cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 40 Documents clear
THE PROFILE OF BILINGUAL EDUCATION AT DYATMIKA KINDERGARTEN WIDHIASIH, LUH KETUT SRI
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Widhiasih, Luh Ketut Sri (2012). The Profile of Bilingual Education at Dyatmika Kindergarten. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. This thesis has been examined and corrected by Supervisor I: Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. and Supervisor II: Dra. Luh Putu Artini, M.A. Ph.D. This study was a phenomenology research involving descriptive-qualitative design. This study aimed at identifying profile of bilingual education at Dyatmika Kindergarten. This study was conducted in Dyatmika Kindergarten. The present study was conducted to the school personnel and community including the headmaster, four teachers and some students’ parents of Dyatmika Kindergarten. The data obtained in this study are qualitative data. The qualitative data were obtained from guided interview in the form of some related information, observation and document analysis. The data were gained through several research instruments, such as researcher as key instrument, list of guided interview questions, checklist, and observation sheet. The result of interview, observation, and document analysis data were analyzed descriptively using Interactive Model. This study found that Dyatmika Kindergarten had completely fulfilled the criteria of a good bilingual school, such as having and achieving clear school goals, having safe school climate, integrating bilingual program to school community, providing leadership and support for bilingual program, having quality personnel, having good relationship with parents and communities of the students, having quality curriculum, and instructions. Based on the result, Dyatmika Kindergarten could be proposed to be a model for other bilingual kindergarten.   Keywords: profile, bilingual education, bilingual kindergarten ABSTRAK Widhiasih, Luh Ketut Sri (2012). Profil Pendidikan Dwi-bahasa di Taman Kanak-kanak Dyatmika. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Tesis ini telah diperiksa dan dikoreksi oleh Pembimbing I: Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. dan Pembimbing II: Dra. Luh Putu Artini, M.A. Ph.D. Penelitian fenomenologi yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil pendidikan dwi-bahasa di Taman Kanak-kanak Dyatmika. Subjek penelitian ini adalah warga dan komunitas sekolah yang mencakup kepala sekolah, empat guru, dan beberapa orang tua siswa Taman Kanak-Kanak Dyatmika. Data yang diperoleh pada penelitian ini berjenis data kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara terstruktur, observasi, dan analisis dokumen. Data diperoleh dengan menggunakan peneliti sebagai instrument kunci dan beberapa instrumen penelitian lain seperti lembar daftar pertanyaan wawancara terstruktur, checklist, dan lembar observasi. Hasil wawancara terstruktur, observasi dan analisis dokumen dianalisis secara deskriptif menggunakan Model Interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Kanak-kanak Dyatmika telah dengan lengkap memenuhi kriteria-kriteria sebuah sekolah dwi-bahasa yang bagus, seperti memiliki tujuan sekolah yang jelas dan tercapai, memiliki iklim sekolah yang aman, mengintegrasikan program dwi bahasa dengan komunitas sekolah, menyediakan sistem kepemimpinan dan dukungan  untuk program dwi bahasa, memiliki personil berkualitas, memiliki hubungan yang baik dengan orang tua dan komunitas sekolah, memiliki kurikulum berkualitas dan instructions berkualitas. Berdasarkan temuan, Taman Kanak-kanak Dyatmika bisa diajukan sebagai sekolah model bagi taman kanak-kanak dwi-bahasa lainnya.   Kata kunci: profil, pendidikan dwi-bahasa, taman kanak-kanak dwi-bahasa
THE CONTRIBUTION OF LEARNING ANXIETY, TEACHER-STUDENT RELATIONSHIPS, AND SELF-CONCEPT TOWARD THE SPEAKING SKILLS OF THE TENTH GRADE STUDENTS IN SMA N 1 BANGLI WEDAYANTHI, LUH MADE DWI
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Wedayanthi, Luh Made Dwi (2012). The Contributions of Learning Anxiety, Teacher-Student Relationships, and Self-Concepts toward the Speaking Skills of the Tenth Grade Students in SMA N 1 Bangli. Thesis, Language Education Study Program, Postgraduate Program, Ganesha University of Education.   This thesis has been examined and corrected by: Supervisor I: Dra. Luh Putu Artini, M.A. Ph.D Supervisor II: Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.   Keywords: contribution, learning anxiety, teacher-student relationship, student’s self-concept, speaking skills.   This study was a correlational research that aimed to know the contribution of learning anxiety, teacher-student relationships, and students’ self-concept toward the tenth grade students’ speaking skills. It was conducted in SMA N 1 Bangli. In this study there were 127 students used as the samples from 231 populations. All of them were the tenth grade students. Before the real data collection was done, the tryout of instrument was conducted. After the tabulation of the real data, the pre-requisite tests were done; normality, linearity, multicollinearity, autocorrelation, and heterocedasticity.  Simple regression and multiple regressions were conducted after the pre-requisite tests were done.  The simple regression was done to determine the predictor contribution to the criterion variable. After the data were calculated by using SPSS, there were four results from the research questions in this study. The first, there is a relationship between learning anxiety and speaking skills and it contributed 34.66% to speaking skills. It means, the higher learning anxiety owned by the students, the higher speaking skills done by the students.  