cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 14 Documents clear
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN MODEL BORG AND GALL UNTUK PELAJARAN PRODUKTIF MENGGABUNGKAN FOTOGRAFI DIGITAL KE DALAM SAJIAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Kemahyasa, Ketut
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran multimediainteraktif di SMKN 3 Singaraja. Secara lebih operasional tujuan tersebut dirincisebagai berikut; (1) mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli media, ahli desainpembelajaran, (2) mendeskripsikan tanggapan siswa perorangan dan kelompok kecil,(3) mendeskripsikan tanggapan guru pengampu mata pelajaran terhadap multimediainteraktif yang dikembangkan dan (4) menganalisis efektifitas media yangdikembangkan. Multimedia interaktif mencakup Standar KompetensiMenggabungkan Fotografi Digital ke Dalam Sajian Multimedia((MFDKSMM).Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan, Research andDevelopment (R & D), yang mengacu pada model Borg And Gall. Subyek coba padatahap ini dilakukan oleh seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desainpembelajaran dan seorang ahli media pembelajaran, guru pengampu mata pelajaranbersangkutan dan siswa kompetensi keahlian Multimedia. Pengumpulan datadilakukan dengan kuisioner, data hasil pretest dan posttest dianalisis secara deskriptifdengan paired sample T test.Hasil review dari ahli isi dan ahli media menyatakan bahwa produk yangdikembangkan sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain untuk uji ahli desainpembelajaran memperlihatkan bahwa ahli desain memberikan tanggapan baik denganpersentase 82,95%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji siswa peroranganmemperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik. Hasilpersentase untuk uji siswa perorangan sebesar 92,22% terletak pada kualifikasi sangatbaik. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji kelompok kecil memperlihatkan bahwapeserta didik memberikan tanggapan sangat baik. Hasil persentase untuk ujikelompok kecil sebesar 88,33% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil tanggapanpendidik untuk uji lapangan memperlihatkan bahwa pendidik memberikan tanggapansangat baik dengan persentase 100%. Hasil tanggapan peserta didik untuk ujilapangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik.Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji lapangan sebesar 98,2% dengankualifikasi sangat baik. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t untukmembandingkan prestasi belajar sebelum dan sesudah menggunakan multimediainteraktif memberikan hasil Thitung= 0,001 lebih kecil dari 0,05. Ini berarti bahwapenggunaan Multimedia Interaktif pada mata pelajaran Produktif MFDKSMMdengan pembelajaran mandiri berpengaruh secara positif dan signifikan terhadaptingkat penguasaan pengetahuan faktual, konsep dan prosedural mata pelajaranproduktif menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian multimedia.Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif, pelajaran produktif.
IMPLEMENTASI MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS III SLB C NEGERI SINGARAJA Chatarina Eksi Murniati, Magdalena
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kata kunci: multimedia, kemampuan membaca, kemampuan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas III SLB C Negeri Singaraja pada pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini diadakan karena berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa siswa memiliki kemampuan kurang dalam membaca dan menulis  pada pelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.  Subyek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SLB C Negeri Singaraja dengan keseluruhan subyek berjumlah 6 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif, pekerjaan rumah, lembar observasi, dan juga wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan multimedia mampu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Peningkatan nilai siswa dari siklus I dan siklus II mampu menunjukkan hasil yang diharapkan dari penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara antara guru dan guru sejawat menunjukkan bahwa siswa menyukai pembelajaran dengan multimedia. Data yang dikumpulkan selama pelaksanaan pretest pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.25 dan ketuntasan klasikal sebesar 66.67. Hasil posttest yang dilakukan pada akhir siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.64 dengan ketuntasan klasikan sebesar 83.88. Pelaksanaan dari pretest pada siklus II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.58 dan ketuntasan klasikal sebesar 83.33. Hasil posttest yang dilaksanakan pada akhir siklus II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 8.13 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEMBASED LEARNING) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA BAGI SISWA KELAS VII SMP Sri Lestari, Ni Nyoman
