajaran, khususnya guru PKn hendaknya menggunakan organisasi kesiswaan untuk meningkatkan pembelajaran siswa, (2) Guru mata PKn hendaknya melaksanakan pembelajaran dengan baik dan teratur. Kata Kunci : Pembelajaran Demokrasi, Organisasi Kesiswaan
Pembudayaan Nasionalisme Di SMP Islam Al-Karimahtemuroso Guntur Demak Huri, Ainul
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah yaitu  berkurangnya sikap nasionalisme anak remaja saat ini sangat memperhatinkan terlebih jika dikaitkan dengan kemajuan dibidang IPTEK yang sedemikian pesat dan modren. Berdasarkan kenyataan tersebut maka perlu adanya pembudayaan nasionalisme yang dilaksanakan secara terarah dan terencana yang melibatkan peran wali murid, peran guru, dan peran pendidik kwarganegaraan. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah : 1) Bagaimana Pembudayaan Nasionalisme Di SMP Islam Al-Karimah Temuroso Guntur Demak Tahun Pelajaran 2012/2013?; 2) Bagaimana Kendala-kendala Pembudayaan Nasionalisme Di SMP Islam Al-Karimah Temuroso Guntur Demak Tahun Pelajaran 2012/2013? 3) Bagaimana Upaya-upaya untuk mengatasi kendala-kendala Pembudayaan Nasionalisme Di SMP Islam Al-KarimahTemuroso GunturDemak Tahun Pelajaran 2012/2013?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: 1) Pembudayaan Nasionalisme Di SMP Islam Al-KarimahTemurosoGunturDemak Tahun Pelajaran 2012/2013?; 2) Kendala-kendala Pembudayaan Nasionalisme Di SMP Islam Al-Karimah Temuroso GunturDemak Tahun Pelajaran 2012/2013?; 3) Upaya-upaya untuk mengatasi kendala-kendala Pembudayaan Nasionalisme Di SMP Islam Al-Karimah Temuroso GunturDemak Tahun Pelajaran 2012/2013?. Metode penelitian ini, dalam teknik pengumpulan data yang digunakan ada tiga, yakni; (1) observasi, (2) wawancara mendalam, (3) dokumentasi. Observasi digunakan untuk melihat kondisi nyata di lapangan berkaitan dengan permasalahan penelitian, wawancara mendalam yaitu wawancara yang digunakan untuk mencari data yang lebih rinci kepada subyek atau informan mengenai permasalahan yang dimunculkan dan peneliti tidak terfokus dalam pedoman wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung pelaksanaan penelitian. Adapun informan dalam penelitian ini adalah; Kepala Sekolah, guru, perwakilan wali murid, dan perwakilan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari Milles dan Huberman, meliputi empat komponen, yaitu; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan simpulan. Berdasarkan hasil sajian dan analisis data serta pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa SMP Islam Al-Karimah dalam melaksanakan Pembudayaan Nasionalisme belum bisa berjalan secara maksimal karena dipengaruhi oleh beberapa kendala baik dari  lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah. Yang nantinya akan dijelaskan sebagai berikut : 1) Pembudayaan Nasionalisme Di SMP Islam Al-Karimah Temuroso Guntur Demak Tahun Pelajaran 2012/2013, belum bisa berjalan dengan maksimal karena ditemukan bebagai kendala. Proses Pembudayaan Nasionalisme di SMP Islam Al-Karimah dilakukan melalui proses enkulturasi dan penerapannya melaluiPembelaan Negara, Kegiatan sebagai wujud rasa cinta terhadap tanah air, Mata pelajaran PKN, Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Upacara Bendera, Ekstrakurikuler pramuka. 2)Kendala-kendala yang dihadapi SMP  Islam Al-Karimah Temuroso Guntur Demak Tahun Pelajaran 2012/2013, yaitu dari lingkungan keluarga ada beberapa wali murid yang tidak setuju dengan diadakannya ekstrakurikuler pramuka sedangkan dari lingkungan sekolah, terdapat pada kurangnya sarana dan prasarananya misalnya kurangnya jumlah buku paket pada mata pelajaran PKN dan mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan kurangnya tenda untuk kegiatan persami serta alat pengaras suara yang jumlahnya sangat terbatas pada saat diadakan Upacara Bendera. 