The second, there is a relationship between teacher-student relationships and speaking skills, the contribution is 10.59%. From the contribution, it could be concluded that the better level of teacher-student relationships led the student to have higher level of participation. The third, there is a relationship between students’ self-concept and speaking skills, it contributed 5.26%. From all of the contribution from each predictor (X1,2,3) to speaking skills (Y), students’ self-concept got the lowest level then the other, it means that students’ self-concept need to be increased by the students. Based on the determination above, it could be concluded that (1) there was contribution of students’ learning anxiety toward speaking skills, (2) there was contribution of teacher-student relationships toward speaking skills, (3) there was contribution of students’ self-concept toward speaking skills, and (4) there was a contribution between students’ learning anxiety, teacher-student relationships, and students’ self-concept toward speaking skills of the tenth grade senior high school in SMA N 1 Bangli in the academic year 2011/2012. ABSTRAK Wedayanthi, Luh Made Dwi (2012). Kontribusi Kecemasan dalam Belajar Bahasa, Hubungan Guru dan Siswa, dan Konsep Diri Siswa terhadap Skill Berbicara Siswa Kelas Sepuluh di SMA N 1 Bangli. Tesis Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.   Thesis ini telah dibaca dan diperbaiki oleh: Pembimbing I: Dra. Luh Putu Artini, M.A. Ph.D Pembimbing II: Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.   Kata Kunci: kontribusi, kecemasan dalam belajar, hubungan sguru dan siswa, konsep diri siswa, skill berbicara Studi ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kecemasan belajar, hubungan guru dan siswa, dan konsep diri terhadap skill berbicara siswa kelas sepuluh. Studi ini dilaksanakan di SMA N 1 Bangli. Dalam studi terdapat 127 siswa sampel dari 231 populasi. Sebelum data dikumpulkan, uji pra-syarat dilaksanakan seperti normalitas, linearitas, multikollinear, autokorelasi, dan heterokedasticitas. Regresi sederhana dan regresi berganda dilaksanakan setelah uji prasyarat selesai. Regresi sederhana dilaksanakan untuk mencari hubungan prediktor dan kriteria variabel. Setelah data dihitung menggunakan SPSS, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut; pertama, terdapat hubungan antara kecemasan dalam belajar dan skill berbicara, yang berkontribusi sebanyak 34.66. Hal ini berarti, semakin tinggi kecemasan dalam belajar yang dimiliki siswa, semakin tinggi skill berbicara. Kedua, ada hubungan antara guru dan siswa dengan skill berbicara siswa, yang berkontribusi 10.59%. Dari kontribusi tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat hubungan guru dan siswa semakin baik pula skill berbahasa Inggris siswa. Ketiga, ada hubungan antara konsep diri siswa dengan skill berbicara, yang berkontribusi 5.26%. Berdasarkan semua kontribusi dari setiap predictor (X1,2,3) terhadap skill berbicara. Konsep diri siswa mempunyai hubungan yang paling rendah daripada yang lainnya. Hal ini berarti bahwa konsep diri siswa perlu ditingkatkan oleh guru dalam diri siswa itu sendiri. Berdasarkan semua temuan di atas dapat disimpulkan bahwa; (1) terdapat kontribusi antara kecemasan dalam belajar bahasa terhadap skill berbicara, (2) terdapat kontribusi antara hubungan guru dan siswa terhadap skill berbicara siswa, (3) terdapat kontribusi antara konsep diri siswa terhadpa skill berbicara, dan (4) terdapat kontribusi antara kecemasan belajar siswa, hubungan guru dan siswa, dan konsep diri siswa terhadap skill berbicara pada kelas sepuluh di SMA N 1 Bangli pada tahun ajaran 2011/2012.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VIIE SMPN 5 NEGARA DAN STRATEGI GURU UNTUK MENGATASINYA Dewantara, I Putu Mas
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara dan (2) strategi guru untuk mengatasi faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah seorang guru bahasa Indonesia kelas VII dan 32 orang siswa kelas VIIE SMPN 5 Negara. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan observasi. Pengumpulan data mengenai faktor penyebab kesulitan belajar siswa dilakukan dengan menggunakan metode wawancara kepada guru dan siswa. Pengumpulan data mengenai strategi guru menggunakan metode observasi dan wawancara. Pengolahan data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara berasal dari faktor motif/motivasi, kebiasaan belajar, penguasaan komponen kebahasaan, penguasaan komponen isi, sikap mental, hubungan/interaksi antara guru dan siswa, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan hubungan/interaksi antara siswa dan siswa. Faktor yang paling dominan menyebabkan kesulitan belajar siswa adalah sikap mental; dan (2) Strategi guru untuk mengatasi faktor penyebab kesulitan belajar siswa meliputi strategi pembelajaran ekspositori, strategi pembeajaran yang berpusat pada guru, strategi pembelajaran deduksi, dan strategi pembelajaran heuristik. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi siswa, guru, sekolah, dan peneliti lain. Guru dalam pembelajaran keterampilan berbicara hendaknya mampu melakukan diagnosis terhadap faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan memiliki pengetahuan yang luas mengenai strategi-strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengatasi faktor penyebab kesulitan belajar siswa. Guru hendaknya mampu menciptakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar berkomunikasi.   