cover
Contact Name
Thema Arrisaldi
Contact Email
arrisaldi@gmail.com
Phone
+6282243576656
Journal Mail Official
jurnalmtg@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta, Jalan SWK Ringroad Utara,Condong Catur Kabupaten Sleman jurnalmtg@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MTG
ISSN : 19790090     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kebumian MTG (JMTG) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JMTG covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining,Geography and geo-environment. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2009)" : 9 Documents clear
PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEISMIK 4D DALAM PENGELOLAAN LAPANGAN MINYAK TUA ( USULAN SUMUR TAMBAHAN UNTUK PENGURASAN “BYPASS-OIL” ) Sugiharto Danudjaja
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Eksplorasi minyak dan gas selalu melibatkan evaluasi dari berbagai informasi. Informasi yang didapatkan dari sumur akan memberikan informasi yang rinci mengenai keadaan geologi disekitar sumur tersebut.Dengan memanfaatkan pengetahuan mengenai ciri khas lingkungan pengendapan, informasi dari sumur-sumur ini dikembangkan untuk memperkirakan penyebaran batuan dan sifat fisik antar sumur ke seluruh daerah penelitian.Metode seismik refleksi dapat dipergunakan untuk membantu memperkirakan gambaran dari perubahan geologi antara sumur yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dalam pemilihan lokasi baik untuk pemboran di masa mendatang. Metode Seismik adalah alat bantu yang efektif untuk dapat memberikan gambaran yang bermakna dan bermanfaat untuk tujuan ini. Seismik 3D telah menjadi metode yang umum dan merupakan alat bantu untuk eksplorasi dan produksi sebuah lapangan minyak. Dengan interpretasi dari data seismik 3-D akan didapatkan informasi yang lebih rinci mengenai stratigrafi dan keadaan geologi daerah dibandingkan interpretasi dari seismic 2-D data apalagi korelasi antar sumur. Namun gambaran geologi yang didapatkan adalah gambaran keadaan geologi dan reservoir pada saat data tersebut di akusisi sehingga tidak dapat dipergunakan untuk memperkirakan keadaan reservoir pada masa sekarang dan tidak dapat dipergunakan untuk memperkirakan karakter dari pergerakan fluida didalam reservoir akibat dari proses produksi pada suatu lapangan minyak.Karena itu metode seismik 4D diperkenalkan untuk menjawab tantangan dari kebutuhan informasi untuk lapangan-lapangan minyak tua yang telah berproduksi cukup lama namun masih diharapkan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Informasi yang didapatkan dari metode seismik 4D ini mengandung informasi terkini dan berdasarkan karakter perbedaan reservoir dalam selang waktu dapat pula dipergunakan untuk memperkirakan arah pergerakan daru fluida didalam reservoir.Makalah ini menyajikan tentang teknologi seismic 4D dan pemanfaatan teknologi seismik 4D ini didalam pengelolaan lapangan-lapangan minyak tua, terutama untuk mengindentifikasi kantong-kantong minyak yang terlewatkan (Bypass-Oil) pada masa pengurasan lapangan minyak tua.