3) Upaya-upaya untuk mengatasi kendala-kendala Pembudayaan Nasionalisme Di SMP Islam Al-Karimah Temuroso Guntur Demak Tahun Pelajaran 2012/2013, yaitu dari pihak sekolah bersepakat untuk mengadakan sosialisasi kepada wali murid di lingkungan sekolah agar diberikan pengetahuan tentang arti penting dari Pembudayaan Nasionalisme melalui ekstrakurikuler pramuka dan mengenai kurangnya tenda pada saat diadakan persami para siswa diperkenankan untuk meminjam tenda di sekolah lain dengan dana akomodasi dari sekolah, sedangkan kurangnya sarana dan prasarananya pada saat melaksanakan Upacara Bendera, kurangnya jumlah buku paket pada mata pelajaran PKN dan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam  semua dewan guru juga bersepakat untuk melengkapi perlengkapan tersebut secara bertahap. Sarannya; (1) Bagi Pendidik. Hendaknya mengikuti kegiatan dalam bentuk peningkatan kompetensi pendidik dengan wawasan kebangsaan dan nasionalisme di LPMP Jawa Tengah yang nantinya dapat di terapkan kepada anak didik serta lebih meningkatkan mutu, kuwalitas dan kinerja untuk dapat  mendidik anak supaya menjadi generasi yang lebih baik. (2)Bagi Lembaga. Hendaknya segera melengkapi kurangnya sarana dan prasarananya guna menunjang terlaksananya Pembudayaan Nasionalisme di SMP Islam Al-Karimah. (3) Bagi Wali Murid. Hendaknya wali murid mendukung segala aktivitas anak di sekolah yang berhubungan dengan Pembudayaan Nasionalisme misalnya ekstrakurikuler pramuka, serta memberikan pengetahuan kepada anak tentang arti pentingnnya Pembudayaan Nasionalisme. (4)Bagi Siswa. Hendaknya siswa rajin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah serta lebih mengontrol prilaku yang menyimpang yang dapat merusak jiwa nasionalisme mereka. Kata Kunci : nasionalisme, PKN, pembudayaan
Korelasi Pembelajaran PKN Dengan Pembentukan Karakter Siswa Dalam Kehidupan Sehari - Hari Pada Siswa Setyawan, Fedri
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hakikat negara kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan modern. Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya. Rumusan Masalah adalah adakah korelasi yang signifikan antara pembelajaran PKn terhadap pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari di MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pembelajaran PKn di MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati,untuk mengetahui sejauh mana karakter siswa di MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati, dan untuk mengetahui korelasi pembelajaran PKn terhadap pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari di MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII,VIII,IX MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati  yang berjumlah 39 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melakukan penelitian dengan berorentasi pada korelasi antara pembelajaran PKn dengan pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif karena dalam peneltiian ini menggunakan analisa statistik untuk menganalisa selanjutnya mengambil kesimpulan dari penelitian itu. Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode angket. Validasi data diperoleh dari perhitungan statistik product moment. Simpulan adalah hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis data bahwa nilai korelasi (pearson correlation) pada r hitung sebesar 0,470. Kemudian dibandingkan dengan r tabel. Dalam r tabel = 0,316, dengan N (jumlah responden) = 39, dan tingkat signifikansi 0,05. Jika r hitung > r tabel maka Ho ditolak, Ha diterima. Karena r hitung (0,470) > r tabel (0,316) maka Ha diterima. Dengan demikian berarti ada korelasi pembelajaran PKn dengan pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari pada siswa MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati. Saran yang di berikan adalah lembaga pendidikan merupakan tempat untuk membimbing siswa sehingga kelak menjadi manusia yang dapat membimbing diri sendiri dan orang lain, Pembentukan karakter yang dilakukan di sekolah hendaknya ditindaklanjuti di luar sekolah, baik di lingkungan keluarga siswa maupun di masyarakat. Karena dengan kondisi yang mendukung maka karakter yang diharapkan dari lembaga pendidikan dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari, siswa hendaknya dibimbing dengan baik terutama pada masa perkembangan sebagai anak-anak agar diarahkan kepada hal-hal positif yang sesuai dengan tuntunan agama dan tidak membelok