Kata Kunci :  kesulitan belajar, strategi pembelajaran, pembelajaran berbicara ABSTRACT This study aims at describing and analyzing (1) the factors which the students’ learning difficulties of and (2) teachers strategies to cope with students learning difficulties. This is sources descriptive qualitative. The sources of data of this research is a bahasa Indonesia teacher of VII grade and 32 students in VIIE class of SMPN 5 Negara. The methods of data collection used for this research is a interview and observation. The data gathering for the factors of students learning difficulties was done using interview toward the teacher and the student. The data gathering for teacher strategy was done using observation and interview toward the teacher. The data analysis was done trough tree step, the data reduction, data presentation, and verification and conclusion. The result, of this research are (1) The factors which cause a student learning ability in speaking are from motive/motivation factor, learning habits, the mastery of language components, the mastery of content components, mental attitude, relationship/interaction between teachers and students, teaching methods, instructional media, and relationship/interaction among students. The most dominant factor which causes students learning difficulties is the students’ mental attitude, (2) the learning strategies implemented by the teacher include expository learning strategies, teacher center strategies, deduction, and heuristics learning strategy. The results this study are useful for students, teachers, schools, and other researchers. Teachers in teaching speaking skill are hoped to be able to diagnose the factors which cause students’ learning difficulties and have the broad knowledge about learning strategy which can be implemented to cope with the factors which students learning difficulties. Teachers should be able to create learning that gives students the chance to learn to communicate.   Key Words : learning difficulties, learning strategies, learning speaking
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN BACAAN DITINJAU DARI KONSEP DIRI AKADEMIK SISWA Noriasih, Ni Ketut
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap pemahaman bacaan pada siswa kelas VII SMP Lab. Undiksha ditinjau dari konsep diri akademik tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 96 siswa yang diwakili oleh 64 siswa sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Random Sampling. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik undian untuk memilih kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji kesetaraan kelompok terhadap nilai pada waktu pemetaan kelas dilakukan dengan uji-t, dengan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan antarkelompok (t= 1,08, p<0,05). Penelitian ini adalah jenis eksperimen semu dengan desain post test only control group dan menggunakan rancangan analisis faktorial 2 x 2. Data konsep diri dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner konsep diri dengan reliabilitas tes sebesar 0,836. Data mengenai pemahaman bacaan dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman bacaan dengan koefisien reliabilitas 0,81. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan pemahaman bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran reciprocal teaching dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FA = 5,584; p<0,05), 2) tidak terdapat perbedaan pemahaman bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran Reciprocal Teaching dan yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki  konsep diri tinggi (F = 1,697; p>0,05), 3) terdapat perbedaan pemahaman bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran Reciprocal Teaching dan yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki konsep diri rendah (F= 4,565; p<0,05), dan 4) tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran terhadap pemahaman bacaan ditinjau dari konsep diri akademik siswa (F = 0,123; p> 0,05). Berdasarkan temuan di atas disimpulkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching berpengaruh terhadap penguasaan bacaan siswa. Untuk siswa yang memiliki konsep diri tinggi, baik untuk model  pembelajaran Reciprocal Teaching maupun konvensional tetap lebih unggul dari siswa yang memiliki konsep diri rendah. Kata kunci: model reciprocal teaching, pemahaman bacaan, dan konsep diri akademik  
THE EFFECT OF GENDER DIFFERENCES AND SELF ESTEEM TOWARD KINDERGARTEN STUDENTS’ COMMUNICATIVE COMPETENCE Rusmala Dewi, Ni Made
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Key words: self esteem, gender differences, communicative competence This study was designed as an ex-post facto which aimed at seeing the effect of self esteem and gender differences toward kindergarten students’ communicative competence. The samples were students at the age between 3-5 which were taken from TK A of 7 kindergartens around Denpasar and Badung area. The data were collected by using questionnaire, document analysis and observation.. The data were analyzed by using Two-way ANOVA with 2x2 factorial design.  The result of the analysis showed that there was no significant difference between male and female kindergarten students in their communicative competence. It was also found that there was no interaction between self esteem and gender toward kindergarten students’ communicative competence. Since the result showed an absence of interaction between self esteem and gender, post-hoc multiple comparison with Tukey test was not carried out. This study concluded that there was no significant difference between male and female kindergarten students regarding their level of self esteem. There were several factors that possibly affect the finding of this study. The factors were the process of gender acquisition, early bilingualism, positive self esteem among children and teachers’ questioning.
