cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2012)" : 26 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN ASESMEN KINERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMK PGRI 1 GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2011-2012 APRIYUNI, KOMANG SRI YAYUK
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.53 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i2.383

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan asesmen kinerja dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMK PGRI 1 Gianyar dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 88 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran  problem based learning berbasis asesmen kinerja lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (FA = 4,23 dengan p < 0,05). Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan (FAB = 14,85 dengan p < 0,05). Pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (Qhit = 10,07 > Qtabel = 2,86). Namun, pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja (Qhit = 3,06 > Qtabel = 2,86). Berdasarkan hasil temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja dan motivasi berprestasi dapat meningkatkan prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK PGRI 1 Gianyar. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja merupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran kewirausahaan, dan penerapan model pembelajaran problem based learning dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap prestasi belajar kewirausahaan.   Kata kunci :     Pembelajaran Berbasis Masalah, Konvensional, Asesmen  Kinerja, Motivasi Berprestasi, Prestasi Belajar Kewirausahaan.     ABSTRACT   This study goal to determine and analyze the influence of the learning model of problem based learning and performance-based assessment of achievement motivation to school performance entrepreneurship. It was held at XI grade of SMK PGRI 1 Gianyar using the draft of Post Test Only Control Group Design. The research sample amounted to 88 people are selected using Random Sampling Techniques. The process of the data obtained using analysis of variance (ANAVA) two ways through the F test followed by Tukey test. The results of the research are overall, entrepreneurial learning achievements of students studying the problem based learning model of performance-based assessment showing that it is higher than students who studied with conventional learning model (FA = 4,23 with p< 0,05). The research also indicated there is an interaction effect between learning model with achievement motivation to entrepreneurial learning achievement of students (FAB = 14,85 with p < 0,05). The motivation of high-achieving students, entrepreneurial learning achievements of students who use a learning model based assessment of problem based learning performed better than students who learn using conventional learning models (Qhit = 10,07 with p < 0,05). In other way the students who have low achievement motivation, entrepreneurial learning achievements of students who use conventional learning model  better than students who studied with problem-based learning model of learning-based assessment performed (Qhit = 3,06 with p < 0,05). From the research found and conclude that the model of problem based learning and learning achievement motivation influence learning achievement entrepreneurial of XI class SMK PGRI 1 GR. This study provides implications there are problem based learning model is a model of performance-based assessment of learning that needs to be considered and implemented in the process of entrepreneurial learning, and application of problem based learning model of learning and achievement motivation influence on entrepreneurial learning achievement of students.   Key word : problem based learning, conventional, performance assessment, achievement motivation, and school performance entrepreneurship
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP SEBAGAI MUATAN PENGEMBANGAN KTSP ( Studi Pada SMP Negeri se Kota Singaraja) Suwita, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.94 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i2.379

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang kualitas pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup di SMP Negeri se kota Singaraja, ditinjau dari: (1) konteks, (2) input, (3) proses, dan (4) produk serta menemukan kendala atas penyelengaraannya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluatif yang mengadopsi model evaluasi CIPP. Variabel konteks, input, proses dan produk diukur dengan instrumen berupa kuesioner sebagai pengumpul data utama dan dilengkapi dengan metode wawancara serta studi dokumen. Sampel penelitian berjumlah 446 orang yang terdiri dari 33 responden untuk evaluasi latar, 102 orang untuk evaluasi variabel masukan, 102 orang untuk evaluasi variabel proses dan 209 orang untuk mengevaluasi variabel luaran, terdiri dari tim pengembang kurikulum sekolah (guru + kepala sekolah), guru, dan siswa kelas IX. Data berupa skor pada variabel konteks, input, proses, dan produk dianalisis menggunakan kriteria ideal teoretik dan mengubah skor tersebut ke dalam T-skor untuk dikonfirmasikan dengan kuadran Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kriteria ideal teoretik, pelaksanakan pendidikan kecakapan hidup sebagai muatan pengembangan KTSP di SMP Negeri se kota Singaraja adalah sebagai berikut. (1) Ditinjau dari segi konteks, pelaksanaannya tergolong sangat baik dengan rerata skor 226,64. (2) Ditinjau dari segi input, pelaksanaannya tergolong baik dengan rerata skor 242,31.  (3) Ditinjau dari segi proses, pelaksanaannya tergolong baik, dengan rerata skor 237,74. (4) Ditinjau dari segi produk, pelaksanaannya tergolong baik, dengan rerata skor 458,35. (5) Kendala utama yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup adalah terbatasnya kemampuan guru dan terbatasnya sarana pembelajaran. Hasil analisis menggunakan T-Skor yang dikonfirmasikan ke dalam kuadran Glickman menunjukkan bahwa, pelaksanakan pendidikan kecakapan hidup sebagai muatan pengembangan KTSP di SMP Negeri se kota Singaraja berada pada kuadran I,  tergolong sangat efektif.   Kata kunci: kecakapan hidup, studi evaluasi   ABSTRACT   This research aims to find out the description of the quality of life skills implementation in junior high school in Singaraja city, they were review from: (1) context, (2) input, (3) process, and (4) product, so with the lack of implementation. This research is included kind of evaluative research that adopted CIPP evaluation style. Variable context, input, process and product were measured with the questioner instrument for the main data to complete the interview mode and study document. The sample of 33 respondent for evaluation context, 102 peoples for variable input, 102 peoples for variable evaluation process, and 209 students for variable product evaluated, consists of curriculum developers at school (teacher + had master), teacher and student in IX class. The data were about score in variable context, input, process, and analysis product were used ideal theoretic criteria and change the score into T score for confirmation with quadrants Glickman. The research showed, with used ideal theoretic criteria, the implementation of life skills as the development change of KTSP in SMP Negeri at Singaraja city that was.  (1) From context, the implementation is the best category with average score 226,64. (2) From input, the implementation as good category with average score 242,31.  (3) From process, the implementation as good category with average score 237,74. (4) From product, the implementation as good category with average score 458,35. (5) Constraint the implementation of life skills as limitation of teacher?s capability and the lack of facilities in teaching and learning process. Analysis with T-Score for confirmation with quadrants Glickman showed the implementation of life skills as the development change of KTSP in SMP Negeri at Singaraja city, quadrant I as very effective.   Key word: life skills, study evaluation.
PENGARUH E-LEARNING DAN MINAT BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA BAHASA INGGRIS ( Studi Eksperimen pada SMK Negeri 3 Tabanan) Sumarmi, Made Ayu
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.734 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i2.384

Abstract

ABSTRAK Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh e-learning dan minat belajar siswa terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Tabanan, menggunakan rancangan penelitian ?Nonequivalent Control Group Design? dengan melibatkan sampel sebanyak 76 orang yang diambil dengan teknik random sampling terhadap kelas yang setara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan membaca  bahasa Inggris dan kuesioner minat belajar siswa. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa Inggris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran  dengan pembelajaran konvensional (FA = 16,137 dengan p <0,05). Lebih lanjut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning (75,316) lebih baik daripada nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (71,184). (2) Terdapat pengaruh interaksi antara e-learning yang diterapkan dan minat belajar siswa terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris (FAB = 64,139;p<0,05). (3) Pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi, terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa Inggris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q-hitung = 12,026;p<0,05). Lebih lanjut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang memiliki minat belajar tinggi mengikuti pembelajaran dengan e-learning (82,158) lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional (69,789). (4) Pada siswa yang memiliki minat belajar rendah, terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa Inggris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q-hitung=3,992  ;p<0,05). Lebih lanjut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang memiliki minat belajar rendah mengikuti pembelajaran dengan e-learning ( 68,474) lebih rendah daripada yang mengikuti pembelajaran  konvensional (72,579). Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa e-learning dan minat belajar berpengaruh terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris.   Kata?kata kunci: e-learning, minat belajar, kemampuan membaca  bahasa Inggris.  