cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 14 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM DAN KONSEP DIRI SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA DAERAH BALI SISWA KELAS VIII SMPN 1 NUSA PENIDA Merthi, Ni Wayan
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.75 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.298

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar bahasadaerah Bali, antara siswa yang mengikuti model pembelajaran quantum dengan siswa yangmengikuti model pembelajaran konvensional, 2) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajarbahasa daerah Bali, antara siswa yang memiliki konsep diri tinggi dengan siswa yangmemiliki konsep diri rendah, 3) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar bahasa daerahBali, sebagai akibat interaksi antara model pembelajaran dengan konsep diri siswa. Penelitianini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Nusa Penida dengan menggunakan rancangan Post TestOnly Control Group Design. Sampel penelitian ini terdiri dari tiga kelas kelompokeksperimen dan tiga kelas kelompok kontrol yang dipilih dengan menggunakan teknikrandom Sampling Kelas. Data diambil dengan cara memberikan tes berupa kuesioner konsepdiri siswa berbentuk objektif dengan pilihan jawaban, dan tes hasil belajar siswa berupa testessay. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dandilanjutkan dengan Uji Tukey.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prestasi belajar bahasa daerah Bali siswayang belajar dengan model pembelajaran quantum lebih tinggi daripada siswa yang belajardengan model pembelajaran konvensional (Fhitung = 4,84; p<0,05). (2) terdapat perbedaanprestasi belajar bahasa daerah Bali antara siswa yang memiliki konsep diri tinggi dengansiswa yang memiliki konsep diri rendah. Untuk siswa yang memiliki konsep diri tinggi,prestasi belajar bahasa daerah Bali siswa yang belajar dengan model pembelajaran quantumlebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (thitung =16,25; p<0,05), untuk siswa yang memiliki konsep diri rendah, prestasi belajar bahasa daerahBali siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional lebih tinggi dari pada siswayang belajar dengan model pembelajaran quantum thitung = 4,85; p<0,05). (3) terdapatperbedaan prestasi belajar bahasa daerah Bali sebagai akibat adanya interaksi antara modelpembelajaran dengan konsep diri (FABhitung = 32,47; p <0,05).Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa prestasi belajar bahasa daerahBali dipengaruhi oleh model pembelajaran yang diterapkan oleh guru, dan konsep diri siswayang mengikuti pembelajaran.Penelitian ini memberikan implikasi antara lain: 1) sebagaitenaga pendidik, guru seharusnya mengetahui konsep diri siswanya. 2) model pembelajaranquantum dalam implementasinya memerlukan tekad, inovasi, dan kesabaran guru dalammerancang pembelajaran.Kata Kunci: quantum, model pembelajaran, prestasi belajar, konsep diri.
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E DAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SAINS SISWA DI SMP Rusmayani, Putu Eka
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.299

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancanganNonequivalence Pretest-Posttest Control Group Design. Desain penelitian adalah?quasi experimental versi factorial 2×2 model Aptitude Treament Interaction(ATI). Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model belajar dankemampuan berpikir formal terhadap pemahaman konsep, dan kemampuanpemecahan masalah sains.Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Nusa Penida padatahun pelajaran 2011/2012 (kecuali kelas VIIIA). Sampel penelitian adalah kelasVIIIC, VIIID, VIIIG sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB,VIIIE, VIIIF,sebagai kelas kontrol, yang dipilih berdasarkan pengundian kelas. Variabelpenelitian adalah: (1) variabel bebas yaitu model belajar (model siklus belajar 7Edan model konvensional), dan kemampuan berpikir formal (kemampuan berpikirformal tinggi dan kemampuan berpikir formal rendah). (2) variabel terikat adalahpemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah sains. Data penelitiandikumpulkan dengan: (1) tes kemampuan berpikir formal (r=0,871), (2) tespemahaman konsep (r=0,821), dan (3) kemampuan pemecahan masalah sains(0,761). Data dianalisis secara deskriptif dan analisis multi kovarian(MANCOVA) faktorial 2?2. Pengujiaan hipotesis dilakukan pada tarafsignifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yangsignifikan pemahaman konsep (FA1=15,032; p<0,05) dan kemampuan pemecahanmasalah sains (FA2=10,677; p<0,05) antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran siklus belajar 7E dan siswa yang mengikuti pembelajarankonvensional. (2) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep(FB1=6,499; p<0,05) dan kemampuan pemecahan masalah sains (FB2=5,497;p<0,05) antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir formal tinggi dan siswayang memiliki kemampuan berpikir formal rendah. (3) terdapat pengaruh interaksiyang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir formalterhadap pemahaman konsep (FAB1=27,162; p<0,05) dan kemampuan pemecahanmasalah sains (FAB2=19,637; p<0,05)Berdasarkan temuan tersebut di atas, maka kesimpulannya adalah modelsiklus belajar 7E dan kemampuan berpikir formal berpengaruh secara signifikanterhadap pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah sains.Kata kunci: model pembelajaran, kemampuan berpikir formal, pemahamankonsep, dan kemampuan pemecahan masalah sains.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN MODEL BORG AND GALL UNTUK PELAJARAN PRODUKTIF MENGGABUNGKAN FOTOGRAFI DIGITAL KE DALAM SAJIAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Kemahyasa, Ketut
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.8 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.295