A STUDY OF THE USE OF CHILDREN’S LITERATURE IN THE TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS AT CHILDREN’S HOUSE SCHOOL Asmini, Ni Putu Juli
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Key words: children’s literature, teaching English to young learners   This study aimed at investigating: (1) how children’s literature was prepared incorporated into the lesson plan; (2) how children’s literature was applied into the classroom; and (3) the quality of children’s books used as the learning media in the teaching and learning process. The subjects of this study were the young learners (children at the age of 5-6) and the teachers of Butterfly Morning class of Children’s House Kindergarten School. There were 15 young learners and 2 teachers involved as the research subjects. This study was a descriptive study using a mixed method of data collection and analysis. There were two types of data collected, namely: quantitative and qualitative data that embedded one within the other so that one type of the data provided a supportive role for the other datasets. The data were collected using some types of instruments, such as lesson plan checklist, observation sheet, children’s book checklist and interview guidance. The method of data analysis followed the concept of Miles and Huberman Model (2010) (data reduction, data display and conclusion) in which the analysis of the data used the formula of Nurkancana and Sunartana (1992). The results of the study were as follows: (1) the incorporation of children’s literature into the lesson plan was excellent as the lesson plan made by the teachers obtained the score of 44. The lesson plan was excellent because the format had worked in accordance with the guideline of government format in the Permen Diknas No.58/2009 and the content had followed the APKCG of Undiksha supported by the concept of literature-based instruction. (2) The implementation of children’s literature in the classroom was excellent as the score was 46 for Language subject, 45.3 for Language Enrichment subject and the last for Moral subject was 49. The implementation followed the lesson plan prepared and the strategy of story reading in the classroom was also excellently applied.   (3) The quality of the children’s books used in the classroom was excellent as it obtained the score of 15 for Language subject, 19 for Language Enrichment subject and 20 for Moral subject. The books had appropriate genres and text types, used simple and realistic dialogue and attractive illustration. Based on those findings, the study concluded that the use of children’s literature at Children’s House school, especially in Butterfly Class was excellently implemented. It could be seen from the lesson plan prepared for each lesson, the strategy chosen to be applied in the classroom and the children’s books used as the media of learning to help the children achieve the lesson objectives. ABSTRAK Kata Kunci: sastra anak-anak, pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) cara pengunaan sastra anak-anak dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); (2) cara pengaplikasian sastra anak-anak dalam pengajaran; dan (3) kualitas buku-buku sastra anak-anak yang digunakan. Subjek penelitian ini adalah siswa berumur 5-6 tahun yang masuk dalam kelas “Butterfly Morning” di sekolah Children’s House beserta guru. Terdapat 15 orang anak dan dua orang guru dalam kelas “Butterfly Morning” yang dilibatkan sebagai subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan penggabungan metode kwantitatif dan kwalitatif (mixed method). Ada dua jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, yaitu data kwantitatif dan data kwalitatif. Kedua data ini kemudian digabungkan sehingga masing-masing data dapat mendukung satu dan yang lainnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan daftar cek untuk RPP dan buku-buku sastra anak-anak serta lembar observasi kelas dan wawancara. Metode analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (2010) (reduksi data, penampilan data dan kesimpulan) dan analisis data yang digunakan mengikuti formula dari Nurkancana dan Sunartana (1992). Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) penggunaan sastra anak-anak dalam RPP sangat baik karena terlihat dari perolehan nilai pada kualitas RPP tersebut sebesar 44. Hal ini disebabkan oleh format RPP sudah mengikuti aturan yang belaku dalam Permen Diknas 58/2009 dan isi RPP yang sudah mengikuti APKCG Undiksha dan konsep pembelajaran berbasis sastra. (2) Pengaplikasian sastra anak-anak dalam pengajaran di kelas sangat baik sebab nilai dari kualitas pembelajaran tersebut adalah 46 untuk mata pelajaran “Language”, 45.3 untuk mata pelajaran “Language Enrichment” dan mata pelajaran “Moral” memperoleh nilai sebesar 49. Dalam prosesnya, pengaplikasian sastra anak-anak sudah mengikuti RPP yang telah disusun dan strategi pengajaran yang berupa pembacaan buku cerita diterapkan dengan sangat baik. (3) Kualitas buku anak-anak yang digunakan sebagai media pembelajaran sangatlah baik sebab telah memperoleh nilai 15 untuk mata pelajaran “Language”, 19 untuk mata pelajaran “Language Enrichment” and 20 untuk mata pelajaran “Moral”. Kualitas buku yang digunakan, terutama pada jenis teks sudah sesuai dengan karakteristik anak-anak, dialog yang sederhana dan realistis serta dengan ilustrasi yang menarik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sastra anak-anak di Children’s House telah berhasil dengan baik. Hal ini terlihat dari RPP, strategi pembelajaran yang dipilih and juga kualitas buku cerita anak-anak yang baik.
