cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 4 (2019)" : 16 Documents clear
Pengaruh Lama Penyimpanan Ampas Kelapa yang Diberi Ekstrak Daun Kersen (Muntingiaca labura L.) dalam Kemasan Karung Blacu terhadap Kualitas Fisik Organoleptik R. A. Pertiwi; R. I. Pujaningsih; S. Mukodiningsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.368-379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji pengaruh lama penyimpanan tarhadap kualitas fisik organoleptik ampas kelapa yang diberi ekstrak daun kersen. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Ampas kelapa diberi perlakuan yaitu A0 (tanpa pemberian ekstrak daun kersen), A1 (dengan pemberian ekstrak daun kersen) pemberian ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w) dan diberi perlakuan lama penyimpanan yang berbeda, masing-masing T0 (lama penyimpanan minggu ke -0), T1 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan T2 (lama penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 × 3 dengan 5 ulangan. Parameter yang diamati yaitu uji organoleptik yang terdiri dari tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan pemberian ekstrak daun kersen pada ampas kelapa berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap uji organoleptik yang terdiri dari tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada ampas kelapa  mampu menekan terjadinya penurunan kualitas organoleptik yang meliputi tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur selama penyimpanan.
PENGGUNAAN LIMBAH CAIR PEMINDANGAN IKAN DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS KIMIAWI DAGING ITIK MOJOSARI-PEKING A. Fahrizal; L. D. Mahfudz; E. Suprijatna
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.424-430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji pengaruh lama penyimpanan tarhadap kualitas fisik organoleptik ampas kelapa yang diberi ekstrak daun kersen. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Ampas kelapa diberi perlakuan yaitu A0 (tanpa pemberian ekstrak daun kersen), A1 (dengan pemberian ekstrak daun kersen) pemberian ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w) dan diberi perlakuan lama penyimpanan yang berbeda, masing-masing T0 (lama penyimpanan minggu ke -0), T1 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan T2 (lama penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 × 3 dengan 5 ulangan. Parameter yang diamati yaitu uji organoleptik yang terdiri dari tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan pemberian ekstrak daun kersen pada ampas kelapa berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap uji organoleptik yang terdiri dari tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada ampas kelapa  mampu menekan terjadinya penurunan kualitas organoleptik yang meliputi tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur selama penyimpanan.
Analisis Usaha Pemberian Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Pedaging terhadap Persentase Berat Karkas R. F. Syam; K. Soepranianondo; W. P. Lokapirnasari; Soeharsono Soeharsono; S. Hidanah; Ardianto Ardianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.338-344

Abstract

Peternakan merupakan subsektor pertanian yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani yang semakin meningkat. Bakteri, virus, parasit, jamur, lingkungan dan kekurangan nutrisi merupakan penyebab rentannya peternakan ayam pedaging terserang penyakit. Penggunaan antibiotik merupakan salah satu cara pengobatan dan pencegahan penyakit, namun pemberian antibiotik yang tidak tepat dosis dapat menimbulkan residu antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis usaha ayam pedaging yang diberi bakteri asam laktat terhadap peningkatan persentase berat karkas. Terdiri dari 300 ekor DOC yang diacak kedalam tiga kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 100 ekor. Perlakuan terdiri dari P0 (Pakan komersial dan air minum), P1 (Pakan komersial dan air minum + BAL 106 CFU/ml), dan P3 (pakan komersial dan air minum + BAL 108 CFU/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAL pada air minum belum mampu meningkatkan persentase berat karkas dan menurunkan persentase lemak abdominal, namun layak untuk dilakukan karena masih memberikan keuntungan. 
Identifikasi Peternakan Kambing Lokal Ditinjau dari Village Breeding Center (VBC) di Kecamatan Sayurmatinggi Tapanuli Selatan R. Pakpahan; D. Pane
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.332-337

