cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 3 (2019)" : 13 Documents clear
Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Kambing Peranakan Etawa Jantan yang diberi Pakan Fermentasi Ampas Tahu dan Bungkil Inti Sawit dengan Imbangan yang Berbeda Ghina Yulianti; Dwatmadji Dwatmadji; Tatik Suteky
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.642 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.272-281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan protein kasar dan serat kasar kambing Peranakan Etawa jantan yang diberi pakan fermentasi ampas tahu dan bungkil inti sawit dengan imbangan yang berbeda. Penelitian ini dilaksankanpada bulan Oktober-November 2018 di Kelurahan Babatan, Sukaraja, Seluma, Provinsi Bengkulu. Rancangan penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. P0 : Ampas Tahu 45% + Bungkil Inti Sawit 0%, P1 : Ampas Tahu 40% + Bungkil Inti Sawit 5%, P2 : Ampas Tahu 35% + Bungkil Inti Sawit 10%, P3 : Ampas Tahu 30% + Bungkil Inti Sawit 15%. Variabel yang diamati : konsumsi dan kecernaan protein kasar, konsumsi dan kecernaan serat kasar, konsumsi air minum dan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan fermentasi ampas tahu dan bungkil inti sawit berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap kecernaan protein kasar dengan P0 (70,1%), P1 (70,5%), P2 (72,0%) dan P3 (69,8%). Perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan serat kasar dengan P0 (49,3%), P1 (49,6%), P2 (52,3%) dan P3 (30,1%). Kesimpulan bahwa perlakuan meningkatkan kecernaan serat kasar dan tidak meningkatkan kecernaan protein kasar. Namun memberikan kecernaan protein kasar yang lebih baik dengan level pemberian ampas tahu 35% dan bungkil inti sawit sebesar 10%.
Kajian Fenotip dan Genetik Performa Pertumbuhan dari Persilangan Ayam Lokal dengan Ayam Ras Petelur Isa Brown Yunindah Lestari Lapihu; Franky M.S. Telupere; Heru Sutedjo
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.862 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.298-305

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang selama 3 (tiga) bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan besarnya nilai heritabilitas dari kelompok ayam hasil persilangan, antara ayam pejantan lokal dan ayam betina ras petelur jenis Isa Brown. Metode percobaan eksperimental merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari tiga perlakuan yang berupa tiga jenis ayam jantan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah Saras = Sabu >< Isa Brown, Bakoras = Bangkok >< Isa Brown, Leguras = Leher Gundul >< Isa Brown. Variabel yang diukur antara bobot tetas, bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum, bobot karkas, persentase lemak abdominal dan nilai heritabilitas dari parameter tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ayam hasil persilangan menunjukkan performa pertumbuhan yang sangat baik dan ada indikasi terjadinya efek heterosis. Nilai heritabilitas tertinggi terdapat pada parameter bobot karkas dan bobot tetas. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa performa pertumbuhan terbaik terdapat pada kelompok persilangan dengan pejantan Bangkok. 
Pemanfaatan Protein pada Ayam Broiler yang Diberi Ransum Menggunakan Kalsium Mikropartikel Cangkang Telur dengan Suplementasi Asam Sitrat Hudhaya Eka Santia; Nyoman Suthama; Bambang Sukamto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.105 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.252-258

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan kalsium organik mikropartikel dari cangkang telur dalam ransum dengan tambahan asam sitrat sebagai acidifier terhadap kecernaan protein, massa kalsium dan massa protein daging pada ayam broiler. Ternak yang digunakan adalah ayam broiler strain Cobb umur 15 hari sebanyak 160 ekor dengan bobot badan 413.10±11.85g. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan setiap perlakuan masing-masing 8 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (ransum kontrol), T1 (ransum dengan protein 18%), T2 (ransum dengan protein 18% menggunakan Ca mikropartikel), T3 (ransum dengan protein 18% + asam sitrat 1,2%), dan T4 (ransum dengan protein 18% menggunakan Ca mikropartikel + asam sitrat 1,2%). Parameter yang diamati adalah kecernaan protein, massa kalsium (Ca) daging, dan massa protein daging. Data diolah statistik dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ransum 18% protein dengan penggunaan kalsium organik mikropartikel dan tambahan asam sitrat (T4) nyata (P<0,05) meningkatkan kecernaan protein dan massa protein daging dengan nilai tertinggi masing-masing 89.43% dan 46.37g, tetapi massa Ca daging paling tinggi pada perlakuan ransum kontrol (T0) (9.76g). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan protein ransum dapat dikategorikan efektif  pada broiler yang diberi 18% protein ransum menggunakan kalsium organik mikropartikel dengan suplementasi asam sitrat sebagai acidifier.

Page 2 of 2 | Total Record : 13