cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2020)" : 16 Documents clear
Fermentabilitas Ransum yang Mengandung Ampas Bir dalam Cairan Rumen (In Vitro) F. A. Wandra; A. K. Pranowo; I. Hernaman; U. H. Tanuwiria; B. Ayuningsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.227-235

Abstract

Evaluasi in vitro dilakukan untuk mengetahui fermentabilitas ransum yang mengandung ampas bir dalam cairan rumen (in vitro). Penelitan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan terdiri atas ransum yang mengandung 0, 7, 14, 21, dan 28% ampas bir. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan.  Hasil menunjukan bahwa ransum yang mengandung ampas bir sampai 28% tidak mempengaruhi populasi bakteri dan protozoa rumen, namun berdampak menurunkan (P<0,05) konsentrasi N-NH3 dan VFA seiring dengan jumlah ampas bir yang tinggi. Populasi bakteri dan protozoa masing-masing berjumlah 1,45-2,04 1011sel/mL dan 7,75-12,60 107 sel/mL. Penurunan konsentrasi N-NH3 yang nyata (P<0,05) dimulai pada perlakuan penggunaan 21% ampas bir, sedangkan pada VFA terjadi pada perlakuan penggunaan 7% ampas bir.  Kesimpulan, Penggunaan ampas bir yang tinggi dapat mempengaruhi fermentabilitas ransum dan menghasilkan produk fermentasi yang rendah.
Pengaruh Penggunaan Tempe Dedak dan Tape Dedak terhadap Performa Ayam Broiler S. Fatimah; U. Santoso; Y. Fenita; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.124-131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tempe dedak dan tape dedak terhadap performa ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 120 ekor ayam broiler berumur 21 hari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0: pakan mengandung 5% dedak; P1: pakan mengandung 14% tempe dedak; P2: pakan mengandung 20% tempe dedak; P3: pakan mengandung 14% tape dedak; P4: pakan mengandung tape dedak 20% tape dedak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam fitat tempe dedak, tape dedk dan pada dedak masing-masing sebesar 3,12%, 3,09% dan 6,72%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, berat badan, pertambahan berat badan, dan konversi pakan. Dapat disimpulkan bahwa tempe dedak dan tape dedak dapat diberikan sampai dengan 20% tanpa menurunkan performa ayam broiler.
Model Estimasi Suhu Kritis Atas pada Sapi Perah Dara Berdasarkan Manajemen Pakan D. Suherman; B.P. Purwanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.200-211

Abstract

A research was conducted in Jakarta and Bogor and during January 2014 until February 2014. The objective of research were to measure effects of critical temperature (air temperature and humidity) on indicate physiological responses for critical temperature of Fries Holland Heifer.They were fed twice daily with grass and concentrate. Six dairy heifers were used in the research. The Indicate physiological responses were heart rate and respiration frequency  for 14 days. The results show that critical temperature on physiogical responses were significantly better on cattle for ANN which for critical temperature in Jakarta and Bogor that with the same and significantly better too on cattle which respiration frequency and heart rate in Jakarta and Bogor.
Antibacterial Potency of Pleurotus ostreatus Extract From Fruiting Body and its Solid Substrate on Staphyllococcus aureus I. Badarina; D. Evvyernie; E. N. Herliyana; L. K. Darusman; T. Toharmat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.142-147

