cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20867603     EISSN : 20895879     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Arjuna Subject : -
Articles 771 Documents
NGELMU NGALAP-NYAUR: TRANSAKSI BERBASIS AKUN-ISME TANPA KREDIT Whedy Prasetyo
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.151 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.08.6026

Abstract

Abstrak: Ngelmu Ngalap-Nyaur: Transaksi Berbasis Akun-isme Tanpa Kredit. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi akun berbasis ngalap-nyaur yang dilakukan oleh PKL Ngalam Raya dilandasi jiwa saling percaya antara pemasok dengan PKL. Penelitian ini menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan model transaksi yang merubah kehadiran akun piutang usaha dan kos barang terjual dengan jumlah pengambilan dan kepercayaan. Akun yang menunjukkan transaksi penjualan kebersamaan tanpa kredit namun tidak tunai sebagai perwujudan akun salam satu jiwa sosial (moral) berdampingan dengan ekonomi (rasional), untuk menjamin dan mengatasi “goncangan” proses kulakan barang dan penjualannya. Salam satu jiwa berusaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan ekonomi lokal.   Abstract: Ngelmu Ngalap-Nyaur: Transaction Based Account-isme Without Credit. This research aimed to construct account based on ngalap-nyaur done by PKL Ngalam raya underpined trust each other by supplier . This research use case study. The research refer to transaction model that change attendance accountof account receivable and cost of goods sold with amount of taking good sand trust. The account shows sales transactions to getherness without credit but not cashas the account embodiment of one soul greeting social (moral) side by side with economic (rational), to guarantee and overcome “shock” the process of commodity making and sales. One soul greeting seeks reduce unemployment and boost the local economy.  
TRANSFORMASI NILAI BUDAYA LOKAL DALAM MEMBANGUN AKUNTABILITAS ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Randa, Fransiskus; Daromes, Fransiskus
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.513 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2014.12.5035

Abstract

Abstrak: Transformasi Nilai Budaya Lokal dalam Membangun Akuntabilitas Sektor Publik. Penelitian ini bertujuan mentransformasi nilai akuntabilitas budaya  lokal  dalam  meningkatkan  pelaksanaan akuntabilitas  pemerintah  daerah  bersama  masyarakat.  Penelitian  dilakukan  pada  pemerintah  daerah  Tana Toraja menggunakan metode etnografi kritis inkulturatif. Hasil penelitian menunjukkan  adanya  dua  jenis  akuntabilitas  yakni  akuntabilitas  masukan  (aktivitas penyusunan program yang dilakukan oleh pihak agen yakni pemerintah daerah)  dan keluaran (aktivitas yang dilakukan oleh pihak prinsipal, yakni masyarakat). Rekonstruksi akuntabilitas masukan dan keluaran dinyatakan dalam aktivitas kombongan(duduk bersama untuk memecahkan suatu masalah).Abstract: Transformation of Local Cultural Values to Build Public Sektor Accountability.This study aims to transform the value of local culture of accountability to improve the implementation of the local government and public accountability. This research was conducted in the area of Tana Toraja using acculturated critical ethnography as paradigm and research method. The results show masukan (program construction activity doing by public government as agent) and keluaran accountability  (public  activity  as  prinsipal).  Reconstruction  of  masukan  and  keluaran accountability expressed in Kombongan activity (sitting together to solve the problem).
MEMBAWA PANCASILA DALAM SUATU DEFINISI AKUNTANSI Jordan Hotman Ekklesia Sitorus
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.521 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.08.6021

Abstract

Abstrak: Membawa Pancasila dalam Suatu Definisi Akuntansi Tujuan dari penelitian ini adalah membuat definisi akuntansi baru berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Adapun dalam membuat definisi penulis menggunakan metode kualitatif yang bersandar pada paradigma posmodernisme dalam sudut pandang Pancasila. Penelitian ini menghasilkan konsep definisi akuntansi berdasarkan masing-masing sila Pancasila dan diformulasikan menjadi satu definisi baru. Adapun definisi akuntansi berdasarkan perspektif Pancasila adalah pertanggungjawaban manusia kepada Tuhan melalui pemanusiaan manusia, membangkitkan semangat persaudaraan, pengangkatan derajat rakyat, serta penyeimbangan kebutuhan jasmani dan rohani manusia dalam hal aktivitas keuangan. Abstract: Carrying Pancasila in an Accounting Definition The purpose of this research is to create a new definition of accounting based on Pancasila values. The author uses a qualitative method which relies on the postmodernism method in the perspective of Pancasila to make a new definition. The result of this research is a new accounting definition based on each principle and the result is being formulated into a new definition. The accounting definition in Pancasila perspective is the human accountability to God by humanizing human, arousing the spirit of brotherhood, uplifting the degree of society, and balancing the physical and spiritual needs of human in financial activity.  
REFLEKSI PERILAKU PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN ATAS PRAKTIK MANAJEMEN LABA DALAM PERSPEKTIF WETON Lilik Purwanti
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.719 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.12.6029