AN ANALYSIS OF TEACHER TALK IN ENGLISH CLASSES IN SMK PGRI 4 DENPASAR Astiti, Ni Wayan Widha
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  The objective of this study at describing the types of Teacher Talk, the effectiveness/ineffectiveness of Teacher Talk, and the aspect of Teacher Talk in classroom observation. To meet the objective, sampling technique was employed to select three classes together with the three English teachers who taught in those classes. The data were collected through recorded classroom interaction, observer’s field notes and questionnaire, while the data were analyzed qualitatively on the basis of Flander’s Theory of the Teacher Talk (1980).The Analysis of Teacher Talk Types includes identifying the different types of Teacher Talk, categorizing the various types of Teacher Talk into ten footing patterns and generalizing the relationship among these footing. The findings reveal that the three teachers most frequently used six footings such as Mediator, Evaluator, Learning task assignor, teaching material interpreter, inspector and classroom climate conductor. The observation used three instruments to analyze the data; Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC) to identify the classroom interactions, teaching effectiveness elements based on the Walberg’s theory, and Likert Scale to measure the students’ opinion resulted from questionnaire. The results of the analysis showed that the most dominant characteristic in English classes was the student participation. It reflected that most of the teaching-learning time was devoted to questions and answers by the students. But, without the Teacher Talk the students could not devote their participation. The teacher spent 59.52% of the teaching-learning time, while the students spent 69.05% of the teaching-learning time. It showed that the students were active in the classroom interaction. The interaction in these English classes was in three-way communication; there were interaction between teacher-student, student-teacher, and students-students. The English classroom interaction also met the requirements of teaching effectiveness elements by Walberg (1986). The teaching effectiveness elements used in the classroom were in the form of academic learning time, the use of reinforcement, cues and feedback, co-operative learning, classroom atmosphere, higher order questions, advance organizers, direct instruction, indirect teaching and democratic classroom. Based on the students’ opinion, the teaching learning process in the classroom was good enough however some students felt uncomfortable with the classroom atmosphere and the teacher’s discipline of time. The research found that there are three major Teacher Talk Aspects, covering physiological aspect, interpersonal aspect, pedagogical aspect, which are stated as strong / effective aspects.  Keyword: teacher talk, types of teacher talk, classroom interaction ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis Tuturan Guru, efektivitas / tidak efektifnya Tuturan Guru, dan aspek Tuturan Guru di observasi kelas. Untuk memenuhi tujuan, teknik sampling yang digunakan untuk memilih tiga kelas bersama dengan tiga guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas. Data dikumpulkan melalui interaksi kelas yang direkam, catatan lapangan pengamat dan kuesioner, sedangkan data dianalisis secara kualitatif berdasarkan Teori Flander terhadap Tuturan Guru (1980). Analisis Jenis Tuturan Guru mencakup identifikasi berbagai jenis Tuturan Guru, jenis Tuturan Guru dikategorikan menjadi sepuluh pola pijakan dan generalisasi saling berhubungan antara pijakan – pijakan tersebut. Temuan menunjukkan bahwa tiga guru yang paling sering digunakan enam pondasi seperti Mediator, Evaluator, Belajar tugas pemberi tugas, mengajar juru material, Inspektur dan konduktor kelas iklim. Pengamatan menggunakan tiga instrumen untuk menganalisis data; Flanders Kategori Analisis Interaksi (FIAC) untuk mengidentifikasi interaksi kelas, elemen efektivitas mengajar berdasarkan teori Walberg, dan Skala Likert untuk mengukur pendapat siswa dihasilkan dari kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik yang paling dominan dalam kelas bahasa Inggris adalah partisipasi siswa. Ini mencerminkan bahwa sebagian besar waktu belajar-mengajar yang telah dikhususkan untuk pertanyaan dan jawaban oleh para siswa. Tapi, tanpa Guru Bicara siswa tidak bisa mencurahkan partisipasi mereka. Guru menghabiskan 59,52% dari waktu belajar mengajar, sedangkan siswa menghabiskan 69,05% dari waktu belajar-mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa siswa aktif dalam interaksi kelas. Interaksi dalam kelas-kelas bahasa Inggris dalam tiga-arah komunikasi; ada interaksi antara guru-siswa, siswa-guru, dan siswa-siswa. Interaksi kelas bahasa Inggris juga memenuhi persyaratan unsur efektivitas mengajar oleh Walberg (1986). Unsur-unsur efektivitas mengajar digunakan di dalam kelas adalah dalam bentuk waktu belajar akademis, penggunaan penguatan, isyarat dan umpan balik, koperasi belajar, suasana kelas, pertanyaan orde tinggi, penyelenggara muka, instruksi langsung, tidak langsung dan mengajar kelas demokratis. Berdasarkan pendapat para siswa, proses belajar mengajar di kelas cukup baik namun beberapa siswa merasa tidak nyaman dengan suasana kelas dan disiplin guru waktu. Penelitian ini menemukan bahwa ada tiga Aspek utama Bicara Guru, meliputi aspek fisiologis, aspek interpersonal, aspek pedagogis, yang dinyatakan sebagai aspek  yang kuat / efektif. Kata Kunci: tuturan guru, jenis tuturan guru, interaksi kelas