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antarasiswa yang mengikuti model problem based learning dengan siswa yang mengikuti modelpembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antarasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajarrendah. (3) mendeskripsikan pengaruh interaksif antara model pembelajaran denganmotivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa, (4) mendeskripsikan perbedaanprestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah(problem-based learning) dengan siswa yang mengikuti model pembelajarankonvensional, pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (5)mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) dengan siswa yang mengikutimodel pembelajaran konvensional, pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajarrendah.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Nusa Penida tahunpelajaran 2011/2012. Sampel diambil dengan teknik random sampling sederhana.Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 × 2,di mana model problem based learning sebagai variabel independen sedangkan motivasibelajar sebagai variabel independen moderator atau variabel psikologi, prestasi belajarsebagai variabel dependen dengan desain ”Posttest only Control Group Design”. Datadianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur berbantuan SPSS 13.0 for windows.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan prestasi belajarfisika antara siswa yang mengikuti model problem based learning dengan siswa yangmengikuti model pembelajaran konvensional dengan nilai F= 45,372 dan angkasignifikansi 0,001 (p< 0,05), (2) terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswayang memiliki motivasi belajar tinggi dengan yang memiliki motivasi belajar rendahdengan nilai F= 5,382 dengan angka signifikansi 0,023 (p<0,05), (3) terdapat pengaruhinteraktif antara model pembelajaran dan motivasi belajar tehadap prestasi belajar fisikadengan nilai F=12,206 dengan taraf signifikansi 0,001 (p<0,05), (4) terdapat perbedaanprestasi belajar fisika antara kelompok PBL dengan kelompok konvensional pada siswayang motivasi belajarnya tinggi dengan nilai F = 56,211, taraf signifikansi 0,001; (5)terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara kelompok PBL dengan kelompokkonvensional pada siswa yang motivasi belajarnya rendah dengan nilai F = 4,916, tarafsignifikansi 0, 033. Berdasarkan temuan tersebut model pembelajaran berbasis masalah merupakansalah satu model pembelajaran yang memberikan pengaruh positif terhadap peningkatanprestasi belajar fisika terutama bagi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi.Kreativitas siswa meningkat, karena penyampaian masalah secara terbuka dan siswabertanggung jawab terhadap pemecahan masalahnya sendiri melalui penemuan danpercobaan.Kata Kunci: Konstruktivisme, model problem based learning, prestasi belajar dan motivasibelajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM DAN KONSEP DIRI SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA DAERAH BALI SISWA KELAS VIII SMPN 1 NUSA PENIDA Merthi, Ni Wayan
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar bahasadaerah Bali, antara siswa yang mengikuti model pembelajaran quantum dengan siswa yangmengikuti model pembelajaran konvensional, 2) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajarbahasa daerah Bali, antara siswa yang memiliki konsep diri tinggi dengan siswa yangmemiliki konsep diri rendah, 3) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar bahasa daerahBali, sebagai akibat interaksi antara model pembelajaran dengan konsep diri siswa. Penelitianini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Nusa Penida dengan menggunakan rancangan Post TestOnly Control Group Design. Sampel penelitian ini terdiri dari tiga kelas kelompokeksperimen dan tiga kelas kelompok kontrol yang dipilih dengan menggunakan teknikrandom Sampling Kelas. Data diambil dengan cara memberikan tes berupa kuesioner konsepdiri siswa berbentuk objektif dengan pilihan jawaban, dan tes hasil belajar siswa berupa testessay. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dandilanjutkan dengan Uji Tukey.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prestasi belajar bahasa daerah Bali siswayang belajar dengan model pembelajaran quantum lebih tinggi daripada siswa yang belajardengan model pembelajaran konvensional (Fhitung = 4,84; p<0,05). (2) terdapat perbedaanprestasi belajar bahasa daerah Bali antara siswa yang memiliki konsep diri tinggi dengansiswa yang memiliki konsep diri rendah. Untuk siswa yang memiliki konsep diri tinggi,prestasi belajar bahasa daerah Bali siswa yang belajar dengan model pembelajaran quantumlebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (thitung =16,25; p<0,05), untuk siswa yang memiliki konsep diri rendah, prestasi belajar bahasa daerahBali siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional lebih tinggi dari pada siswayang belajar dengan model pembelajaran quantum thitung = 4,85; p<0,05). (3) terdapatperbedaan prestasi belajar bahasa daerah Bali sebagai akibat adanya interaksi antara modelpembelajaran dengan konsep diri (FABhitung = 32,47; p <0,05).Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa prestasi belajar bahasa daerahBali dipengaruhi oleh model pembelajaran yang diterapkan oleh guru, dan konsep diri siswayang mengikuti pembelajaran.Penelitian ini memberikan implikasi antara lain: 1) sebagaitenaga pendidik, guru seharusnya mengetahui konsep diri siswanya. 2) model pembelajaranquantum dalam implementasinya memerlukan tekad, inovasi, dan kesabaran guru dalammerancang pembelajaran.Kata Kunci: quantum, model pembelajaran, prestasi belajar, konsep diri.