Abstract

Abstrak: Refleksi Perilaku Pengguna Laporan Keuangan Atas  Praktik Manajemen Laba Dalam Perspektif Weton. Tujuan dari penelitian ini mencari dan menganalisis makna praktik manajemen laba menurut persepsi pengguna laporan keuangan berdasarkan weton. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari pemeriksa pajak, analis kredit bank, dan investor. Hasil penelitian menunjukkan pemeriksa pajak (Senin wage) memaknai praktik manajemen laba sebagai lipstik dan manipulasi laba, semetara analis kredit (Senin Pon) memaknainya sebagai kosmetik. Investor (Selasa pahing) memaknai manajemen laba sebagai rekayasa laba. Perilaku pemeriksa pajak tidak mencerminkan karakternya, sedangkan perilaku analis kredit dan investor mencerminkan karakternya. Kondisi lingkungan keluarga, lingkungan kerja, pengalaman, dan selalu berpikir positif adalah faktor yang memengaruhi pembentukan karakternya. Abstract: Reflection of Financial Statements User Behaviour on Perceiving the Meaning of Earning Management Practices in Weton Perspective. This research aims to find the interpretation of earnings management practices in users perception of financial statements based on weton (birth day). By using qualitative approach, the data was collected from tax inspector, credit analyst, and investor. The result shows that the tax inspector (Monday wage) interprets earnings management practices as lipstick and earnings manipulation while Credit analyst (Monday Pon) interprets it as a cosmetic. Investor (Tuesday Pahing) interprets it as earning engineer. The behavior of tax inspector does not reflect his character while credit analyst and investor behavior reflect their characters. Family and working environment, experience, and positive thinking influence the character building. 
IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PT PETROKIMIA GRESIK PADA MASYARAKAT LOKAL: APA KATA MEREKA? I Made Narsa; Andry Irwanto
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.096 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2014.12.5034

Abstract

Abstrak: Implementasi Tanggung Jawab sosial PT Petrokimia Gresik pada Masyarakat Lokal: Apa Kata Mereka?. Penelitian ini mengeksplorasi dan menganalisis secara mendalam dampak pelaksanaan program CSR PT Petrokimia Gresik terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat lokal, khususnya di Kelurahan Karangturi, Gresik. Dengan mewawancarai informan dan  didukung data demografi desa, penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan CSR telah membawa dampak positif dan nyata bagi masyarakat Kelurahan Karangturi berupa membaiknya kondisi sosial masyarakat, baik pada bidang kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan penguatan kelembagaan melalui penanganan balita gizi buruk, pemberian beasiswa, maupun kondisi lingkungan berupa ketersediaan air bersih dan keadaan udara. Abstract: Inplementasion of PT Petrokimia Gresik Social Responsibility on Local Society: What did They Say?. This study explores and analyzes in depth the impact of CRS program of PT PG  on social, economic, and environment conditions of the surrounding society especially in Kelurahan Karangturi, Gresik. We interviewed informant and were supported by monographic data of the county. We found that the implementation of CSR brings positive and real impact to the social conditions of the society as it improves many aspects of the society that includes health, educations, employment, and institutional strengthening through management of bad nutrient infants, scholarships, and improvement in clean water availability and air condition.
FENOMENA AKUNTABILITAS PERPAJAKAN PADA JAMAN BALI KUNO: SUATU STUDI INTERPRETIF I Gusti Ayu Nyoman Budiasih
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.686 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2014.12.5030