EFL TEACHERS’ TEACHING STRATEGIES IN PUBLIC VOCATIONAL HIGH SCHOOLS IN SINGARAJA ., Nurul Inayah
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research was conducted in an attempt to investigate the EFL teachers’ teaching strategies in Public Vocational High Schools in Singaraja. It is concerned with what teaching strategies implemented by the EFL teachers, similarities and differences of teaching strategies applied, and problems encountered by the teachers in implementing the strategies. The settings of this research were three Public Vocational High Schools in Singaraja, namely: SMKN 1 Singaraja, SMKN 2 Singaraja, and SMKN 3 Singaraja. The subjects of this research were six EFL teachers who taught Tenth Grade students. This research was designed as a qualitative research. The data were collected through questionnaire, interview, observation, and document study. Data were analyzed by using Celce-Murcia (2001) and Herrel and Jordan (2004) EFL teaching strategies. Based on the data analysis, the study identified some findings. First, the EFL teachers in Public Vocational High Schools in Singaraja implemented various teaching strategies. There were approximately  thirty four strategies were implemented, namely: Academic language Scaffolding, Advance organizers, Language focus lessons, Cloze, Collaborative reading, Communication games, Cooperative learning, Emotive writing tasks, Guided writing, Imaging, Interactive listening, Attribute charting, Language framework planning, Learning centers, Leveled questions, Listening and answering, Listening and repeating, Modeled talk, Multimedia presentations, Part-centered, Partner work, Peer Tutoring, Practical writing tasks, Predictable routines and signals, Realia strategies, Scripting, Socio-psycholinguistic, Sorting activities, Task listening, Visual scaffolding, Vocabulary processing, Vocabulary role play, Talk show, and Syntax surgery. Second, there were strategies which were similar from one school to the others with similarities or differences in the focused of the skills and also the procedures in applying the strategies. It was also found that the number of strategies implemented in the three schools was different. Third, there were some problems that the EFL teachers dealt with in implementing the strategies. They were the students, in terms of their level, motivation and heterogeneity, the teachers, in terms of their lack of motivation to teach and their personality, and the facility.   Key words: teaching strategy, Public Vocational High School ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti strategi pembelajaran guru Bahasa Inggris di SMK Negeri di Singaraja, khususnya jenis-jenis strategi pembelajaran yang digunakan, persamaan dan perbedaan strategi yang digunakan di SMK Negeri di Singaraja, dan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi. Penelitiam dilakukan di tiga SMK di Singaraja, SMKN 1 Singaraja, SMKN 2 Singaraja, and SMKN 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas X. Penelitian ini menggunakan rancangan enelitian kualitatif. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan strategi pembelajaran Celce-Murcia (2001) dan Herrel dan Jordan (2004). Berdasarkan data analisis, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, terdapat tiga puluh empat strategi pembelajaran yang telah digunakan oleh guru Bahasa Inggris di SMK Negeri di Singaraja, yaitu: Academic language Scaffolding, Advance organizers, Language focus lessons, Cloze, Collaborative reading, Communication games, Cooperative learning, Emotive writing tasks, Guided writing, Imaging, Interactive listening, Attribute charting, Language framework planning, Learning centers, Leveled questions, Listening and answering, Listening and repeating, Modeled talk, Multimedia presentations, Part-centered, Partner work, Peer Tutoring, Practical writing tasks, Predictable routines and signals, Realia strategies, Scripting, Socio-psycholinguistic, Sorting activities, Task listening, Visual scaffolding, Vocabulary processing, Vocabulary role play, Talk show, and Syntax surgery. Kedua, terdapat strategi yang sama yang digunakan di ketiga sekolah tersebut dengan perbedaan pada skill yang difokuskan and prosedurnya. Terdapat juga perbedaan jumlah strategi yang digunakan yang disebabkan oleh factor siswa dan pengalaman guru. Ketiga, terdapat beberapa masalah yang dihadapi guru terkait dengan pelaksanaan strategi pembelejaran. Masalah-masalah tersebut berkaitan dengan siswa, khususnya level siswa, motivasi siswa, dan keberagaman siswa, guru, dalam hal kurangnya motivasi mengajar and kepribadian guru, dan fasilitas. Kata kunci: strategi pembelajaran, SMK Negeri
LANGUAGE CHOICE IN THE WORSHIP OF GKPB CONGREGATION IN “SABDA BAYU” CHURCH OF SINGARAJA: A STUDY OF ETHNOGRAPHY COMMUNICATION Wahyudi, Nyoman Deni