ke arah kenakalan remaja, para orang tua siswa selaku orang terdekat dengan siswa dalam kesehariannya hendaknya mau mengawasi perilaku siswa selama di rumah atau lingkungan masyarakat dan tidak segan-segan menegur anak mereka yang melakukan perilaku negatif agar tidak berkelanjutan, hendaknya ada kerjasama yang baik antara pihak lembaga pendidikan dengan orang tua dan masyarakat, baik dalam bidang pembangunan jasmaniah yang menyangkut sarana dan prasaran pendidikan, tetapi juga pembangunan moril yang mencakup pemberian keteladanan, sanksi sosial bagi palanggar perilaku negatif, serta penghargaan kepada para anak didik agar mereka termotivasi untuk berbuat baik. Kata Kunci : korelasi, pembentukan karakter, pembelajaran PKn
Kesadaran Warga Negara Terhadap Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Di Kota Pati Sutiana, Angger
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul Kesadaran Warga Negara Terhadap Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Latar belakang dari penelitian ini adalah ada beberapa permasalahan di dalam masyarakat yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk. Yang pertama adalah timbul dari diri pribadinya seperti masyarakat yang melalaikan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk karena dipengaruhi oleh ketidaktahuan dan ketidakpahaman akan keberadaan hukum yang mengaturnya. Yang kedua adalah proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk yang rumit, yang berbelit belit. Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar kesadaran warga negara terhadap kepemilikan Kartu Tanda Penduduk di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesadaran warga terhadap kepemilikan Kartu Tanda Penduduk di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena data akan dianalisis dengan menggunakan kata-kata. Sumber data yang diperoleh berasal dari hasil jawaban informan, serta dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Fokus penelitiannya adalah gambaran umum kesadaran warga, sosialisasi pejabat pemerintahan desa dan upaya yang dilakukan oleh pejabat desa dalam rangka mengatasi kepemilikan Kartu Tanda Penduduk di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara.  Hasil penelitian ini adalah bahwa warga masyarakat Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati memiliki keasadaran yang cukup tinggi untuk membuat Kartu Tanda Penduduk. Saran penelitian ini adalah bahwa untuk membuat KTP tidak perlu ditunda – tunda mengingat KTP sangat penting kegunaannya bagi masyarakat. Proses pembuatannya pun tidak memerlukan waktu yang lama. Kata Kunci : Kesadaran Warga Negara, Kepemilikan KTP
Peranan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak Jaenuri, Jaenuri
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan pelayanan pajak merupakan salah satu instrumen penting dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya pajak dalam pembangunan negara. Diperlukan kegiatan penumbuhan kesadaran masyarakat membayar pajak, sehingga aktif membayar pajak dengan segala kewajibannya. Salah satu usaha Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) yang sejatinya sebagai lembaga pelayanan publik adalah meningkatkan penerimaan pajak untuk pembanguan negara, yaitu melalui usaha meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana peranan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, apa keunggulan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, faktor-faktor yang menghambat Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, dan solusi apa yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati untuk menghadapi hambatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak. Manfaat dari penelitian ini adalah memberi pengetahuan serta informasi tentang Peran Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, kepada pemerintah sebagai masukan bagi pemerintah mengenai peran dari Kantor pelayanan Pajak Pratama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati sebagai bahan masukan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati, kepada masyarakat sebagai kontribusi positif kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesadaran membayar pajak. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan (observasi), dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak yaitu: (1) melalui penyuluhan, (2) mengadakan pelayanan melalui konsultasi perpajakan, (3) penyebaran info perpajakan dan penerbitan buku pajak, (4) melalui media masa, (5) melalui mobil dinas keliling, (6) melalui kampanye dan pembagian souvenir (bunga), dan (7) menyediakan drop box. Selanjutnya mengenai keunggulan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak yaitu: (1) Pendaftaran NPWP, (2) Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP), (3) Restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), (4) Penerbitan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP), (5) Permohonan Keberatan Penetapan Pajak, (6) Pengurangan PBB terutang, selain layanan unggulan tersebut Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati juga memiliki layanan unggulan lain yaitu Pelayanan Pemberian NPWP sesuai dengan Standart Operating Prosedure (SOP) yang diselesaikan dalam waktu 1 hari, dalam rangka percepatan pelayanan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dapat menyelesaikan dalam waktu 20 menit untuk satu pemohon, Pelayanan pemberian Pengukuhan Usaha Kena Pajak (PKP) yang diselesaikan dalam waktu 3 hari, dalam rangka percepatan pelayanan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dapat menyelesaikan dalam waktu 1 hari untuk satu pemohon. Adapun mengenai faktor-faktor yang menghambat Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar  pajak meliputi: faktor dari dalam (petugas kantor) yaitu kurangnya tenaga frontliner dan faktor dari luar (pusat) yaitu sistem yang diberikan terlalu susah dipahami dan lama. Solusi yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati untuk menghadapi hambatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak yaitu: (1) hambatan yang berasal dari dalam (petugas kantor) yaitu kurangnya tenaga frontliner, solusi yang diberikan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati perlu ditambahnya tenaga frontliner dengan membuka lowongan tenaga kerja dibidang tenaga frontliner selanjutnya diseleksi tenaga frontliner tersebut kemudian setelah diterima sebagai tenaga frontliner ditraining dulu agar didapatkan tenaga frontliner yang professional yang bisa mewujudkan pelayanan prima, (2) hambatan yang berasal dari luar (pusat) yaitu sistem yang diberikan terlalu sulit dan susah dipahami, solusi yang diberikan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati yaitu: (a) adanya pengenalan dan  pelatihan terhadap pegawai kantor mengenai sistem yang baru dari pemerintah misalnya tentang sistem menghitung sendiri pajak dari masyarakat (self assessment), (b) adanya penyuluhan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama kepada masyarakat (Wajib Pajak) mengenai sistem yang baru dari pemerintah mengenai pembayaran pajak agar masyarakat lebih tahu dan tidak mengalami kebingungan dalam membayar pajak. Berdasarkan hasil penelitian di atas, saran yang penulis sampaikan berkaitan dengan hasil penelitian ini yaitu kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati sebaiknya mengadakan program “mengisi bareng Surat Pemberitahuan (SPT)” untuk membantu para wajib pajak yang belum mengerti cara mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, keunggulan yang dimiliki Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak seperti “memberikan pelayanan penerimaan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di masyarakat (Wajib Pajak) bekerja (jemput bola)” dan kepada Kantor Pelayanan Pajak pratama petugas frontliner sebagai citra KPPP Kabupaten Pati perlu ditambah dan ditraining lagi untuk mewujudkan pelayanan prima. Kata Kunci : Pelayanan pajak, Kesadaran masyarakat membayar pajak
Pelaksanaan Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Upaya Untuk Memelihara Kebudayaan Nasional Puniatun, Puniatun