ABSTRACT   The main objective of the research was to investigate the effect of e- learning and learning interest upon the English reading ability. The research was conducted at SMK Negeri 3 Tabanan by using ?Nonequivalent Control Group Design? involving 76 students as the sample selected by random sampling technique upon the same class level. The test used to in this research those were English reading ability test and learning interest questionnaire. The data were analyzed by a two-way ANAVA and continued with Tukey Test. The research revealed that: (1) English learning ability of the students following e-learning were significantly different with the result of the students who followed the conventional learning (FA = 16,137; p < 0,05). Furthermore, it can be seen that the means score of the student?s English reading ability with e- learning (75,316) was better than the means score of the student?s English reading ability with conventional learning (71,184). (2) There is instruction effect between e-learning and learning interest on English reading ability (FAB = 64,139; p<0,05). (3) There were also significantly differences between e-learning students and conventional learning students on the group of students who had upper learning interest (Q= 12,026; p<0,05). Furthermore, it can be seen that the means score of the students? English reading ability which had upper learning interest with e- learning (82,158) better than with conventional learning (69,789). (4) There were also significantly differences between e-learning students and conventional learning students on the group of students who had lower learning interest (Q=3,992; p<0,05). It can be seen that the means score of the students? English reading ability which had lower learning interest with conventional learning (72,579) better than with e- learning (68,474) Conclusion can be made that e-learning and learning interest had effected upon the students? English reading ability.   Key words: e-learning, learning interest, English learning ability.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN UNJUK KERJA (PERFORMANCE ASSESMENT) LABORATORIUM PADA MATA PELAJARAN FISIKA SESUAI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMA KELAS X DI KABUPATEN GIANYAR SUSILA, I KETUT
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.725 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i2.375

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengembangan ini memiliki tujuan utama untuk menghasilkan alat atau prosedur penilaian yang valid, reliabel dan praktis. Instrumen penilaian unjuk kerja laboratorium fisika diujicobakan pada siswa SMA kelas X tahun akademik 2011/2012. Pelaksanaan ujicoba melibatkan sampel penilai (rater) 7 orang guru fisika. Sedangkan untuk data uji coba kegiatan praktikum dilaboratorium, ditentukan dengan menggunakan teknik sampel random sederhana. Analisis data dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut. Pertama melalui analisis data kebutuhan diperoleh informasi bahwa aspek-aspek dalam instrumen penilaian unjuk kerja laboratorium fisika adalah: mempersiapkan praktikum, melaksanakan praktikum dan melaporkan hasil praktikum. Kedua kisi-kisi instrumen yang terdiri dari 10 butir, setelah diujicobakan tetap dipertahankan karena ke-10 butir adalah valid. Ketiga menurut masukan para ahli, rubrik penilaian perlu diperbaiki, sehingga setelah diujicobakan rubrik mengalami perubahan pada beberapa butir instrumen terutama pada bagian deskriptornya. Keempat hasil uji validitas isi yang dianalisis menggunakan formula Gregory diperoleh validitas hitung 1,00. Kelima data uji validitas butir (empirik) , dianalisis menggunakan formula Product Moment, diperoleh hasil koefisien korelasi semua butir instrumen lebih besar dari koefisien kerelasi tabel untuk taraf sinifikansi 5% , atau semua butir dinyatakan valid. Keenam data uji coba reliabilitas konsistensi antar penilai (rater), dianalisis menggunakan formula Ebel, diperoleh nilai hitung koefisien reliabilitas 0,82 yang tergolong reliabilitas sangat tinggi. Ketujuh data uji coba reliabilitas konsistensi internal instrumen, dianalisis menggunakan formula Alpha Cronbach, diperoleh nilai hitung koefisien reliabilitas 0,82 yang tergolong reliabilitas sangat tinggi. Kedelapan kepraktisan instrumen dianalisis dengan formula Skor T diperoleh rata-rata skor 50,00 (tergolong  praktis).Hasil penelitian dan pengembangan instrumen penilaian unjuk kerja laboratorium sebagaimana hasil uji coba tersebut diatas, menunjukan bahwa semua butir instrumen adalah valid, nilai reliabilitas antar penilai (rater) sangat tinggi, reliabilitas internal instrumen sangat tinggi dan praktis untuk digunakan. Ini berarti instrumen penilaian unjuk kerja laboratorium bidang fisika yang dikembangkan telah memenuhi syarat validitas, reliabilitas dan kepraktisan, sebagai alat evaluasi yang dapat digunakan lebih lanjut oleh para guru fisika di Sekolah Menengah Atas ( SMA ). Kata Kunci: Unjuk kerja, labolatorium, fisika, KTSP ABSTRACT   The major purpose of this present reseach and development is to get the instruments and procedures of assessments which are valid  reliable and practical. The physics laboratory performance of assessment instruments were tested to the grade X of Senior High School students academic year 2011 / 2012 . The application of the test  involved  7 sampling rater of physics techers . While for preliminary  trial data of students practicing in the laboratory  is determined by using simple random sampling technique . The  mechanism of analysing can be elaborated  as follows. First, by applying need analyses it found  information that  the aspects of assessment intruments of performance physics laboratory is to prepare the material for practice, to do the practice and to report the results of the laboratory  practice. Second, the guide line of intrument consisted of 10 items.  