Abstract

Peternakan kambing rakyat sedang dikembangkan dalam kawasan melalui seleksi natural atau alami. Penelitian bertujuan meningkatkan produktivitas berbasis peternakan rakyat, untuk mengidentifikasi peternakan kambing lokal ditinjau dari village breeding center (VBC). Penelitian di Kecamatan Sayurmatinggi kabupaten Tapanuli Selatan bulan Mei sampai Juli 2019. Metode penelitian menggunakan survei dengan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria peternak memiliki 2-3 ekor. Terdapat di desa Silaiya, Tolang jae, Bange, Silaiya Tanjung Leuk dan Bulu Gading. Analisa data secara statistik deskriptif dengan pengelompokan, serta penyajian data tabel distribusi frekuensi dan skala likert. Analisis statistik menggunakan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan keeratan hubungan antara karakteristik melalui pendidikan dan pengalaman adalah lemah, sedangkan peningkatan kualitas bibit melalui pakan, kelompok (kerjasama peternak), konstruksi kandang dan inovasi adalah lemah, karena nilai rs kurang dari 0,20. Perlunya peningkatan sumberdaya manusia melalui bimbingan dan penyuluhan, upaya pemerintah melindungi peternakan kambing lokal.
Pengaruh Perbedaan Aras Starter dan Lama Pemeramanterhadap Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik secara In Vitro Fermentasi Kelobot Jagung (Zea mays) Teramoniasi R. Septianto; B.I.M. Tampoebolon; B.W.H.E. Prasetiono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.411-417

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan perbedaan aras starter dan lama pemeraman fermentasi terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik klobot jagung teramoniasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial, dengan perlakuan aras starter Aspergillus niger (0; 2,5; dan 5 %) dan lama pemeraman (0, 1, dan 2 minggu). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance/ ANOVA, apabila terdapat pengaruh perlakuan,maka dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan aras starter dan lama pemeraman berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik kelobot jagung teramoniasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi perlakuan pemberian aras starter sebanyak 5% dengan lama waktu pemeraman 2 minggu dapat meningkatkan kualitas kelobot jagung teramoniasi terbaik yang ditinjau dari peningkatan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. 
Pengaruh Panjang Elektroda Terhadap Pemisahan dan Kualitas Sperma X dan Y pada Domba Y. S. Ondho; Sutiyono Sutiyono; E. Kurnianto; A. Suryawijaya; D. A. Lestari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.324-331

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil pemisahan sperma X dan Y pada semen domba dari berbagai panjang elektroda. Materi yang digunakan yaitu 6 ekor domba jantan yang mempunyai semen dengan minimal volume 0,4 ml dan motilitas 70%. Penelitian menggunakan rancangan percobaan bujur sangkar latin dengan perlakuan panjang elektroda 1,0; 3,5 dan 7,0 cm. Penampungan semen dilakukan menggunakan vagina buatan setiap minggu sekali dan sebanyak 3 kali per ekor selama penelitian. Setiap semen hasil penampungan diencerkan, kemudian dilakukan pemisahan antara sperma X dan Y. Parameter yang diamati adalah motilitas, daya hidup, abnormalitas, morfometri sperma. Data dianalisis menggunakan statistik diskriptif, uji t’student, regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sperma yang terbaik dan terburuk masing-masing dihasilkan panjang elektroda 1 cm dan 7 cm, kualitas sperma mempunyai hubungan yang nyata (P<0,05) dan keeratan hubungan yang nyata (P<0,05) terhadap panjang elektroda. Sedangkan hasil pemisahan sperma X dan Y tidak berbeda nyata pada ketiga perlakuan, dan panjang elektroda tidak menunjukkan ada hubungan yang nyata dengan hasil pemisahan sperma. Kesimpulan, panjang elektroda tidak berpengaruh terhadap persentase sperma X dan Y dari hasil pemisahan.
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C DALAM PENGENCER SEMEN SAPI LIMOUSIN YANG DIBEKUKAN TERHADAP KUALITAS POST THAWING M. A. Yahaq; Y. S. Ondho; B. Sutiyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.380-386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C dalam pengencer skim kuning telur terhadap kualitas sperma post thawing. Materi yang digunakan adalah semen dari 3 ekor pejantan sapi Limousin. Setiap semen hasil penampungan dibagi menjadi 3 bagian kemudian masing-masing diencerkan dengan pengencer skim kuning telur yang ditambah vitamin C 0 mg (T0), vitamin C 250 mg/ 100 ml  (T1) dan vitamin C 750 mg/ 100 ml (T2). Parameter yang diamati adalah motilitas semen, mortalitas (persentase kematian) sperma dan abnormalitas sperma.  Analisis yang digunakan adalah analisis ragam dan uji rata-rata Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan vitamin C dalam pengencer semen memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap motilitas post thawing, namun tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap mortalitas dan abnormalitas. Kualitas semen terbaik ditunjukkan pada penambahan vitamin C sebanyak 250 mg dalam pengencer skim kuning telur. Penambahan vitamin sampai C 750 mg/100ml pengencer skim kuning telur belum dapat mempertahankan kualitas semen post thawing.
Alternative Organic Liquid Fertilizer from Meatball Water Decoction with Banana Humps Activator S. D. Cahyani; N. R. Amalia; A. H. Achmad; M. Hilmi; D. Triasih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.345-350