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Wahyudi, Nyoman Deni. 2012. Pilihan Bahasa dalam Ibadah Jemaat GKPB di Gereja “Sabda Bayu” Singaraja: Sebuah Kajian Etnografi Komunikasi Pembimbing I              : Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. Pembimbing II            : Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd.   Kata kunci: pilihan bahasa, ibadah jemaat GKPB, etnografi komunikasi   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan (1) bahasa-bahasa yang dipilih oleh jemaat GKPB di Gereja “Sabda Bayu” Singaraja dalam ibadah; (2) bentuk lingual pilihan bahasa yang digunakan dalam komunikasi antarbudaya oleh jemaat dalam ibadah; (3) nilai-nilai yang disampaikan melalui pilihan bahasa dalam ibadah yang dilakukan oleh jemaat dikaitkan dengan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa; dan (4) efek atau kesan makna yang ditimbulkan melalui penggunaan pilihan bahasa dalam ibadah. Sumber data dalam penelitian ini adalah cakapan-cakapan jemaat GKPB di Gereja “Sabda Bayu” Singaraja dalam ibadah yang menggunakan pilihan bahasa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, studi dokumentasi, dan perekaman untuk mengumpulkan data masalah penelitian butir (1), butir (2), dan butir (3); dan metode wawancara untuk mengumpulkan data masalah penelitian butir (4). Data penelitian diolah secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini antara lain sebagai berikut. (1) Bahasa-bahasa yang dipilih oleh jemaat GKPB di Gereja “Sabda Bayu” Singaraja dalam ibadah terdiri atas bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan bahasa pendukung lain, seperti bahasa Bali, Inggris, Ibrani, Jawa, Timor, Timor Dawan, Siau, Sabu, dan Simalungun. Pilihan bahasa tersebut ditampilkan melalui alih kode dan campur kode. (2) Bentuk lingual yang digunakan untuk menampilkan pilihan bahasa adalah pada tataran kata, frasa, dan kalimat yang berasal dari berbagai bahasa. Bentuk lingual kata paling banyak digunakan dan bahasa yang paling sering dimunculkan adalah bahasa Bali dan bahasa Inggris. (3) Nilai-nilai yang dikaitkan dengan sembilan nilai pendidikan karakter bangsa ditemukan dalam penggunaan pilihan bahasa, yakni cinta Tuhan, tanggung jawab dan kedisiplinan, ketulusan, hormat dan santun, kasih sayang, percaya diri dan kegigihan, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, serta toleransi dan cinta damai. (4) Efek atau kesan makna yang ditimbulkan melalui pilihan bahasa antara lain efek komunikatif, keakraban, kesakralan, kesantunan, dan ketidakpahaman. Peneliti lain diharapkan untuk melakukan penelitian sejenis yang lebih mendalam untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.     ABSTRACT   Wahyudi, Nyoman Deni. 2012. Language Choice in the Worship of GKPB Congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja: A Study of Ethnography Communication. Advisor I         : Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. Advisor II       : Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd.   Key words: language choice, the worship of GKPB congregation, ethnography communication This research was a descriptive qualitative research that aimed to describe and interpret (1) the language choice of GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja in their worship; (2) the lingual forms of the language choice that is used in intercultural communication by GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja in their worship; (3) values that is being told through the worship by GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja through the values of national character education; and (4) the effect that is occurred while the GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja using the language choice in their worship. The data resources of this research were the conversations which were used by GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja in their worship in showing language choice. The methods that were used in this research were the observation method, the documentation study method, and recording method to collect the information in research point (1), point (2), and point (3); and the interview method to collect the information in research point (4). The results of this research were: (1) the language choice of GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja in their worship were Bali, Inggris, Ibrani, Jawa, Timor, Timor Dawan, Siau, Sabu, and Simalungun. The language choise performed by code switching and code mixing; code mixing was often used to show the language choice, (2) the lingual forms which were used by the congregation in their worship were words, phrases, and sentences from many languages; the lingual forms and the language which were often used are word forms, and Balinese language and English, (3) the values that related to the nine values of character building, which are showed by the congregation are religiousness, responsibility and discipline, honest, respectful and love, self confidence, justice and leadership, being good and low profile, and tolerance and love peace, (4) the effect that is occurred while the congregation using the language choice in their worship were the communicative effect, intimate effect, religious effect, politeness effect, and misunderstanding effects. It would be better if another researcher do this kind of research in order to get the better results.  