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran multimediainteraktif di SMKN 3 Singaraja. Secara lebih operasional tujuan tersebut dirincisebagai berikut; (1) mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli media, ahli desainpembelajaran, (2) mendeskripsikan tanggapan siswa perorangan dan kelompok kecil,(3) mendeskripsikan tanggapan guru pengampu mata pelajaran terhadap multimediainteraktif yang dikembangkan dan (4) menganalisis efektifitas media yangdikembangkan. Multimedia interaktif mencakup Standar KompetensiMenggabungkan Fotografi Digital ke Dalam Sajian Multimedia((MFDKSMM).Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan, Research andDevelopment (R & D), yang mengacu pada model Borg And Gall. Subyek coba padatahap ini dilakukan oleh seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desainpembelajaran dan seorang ahli media pembelajaran, guru pengampu mata pelajaranbersangkutan dan siswa kompetensi keahlian Multimedia. Pengumpulan datadilakukan dengan kuisioner, data hasil pretest dan posttest dianalisis secara deskriptifdengan paired sample T test.Hasil review dari ahli isi dan ahli media menyatakan bahwa produk yangdikembangkan sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain untuk uji ahli desainpembelajaran memperlihatkan bahwa ahli desain memberikan tanggapan baik denganpersentase 82,95%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji siswa peroranganmemperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik. Hasilpersentase untuk uji siswa perorangan sebesar 92,22% terletak pada kualifikasi sangatbaik. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji kelompok kecil memperlihatkan bahwapeserta didik memberikan tanggapan sangat baik. Hasil persentase untuk ujikelompok kecil sebesar 88,33% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil tanggapanpendidik untuk uji lapangan memperlihatkan bahwa pendidik memberikan tanggapansangat baik dengan persentase 100%. Hasil tanggapan peserta didik untuk ujilapangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik.Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji lapangan sebesar 98,2% dengankualifikasi sangat baik. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t untukmembandingkan prestasi belajar sebelum dan sesudah menggunakan multimediainteraktif memberikan hasil Thitung= 0,001 lebih kecil dari 0,05. Ini berarti bahwapenggunaan Multimedia Interaktif pada mata pelajaran Produktif MFDKSMMdengan pembelajaran mandiri berpengaruh secara positif dan signifikan terhadaptingkat penguasaan pengetahuan faktual, konsep dan prosedural mata pelajaranproduktif menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian multimedia.Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif, pelajaran produktif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA DI SMP NEGERI 2 NUSA PENIDA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Sudina Adnyana, I Putu
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.44 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.300

Abstract

ABSTRAKKata-kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Model Pembelajaran Langsung ,dan Prestasi Belajar Fisika.Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar antarasiswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI),model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dan model pembelajaran langsung.Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan Anava satujalur. Populasi berjumlah 4 kelas (97 orang) siswa kelas VIII SMP Negeri 2 NusaPenida, dan sampelnya adalah 3 kelas yang dipilih secara random kelas. Data dalampenelitian ini adalah data pre-test dan data pos-test yang disebut sebagai data Prestasibelajar fisika. Data prestasi belajar diperoleh melalui tes hasil belajar, pada akhirpembelajaran. Selanjutnya data dianalisis dengan uji statistik Anava satu jalurberbantuan SPSS 13.0 for windows.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Terdapat perbedaan hasil belajar fisikaantar siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif Group Investigation, kooperatifJigsaw, dan pembelajaran langsung (F = 102,81 dengan ? ? 0,05). Model kooperatifgroup investigation memberikan prestasi belajar fisika lebih baik dibandingkan denganmodel pembelajaran kooperatif jigsaw dan model pembelajaran langsung. Perbedaanhasil belajar tersebut berdasarkan rerata hasil belajar dari masing-masing perlakuanyaitu: model group investigation sebesar 68,59 dengan SD adalah 4,81, modelkooperatif jigsaw sebesar 57,86 dengan SD adalah 5,29, dan model pembelajaranlangsung sebesar 46,32 dengan SD adalah 5,35. Implikasi dari hasil penelitian ini adalahsangat penting bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif GroupInvestigation (GI) dan Jigsaw, karena dapat melatih berbagai keterampilan terhadapsiswa dan guru. Selain itu model pembelajaran Group Investigation (GI) dan Jigsawjuga mampu menumbuhkan kreativitas siswa dan guru dalam proses pembelajaranfisika.

Page 2 of 2 | Total Record : 14