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah yang diteliti adalah pelaksanaan tradisi sedekah bumi di dusun Pucung kelurahan Pudak Payung yang didalam pelaksanaannya dipentaskan wayang kulit sebagai media ritual ( merti desa ) tetap dilestarikan walaupun bersaing dengan kesenian modern namun tetap diuri-uri dan dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tradisi sedekah bumi dalam masyarakat Pucung kelurahan Pudak Payung. 2) untuk mengetahui peran pelaksanaan tradisi sedekah bumi yang ada hubungannya dengan pendidikan formal. 3) untuk mengetahui peran pelaksanaan tradisional sedekah bumi dalam masyarakat Pucung sebagai upaya untuk memelihara kebudayaan nasional. Hasil penelitian tentang pelaksanaan tradisi sedekah bumi ini sebagai upaya memelihara kebudayaan nasional ini diharapkan menjadi bahan masukan dan menambah wawasanbagi penulis dan bagi pembacanya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggambarkan dimana peneliti berusaha mengungkapkan suatu fenomena / objek yang terjadi secara terus menerus tanpa memberikan suatu pembenahan pada objek yang bersangkutan. Tempat penelitian ini dilaksanakan di wilayah kelurahan Pudak Payung kecamatan Banyumanik Semarang. Adapun waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2013. Dari hasil pengumpulan data, peneliti memperoleh data sebaai bukti bahwa pelaksanaan tradisi sedekah bumi sebagai upaya memelihara kebudayaan nasional di dusun Pucung kelurahan Pudak Payung yang cukup bugus / sangat berperan. Hal ini dibuktikan dengan masih dilaksanakan tradisi sedekah bumi di dusun tersebut. Adapun kesimpulan dari skripsi ini yaitu : 1) Perkembangan pelaksanaan tradisi sedekah bumi di dusun Pucung kelurahan Pudak Payung masih dipertahankan kelestariannya walaupun bersaing dengan budaya modern. 2) Pelaksanaan tradisi sedekah bumi cukup berperan terhadap pendidikan moral dalam masyarakat dusun Pucung kelurahan Pudak Payung terbukti disana masih ada gotong royong, musyawarah, kegiatan sosial. 3) Pelaksanaan tradisi sedekah bumi cukup berperan dalam memelihara kebudayaan nasional yaitu dengan adanya modifikasi musik, lagu dan kepandaian dalang dalam menyampaikan cerita menambah antusias masyarakat unuk menyaksikan dan memahami cerita dari wayang tersebut. Saran-saran yang diajukan peneliti yaitu : 1) Dengan berkurangnya peminat pelaksanaan tradisional sedekah bumi, maka perlu memperkenalkan tradisi sedekah bumi di dunia pendidikan baik formal maupun informal mulai jenjang pendidikan paling bawah sampai jenjang paling tinggi sebagai suatu kearifan lokal. 2) Untuk menambah daya tarik pelaksanaan tradisi sedekah bumi maka perlu dimodifikasi dengan menggunakan teknologi modern serta mengalihbahasakan agar penonton dapat memahami isi cerita yang dibawakan oleh dalang. 3) Kemudian pemerintah diharapkan memfasilitasi pelaksanaan tersebut agar lebih bisa masuk ke daerah pelosok maupun luar negeri.dengan demikian pelaksanaan tradisi sedekah bumi sebagai upaya memelihara kebudayaan nasional dapat terus dipertahankan di sepanjang masa. Kata Kunci : sedekah bumi, kebudayaan, tradisi
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Komunikasi Interpersonal Terhadap Kinerja Guru Adriana, Dwi Windu Satya
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatabelakangi oleh Gaya kepemimpinan kepala sekolah masih kurang melibatkan partisipasi guru dalam mengambil keputusan. Kemudian komunikasi interpersonal yang terjadi antara kepala sekolah dan guru masih kurang, sehingga terjadi kurangnya keterbukaan dan keharmonisan antara kepala sekolah dan guru, hal tersebut berpengaruh pada kinerja para guru. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: 1) pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru di SMA Nasional Pati dan 2) besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru di SMA Nasional Pati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif. Populasinya adalah guru SMA Nasional Pati sebanyak 57 orang, terdiri dari guru laki-laki sebanyak 23 orang dan guru perempuan sebanyak 34 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini Nonprobability Sampling.Adapun variabel bebas dalam penelitian ini yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1) dan  Komunikasi Interpersonal atau (X2) sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja guru (Y). Teknik Pengumpulan Data meliputi: Observasi (pengamatan), Interview (wawancara), Dokumentasi dan Metode Angket (Quesional). Teknik pengukuran dalam instrumen pada penelitian ini menggunakan skala likert yang yang terdiri dari lima skala yaitu: Sangat Setuju (SS) diberi skor 5, Setuju (S) diberi skor 4, Ragu-ragu (R) diberi skor 3, Tidak Setuju (TS) diberi skor 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1 jika pernyataan bersifat positif. Sedangkan untuk skala negatif, kemungkinan skor tersebut menjadi sebaliknya tergantung arah pertanyaan yang diberikan. Uji validitas menggunakan tehnik korelasi product moment dari Pearson. Sedangkan uji relibialitas mengunakan tehnik Alpha dengan bantuan SPSS  Versi 16.0 for Windows. Selanjutnya untuk mengetahui hasil data yang dikumpulkan dilakukan perhitungan dengan menggunakan tehnik regresi linier. Hasil olah data uji validitas pada variabel X1 diperoleh hasil dari 12 item pernyataan semuanya dinyatakan valid, dan variabel  X2 diperoleh hasil dari 15 item pernyataan semuanya dinyatakan valid, dengan hasil ketiga variabel tersebut dinyatakan reliabel (X1 = 0,884, X2 = 0,890, Y = 0,885). Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan tehnik regresi linier berganda bahwa sumbangan efektif penelitian sebesar (0,951 x 100% = 95,1 %) yang artinya 95,1% kinerja guru dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal sedangkan sisanya yaitu 4,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar pembahasan dari penelitian ini. Kata Kunci : gaya kepemimpinan, komunikasi interpersonal, kinerja guru
Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pilpres (Pemilihan Presiden Tahun 2009) Kurniasih, Dwi Ari
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap lima tahunan Indonesia meyelenggarakan hajatan politik, baik pemilihan legislatif yaitu memilih DPRD, yang terbagi menjadi DPRD Kota, Kab, ataupun DPRD pusat, juga menegadakan pemilihan Presiden.  Pada zaman sebelum reformasi pemilihan Presiden dilaksanakan dengan sistem pemilihan secara tidak langsung. Artinya, pemilihan yang dilaksanakan oleh DPR RI terhadap calon Presiden tersebut. Beriring dengan perkembangan zaman, pemilihan Presiden dilaksanakan dengan sistem pemilihan langsung. Sudah dua kali Indonesia melaksanakan pemilihan Presiden secara langsung. Didalam pemilihan Presiden secara langsung diharapkan partisipasi politik masyarakat terhadap pemilihan tersebut. Partisipasi ini sangat penting dikarenakan menentukan sukses tidaknya penyelengggaraan pemilihan. Berdasarkan latar belakang inilah penulisan penelitian dilaksanakan. Penelitian ini dilaksanakan di desa Nongkosawit. Desa Nongkosawit merupakan salah satui desa yang terdapat di Kota Semarang. Pemilihan desa Nongkosawit dikarenakan adanya kemudahan yang penulis dapatkan. Dalam daftar pemilih tetap sebanyak 813 calon pemilih. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifar kualitatif deskriptif. Artinya penelitian yang menjelaskan apa yang terjadi dengan pendekatan bukan angka. Hasil penelitian ini dijelaskan dengan kalimat. Pengumpulan data dilasanakan denag cara wawancara dan dokumentasi. Kemudian hasil yang didapatkan tersebut dianalisis. Analisa yang dilaksanakan adalah analisis deskriptif. Partisipasi masyarakat desa Nongkosawit dalam pemilihan Presiden Tahun 2009, mencerminkan hasil pemilihan secara nasional. Parstipasi masyarakan desa Nongkosawit dalam pemilihan Presiden Tahun 2009 secara umum menurun bila dibandingkan dengan pemilihan Tahun 2004. Ada beberapa hal yang mendasari yaitu kejenuhan dan seringnya terjadi pemilihan yang dilaksanakan serta tidak banyaknya membawa perubahan dalam kehidupan nyata masyarakat. Hasil dari pemilihan Presiden Tahun 2009, dimana pasangan SBY-Budiono mendapatkan 400 suara atau 61%. Suara pasangan Megawati-Prabowo 164 suara atau 25%. Sedangkan  pasangan Yusuf Kalla-Wiranto 59 suara atau 9%. Suara yang rusak mencapai 33 atau 5%. Surat suara yang tidak terpakai sebanyak 249 kertas suara. Kata Kunci : pilpres, pemilihan, partisipasi politik

Page 1 of 1 | Total Record : 10