“GOVERMENT LIAISON” Peranannya dalam memudahkan proses bisnis Perminyakan dengan Pemerintah terutama dalam aktivitas Eksplorasi dan Exploitasi. Mustoto Moehadi
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Mulai awal abad ke 20 hingga kemungkinan sampai akhir abad 21, minyak dan gas bumi diperkirakan merupakan sumber energi yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan sebagian besar industri yang ada di bumi, dari tingkatan industri kecil kelas rumah tangga hingga industri raksasa dunia, ternyata masih mempergunakan minyak dan gas bumi sebagai sumber eneginya. Oleh karenanya kedudukan minyak dan gas bumi menjadi sedemikian istimewanya dalam peradaban kehidupan manusia. Sedangkan di Indonesia sendiri minyak dan gas bumi masih merupakan andalan penghasil devisa utama Negara sampai diatas 60%.Dalam kebijakaanya Pemerintah perlu mengaturnya dengan keluarnya UU No.22 tahun 2001 tentang minyak dan gas Bumi, kewenangan pembuatan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi berada di dalam kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pemerintah Indonesia dalam melakukan kebijakaan yang akan diterapkan dalam bidang minyak dan gas bumi seyogyanya didasarkan pada kenyataannya bahwa minyak dan gas bumi tersebut adalah mineral yang ditambang habis yang artinya bahan tersebut tidak dapat diperbaruhi. Meningkatnya permintaan dunia maupun dalam negeri Indonesia tentunya juga menjadi bahan pertimbangan pemerintah.Para investor baik dari dalam negeri yang berbentuk Badan Usaha ataupun dari luar negeri yang berbentuk Badan Usaha Tetap yang bergerak dalam bidang perminyakan tentunya sangat tertarik dengan keuntungan yang akan diraihnya apabila bisa mendapatkan minyak dan gas bumi secara komersial, walaupun kemungkinan adanya resiko kegagalannya sangat tinggi.BPMIGAS sebagai wakil dari pemerintah Indonesia merupakan pemegang kuasa pertambangan minyak dan gas akan melakukan kontrak kerja bersama dengan para investor melalui Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap dalam bentuk Kontrak Bagi Hasil atau disingkat KKS atau “Production Sharing Contract” atau disingkat PSC.KKS dalam operasionalnya biasanya memerlukan peran seorang yang bekerja sebagai “Government Liaison” yang bisa bertindak untuk mewakili perusahaan tersebut dalam hubunganya dengan pemerintahannya terutama untuk pengurusan perijinan atau persetujuaan dari pemerintah melalui BPMIGAS ataupun MIGAS dalam rangka pelaksanaan aktivitas eksplorasi maupun eksploitasi yang didasarkan atas komitment kontrak yang telah ditandatangani mapun POD yang telah disetujui oleh pemerintah.Kata kunci : Energi Strategis,UU Migas sebagai kebijakan Pemerintah, BPMIGAS vs KKS dan Goverment Liaison.
PENTINGNYA PENELITIAN DETIL DI CEKUNGAN BATURETNO Purna Sulastya Putra
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh penulis di bagian barat Cekungan Baturetno menyimpulkan bahwa tidak terdapat indikasi adanya Danau Baturetno Purba serta pembalikan arah Bengawan Solo Purba tidak pernah terjadi. Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan karakteristik stratigrafi dan sedimentologi Formasi Baturetno. Karakteristik sedimentologi dan mikropaleontologi endapan lempung hitam tidak mencerminkan hasil pengendapan danau Baturetno Purba. Dua hal penting hasil penelitian penulis tersebut sangat berbeda dengan penelitian – penelitian terdahulu. Tulisan ini bermaksud mengurai fakta lapangan dan laboratorium yang terbaru tentang Formasi Baturetno dan keterkaitannya dengan Danau Baturetno Purba dan Bengawan Solo Purba serta hal – hal yang harus dilakukan untuk menguak kebenaran ilmiah ada tidaknya pembalikan arah Bengawan Solo Purba dan pembentukan danau Baturetno Purba
ANALISIS FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI TUBAN, JAWA TIMUR UTARA Salatun Said; Windiastuti Windiastuti
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

The purpose of this study are understanding of the facies type, distribution and its environment. On the basis of the sedimentological characteristic, Tuban Formation can be devided into 5 major facies namely mudstone, wackstone, packstone, grainstone and bindstone.These facies will be described into detail so the each facies that different in characterictic such as texture and composition will have the different name. Environment interpretation from these facies reveals a restricted to open marine-shallow condition. According to reef facies sub-division this environment could be divided into lagoon, back reef, core reef, and fore reef. The presence and distribution of those facies were characterized the fringing reef.
