cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2015):" : 16 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN KONSEP DIRI SISWA SMP ., I MADE WIDYA ASTAWA; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan sikap ilmiah dan konsep diri antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek (MPBP) dan siswa yang belajar model pembelajaran konvensional (MPK), (2) menganalisis perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan MPBP dan siswa yang belajar dengan MPK, (3) menganalisis perbedaan konsep diri antara siswa yang belajar dengan MPBP dan siswa yang belajar dengan MPK. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan rancangan penelitian postest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 132 siswa, dengan sampel 90 siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran terhadap sikap ilmiah dan konsep diri secara bersama-sama (F=128,3; pLSD while ǀµi - µjǀ = 9,98888 and LSD = 3,66369, so the scientific attitude of students concluded differ significantly between groups PBL with CL. Third, there was a significant difference of students’ self concept between the students who were taught by PBL (F = 151,981; p < 0,05) in which the students’ mean score of PBL = 76,41 was higher than that of CL = 62,97, with enough category. Based on the testing of LSD obtained with ǀµ i- µjǀ >LSD while ǀµ i- µjǀ = 13,4444 and LSD = 4,340411, so the conclusion of the self concept of students differ significantly between groups PBLwith CL.keyword : project-based learning, student’s scientific attitude, student’s self concept.
KOMPARASI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KINERJA ILMIAH SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING ., NI KADEK SRI MULYANI; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan: (1) peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kinerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model project based learning (PjBL) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) peningkatan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, (3) peningkatan kinerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Populasi penelitian eksperimen semu berdesain pretest-posttest non-equivalent control group design ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Bangli tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 148 orang dan terbagi menjadi lima rombongan belajar. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling terhadap kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas XA dan XD sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa kelas XB dan XC sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes kinerja ilmiah. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan berpikir kritis dan kinerja ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing; (2) keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing; (3) kinerja ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing.Kata Kunci : Project based learning, inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, kinerja ilmiah This research was aimed to describe and analyze the differences of: (1) improvement of critical thinking skill and scientific performance between students taught by project based learning (PjBL) model and those taught by using guided inquiry one, (2) improvement of critical thinking skill between students taught by PjBL model and those taught by using guided inquiry one, (3) improvement of scientific performance between students taught by PjBL model and those taught by using guided inquiry one. The population in this experimental quasi research with this pretest-posttest non-equivalent control group design is the tenth grade students in SMAN 2 Bangli in academic year 2014/2015. There are 148 students which divided into five classes. The sample was determined by simple random sampling, then the XA and XD classes became experimental group which were treated by PjBL model and XB and XC classes become the control group which were treated by guided inquiry one. The data was collected by critical thinking skill and scientific performance tests, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: (1) students’ critical thinking skill and scientific performance taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one; (2) students’ critical thinking skill taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one; (3) students’ scientific performance taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one. keyword : project based learning, guided inquiry, critical thinking skill, scientific performance
KOMPARASI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA ANTARA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING ., NI NYOMAN RUSMINIATI; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaan peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan DL, 2) perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL, 3) perbedaan peningkatan keterampilan berfikir kritis siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Susut tahun pelajaran 2014/2015. Rancangan penelitian ini menggunakan pretest-postest non equivalent control group design dengan populasi siswa kelas X yang berjumlah 144 yang terdistribusi dalam 4 kelas. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Dari 4 kelas yang sudah setara akan dirandom untuk menentukan 2 kelas sebagai sampel penelitian, yakni 1 kelas akan memeproleh pembelajaran Model PjBL dan 1 kelas lagi akan memperoleh pembelajaran Model DL. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep kimia dan tes keterampilan berfikir kritis. Data dianalisis dengan statistic deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep dan berfikir kritis siswa yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan DL (Fhitung= 8.991), 2) terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL (Fhitung= 7.262 ), 3) terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berfikir kritis siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL (Fhitung=16.603). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman konsep dan berfikir ktitis siswa dengan model PjBL relative lebih tinggi dibandingkan dengan model DLKata Kunci : Project based learning (PjBL), discovery learning(DL), pemahaman konsep kimia, keterampilan berpikir kritis This research aims at analyzing: (1) the difference in improvement of concept understanding and critical thinking skill between students which were taught by PjBL and those taught by using DL, (2) the difference in improvement of chemical concept understanding between students which were taught by PjBL and those taught by using DL, (3) the difference in improvement of critical thinking skill between students which were taught by PjBL and those taught by using DL. This study was conducted in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2014/2015. The research design is pretest-postest non equivalent control group design and the population is 144 tenth grade students which distributed into 4 classes by using simple random sampling technique, then 2 classes would be randomly selected as sample of this research; 1 class were treated by PjBL learning model and 1 other class were treated by DL learning model. Data were collected by chemical concept understanding and critical thinking skill tests, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: 1) there is significant differences in improvement of concept understanding and critical thinking skill between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 8.991), 2) there is significant differences in improvement of chemical concept understanding between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 7.262), 3) there is significant differences in improvement of critical thinking skill between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 16.603). The result of this study shows that the improvement of concept understanding and critical thinking skill treated by using PjBL is higher than DL modelkeyword : project based learning (PjBL), discovery learning (DL), chemical concept understanding, critical thinking skill
KOMPARASI LITERASI SAINS ANTARA SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) DINTINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMP ., I NYOMAN BAGIARTA; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparasi literasi sains antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) ditinjau dari motivasi berprestasi siswa SMP. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Banjarangkan semester 2 tahun pelajaran 2014/2015, dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design dan faktorial 2x2 sebagai desain penelitiannya. Kelas yang digunakan sebagai sampel ditentukan dengan tehnik Cluster Sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe GI (group investigation) yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing yang dikenakan pada kelompok kontrol. Motivasi berprestasi berperan sebagai moderator, yang dipilah menjadi dua tingkatan, yaitu motivasi berprestasi tinggi dan rendah. Sebagai variabel terikat adalah literasi sains siswa. Data motivasi berprestasi siswa dikumpulkan dengan kuisioner motivasi berprestasi dan data literasi sains siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes literasi sains. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis Varians (ANAVA) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap literasi sains, (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siswa yang memilliki motivasi berprestasi tinggi, (4) terdapat perbedaan yang signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siswa yang memilliki motivasi berprestasi rendah. Berdasarkan temuan hasil penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran dan motivasi berprestasi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap literasi sains. Selanjutnya disarankan kepada guru IPA sebelum merancang model pembelajaran agar motivasi berprestasi tinggi menggunakan model pembelajaran tipe GI atau Inkuiri Terbimbing sedangkan siswa yang mempunyai motivasi berprestasi rendah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GIKata Kunci : Model Pembelajaran, Motivasi Berprestasi, dan Literasi Sains This study aims to determine the comparative advantages of scientific literacy among students that learned by cooperative learning model GI (Group Investigation) and Guided Inquiry learning model (Guided Inquiry) in terms of achievement motivation junior high school students. This experimental study was conducted in SMP Negeri 2 Banjarangkan second semester of the academic year 2014/2015, using The Posttest-Only Control Group Design and as a 2x2 factorial design study. Classes are used as the sample is determined by cluster sampling technique. The independent variable in this study is a cooperative learning model GI (Group Investigation) imposed in the experimental group and Guided Inquiry learning model imposed in the control group. Achievement motivation role as moderator, which divided into two levels: high and low achievement motivation. As the dependent variable is the science literacy of students. Data collected by student achievement motivation achievement motivation questionnaire and data collected by the scientific literacy of students using science literacy test. The data collected were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and two lanes. The results showed as follows: (1) there is a significant difference in scientific literacy among groups of students who take the GI cooperative learning model and a group of students who take the guided inquiry learning model, (2) there is an interaction between the model of learning and achievement motivation toward science literacy, ( 3) there is no significant difference in scientific literacy among the group of students who follow the GI cooperative learning model and the group of students who take the guided inquiry learning model student who has a high achievement motivation, (4) there is a significant difference in scientific literacy among the group of students who take GI cooperative learning model and a group of students who take the guided inquiry learning model student who has a low achievement motivation. Based on the research findings, it was concluded that the model of learning and achievement motivation have considerable influence on science literacy. Furthermore, it is suggested to science teacher before designing a learning model that uses high achievement motivation learning model GI type or Guided Inquiry whereas students with low achievement motivation using cooperative learning model type GIkeyword : Model of Learning, Achievement Motivation, and Science Literacy