After  being tested, it was constantly kept  due to the ten items were  valid. Third, according to the experts , the rubric of the assessment needed revising so that it would change in some items especially in its descriptor after being tested. Fourth, the result of the content validity test was analysed by using Gregory formula which would gain the value  calculation validity ( validitas hitung ) 1.00. Fifth, the data of item validity test ( emparic ) was analysed by using Product Moment formula , it found that the result of the correlation coefficient of all intrument items more than correlation coefficient tabel for the step of significant 5 %, or all items was considered valid.  Sixth, the data of consistency reliability inter-rater test  was analysed by using Ebel formula , it found that the calculation value of reliability coefficient was 0,82 which belonged to very high reliability. Seventh, the data of internal  consistency reliability which was analysed by using  Alpha Cronbach , it found out that coefficient reliability of calculation value was 0,82 . it also belonged to very high reliabilty. The last of all, the practical intrument was analysed by using  T Skor would find the everage value of 50,00. This was  practical. The result of reseach and development of assessment intrument of laboratory performance as mentiened above showed that all intrument items were valid, the inter-rater reliability instrument were  very high, the internal intrument reliability was very high and practical to be used. It means that the intrument assessment of physics laboratory  performance  has fulfilled the requirement of validity and reliability as a means of evaluation that can be used by physics teachers at Senior High School ( SMA ).  Key words : Performance, Laboratory, Physics, School  Based  Curriculum (KTSP).
PENGARUH IMPLEMENTASI ASESMEN AUTENTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DAN MOTIVASI BERPRESTASI (Eksperimen pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 3 Gianyar) BALIK, I WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.347 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i2.380

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi asesmen autentik terhadap  prestasi belajar matematika dan motivasi berprestasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Gianyar melalui eksperimen dengan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 144 orang peserta didik kelas VIII yang dipilih dengan teknik Random Sampling. Data diperoleh dengan pemberian tes prestasi belajar dan kuesioner motivasi berprestasi kemudian dianalisis dengan multivariate analysis of variance (Manova). Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan  prestasi belajar matematika antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen autentik dan  peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen konvensional, thitung = 3,7938 lebih besar dari ttabel (142:0,05) = 1,982, rerata prestasi belajar kelompok eksperimen (=76,1667) lebih tinggi dari rerata prestasi belajar kelompok kontrol (=69,1667). (2) Terdapat perbedaan secara signifikan  motivasi berprestasi antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen autentik dan  peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen konvensional, thitung = 3,1132 lebih besar dari ttabel (142:0,05) = 1,982. Rerata motivasi berprestasi kelompok eksperimen (=138,4306) lebih tinggi dari rerata motivasi berprestasi kelompok kontrol (=132,6389). (3) Terdapat  perbedaan prestasi belajar matematika  dan motivasi berprestasi secara bersama-sama secara signifikan antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen autentik dan  peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen konvensional, Fhitung  = 10,5603 > Ftabel = 3,04 Berdasarkan temuan dalam penelitian ini  disimpulkan bahwa implementasi asesmen autentik dalam pembelajaran matematika  berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika dan motivasi berprestasi peserta didik. Implementasi  asesmen autentik dalam pembelajaran matematika  dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan motivasi peserta didik.   Kata  kunci: asesmen autentik, prestasi belajar matematika, motivasi berprestasi   ABSTRACT   This study aimed at knowing and analyzing the influence of implementation of authentic assessment the mathematic learning achievement and motivation of achievement. This study was carried out at SMP Negeri 3 Gianyar through an experiment with Post Test Only Control Group Design. The sample of this study was 144 eight year student which were selected by Random Sampling Technique. The data of this study was conducted from the learning achievement and questionnaire   of achievement then was  analysed by multivariate analysis of variance(manova). The result of this study are follows: (1) There was of significant difference in mathematic learning achievement between the student who were given authentic