cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Media Akademika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 26, No 3 (2011)" : 6 Documents clear
KH. Hasyim Asy’ari dan Nahdlatul Ulama: Perkembangan Awal dan Kontemporer Margono, Hartono
Media Akademika Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang perkembangan awal dan kontemporer Nahdlatul Ulama (NU). Artikel ini berargumen bahwa salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut baik dalam masa awal berdirinya maupun kontemporer tidak bisa dipisahkan dari sosok sang pendiri, K.H. Hasyim Asy’ari. NU sendiri merupakan buah pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari tentang Islam Indonesia. Pada akhirnya, pemikiran tentang Islam Indonesia tersebut banyak memengaruhi sikap keberagamaan Muslim Indonesia dan tetap relevan hingga sekarang.
Menggagas Pesantren sebagai Pusat Peradaban Muslim di Indonesia Kholil, Muhamad
Media Akademika Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara. Kiprahnya dalam memajukan bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata. Pendidikan di pesantren sendiri dikenal holistik dan menyeluruh, dengan menempatkan aspek moralitas, ketuhanan, dan martabat kemanusiaan secara utuh sebagai hal yang substansial, sekaligus merupakan hakikat dan inti tujuan dari pendidikan. Berdasarkan kenyataan tersebut, artikel ini mengusulkan pesantren sebagai pusat peradaban Muslim di Indonesia. Dalam rangka menjadikan pusat peradaban tersebut, artikel ini berargumen empat hal mesti dilakukan, yakni rekonstruksi pendidikan pesantren, pembenahan sistem dan manajemen pesantren, penguatan kultur pesantren, dan dukungan kebijakan pemerintah.
Ilmu Tasawuf dan Manfaatnya: Menelusuri Pandangan al-Junaid al- Baghdadi dan Pedoman Tasawuf Masa Kini Ruslan, Muhsin
Media Akademika Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pandangan al-Junaid al-Baghdadi dalam bidang tasawuf. Pandangan tersebut meliputi konsep tasawuf al-Junaid, landasan dasar dalam tasawufnya, serta pendidikan tasawuf yang ditempuhnya. al-Junaid antara lain mempelajari fikh dan hadis terlebih dahulu sebelum belajar tasawuf. Dengan begitu, tasawuf al-Junaid sangat berpijak pada syariat. Hal berbeda terjadi belakangan. Banyak orang belajar spiritualitas tanpa syariat bahkan meninggalkannya. Hal terakhir inilah yang menurut artikel ini menyebabkan seseorang menjadi antisyariat sehingga dicap sesat. Dalam konteks sekarang, tasawuf al-Junaid bisa dijadikan pegangan untuk mempelajari spiritualitas.
Gagasan Emansipasi Kartini dan Hubungannya dengan Pendidikan ropiko, Ropiko
Media Akademika Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang gagasan emansipasi R.A. Kartini. Artikel ini berargumen, gagasan emansipasi Kartini punya kaitan erat dengan pendidikan. Salah satu cara untuk memperjuangkan persamaan derajat antara lelaki dan perempuan adalah melalui pendidikan. Bagi Kartini, ketidakadilan dalam pendidikan akan membawa konsekuensi ketidakadilan dalam lapangan yang lebih luas, termasuk dalam relasi gender. Karena itu, tidak bisa tidak, akses pendidikan harus dibuka selebar-lebarnya baik untuk kaum perempuan maupun lelaki.
Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kompeten sebagai Basis Pembangunan Daerah Huda, Samsul
Media Akademika Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era desentralisasi, pembangunan daerah banyak bertumpu pada kebijakan daerah, tidak lagi menunggu dari pusat. Persoalannya yang muncul adalah sedikitnya insan-insan daerah yang berkompeten untuk melaksanakan pembangunan. Padahal, apa yang disebut pembangunan menjadikan manusia sebagai subjek penentu atau bersifat antroposentrik. Karena itu, penguatan sumber daya manusia harus menjadi konsentrasi pemerintah-pemerintah otonomi baik kabupaten maupun provinsi, terutama sebagai basis penguatan pembangunan daya saing daerah.
Pluralitas Hukum Waris Adat di Indonesia yuliatin, Yuliatin
Media Akademika Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum waris adat yang ada di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh susunan masyarakat kekerabatan yang berbeda, dan walaupun ada pada bentuk kekerabatan yang sama belum tentu berlaku sistem kewarisan yang sama pula. Artinya, pelaksanaan pembagian warisan tergantung juga pada hubungan dan sikap para ahli warisnya. Sistem kekerabatan yang mengarah ke sistem kewarisan berdasarkan faktor genealogis yang ada di Indonesia, secara umum dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu sistem matrilineal, sistem patrilineal, dan sistem parental. Hukum waris Islam adalah suatu aturan yang mengatur pengalihan harta dari seseorang yang meninggal dunia kepada ahli warisnya. Adapun prinsip-prinsip yang ditawarkan oleh hukum waris Islam antara lain: kewarisan merupakan ketetapan hukum yang mewariskan tidak dapat menghalangi ahli waris dari haknya atas harta peninggalan dan ahli waris berhak atas harta peninggalan tanpa memerlukan pernyataan menerima dengan sukarela atau atas putusan pengadilan, kewarisan terbatas dalam lingkungan keluarga, dengan adanya hubungan perkawinan atau pertalian darah, hukum ini juga tidak membedakan anak laki-laki dan anak perempuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6