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA YANG MENERAPKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA ., PUTU FANNY SASTRADEWI; ., PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk : (1) menguji validitas perangkat pembelajaran kimia yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, (2) menguji kepraktisan perangkat pembelajaran kimia yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) saat diimplementasikan di kelas, (3)Menguji efektivitas perangkat pembelajaran kimia yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini diawali dengan pengembangan perangkat pembelajaran yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan system pendekatan model pengembangan menururt Dick & Carey, dengan uji pakar melalui focus group discussion (FGD), dilanjutkan uji paktisi melalui desk-evaluation, dan uji empiris dengan melibatkan 36 orang siswa SMA kelas X dengan topik reaksi oksidasi an reduksi (redoks). Hasil uji pakar digunakan untuk menyempurnakan model pembelajaran. Masukan pakar dalam FGD digunakan untuk penyempurnaan perangkat pembelajaran, khusunya penyempurnaan terhadap buku pedoman guru dan buku pedoman siswa. Hasil desk-evaluation oleh guru Kimia SMA menunjukkan bahwa semua komponen perangkat model pembelajaran yang mencakup silabus, RPP, buku pedoman guru, buku siswa, LKS telah memenuhi syarat validitas.Hasil uji empiris model pembelajaran PBLuntuk meningkatkan pemahaman konsep kimia dengan menggunakan rancangan Dick & Carey menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL yang dikembangkan dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan karakter siswaKata Kunci : Problem Based Learning (PBL), pemahaman konsep kimia This research aims at: (1) testing the validity of chemistry teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) to improve the understanding of the students’ concept, (2) testing the simplicity of chemistry teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) when it’s implied in the classroom, (3) testing the effectivity of chemistry teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) to improve the understanding of the students’ concept. This research was started by the development of teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) using approaching system of development model of Dick & Carey, with expert test through focus group discussion (FGD), continued by practitioner test through desk-evaluation, and empirical test which involved 36 the X Grade students of senior high school with oxidation and reduction topics. The result of the expert test was used to make the teaching and learning model complete. The inputs given by the expert in FGD were used to make the teaching and learning model complete, especially in completing the teacher’s book and the student’s book. The result of the desk-evaluation by the chemist teacher of senior high school showed that all components of the documents of teaching and learning model which include syllabus, teaching scenario (RPP), teacher’s book, student’s book, student’s worksheet (LKS) has completed the validity requisite. The result of empirical test of PBL teaching and learning model to improve the understanding of chemistry concept using Dick & Carey design showed that there was a significant improvement of understanding of students’ concept. It’s showed that PBL teaching and learning model developed in this research is effective in improving the character of the studentskeyword : Problem Based Learning (PBL), concept understanding of chemistry
KOMPARASI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING ., I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1). mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (2). untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (3) untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan sikap ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non-equivalen control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Susut tahun pelajaran 2014/2015. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA 3 yang ditentukan dengan teknik simple random sampling terhadap kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelas XI IPA 3 sebagai kelompok ekperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep dan kuisioner sikap ilmiah. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan Problem Based Learning (PBL); (2) peningkatan pemahaman konsep kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL); (3) peningkatan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning PjBL lebih baik dibandingkan dengan siswa dibelajarkan Problem Based Learning (PBL)Kata Kunci : PjBL, PBL, Pemahaman Konsep dan Sikap Ilmiah This research aims at: (1) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (2) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (3) finding out and analyzing differences in improvement of scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning. This study is pseudo experimental research with pretest-postest non equivalent control group design. The population of this study is eleventh grade students in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2014/2015, then XI IPA 1 and XI IPA 3 were selected as sample of the study through simple random sampling technique. XI IPA 1 was an experimental group which treated by using problem based learning and XI IPA 3 was also an experimental group which treated by using project based learning. Data were collected by chemical concept understanding test and questionnaire of scientific attitude, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: (1) the improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (2) the improvement of chemical concept understanding between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (3) the improvement of scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is better than those treated by problem based learning (PBL)keyword : PjBL, PBL, concept understanding, scientific attitude