Abstract

Abstrak: Fenomena Akuntabilitas Perpajakan Pada Jaman Bali Kuno: Suatu Studi Interpretif. Riset ini bertujuan untuk menginterpretasikan fenomena akuntabilitas perpajakan pada jaman Bali kuno (IX-XV Masehi). Melalui studi interpretif dengan metode etnoarkeologi penggabungan data arkeologi dan etnografi, fenomena akuntabilitas perpajakan masa itu dapat ditelusuri. Berdasarkan hasil interpretasi, akuntabilitas pajak masa itu di mana masyarakat dipungut pajak oleh kerajaan melalui pemungut pajak (Sang mangnalila drbya haji) sesuai aturan berlaku. Daerah tertentu (swatantra) dibebaskan pembayaran pajaknya (disebut sima) karena sesuatu hal. Pajak “rotting banyu” bagi orang yang melakukan irigasi (subak) ditentukan sebesar 1 masaka. Pencatatan berbagai jenis pajak yang ditetapkan kerajaan hingga pelaporan dan pertanggung jawaban oleh bendahara kerajaan pada Raja telah dilakukan.Abstract: Accountability phenomenon Taxation In Bali Ancient Times: An interpretive study.The aim of this research to interpret the phenomenon of taxation accountability at the time of ancient Bali (IX-XV AD). Through of interpretive study with Ethnoarchaeology method archaeological and ethnographic data integration, the phenomenon of taxation accountability that time can be traced. Based on the interpretation of the results, the accountability of the tax period in which the tax levied by the royal society through the tax collector (Sang mangnalila drbya haji) according to the rules applicable. Certain regions (swatantra) released his tax payments (called sima) for any reason. Tax "rotting banyu" for people who do the processing of irrigation (Subak) is set at 1 masaka. Recording various types of tax of the kingdom to the reporting and accountability by the royal treasurer to King had done.
AKUNTABILITAS SEBAGAI SEBUAH SOLUSI PENGELOLAAN WAKAF Nurul Huda; Desti Anggraini; Nova Rini; Khamim Hudori; Yosi Mardoni
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.673 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2014.12.5036

Abstract

Abstrak: Akuntabilitas sebagai Sebuah Solusi Pengelolaan Wakaf. Artikel ini bertujuan menganalisis prioritas masalah dan solusi pengelolaan waqaf dengan menggunakan metode AHP. Hasil analisis menunjukkan prioritas masalah pengelolaan wakaf terletak pada rendahnya profesionalitas dan kompetensi nazhir dalam mengelola wakaf, sehingga pengelolaan wakaf tidak optimal. Masalah nazhir yang kurang akuntabel membuat wakif menyerahkan harta wakaf langsung kepada personal bukan melalui lembaga pengelola wakaf. Solusi dari masalah pengelolaan wakaf adalah meningkatkan insentif nazhir dan pelatihan intensif bagi nazhir. Solusi yang ditawarkan tersebut menunjukkan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan akuntabilitas pengelolaan wakaf, sehingga terbentuk profesionalitas pengelolaan wakaf yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Abstract: Accountability as A Waqf Management Solution. This article aims to analyze the priority issue and solution about waqf management using AHP. The analysis showed that the priority issue of waqf management lies on the low professionalism and competence of nazhir, so the waqf management is not optimal. Since nazhir is not accountable, wakif submits waqf property personally instead of going through waqf management institutions. The solution of the problem of waqf managing are increasing incentives and intensive training for Nazhir. The solution offered by this study relates to increased accountability in the waqf management. By forming professionalism in waqf management, public trust can be improved.
KETIKA SAINS [AKUNTANSI] BERTASBIH SPIRIT CINTA Rahayu Indriasari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.749 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.08.6025