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E DAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SAINS SISWA DI SMP Rusmayani, Putu Eka
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancanganNonequivalence Pretest-Posttest Control Group Design. Desain penelitian adalah“quasi experimental versi factorial 2×2 model Aptitude Treament Interaction(ATI). Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model belajar dankemampuan berpikir formal terhadap pemahaman konsep, dan kemampuanpemecahan masalah sains.Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Nusa Penida padatahun pelajaran 2011/2012 (kecuali kelas VIIIA). Sampel penelitian adalah kelasVIIIC, VIIID, VIIIG sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB,VIIIE, VIIIF,sebagai kelas kontrol, yang dipilih berdasarkan pengundian kelas. Variabelpenelitian adalah: (1) variabel bebas yaitu model belajar (model siklus belajar 7Edan model konvensional), dan kemampuan berpikir formal (kemampuan berpikirformal tinggi dan kemampuan berpikir formal rendah). (2) variabel terikat adalahpemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah sains. Data penelitiandikumpulkan dengan: (1) tes kemampuan berpikir formal (r=0,871), (2) tespemahaman konsep (r=0,821), dan (3) kemampuan pemecahan masalah sains(0,761). Data dianalisis secara deskriptif dan analisis multi kovarian(MANCOVA) faktorial 22. Pengujiaan hipotesis dilakukan pada tarafsignifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yangsignifikan pemahaman konsep (FA1=15,032; p<0,05) dan kemampuan pemecahanmasalah sains (FA2=10,677; p<0,05) antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran siklus belajar 7E dan siswa yang mengikuti pembelajarankonvensional. (2) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep(FB1=6,499; p<0,05) dan kemampuan pemecahan masalah sains (FB2=5,497;p<0,05) antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir formal tinggi dan siswayang memiliki kemampuan berpikir formal rendah. (3) terdapat pengaruh interaksiyang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir formalterhadap pemahaman konsep (FAB1=27,162; p<0,05) dan kemampuan pemecahanmasalah sains (FAB2=19,637; p<0,05)Berdasarkan temuan tersebut di atas, maka kesimpulannya adalah modelsiklus belajar 7E dan kemampuan berpikir formal berpengaruh secara signifikanterhadap pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah sains.Kata kunci: model pembelajaran, kemampuan berpikir formal, pemahamankonsep, dan kemampuan pemecahan masalah sains.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA DI SMP NEGERI 2 NUSA PENIDA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Sudina Adnyana, I Putu
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata-kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Model Pembelajaran Langsung ,dan Prestasi Belajar Fisika.Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar antarasiswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI),model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dan model pembelajaran langsung.Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan Anava satujalur. Populasi berjumlah 4 kelas (97 orang) siswa kelas VIII SMP Negeri 2 NusaPenida, dan sampelnya adalah 3 kelas yang dipilih secara random kelas. Data dalampenelitian ini adalah data pre-test dan data pos-test yang disebut sebagai data Prestasibelajar fisika. Data prestasi belajar diperoleh melalui tes hasil belajar, pada akhirpembelajaran. Selanjutnya data dianalisis dengan uji statistik Anava satu jalurberbantuan SPSS 13.0 for windows.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Terdapat perbedaan hasil belajar fisikaantar siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif Group Investigation, kooperatifJigsaw, dan pembelajaran langsung (F = 102,81 dengan α ≤ 0,05). Model kooperatifgroup investigation memberikan prestasi belajar fisika lebih baik dibandingkan denganmodel pembelajaran kooperatif jigsaw dan model pembelajaran langsung. Perbedaanhasil belajar tersebut berdasarkan rerata hasil belajar dari masing-masing perlakuanyaitu: model group investigation sebesar 68,59 dengan SD adalah 4,81, modelkooperatif jigsaw sebesar 57,86 dengan SD adalah 5,29, dan model pembelajaranlangsung sebesar 46,32 dengan SD adalah 5,35. Implikasi dari hasil penelitian ini adalahsangat penting bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif GroupInvestigation (GI) dan Jigsaw, karena dapat melatih berbagai keterampilan terhadapsiswa dan guru. Selain itu model pembelajaran Group Investigation (GI) dan Jigsawjuga mampu menumbuhkan kreativitas siswa dan guru dalam proses pembelajaranfisika.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SEMESTER 2 DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Sri Jaya, Sang Putu