SEBARAN ENDAPAN PLASER TIMAH DAERAH LAUT CUPAT DAN SEKITARNYA, PERAIRAN BANGKA UTARA, KABUPATEN BANGKA BARAT, PROPINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Dina Tania
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah penelitian berada di Perairan Utara Pulau Bangka, tepatnya di Laut Cupat yakni di sebelah utara dan diantara Tanjung Penyusuk dengan Tanjung Melala yang secara administratif termasuk Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka Barat, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.Akibat intrusi Granit Klabat saat Trias Akhir, terjadi mineralisasi pada Kompleks Pemali melalui Fase Pneumatolitik yang dicirikan oleh kehadiran mineral cassiterite yang tersebar dalam bentuk urat-urat kuarsa dan greisen sebagai sumber timah primer. Akibat proses eksogen yang berupa pelapukan dan erosi seiring dengan naik turunnya muka air laut, timah primer mengalami pemisahan dari batuan sumbernya, kemudian tertransport dan terendapkan sebagai timah plaser dengan geometri mengikuti konfigurasi batuan dasar yang umumnya berupa Perbukitan Terkikis dan Peneplain dari Bentukan Lahan Denudasional.Hasil analisa terhadap data bor dan data seismik menunjukkan bahwa penyebaran gravel (lapisan bertimah) daerah penelitian mengikuti pola pengaliran Dendritik dengan arah relatif tenggara – barat laut dan dikontrol oleh keberadaan batuan granit sebagai batuan sumber serta morfologi batuan dasar yang bergelombang sehingga menghasilkan endapan tipe Kaksa yang berada pada lembah-lembah batuan dasar Laut Cupat.
HUBUNGAN AIRTANAH DAN KONDISI GEOLOGI DALAM PENENTUAN KUALITAS DAN POTENSI AIRTANAH KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO PROPINSI JAWA TENGAH Fivry Wellda Maulana
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Pemanfaatan airtanah secara tidak tepat, dapat mengakibatkan degradasi kualitas dan kuantitas terhadap airtanah itu sendiri,. Oleh karena itu sangat penting untuk memahami keberadaan airtanah (lokasi, kedalaman, dan arah aliran) serta potensi airtanah (kualitas dan kuantitas). Daerah telitian secara geografis terletak pada koordinat 109o47’28” BT–110o8’20” BT dan 7o32’0” LS–7o54’0” LS, secara administrasi merupakan wilayah Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo dengan luas wilayah 108,43 km2 yang terletak kurang lebih 60 km dari Yogyakarta. Penelitian ini didasarkan pada kondisi geologi yang ada, karena keterdapatan airtanah sangat dipengaruhi oleh topografi, litologi, curah hujan dan tata guna lahan. Litologi didominasi dari batuan beku yang masif keras tetapi dirajam kekar secara rapat, sehingga memiliki struktur bercelah dengan porositas retakan. dan aliran airnya juga akan melalui rekahan, dan celah-celah batuan. Berdasarkan analisa fisik seperti warna, bau, rasa, dan suhu di lapangan serta nilai pH, DHL dan TDSnya termasuk mutu airtanah baik, mutu cukup untuk kepentingan air minum dan mutu sangat baik-mutu baik untuk kepentingan irigasi. Hasil analisa kimia dari laboratorium didapatkan jenis air tanah yang ada di daerah telitian yaitu Magnesium Bikarbonat sedang mutu airtanah berdasarkan konsentrasi unsur/senyawa yang dominan adalah baik tanpa ada faktor penghambat, sedangkan hasil analisa biologinya berdasarkan kandungan bakteri Colli, mutu air jelek untuk air minum sehingga perlu penanganan lebih khusus. Kecamatan Bruno termasuk wilayah potensi tinggi sampai rendah karena berdasarkan kualitas didapatkan mutu air minum baik dan, kuantitas yang ada mempunyai debit air 0,02-12 liter/detik.