Abstract

The objective of this research was to evaluate the antibacterial potency of ethanol extract from fruiting body of  Pleurotus ostreatus and Its solid substrate made from coffee husk and sawdust on the growth of Staphylococcus aureus ATCC 25922.  The extract of Ganoderma lucidum fruiting body and Tetracycline antibiotic paper disk 30µg/disk were used as control.  The samples were extracted by using maceration method in  30% ethanol solution.  The extracts were diluted with sterile distilled water to concentration 500, 1000, and 5000ppm.  The result showed that the ethanol extracts from fruiting body  of  Pleurotus ostreatus and Ganoderma lucidum and the extracts of coffee husk and sawdust substrate fermented by Pleurotus ostreatus could inhibit the growth of bacteria for all the concentration. There was a significant difference in diameter of cleared zones between  Tetracycline antibiotic disc 30?g  and the ethanol extracts of the samples (p<0.01).  The diameter of cleared zones among the sample extracts and each dilution concentrations were not a significant difference (p>0.05).  Tetracycline was sensitive to S.aureus ATCC25922, while all the extracts were resistant.   This study confirmed that there were the antibacterial potency of mushroom extracts from the fruiting body and also its solid substrates.
Efek Penambahan Tepung Daun Sirsak (Annona Muricata L) dalam Ransum Berbasis Jerami Padi Fermentasi terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In Vitro N. Suningsih; Sadjadi Sadjadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.173-179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh penambahan tepung daun sirsak di dalam ransum berbasis jerami padi fermentasi terhadap nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum yang dilakukan secara In Vitro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicobakan terdiri : P0 = Ransum basal, P1 = P0 + Tepung daun sirsak 1%, P2 = P0 + Tepung daun sirsak 2%, P3 = P0 + Tepung daun sirsak 3%. Ransum basal terdiri Jerami Padi Fermentasi 45%, Rumput Gajah Mini 30%, Dedak 10%, Bungkil Kelapa 10%, Jagung Giling 4%, dan Premix 1%. Peubah yang diamati adalah kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam dilanjutkan dengan Uji Lanjut Jarak Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian perlakuan penambahan tepung daun sirsak di dalam ransum berbasis jerami padi fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap KcBK dan KcBO. Nilai KcBK dan KcBO tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan P3 (3% Tepung Daun Sirsak) secara berurutan yaitu  60,43% dan 61,76%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik meningkat seiring semakin tinggi penambahan tepung daun sirsak di dalam ransum. Penambahan tepung daun sirsak dalam ransum berbasis jerami padi fermentasi tidak berdampak negatif terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta dapat ditambahkan hingga 3% di dalam ransum.
Pengaruh multinutrisi blok (MNB) sebagai pakan pelengkap terhadap kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G pada kambing lokal A. B. Iskandar; R. I. Pujaningsih; Widiyanto Widiyanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.132-137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pakan pelengkap multinutrien blok (MNB) terhadap tingkat produktivitas kambing yang tercermin melalui kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G dalam serum darah. Penggunaan kambing lokal bertujuan untuk meningkatkan tingkat produktivitas kambing lokal yang dinilai cukup rendah. Penelitian ini dilakukan di desa Kalisidi, kabupaten Semarang dan analisis serum darah di laboratorium IBL Semarang. Kambing lokal dievaluasi kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G di dalam serum darahnya untuk mengetahui apakah pemberian MNB berpengaruh nyata terhadap tingkat produktivitas. 12 ekor kambing lokal dipelihara dalam kandang individu dan dibagi kedalam tiga kelompok berisi 4 ekor berdasarkan bobot badan 17,5 – 20 kg (Kelompok I), 15 – 16,5 kg (Kelompok II), 13,5 – 15 (Kelompok III). Tiap kelompok diberi ransum yang berbeda sesuai dengan kebutuhan tiap kelompok, yang didalamnya diberi perlakuan ransum tanpa MNB (perlakuan I) dan ransum dengan penambahan MNB sebanyak 5, 10, dan 15 gram (perlakuan II, III, dan IV). Sampel darah kambing diambil dan dianalisis untuk mengetahui besar pengaruh kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G akibat perlakuan. Data hasil analisis diuji signifikasinya menggunakan ANOVA, apabila hasilnya berbeda nyata maka akan diuji lebih lanjut dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (MRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian level MNB dengan jumlah yang berbeda (0, 5, 10 dan 15 g) tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G dalam serum darah kambing lokal. Dapat disimpulkan bahwa pemberian MNB tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas ternak tercermin melalui tingkat kecernaan (albumin) dan peningkatan kesehatan (globulin). 