PENGEMBANGAN TES OBJEKTIF PILIHAN GANDA BERBASIS TAKSONOMI ANDERSON DAN KRATHWOHL UNTUK KEMAMPUAN MEMBACA BAHASA INGGRIS KELAS VIII SMP DI KABUPATEN POSO, PROPINSI SULAWESI TENGAH. Tondowala, Sulvia Fery Hanry
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tondowala , Sulvia Fery Hanry (2012), Pengembangan tes objektif pilihan ganda  Berbasis taksonomi anderson dan krathwohl  Untuk kemampuan membaca bahasa inggris Kelas viii smp di Kabupaten Poso, Propinsi Sulawesi Tengah. Tesis, Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing I : Prof. Dr. Nyoman Dantes dan Pembimbing II : Prof. Dr. AAIN. Marhaeni, M.A.   Kata Kunci: Tes Objektif Pilihan ganda, Taksonomi Anderson dan Krathwohl, dan membaca pemahaman bahasa inggris.   Penelitian ini merupakan model penelitian pengembangan yang diadopsi dari model pengembangan Sugiyono. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan tes objektif pilihan ganda berbasis taksonomi Anderson dan Krathwohl. Populasi penelitian yaitu SMP kelas VIII di Kabupaten Poso, Propinsi Sulawesi Tengah, dengan sampel penelitian berjumlah 250 orang siswa kelas VIII yang diambil dengan menggunakan tehnik cluster sampling dari 12 kelas pada 7 sekolah, dengan rincian sebagai berikut: 4 kelas dari SMP di kabupaten, 4 kelas dari SMP di Kecamatan dan 4 kelas dari SMP pedesaan. Hasil penelitian menunjukan, bahwa instrumen tes yang dikembangkan telah mempunyai nilai validitas dan uji empirik yang cukup baik. Berdasarkan hasil uji lapangan dan analisis data ditarik simpulan sebagai berikut; (1) Kisi-kisi tes objektif pilihan ganda yang berdasarkan taksonomi Anderson dan Krathwohl memungkinkan pembuatan butir tes yang bervariasi untuk setiap jenis proses kognitif. (2) Validasi tes berbasis taksonomi Anderson dan Krathwohl yang meliputi: (a) Validitas isi sudah memenuhi syarat dengan melakukan melakukan uji judges, judges menyatakan instrumen relevan untuk diujicobakan. (b) Uji empirik instrumen pun dinyatakan sudah memenuhi syarat karena semua ketentuan yang harus ditempuh seperti; uji validitas butir, uji  tingkat kesukaran butir, daya beda dan uji efektivitas pengecoh, semuanya sudah dilakukan seperti yang telah ditentukan. (3) Reliabilitas tes objektif pilihan ganda berdasarkan taksonomi Anderson dan Krathwohl dinyatakan sudah memenuhi syarat karena konsistensi atau keajegan tes masih terhitung tinggi.     ABSTRACT   Tondowala, Sulvia Fery Hanry (2012), The Development of Anderson and Krathwohl Taxonomy Based Objective Test for English Reading Ability of Eight Grade Students of Junior High Schools in Poso Regency, Central Sulawesi Province. Thesis. Educational research and Evaluation, Postgraduate Program, Ganesha University of Education.   This thesis has been corrected and approved by Supervisor I     : Prof. Dr. Nyoman Dantes Supervisor II   : Prof. Dr. A.A.I.N. Marhaeni, M. A.   Keywords: objective test, Anderson and Krathwohl Taxonomy, reading comprehension.   This research is a developmental research model which is adopted from Sugiyono. It aims at developing objective test which is based on Anderson and Krathwohl Taxonomy. The population of this research was eight grade students of junior high schools in Poso Regency, Central Sulawesi Province, while the sample was 250 eight grade students of which was taken using cluster sampling technique from twelve classes of seven schools: four classes from the junior high schools in the regency, four classes from the junior high schools in the subdistric, and four classes from the junior high schools in village area. The findings of this research show that the instrument of the developed test has had adequate validity value and empirical test. Based on the field test and data analysis, the conclusion can be made as follows; (1) the blueprint of objective test which is based on Anderson and Krathwohl Taxonomy enables the development of the varied objective test for every type of cognitive process, (2) the validation tests which are based on Anderson and Krathwohl Taxonomy which include: (a) the content validity has fulfilled the requirement through the process of judges test, the judges stated that the instrument is relevant to be tried out, (b) the empirical test proved that the instrument has fulfilled the requirement since all of the requirements; item validity test, index of difficulty test, index of discrimination test, and distracter effectiveness test have been done properly, (3) the reliability test for the objective test proved that the instrument has fulfill the requirement since the consistency of the test can be categorized as high.  

Page 2 of 4 | Total Record : 40