assessment and those who given conventional assessment with thitung = 3,7938 more than the ttable (142:0,05) = 1,982. The average of experiment group (=76,1667)  higher than the average of control group (=69,1667)        (2) There was of significant difference in achievement motivation between the student who were given authentic assessment and those who given conventional with thitung = 3,1132 more than the ttable (142:0,05) = 1,982. The average of experiment group (=138,4306) higher than the average of control group (=132,6389). (3)  There was of significant difference in mathematic learning achievement and achievement motivation between the student who were given authentic assessment and those who given conventional assessment with Fhitung = 10,5603 > Ftable = 3,04. Based on the findings of the study it could be concluded that authentic assessment in mathematic teaching and learning   influence  the mathematic learning achievement and motivation of achievement. The implementation of authentic assessment in mathematic teaching and learning could increase the mathematic learning achievement and motivation of achievement.   Key words : Authentic Assessment, Mathematic Learning Achievement,       Achievement Motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS DAN BENTUK ASESMEN TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA KELAS XII SMK NEGERI 1 MAS - UBUD Virnayanthi, Ni Putu Erna Surim Surim
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.948 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v2i2.385

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivemens Divisions dan Bentuk asesmen terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Penelitian Eksperimen ini  dilaksanakan di kelas XII SMK Negeri 1 Mas - Ubud dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data prestasi belajar kewirausahaan dikumpulkan dengan tes obyektif dan tes esai. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya diperoleh : (1) secara keseluruhan, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran  kooperatif tipe student teams achievemen division lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional ( FA = 6,637; P < 0,05), (2) Prestasi belajar kewirausahaan siswa yang diberikan tes objektif lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar siswa yang diberikan tes esai( FB = 5,389 ; P < 0,05), (3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan asesmen terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa (FAB = 15,079 dengan p < 0,05)  (4) untuk siswa yang diberikan tes objektif, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (Q =  6,512 dengan P < 0,05), dan (5) untuk siswa yang diberikan tes esai, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions lebih rendah daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (Q = -1,538 dengan p < 0,05), Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division dan bentuk asesmen berpengaruh terhadap prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Mas - Ubud. Kata-kata kunci : Kooperatif Tipe STAD, Konvensional, asesmen bentuk  objektif dan esai, prestasi belajar kewirausahaan   ABSTRACT   This study aimed at finding out and analyzing the effect of cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions and the form of assessment on the increase of entrepreneurship learning achievement at. This study was conducted at class XII SMK Negeri 1 Mas - Ubud with Post Test Only Control Group Design. The sample of this study consisted of 100 students  that were selected by using Random Sampling. Data on entrepreneurship learning achievement assessment form were collected with an objective and essay. The data obtained were analyzed by two way Anova (Analysis of Varians) with F test, which was followed by Tukey test. The result of the study show the followings : (1) on the whole, the  achievement of entrepreneurship of the students who studied by cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions was higher than those who studied by conventional (FA obs. of 6,637  at p < 0.05, (2) the centrepreneurship learning achievement of the student who given objective test was higher than the student who given essay test (FB obs. of 5.389 at p < 0.05), (3) there are was an interaction effect between the use of teaching learning model and assessmen form to entrepreneurship teaching and learning achievement of student (FAB obs.  15,079 at  p < 0.05) (4) the student who given the objective test and studied by cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions had higher on entrepreneurship learning achievement  than those who studied by conventional model (Q obs. of  6,512 at p < 0.05), and (5) the student who given the essay test and studied by cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions lower on entrepreneurship learning achievement  than those who studied by conventional model  (Q obs. of -1.538  at p < 0.05), From the result of the study, it can be concluded that the cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions and the form of assessment influential to entrepreneurship learning achievement of student at class XII SMK Negeri 1 Mas - Ubud.   Key Words : cooperative type STAD, conventional, objective and essay  assessment, entrepreneurship learning achievement

Page 3 of 3 | Total Record : 26