cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2020)" : 14 Documents clear
Pengaruh Perbedaan Aras Aspergillus Niger dan Lama Peram terhadap Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Fermentasi Kelobot Jagung Amoniasi secara In Vitro M. Ahmad; B.I.M. Tampoebolon; A. Subrata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.1-6

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan antara aras Aspergillus niger (A. niger)dan lama peram dalam fermentasi kelobot jagung amoniasi terhadap kecernaan protein kasar (KcPK) dan kecernaan serat kasar (KcSK). Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3, dengan perlakuan aras A. niger (0, 2.5 dan 5% BK) sebagai faktor pertama dan lama peram (0, 7 dan 14hari) sebagai faktor kedua dan diulang sebanyak 3 kali untuk setiap perlakuan. Parameter yang diamati adalah KcPK dan KcSK. Materi yang digunakan yaitu kelobot jagung, urea, kapang A. nigerdan cairan rumen sapi. Metode yang dilakukan yaitu melakukan amoniasi kelobot jagung dengan kadar amonia 6% pada suhu 60ºC selama 4 hari, kemudian dilanjutkan proses fermentasi, setelah itu dilakukan uji kecernaan in vitro menurut metode Tilley dan Terry (1963) serta uji protein kasar dan serat kasar menurut AOAC (2005).Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan jika hasilnya signifikan maka dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara aras A. nigerdan lama peram ada interaksi nyata (p<0,05) meningkatkan KcPK dan KcSK. Perlakuan aras A. niger5% dengan lama peram 14 hari menghasilkan kecernaan yang terbaik ditinjau dari nilai KcPK 63,07% dan KcSK 54,39%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi perlakuan antara aras A. nigerdan lama peram dapat meningkatkan KcPK dan KcSK kelobot jagung fermentasi. 
Survey Pemanfaatan Medicinal Herbs untuk Peningkatan Produktivitas dan Kesehatan Ternak Ruminansia di Bengkulu T. Suteky; Dwatmadji Dwatmadji; E. Soetrisno
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.18-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan tanaman obat lokal yang dipergunakan untuk peningkatan produktivitas dan kesehatan ternak ruminansia di Bengkulu. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 75 petani di Bengkulu, semi stuktur quisioner dipergunakan sebagai pedoman untuk bertanya seperti nama tanaman yang dipergunakan, bagian yang dimanfaatkan, cara penggunaannya, dan termasuk bahan lain yang ditambahkan. Setiap tumbuhan yang disebut oleh responden dicatat nama lokal untuk identifikasi nama ilmiahnya. Pada penelitian ini studi literatur dipergunakan untuk mengetahui nama ilmiah/latin dan untuk mengetahui kandungan fitokimianya. Data dianalisis secara deskripstif. Hasil penelitian menunjukkan tercatat ada 33 medicinal herbs yang dipakai oleh petani peternak, tanaman tersebut masuk dalam 16 genus dan 14 famili. Medicinal herbs dari famili Zingiberaceae yang terdiri dari 7 species merupakan tanaman yang paling banyak dimanfaatkan, sedangkan 13 famili yang lain diwakili 1 species setiap familinya. Curcuma longa Linn dan Curcuma domestica merupakan medicinal herbs yang paling banyak dipergunakan untuk meningkatkan nafsu makan, mencegah penyakit, bloat, infestasi parasit internal, dan luka. Pemberian tanaman obat secara per oral merupakan metode yang paling banyak dipergunakan diikuti dengan cara topikal. Nama ilmiah dan komponen fitokimia dipelajari berdasarkan studi literatur. Medicinal herbs yang dipergunakan oleh petani peternak kebanyakan merupakan kitchen herbs dengan demikian tanaman ini relatif aman untuk ternak ruminansia.
Peranan Pompa Proton pada Pertumbuhan Escherichia coli di Lingkungan pH Alkali M. Yusuf; H. Kurniawan; A. B. R. Pahlevi; Anton Anton; C. Budiman; I. I. Arief
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.84-90

Abstract

Pompa proton, yang dapat diaktifkan oleh senyawa gula, diketahui terlibat dalam adaptasi pH rendah di berbagai bakteri. Kami telah mengkonfirmasi sebelumnya bahwa E. coli juga dikenal menggunakan pompa untuk adaptasinya pada pH rendah. Namun demikian, masih harus dikonfirmasi apakah pertumbuhan E. coli pada pH basa juga melibatkan mekanisme yang sama, dimana pompa terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan E. coli dalam media Luria-Bertani (LB) pada pH basa dan berbagai konsentrasi glukosa sebagai aktivator untuk pompa proton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap pola faktorial, dimana bakteri ditanam dalam kaldu Luria-Bertani (LB) dengan kondisi yang berbeda. Kurva pertumbuhan diukur menggunakan absorbansi UV-vis pada 600 nm dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH pada media sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan bakteri E. coli. Secara umum, E. coli yang ditanam di media dengan pH 12 membutuhkan fase lag yang lebih lama dibandingkan dengan E. coli yang ditanam di media dengan pH 7. Penambahan glukosa pada konsentrasi 5% mampu meningkatkan laju pertumbuhan E. coli di kedua media dengan pH 7 dan 12. Kesimpulan dari penelitian ini adalah stres lingkungan karena peningkatan pH media dapat memperlambat laju pertumbuhan bakteri E. coli, dimana penambahan 5% glukosa dapat membantu meningkatkan tingkat pertumbuhan E. coli. Secara keseluruhan, glukosa ditemukan tidak memiliki efek serius pada pertumbuhan E. coli pada pH basa yang menunjukkan bahwa keterlibatan pompa proton untuk adaptasi pada pH basa adalah minimum.
Tampilan Vulva Sapi Perah yang Disinkronisasi dengan Hormon Prostaglandin pada Umur yang Berbeda F. A. Akbar; D. Samsudewa; Y. S. Ondho
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.91-97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tampilan vulva saat berahi sapi perah pada umur yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 32 ekor sapi perah yang minimal satu kali bunting dan berhasil partus dengan umur 2 tahun (n = 2), 3 tahun (n = 18), 4 tahun (n = 8) dan 5 tahun (n = 4). Sapi perah disinkronisasi menggunakan hormon Prostaglandin F2? sebanyak 50 mg/ekor. Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang dan lebar vulva sebagai data kebengkakan dan termometer klinis digunakan untuk mengukur suhu vulva serta penilaian skoring pada pengamatan warna vulva. Pengambilan data dilakukan pada jam ke 48, 72, 78, 84 , 90, 120, 144 dan 408 setelah ternak diberikan perlakuan injeksi hormon. Data yang diperoleh dianalisis secara non parametrik menggunakan Kruskal-Wallis H-Test, jika ada efek yang signifikan kemudian diuji lanjut menggunakan Mann-Whitney U Test dengan Statistical Package for the Social Science (SPSS) 21. Hasil analisis statistik terhadap kebengkakan vulva terdapat perbedaan pada pengamatan jam ke 120 (P<0,05., ?2 = 9,943) dan suhu vulva terdapat perbedaan pada pengamatan jam ke 84 (P<0,05., ?2 = 8,37). Namun, pada warna vulva tidak terdapat perbedaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan perubahan tampilan vulva dari masing-masing umur yang diamati.

Page 2 of 2 | Total Record : 14