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujun menghasilkan produk berupa modul fisika kontekstual untuk peserta didik kelas X semester 2 di SMK Negeri 3 Singaraja yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran fisika.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development), dengan desain pengembangan yang dipilih adalah menggunakan model  pengembangan De geng. Langkah-langkah pengembangan nya  adalah sebagai berikut. 1) analisis tujuan dan karakteristik bidang studi; 2) analisis sumber belajar; 3) analisis karakteristik pebelajar; 4) menetapkan tujuan belajar dan isi pembelajaran; 5) menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran; 6) menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran; 7) mene tapkan strategi pengelolaan pembelajaran; dan 8) pengembangan prosedur pengu kuran hasil pembelajaran. Validasi draft mencakup 1) uji ahli isi dan media pembelajaran; 2) uji ahli desain pembela jaran; 3) uji siswa perorangan; 4) uji siswa kelompok kecil; dan 4) uji lapangan. Hasil review dari ahli isi dan ahli media menyatakan bahwa modul fisika kontekstual yang dikembangkan sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain untuk uji ahli desain pembelajaran memper lihatkan bahwa ahli desain memberikan tanggapan sangat baik dengan persentase 90%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji siswa perorangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tangga pan sangat baik sebanyak 33,3%, baik sebanyak 66,7 %, dan sebanyak 0% untuk kategori cukup, kurang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji siswa perorangan sebesar 91% terletak pada kualifikasi sangat baik. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji kelom pok kecil memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik sebanyak 22,2%, baik sebanyak 66,7%, cukup sebanyak 11,1% dan sebanyak 0% untuk kategori kurang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji kelompok kecil sebesar 85% terletak pada kualifikasi baik. Hasil tangga pan pendidik untuk uji lapangan memper lihatkan bahwa pendidik memberikan tanggapan baik dengan persentase 83%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji lapangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik sebanyak 55%, baik sebanyak 45%, dan sebanyak 0% untuk kategori cukup, ku rang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji lapangan sebesar 90% terletak pada kualifikasi sangat baik. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil sig sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest peserta didik. Nilai rata-rata pretest (Mean=75,17, Standard Deviation=9,03) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata posttest (Mean = 30,21, Standard Deviation = 7,75). Kata kunci:   pengembangan, model pengembangan Degeng, modul fisika kontekstual, hasil belajar fisika
IMPLEMENTASI MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS III SLB C NEGERI SINGARAJA Chatarina Eksi Murniati, Magdalena
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.296

Abstract

ABSTRAK Kata kunci: multimedia, kemampuan membaca, kemampuan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas III SLB C Negeri Singaraja pada pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini diadakan karena berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa siswa memiliki kemampuan kurang dalam membaca dan menulis  pada pelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.  Subyek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SLB C Negeri Singaraja dengan keseluruhan subyek berjumlah 6 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif, pekerjaan rumah, lembar observasi, dan juga wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan multimedia mampu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Peningkatan nilai siswa dari siklus I dan siklus II mampu menunjukkan hasil yang diharapkan dari penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara antara guru dan guru sejawat menunjukkan bahwa siswa menyukai pembelajaran dengan multimedia. Data yang dikumpulkan selama pelaksanaan pretest pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.25 dan ketuntasan klasikal sebesar 66.67. Hasil posttest yang dilakukan pada akhir siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.64 dengan ketuntasan klasikan sebesar 83.88. Pelaksanaan dari pretest pada siklus II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.58 dan ketuntasan klasikal sebesar 83.33. Hasil posttest yang dilaksanakan pada akhir siklus II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 8.13 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SEMESTER 2 DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Sri Jaya, Sang Putu
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.695 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.301

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujun menghasilkan produk berupa modul fisika kontekstual untuk peserta didik kelas X semester 2 di SMK Negeri 3 Singaraja yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran fisika.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development), dengan desain pengembangan yang dipilih adalah menggunakan model  pengembangan De geng. Langkah-langkah pengembangan nya  adalah sebagai berikut. 