Abstract

This study aimed to determine the effect of the use of EM4 and Local Microorganism (LM) activators from banana hump (Kepok banana, Raja banana, and Ambon banana) on the manufacture of organic liquid fertilizer derived from waste meatball water stew. The research method used in this study was Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and three replications, namely: P1 EM4, P2 (Local Microorganism from Kepok banana hump ), P2 (Local Microorganism from Ambon banana hump), P3 (Local Microorganism from Raja banana hump). In this study testing the levels of Nitrogen, Phosphorus, Potassium, Carbon, and pH levels in organic liquid fertilizer from boiled meatball water. The data obtained from this study were analyzed using Complete Randomized Design and Duncan's advanced test. The results of the addition of EM4 activator and banana hump MOL on the manufacture of organic liquid fertilizer from meatball decoction water showed no significant effect (P> 0.05) on N, K, and pH levels on fertilizers. The results showed a significant effect (P <0.05) on the P content of fertilizer. The highest C content was found in P2, while the highest C / N ratio was found in P0.
Pengaruh Pemeliharaan pada Kepadatan Kandang yang Berbeda Terhadap Performa Ayam Broiler I. D. Woro; U. Atmomarsono; R. Muryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.418-423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemeliharaan pada kepadatan kandang yang berbeda terhadap performa ayam broiler. Materi yang digunakan dalam  penelitian ini adalah ayam broiler unsexed sejumlah 280 ekor berumur 2 minggu dengan bobot badan 298,37±23,33 gram (CV = 7,81%) yang dipelihara selama 42 hari. Rancangan  percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kepadatan kandang dengan T1 = kepadatan kandang 8 ekor/m2, T2  = kepadatan kandang 12 ekor/m2, T3  = kepadatan kandang 16 ekor/m2 dan T4  = kepadatan kandang 20 ekor/m2. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji F pada taraf 5% kemudian dilanjutkan uji wilayah ganda Duncan jika ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kandang berpengaruh nyata pada konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum dimana T1 dan T2 dengan kepadatan kandang 8 ekor/m2 dan 12 ekor/m2 lebih tinggi daripada yang lainnya, tetapi jika di hitung dengan satuan luas T4 lebih efisien. Simpulan dari penelitian ini dilihat dari bobot badan per ekor semakin padat semakin rendah tetapi di tinjau dari satuan luas penggunaan kandang per m2 T4 lebih efisien.
Pengaruh Step down Protein dan Penambahan Acidifier pada Pakan terhadap Performans Ayam Broiler S. Huda; L. D. Mahfudz; S. Kismiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.404-410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level step down dengan pemberian acidifier pada berbagai protein pakan terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Penelitian ini menggunakan 210 Day Old Chicken (DOC) Unsexed dengan rata-rata bobot badan 44,34 ± 0,14 g dan pakan dengan level protein yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan, sehingga ada 21 unit percobaan dengan jumlah 10 ekor ayam tiap unit. Perlakuan yang diterapkan yaitu step down protein dengan level 22%, 18% dan 16% dengan pemberian acidifier 1,2%/100 gram pakan. Parameter yang diamati penelitian ini adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar protein pakan (stepdown protein) 4 – 6% dengan penambahan acidifier 1,2%/100g berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan konsumsi pakan serta pertambahan bobot badan, dan berpengaruh nyata meningkatkan konversi pakan (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu stepdown protein 4% dan 6% dengan penambahan acidifier 1,2%/100 gram pakan belum mampu untuk menghasilkan performa terbaik untuk ayam broiler.

Page 1 of 2 | Total Record : 16