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN SETTING SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA ., NI LUH EKA NINGSIH; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran kimia dengan setting sains teknologi masyarakat (STM) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep kimia siswa. Pengembangan dilaksanakan dengan mengacu pada model Dick & Carey, meliputi: (1) penetapan materi pembelajaran dan kompetensi dasar, (2) analisis kebutuhan, (3) pengembangan perangkat pembelajaran, dan (4) uji coba perangkat pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah ahli, guru, dan siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Bangli tahun pelajaran 2014/2015. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif tentang validitas, kepraktisan, dan efektivitas perangat pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh: (1) validitas perangkat pembelajaran yang terdiri dari nilai validitas silabus dengan rata-rata 3,67; RPP 3,70; LKS 3,63; Buku Pegangan Siswa 3,66; Buku Pegangan Guru 3,66. Sehingga secara keseluruhan perangkat pembelajaran ini berada pada kategori sangat valid. (2) kepraktisan perangkat pembelajaranyang terdiri dari rata-rata nilai keterlaksanaan perangkat pembelajaran 3,51, rata-rata respon guru 3,69 dan respon siswa 3,62. Secara keseluruhan perangkat pembelajaran ini sangat praktis. (3) rata-rata keterampilan proses sains siswa meningkat setelah perangkat pembelajaran yang dikembangkan,penerapan pertama= 55,3; penerapan kedua= 70,2; penerapan ketiga= 80,9 dan penerapan keempat = 91,2. (4) terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep kimia sebelum dan setelah perangkat pembelajaran diterapkan. Kata Kunci : perangkat pembelajaran STM, keterampilan proses sains, pemahaman konsep This aims at developing valid, practical, and effective chemistry instruction with society technology science setting to improve students’ science process skill and students’ chemistry understanding. The development is done by using Dick & Carey model consisting of four steps, namely: (1) establishing the learning material and basic competency, (2) need analysis, (3) developing instruction tool, and (4) trying out learning tool. The subjects of this research are experts, teachers, and students of XI IPA 2 SMAN 2 Bangli in the academic year 2014/2015. The analysis method done by using descriptive analysis about validity, practicality, and effectiveness of learning tool. This research discovers: (1) the validity learning tool consisting of syllabus validity with average of 3,67; lesson plan of 3,70; worksheet of 3,63; students’ main book of 3,66, teachers’ book of 3,66. So that, all instruction is in very valid. (2) the practicality of the instruction tool consisting of the average score of learning tool application of 3,51, the average of teachers’ response of 3,69 and students’ response of 3,62. So that, all the learning tool is categorized into very practical. (3) the average score of students’ science process skill improve after the implementation of the developed instruction tool from implementation I = 55,3; Implementation II = 70,2; Implementation III = 80,9 and Implementation IV = 91,2. (4) there is a significant difference on students’ chemistry concept understanding before and after the instruction tool is implemented. keyword : science technology society instruction, scientific science skill, concept understanding
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMA BERMUATAN KARAKTER DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA ., NI PUTU TITIN PRIYANTINI; ., PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd; ., PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian R&D ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting model pembelajaran STML yang memenuhi kelayakan. (2) Mendeskripsikan perbedaan karakter antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting STML dan model pembelajaran konvensional. (3) Menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting STML dan model pembelajaran konvensional. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengacu pada model pengembangan 4D dimodifikasi menjadi 3D yaitu define, design, dan develop. Data dianalisis secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan Uji ANAVA satu jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian menemukan yaitu: (1) Buku guru dan buku siswa serta kelengkapannya sudah memenuhi kriteria kelayakan yaitu valid dan praktis dengan kategori sangat baik. (2) Terdapat perbedaan perubahan karakter siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran SMA bermuatan karakter dengan setting STML dengan kategori membudaya dan model pembelajaran konvensional dengan kategori mulai berkembang. (3) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting STML dengan model pembelajaran konvensional (F=82,299 dan pQt=15,62>2,89).Kata Kunci : Keterampilan Berpikir Kreatif, Pendidikan Karakter, Perangkat Pembelajaran Fisika Research R&D is aimed at: (1) Generate a device learning physics high school charged character with setting STML learning models that meet eligibility. (2) Describe the difference between the character of the students after high school learning using the charged character with setting STML and conventional learning models. (3) To analyze the differences between the students creative thinking skills by using the high school learning charged character with setting STML and conventional learning models. This learning software development refers to the development of 4D but modified into 3D which define, design, and develop. Data were analyzed by descriptive and hypothesis testing using one way ANOVA and Tukey test. Results of research and discussion: (1) Book teacher and student books and apparatus meets the eligibility criteria are valid and practical with excellent category. (2) There are differences in changes in the character of the students who learn to use the high school teaching character charged with setting STML by category entrenched and conventional learning model with categories ranging flourish. (3) There are differences between the students creative thinking skills that students learn to use the high school physics learning charged with setting STML character with conventional learning model (F=82.299 and pQt=15.62>2.89).keyword : Creative Thinking Skills, Character Education, Device Physics Learning