1) analisis tujuan dan karakteristik bidang studi; 2) analisis sumber belajar; 3) analisis karakteristik pebelajar; 4) menetapkan tujuan belajar dan isi pembelajaran; 5) menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran; 6) menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran; 7) mene tapkan strategi pengelolaan pembelajaran; dan 8) pengembangan prosedur pengu kuran hasil pembelajaran. Validasi draft mencakup 1) uji ahli isi dan media pembelajaran; 2) uji ahli desain pembela jaran; 3) uji siswa perorangan; 4) uji siswa kelompok kecil; dan 4) uji lapangan. Hasil review dari ahli isi dan ahli media menyatakan bahwa modul fisika kontekstual yang dikembangkan sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain untuk uji ahli desain pembelajaran memper lihatkan bahwa ahli desain memberikan tanggapan sangat baik dengan persentase 90%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji siswa perorangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tangga pan sangat baik sebanyak 33,3%, baik sebanyak 66,7 %, dan sebanyak 0% untuk kategori cukup, kurang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji siswa perorangan sebesar 91% terletak pada kualifikasi sangat baik. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji kelom pok kecil memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik sebanyak 22,2%, baik sebanyak 66,7%, cukup sebanyak 11,1% dan sebanyak 0% untuk kategori kurang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji kelompok kecil sebesar 85% terletak pada kualifikasi baik. Hasil tangga pan pendidik untuk uji lapangan memper lihatkan bahwa pendidik memberikan tanggapan baik dengan persentase 83%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji lapangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik sebanyak 55%, baik sebanyak 45%, dan sebanyak 0% untuk kategori cukup, ku rang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji lapangan sebesar 90% terletak pada kualifikasi sangat baik. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil sig sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest peserta didik. Nilai rata-rata pretest (Mean=75,17, Standard Deviation=9,03) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata posttest (Mean = 30,21, Standard Deviation = 7,75). Kata kunci:   pengembangan, model pengembangan Degeng, modul fisika kontekstual, hasil belajar fisika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEMBASED LEARNING) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA BAGI SISWA KELAS VII SMP Sri Lestari, Ni Nyoman
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.816 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.297

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antarasiswa yang mengikuti model problem based learning dengan siswa yang mengikuti modelpembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antarasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajarrendah. (3) mendeskripsikan pengaruh interaksif antara model pembelajaran denganmotivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa, (4) mendeskripsikan perbedaanprestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah(problem-based learning) dengan siswa yang mengikuti model pembelajarankonvensional, pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (5)mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) dengan siswa yang mengikutimodel pembelajaran konvensional, pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajarrendah.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Nusa Penida tahunpelajaran 2011/2012. Sampel diambil dengan teknik random sampling sederhana.Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 × 2,di mana model problem based learning sebagai variabel independen sedangkan motivasibelajar sebagai variabel independen moderator atau variabel psikologi, prestasi belajarsebagai variabel dependen dengan desain ?Posttest only Control Group Design?. Datadianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur berbantuan SPSS 13.0 for windows.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan prestasi belajarfisika antara siswa yang mengikuti model problem based learning dengan siswa yangmengikuti model pembelajaran konvensional dengan nilai F= 45,372 dan angkasignifikansi 0,001 (p< 0,05), (2) terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswayang memiliki motivasi belajar tinggi dengan yang memiliki motivasi belajar rendahdengan nilai F= 5,382 dengan angka signifikansi 0,023 (p<0,05), (3) terdapat pengaruhinteraktif antara model pembelajaran dan motivasi belajar tehadap prestasi belajar fisikadengan nilai F=12,206 dengan taraf signifikansi 0,001 (p<0,05), (4) terdapat perbedaanprestasi belajar fisika antara kelompok PBL dengan kelompok konvensional pada siswayang motivasi belajarnya tinggi dengan nilai F = 56,211, taraf signifikansi 0,001; (5)terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara kelompok PBL dengan kelompokkonvensional pada siswa yang motivasi belajarnya rendah dengan nilai F = 4,916, tarafsignifikansi 0, 033. Berdasarkan temuan tersebut model pembelajaran berbasis masalah merupakansalah satu model pembelajaran yang memberikan pengaruh positif terhadap peningkatanprestasi belajar fisika terutama bagi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi.Kreativitas siswa meningkat, karena penyampaian masalah secara terbuka dan siswabertanggung jawab terhadap pemecahan masalahnya sendiri melalui penemuan danpercobaan.Kata Kunci: Konstruktivisme, model problem based learning, prestasi belajar dan motivasibelajar.

Page 1 of 2 | Total Record : 14