STUDI SIKUEN STRATIGRAFI ENDAPAN BERUMUR OLIGOSEN ATAS – MIOSEN BAWAH (P22 – N6) CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA DI DAERAH TUBAN JAWA TIMUR Pontjomojono Kundanurdoro
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Sequence stratigraphic analysis can application at all deposition environment and can be determined base on outcrop data and well data. This Research trying to apply overflows and foraminifera uniform at deep-sea deposition of old age Upper Oligocene-Lower Miocene in the North East Java basin consisting of 3 formations. This Research analyzing 91 sample from 4 MS and can compiled become 6 sequence.Maximum Flooding Surface (MFS) can determined base on total overflows top foraminifera, sequence boundary (SB) in the existence of change of paleobathymetri, lithology characteristic, and degradation of total overflows among two MFS.Sequence 1 is limited by SB 1 in the research area, MFS 1 in the show total what overflows top of foraminifera at K.05 (1085/100 gr), structured by claystone insert bioclastic limestone, sequence 2 limited by SB2 in the show existence of superficiality outer neritic to middle neritic among MFS1 and MFS2, MFS2 in the show total overflows top of foraminifera at Ps.40 (499/100gr), compiled by claystone insert bioclastic limestone. Sequence 3 limited by SB3 in the show existence of superficiality from lower bathyal to outer neritic among MFS2 and MFS3, MFS3 in the show total overflows top of foraminifera at G.06 (2858/10gr), compiled by claystone insert fragmental limestone, sandstone and containing “clay ironstone nodul”. Sequence 4 limited by SB34 in the show existence of superficiality from upper bathyal to outer neritic among MFS3 and MFS4, MFS4 in the show total overflows top of foraminifera at G.14F (4987/100gr), compiled by claystone insert fragmental limestone and interlaminated bioclastic limestone, chalk limestone. Sequence 5 limited by SB5 in the show existence of superficiality upper bathyal to middle neritic among MFS4 and MFS5, MFS5 in the show culminate total overflows of foraminifera at Sd.23. (302/100gr), compiled by interlaminated bioclastic limestone and chalk limestone, claystone, and marl. Sequence limited by SB6 in the show existence of superficiality outer neritic to middle neritic among MFS5 and MFS6, MFS6 in the show maximum overflows foraminifera at Sd.32. (274/100 gr), compiled by claystone insert shalestone and clay ironstone nodul.
MINERALISASI LEAD-ZINC DAERAH RIAMKUSIK, KECAMATAN MARAU, KABUPATEN KETAPANG, PROPINSI KALIMANTAN BARAT Heru Sigit Purwanto
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Penelitian berada di daerah Riamkusik, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Propinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Berdasarkan dari hasil pengamatan, pengukuran dan analisis struktur geologi terdapat satuan batuan yang ada pada daerah penelitian berupa satuan batuan batupasir, satuan batuan breksi dan intrusi andesit. Pola struktur sesar atau patahan yang memotong di daerah penelitian yang umumnya berarah Barat – Timur. Struktur geologi tersebut menjadikan koridor proses terjadinya jalur mineralisasi masif sulfida, sedangkan analisa geofisika IP menunjukan adanya jalur dan cebakan masif sulfida (Pb-Zn) pada kedalaman bervariasi antara 10 - 100 meter. Beberapa hasil pemboran pada kedalaman 40 – 75 meter menunjukkan mineralisasi kuat pada cebakan masif sulfida (galena, magnetit, spalerit, pirit, kalkopirit). Berdasarkan data hasil eksplorasi tersebut menunjukan bahwa daerah telitian prospek untuk ditambang skala kecil.
SUSTAINABLE DEVELOPMENT AT BINTAN ISLAND Vitrisia Klastika
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Indonesia has a great potential in the natural resources, especially Titan Mining in one of the beautiful islands, Bintan Island. Unfortunately, this potential is not encouraged with a good attitude of the Indonesia people. The hi-tech technology can not make Bintan Island become better; sustainable in its economy was stuck because the area has been damaged by mining irresponsibility. It needs participation from all people and both government organizations and non government organizations to make a better life in Bintan Island.

Page 1 of 1 | Total Record : 9