Struktur Populasi dan Performans Reproduski Ternak Babi di Kabupaten Sumba Timur A. Kaka; R. R. Dapawole; A.U. H. Pari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.195-199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi dan performans reproduksi ternak babi di Kabupaten Sumba Timur. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan Mei 2017 dengan metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan wawancara langsung terhadap 200 responden. Data dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif yang digambarkan pada tabel frekuensi dari setiap indikator. Variabel yang diukur adalah struktur populasi jantan dan betina yang meliputi anak (0-3 bulan), muda (3-8 bulan), dewasa (>8 bulan). Sedangkan performans reproduksi meliputi lama estrus, siklus estrus, litter size, jumlah sapih, angka mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi ternak babi di dominasi ternak betina: jantan secara berurutan meliputi anak 53.39:46.61%, muda 57.50:42,50%, dewasa 54.17: 45,83%. Sedangkan performans reproduksi ternak babi yakni lama estrus 3,25 hari, siklus estrus 20,45 hari, liter size 9,75 ekor serta mortalitas 17,03%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa struktur populasi ternak babi didominasi ternak betina. Sedangkan performans reproduksi induk ternak babi tergolong dalam kategori baik.
Pengaruh Umur Induk dan Lama Penyimpanan Telur terhadap Bobot Telur, Daya Tetas dan Bobot Tetas Ayam Kedu Jengger Merah R. Sumbayak; E. Kurnianto; S. Kismiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.138-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur induk dan lama penyimpanan telur terhadap bobot telur tetas, daya tetas, dan bobot tetas ayam Kedu Jengger Merah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 121 butir telur hasil  produksi 25 ekor betina dan 5 ekor jantan Ayam Kedu Jengger Merah umur 61-65 minggu, dengan sex ratio 1 : 5. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 5 x 4 dengan 5 kali ulangan. Faktor pertama adalah umur induk (61, 62, 63, 64 dan 65 minggu) dan faktor kedua adalah lama penyimpanan telur tetas (1, 3, 5 dan 7 hari) pada suhu ruang. Parameter yang diamati adalah bobot telur tetas, daya tetas, dan bobot tetas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur General Linear Model (GLM) dengan alat bantu SAS Ver. 6.12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara umur induk dan lama simpan terhadap parameter yang diamati. Umur induk tidak berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati sedangkan lama simpan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tetas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot telur dan bobot tetas. Kesimpulan adalah daya tetas menurun pada lama penyimpanan 7 hari. 
Pengaruh Penambahan Indigofera zollingeriana dalam Stock Solution terhadap Motilitas dan Abnormalitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (PE) A. W. Hastuti; D. Samsudewa; E.T. Setiatin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.167-172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan Indigofera zollingeriana dalam Stock Solution pada level penambahan yang berbeda terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa kambing Peranakan Etawa (PE). Semen yang digunakan adalah semen afkir tidak lolos uji kualitas semen segar oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Sidomulyo Ungaran yang memiliki motilitas <70%. Pengenceran semen menggunakan bahan pengencer stock solution dengan penambahan Indigofera 0%, 1%, 2% dan 3%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji normalitas Shapiro Wilk dilanjutkan dengan analisis uji Kruskal Wallis dan dilakukan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara motilitas dan abnormalitas. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata (H-hit > 0,05) antar perlakuan terhadap motilitas dan abnormalitas. Rataan motilitas tertinggi dan rataan abnormalitas terkecil pada perlakuan I1 yaitu sebesar 39,8% untuk motilitas dan 22,52% untuk abnormalitas. Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak ada korelasi bolak balik (? > 0,05) antara motilitas dan abnormalitas. Nilai korelasi sebesar – 0,224 yang berarti hubungan antara motilitas dan abnormalitas adalah berlawanan arah. Artinya, apabila nilai motilitas tinggi maka nilai abnormalitas adalah rendah (kecil). Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan Indigofera hingga level 3% dalam stock solution  dapat mempertahankan motilitas dan abnormalitas spermatozoa.  
Analisis Vegetasi Hijauan Pakan Ternak di Area Integrasi dan Non Integrasi Sapi dan Sawit T. Rostini; S. Djaya; R. Adawiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.155-161

Abstract

Analisis vegetasi hijauan pakan ternak di area terintegrasi dan non integrasi sapi sawit telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vegetasi hijauan di bawah tanaman kelapa sawit yang terintegrasi dan non integrasi dengan ternak Penelitian ini menggunakan metode pengamatan purposive sampling dan di analisis dengan uji T atau t-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat sepuluh jenis tanaman di area integrasi dan non integrasi sapi sawit. Paspalum conjugatum memiliki frekuensi relatif, kerapatan relatif dan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi dibanding hijauan pakan lainnya baik di area integrasi maupun non integrasi  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  vegetasi hijauan pakan ternak diarea integrasi sapi sawit menunjukkan hasil yang lebih tinggi. Disimpulkan bahwa integrasi sapi sawit dapat meningkat produksi hijauan pakan ternak.

Page 1 of 2 | Total Record : 16