Abstract

Abstrak: Ketika Akuntansi sebagai Sains Bertasbih Spirit Cinta. Artikel ini bertujuan mengkaji keberadaan akuntansi sebagai pemberi manfaat kepada kehidupan di alam semesta. Melalui proses perenungan, pemikiran, dan pengalaman, didapat bahwa akuntansi sejatinya dibangun dengan tidak hanya tunduk pada dogma-dogma yang terlanjur mapan, akan tetapi lebih mengindahkan realitas disekitarnya. Hal menarik dari artikel ini adalah bahwa dengan membangun ilmu akuntansi melalui proses perenungan, pemikiran, dan pengetahuan dengan energi cinta mampu memberi pemahaman mendalam atas realitas dunia akuntansi. Melalui energi cinta pula akuntansi dapat menemukan kembali keindahan dan keikhlasannya, sehingga para pelaku [akuntan] dapat menuai kasih dan sayang serta keberkahan.  Abstract: When Accounting as Science Glorifies the Spirit of Love. This article is aimed to examine the existence of accounting as science should provide benefits to the universal living. Through a process of reflecting, thinking, and experiencing, it is found that accounting knowledge should be built with not only defer to the dogmas which have already been established, but should also heed to the reality around it. Another interesting issue relates to building accounting science through a process of reflection, thought, and experience through the energy of love that would enable the provision of understanding of the realities of the world. Through this, accounting can rediscover its beauty and sincerity, so that accountants can reap love and blessing.
PEMAKNAAN AKUNTABILITAS MASJID: BAGAIMANA MASJID DAN MASYARAKAT SALING MEMAKMURKAN? Eka Siskawati; Ferdawati Ferdawati; Firman Surya
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.928 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2016.04.7006

Abstract

Abstrak:  Pemaknaan Akuntabilitas Masjid: Bagaimana Masjid dan Masyarakat Saling Memakmurkan? Penelitian ini bertujuan menggali praktik akuntabilitas pada masjid Jami’ Sungai Jambu di mana masjid ini dinilai sebagai masjid yang termasuk aktif di Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif – etnometodologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masjid dan masyarakat saling memakmurkan melalui suatu hubungan yang saling bersinergis. Kemakmuran masjid terwujud melalui hubungan dua arah antara masjid dan masyarakat walaupun internal kontrol dan pengawasan pengelolaan keuangan serta manajemen keuangan pada organisasi masjid dianggap masih lemah. Abstract: Understanding Mosque Accountability: How do The Mosque and Society Prosper Each Other? This paper aims to explore the accountability practice in Masjid Jami’ Sungai Jambu. The mosque is recognized as the most active one concern in social, education, and economic programs in West Sumatera. This paper has employed qualitative approach through ethnomethodology as method. The finding shows that mosque and community prosper each other through a synergetic relationship between them. The prosperity of the mosque is realized by two-way relationship between them, although it is often regarded that the internal control and financial management at the mosques are still frail and has low quality management.  
PERSEPSI AUDITOR ATAS TINGKAT EFEKTIVITAS RED FLAGS UNTUK MENDETEKSI KECURANGAN Ni Wayan Rustiarini; Ni Luh Gede Novitasari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.959 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2014.12.5025

Abstract

Abstrak: Persepsi Auditor atas Tingkat Efektivitas Red Flags untuk Mendeteksi Kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi auditor atas efektifitas red flags dalam mendeteksi kecurangan, serta  menguji pengaruh faktor-faktor demografis auditor seperti karakteristik (gender, posisi pekerjaan, masa kerja), dan kompetensi (pendidikan, pengalaman mendeteksi kecurangan, pelatihan kecurangan) pada persepsi auditor. Penelitian ini dilakukan di Bali dengan melakukan survei pada 84 auditor. Dengan menggunakan regresi linear berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, pengalaman mendeteksi kecurangan, dan pelatihan kecurangan berpengaruh pada persepsi auditor. Sementara gender, posisi pekerjaan, dan masa kerja tidak berpengaruh pada persepsi auditor atas efektivitas red flags.Abstract: Auditor Perceptions of Red Flags Effectiveness to Detect Fraudulent. The research aims to identify auditors perception of red flags effectiveness in fraud detecting and examine the influence of auditor demographic factorssuch as characteristics (gender, job position, auditor tenure), and competence (education, fraud experience, fraud training) on auditor's perception. This research was done in Bali by survey of 84 auditors. By using multiple regression analysis, the result indicates that education, fraud experience, and fraud training have influence on auditor perception. Meanwhile, gender, job position, and auditor tenure do not have influence on auditor perception of red flags effectiveness.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025) Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2024 - April 2025) Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024) Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024) Vol 14, No 3 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2023 - April 2024) Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2023 - Desember 2023) Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023) Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2022 - April 2023) Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2022 - Desember 2022) Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022) Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022) Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021) Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021) Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021) Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020) Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020) Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma More Issue