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA ., I GEDE KARIAWAN; ., PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd; ., DRA. NI MADE PUJANI, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika dengan setting model pembelajaran inkuiri yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Berpikir Kritis siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan dissemination. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Metode analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,80, (2) perangkat pembelajaran dinyayakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan thitung sebesar 17,45 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,61 dan (4) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan thitung sebesar 16,75 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika dengan setting model pembelajara inkuiri telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kritis.Kata Kunci : Inkuiri, Pemecahan Masalah, Berpikir Kritis This research aims to produce a physics learning device by a valid, practical, and effective setting of inquiry learning model to improve the students Problem Solving ability and Critical Thinking ability. Development of the learning device refers to the 4-D model of development as define, design, develop, and dissemination. Step of development is only done to the develop stage. Data was collected using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The method of data analysis has been done using quantitative descriptive analysis of the validity and practicality of learning tools. Effectiveness of the learning is done by one group pretest posttest design. The effectiveness of the learning device was analyzed by t test right parties. The results were obtained (1) expressed very valid learning device with an average score of 3,80, (2) expressed very practical learning device with an average score of 3,71, (3) was declared effective learning device to improve problem solving ability, got tcount = 17,45 (tcount > ttable), gain score 0,61 and (4) was declared effective learning device to improve critical thinking ability, got tcount = 16,75 (tcount > ttable), gain score 0,35. Based on the results of this research concluded that the physics learning device by models of inquiry learning setting have a valid criteria, practical, and effective way to improve the ability of problem solving and critical thinking skills.keyword : Inquiry, Problem Solving, Critical Thinking
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA DENGAN SETTING SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP ., NI WAYAN HENI DESIANTI; ., PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si.; ., DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran IPA setting Sains Teknologi Masyarakat yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kreatif siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengacu pada model pengembangan Dick and Carey dengan tahap-tahap yaitu: penetapan mata pelajaran, analisis kebutuhan, pengembangan perangkat pembelajaran, dan uji coba perangkat. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran IPA setting STM yang terdiri dari Buku Siswa dan Buku Pegangan Guru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian one group pre-test post-test design, dengan uji hipotesis menggunakan uji-t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perangkat pembelajaran ini memenuhi kategori sangat valid, (2) perangkat pembelajaran ini memenuhi kategori sangat praktis, (3) hasil uji efektivitas perangkat pembelajaran ini menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa setelah belajar dengan menggunakan perangkat pembelajaran IPA setting STM lebih baik daripada keterampilan proses sains siswa sebelum menggunakan perangkat pembelajaran IPA setting STM, dengan thitung sebesar 23,85; dan keterampilan berpikir kreatif siswa setelah belajar dengan menggunakan perangkat pembelajaran IPA setting STM lebih baik daripada keterampilan berpikir kreatif siswa sebelum menggunakan perangkat pembelajaran IPA setting STM, dengan thitung sebesar 21,28. Sehingga dapat disimpulkan perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kreatif siswa.Kata Kunci : STM, keterampilan proses, berpikir kreatif This research aimed to produce a science learning device settings Science Technology Society that valid, practical, and effective to increase the science process skills and creative thinking skills of students. Development of science learning device was refers to development Dick and Carey model with steps: fixed subjects, analytical needed, development device of learning, and trials device of learning. The devices of learning that improved is a science learning device settings Science Technology Society that consist of student book and teacher book. This research used one group pre-test post-test design, to test the hypothesis using the t-test right parties. The result of this research were: (1) this learning device was very valid, (2) this learning device was very practical, (3) the result of effectiveness test showed that science skills process after studied with the device of science learning with STM better than before used the device of science learning with STM, got tcount 23,85; and creative thinking skills after studied with the device of science learning with STM better than before used the device of science learning with STM, got tcount 21,28. So, the science learning device developed effective to development science skills process and skills for creative thinking of students.keyword : STM, skills process, creative thinking

Page 1 of 2 | Total Record : 16